Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 31 (Season 2)


__ADS_3

Rendi baru saja selesai mandi, dia mengusap rambutnya dengan handuk kecil berwarna putih. Ia berjalan kearah tempat tidur dimana Thalia yang masih tidur, mereka semalam menghabiskan waktu yang begitu menyenangkan. Jujur Rendi mengakui bahwa dia puasa dengan Thalia. Dan bisa dipastikan kalau dia memang menyukai perempuan tersebut.


Rendi berjalan mendekati tempat tidur, hari ini sudah mulai siang dan Thalia masih tidur karena tadi pagi saat mereka terbangun ia menyuruh perempuan itu untuk tidur lagi.


Ia duduk di tempat tidur memperhatikan Thalia yang masih terlelap, ia menyingkirkan helaian rambut Thalia yang menutupi wajah cantik perempuan itu.


“aku akui kau begitu cantik, apalagi saat ini kau sangat cantik di mataku” Rendi begitu lembut berucap sembari memperhatikan Thalia.


“Aku tahu aku cantik, “ tiba-tiba saja Thalia membuka matanya melihat kearah Rendi yang langsung menyingkirkan tangannya dari wajah Thalia.


“kau sudah bangun,? Sejak kapan?” tanya Rendi yang terasa kikuk untuk bicara karena tertangkap basah mengagumi wajah istrinya.


“Dari tadi saat kamu bangun” ucap Thalia tersenyum melihat Rendi yang salah tingkah.


“kenapa kau tidak membangunkan ku? Aturan kita mandi bersama maka akan jadi lebih asik” tukas Thalia menggoda rendi.


“Kau memang tidak lelah melayaniku?” tanya Rendi


“Tidak,” jawab Thalia sambil menggeleng dan dia langsung duduk mendekati Rendi.


“mau melakukannya lagi, aku tidak lelah, aku siap melayani mu” lanjut Thalia sambil mengusap bahu Rendi dnegan jemari lentiknya.


Rendi mengecup bibir Thalia sekilas dan melihat perempuan itu.


“Tidak sekarang, kau mandi sana. Aku akan memasak makanan untukmu” ucap Rendi dan akan berdiri tapi Thalia menahan tangannya.


“Kau bisa masak?” tanya Thalia sambil menahan tangan Rendi yang sudah berdiri.


“Bisa, sudah sana mandi. aku mau keluar” tukas Rendi meminta Thalia untuk segera mandi.


Thalia langsung mengulurkan tangannya, membuat rendi menatapnya bingung.


“kenapa?” tanyanya tak mengerti.


“gendong,” ucap Thalia dnegan manja.


“Bagian bawahku sakit saat ini, jadi pasti sakit saat digunakan untuk berjalan” lirihnya sedikit malu mengatakan hal tersebut. Tentu saja Thalia punya rasa malu dengan hal itu.


Rendi langsung menunduk, dan dia menggendong Thalia sekarang. Pria itu mengangkat istrinya sambil melihat kearah tempat tidur dimana terdapat noda berwarna merah disitu. melihat hal tersebut menimbulkan lekuk senyum dibibir.


Itu artinya dialah yang mendapatkan mahkota milik Thalia, perempuan yang menjadi istrinya ternyata benar dia masih tersegel dan hanya dirinya yang mendapatkan itu.

__ADS_1


..............................


Rendi sedang menata makanan hasil masakannya di meja bar, dia memang pandai dalam memasak karena lama tinggal sendiri dan juga dia sering bertugas memaksa dirinya untuk bisa memasak seperti sekarang


Saat Rendi tengah sibuk dengan apa yang dia lakukan, Thalia tiba-tiba saja datang memeluk rendi dari belakang membuat kegiatan pria itu terhenti.


“kenapa?” tanya rendi melihat kearah Thalia sekilas.


“Tidak pa-pa, aku hanya ingin memelukmu saja” jawab Thalia.


Rendi langsung membalikkan tubuhnya melihat kearah Thalia, memegang bahu perempuan itu.


“aku sudah menyiapkan makanan untukmu, kamu makanlah.” Ucap Rendi.


Thalia langsung duduk memperhatikan Thalia yang sedikit berhati-hati saat duduk, dia berpikir apa perempuan itu masih kesakitan.


“Apa masih sakit karena semalem? Apa aku melakukannya terlalu kasar?” tanya Rendi sedikit khawatir.


“Ya sangat sakit, sebenarnya aku ingin mengumpat soal rasa sakit ini. tapi mau bagaimana ini lah yang harus aku alami. Tapi aku menyukainya” pungkas Thalia mendongak melihat rendi yang tertegun.


