
Rendi membuka pintu apartemennya, Thalia mengikuti Rendi dari belakang. Dia penasaran dnegan siapa yang datang sehingga menggangu dirinya sekarang padahal tadi dia hampir saja melakukan hubungan suami istri dnegan rendi tapi gara-gara orang itu mereka tidak jadi melakukannya. Hatinya sudah senang dengan Rendi yang menerima dirinya.
“Kau,.” Ucap Rendi menggantung saat melihat siapa orang yang bertandang kerumahnya saat ini. dia melihat sekilas kebelakang dimana Thalia yang berjalan mendekati dirinya sambil sesekali mencuri ruang untuk melihat orang itu.
“Maaf mengganggu di jam seperti ini?” ucap pria tersebut.
“Rey,?” ucap Thalia saat dia sudah berada di samping rendi dan bisa melihat siapa orang tersebut.
“Ya,” jawab rey singkat sambil tersenyum tipis. Rendi melihat hal itu, dia memperhatikan wajah Talia dan juga pria yang bernama Rey secara bergantian, dia pernah bertemu dengan pemuda di depannya saat bersama Fahri dulu karena pria itu yang ikut andil menyembunyikan Lita dulu.
“kenapa kemari? Bukannya kau tidak suka bertemu denganku” ketus Thalia membuang muka
“Boleh aku masuk ke dalam. Tidak mungkin aku berbicara di luar begini” ucap Rey sambil melihat kearah Rendi yang terdiam. Rendi menatap tajam Rey, dia seakan tidak suka dengan pria tersebut. Entah mengapa rasa kesal dan juga marah begitu mendominasi hatinya kini. Karena dia juga mengetahui kenyataan bahwa pria di depannya adalah mantan kekasih dari Thalia.
“silahkan masuk,” meskipun begitu Rendi mempersilahkan Rey untuk masuk kedalam apartemen miliknya. Hal itu membuat Thalia melihat kearahnya,
“Apa-apaan dia menyuruh Rey masuk kedalam” batin Thalia menatap tak percaya Rendi.
Rey langsung berjalan masuk mengikuti Rendi, mengabaikan Thalia yang menatap kearahnya curiga.
“silahkan duduk,” ucap rendi mempersilahkan Rey untuk duduk.
Diapun juga ikut duduk di depan rey, sedangkan Thalia masih berdiri sambil bersedekap menatap kedua pria itu.
“Mau apa kau kesini, buruan bilang mengganggu diriku saja kau” lagi-lagi Thalia berbicara ketus pada Rey.
“kau sepertinya sudah move on dariku?” tukas rey sambil melihat kearah Thalia.
Sebuah ucapan yang terdengar tidak menyenangkan ditelinga Rendi, dia merasa tidak suka dnegan ucapan yang terdengar lembut tersebut.
“maaf ada perlu apa anda ke rumah saya?” tanya Rendi, dia ingin langsung bertanya seperti itu.
Rey yang tadi melihat kearah Thalia langsung beralih melihat kearah Rendi, dia mengambil sesuatu dari balik jasnya. Itu sebuah undangan pernikahan dirinya dengan perempuan yang ia cintai.
__ADS_1
“Aku ingin memberikan ini untuk Thalia, tadi aku ke rumah orang tuanya dan mereka bilang kalau dia sudah menikah. Jadi ku putuskan saja untuk kesini menemui kalian sekaligus memberikan ucapan selamat atas pernikahan kalian” jelas Rey sambil menyodorkan undangan tersebut di meja.
“kau mau menikah? Dengan siapa?” tanya Thalia penasaran.
Rendi yang mendengar nada penasaran tersebut melihat kearah Thalia yang masih berdiri melihat kearah Rey.
“ada lagi yang ingin anda bicarakan? Jika tidak ada bisa pergi sekarang. Saya dan istri saya sedang ada urusan” ucap Rendi menyela sebelum Rey menjawab pertanyaan Thalia.
“Tidak ada, maaf sudah mengganggu kalian. Kalau begitu saya permisi,” Rey langsung berdiri dari duduknya dan dia berhadapan dnegan Thalia yang sedari tadi masih berdiri.
Rendi juga ikut berdiri dia seakan berada ditengah-tengah dua orang tersebut.
Rey tiba-tiba saja memegang kepala Thalia membuat Rendi dan juga Thalia sendiri terkejut dnegan apa yang dilakukan Rey saat ini.
Thalia hanya diam saja melihat pria itu,
“jaga dirimu, jangan ke kanak