“Aku minta maaf telah membuatmu kesakitan, mengumpat lah padaku” ucap Rendi sambil mengambil duduk di kursi sebelah Thalia.


“Kau berarti serius mencintaiku kan? Benarkan kau mencintaiku.?” Lanjut Thalia menunggu jawaban dari rendi karena rendi semalam mengatakannya dnegan tidak jelas menurutnya hanya dnegan tindakan saja.


“Ya aku mencintaimu Thalia Ravero,” jawab rendi memeluk erat Thalia.


Thalia merenggangkan pelukannya melihat kearah Rendi yang menatapnya serius,


“Kau serius?” lagi Thalia seakan kurang yakin dnegan apa yang dia dengar.


“Aku tidak pernah seserius seperti ini, aku mencintaimu Thalia Ravero” tukas Rendi pada Thalia.


Thalia langsung menghambur kembali kedalam pelukan Rendi, dia senang mendengar hal ini.


....................


Rey bertemu dengan David saat ini, dia menemui sahabatnya sekaligus kakak dari mantan kekasihnya. Dia ingin memberikan undangan pernikahan pada david yang kemarin belum sempat dia berikan karena mereka berdua tidak bertemu saat ia ke rumah orang tua pria itu.


“Ini serius, lo mau nikah. Udah move sama kedua adik gue?” tukas David memegang undangan pernikahan yang baru saja diberikan Rey.


Rey yang menyesap kopinya langsung melihat kearah David,

__ADS_1


“Sebenarnya gue belum bisa lupain Lita, lo tahu sendiri gue dekat banget sama dia saat lo nyembunyiin dia waktu itu. Tapi gue juga sadar diri karena kebahagian Lita ada pada Fahri bukan sama gue.” Lirih Rey.


Rey memang sempat menyimpan rasa pada Lita, itu bermula karena kebersamaan dirinya bersama wanita itu yang terjadi berbulan-bulan lamanya. Tapi apa mau dikata kebahagiaan Lita ada pad Fahri.


Kalau soal Thalia, dia sudah tidak mencintai perempuan itu lagi sedari dia menyelingkuhi dirinya setahun lalu.


“Kalau lo belum bisa lupain Lita, lalu wanita ini kau jadikan pelampiasan?” tanya David


“Bisa dibilang begitu. Tapi aku tidak akan menjadikan perempuan sebagai pelampiasan atau menyakiti hatinya. Karena diriku sudah pernah sakit hati dan itu tidak enak dan begitu menyedihkan jadi aku tidak akan menyakiti hatinya.” Jelas Rey pada David.


“Syukur kalau kau begitu, gue ucapin terimakasih buat lo. Karena sudah mengalah untuk tidak melanjutkan perasaanmu pada Lita” ucap david sedikit merasa bersalah juga dengan Rey.


Sebenarnya alasan rey menyerah dnegan perasaannya pada Lita bukan hanya ingin melihat Lita bahagia. Tapi ada campur tangan dirinya juga yang bilang pada Rey untuk tidka melanjutkan itu karena bisa memecah persaudaraan Thalia dan juga Lita. Dia tidka mau kedua adiknya itu berselisih hanya karena seorang pria.


“Santai saja, aku juga berpikiran sama sepertimu. Tidak ingin dua perempuan itu bertengkar gara-gara diriku. Berkat dirimu juga ada perempuan baik hati yang ternyata sudah mencintaiku dari dulu tanpa aku sadari.” Tukas Rey. Calon istrinya saat ini memanglah pengagum rahasia dirinya, dia merupakan seorang rekan di rumah sakit yang sama dengannya..


“Ngomong, Thalia benar mencintai pria yang dia nikahi sekarang?” lanjut Rey membahas soal Thalia.


“Entah, kau tahu sendiri bagaimana adikku yang satu itu.” Jawab David.


“Semoga saja dia mencintai pria itu, aku lihat-lihat juga pria tersebut pria baik. Dia seperti mencintai Thalia” ucap rey.


“kau sudah tahu suami Thalia?”


“Sudah, kemarin aku ke apartemen mereka. Memberikan undangan pada Thalia”


“Kau ke sana? Lalu tanggapan Thalia bagaimana?”


“Dia biasa saja, tapi sedikit berbicara ketus denganku. Mungkin dia masih marah soal aku yang memaki dirinya dulu”


“oh, aku harap dia bisa berubah setelah menikah sama seperti Lita yang berubah setelah bertemu pujaan hatinya” harap David.


“Sama sepertimu yang berubah karena Naya” tukas Rey sambil tersenyum pada sahabatnya.


“keluarga kalian memang keras semua, dan berubah menjadi lebih baik karena cinta” lanjut Rey.


David hanya diam saja mendengar perkataan dari temannya tersebut


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2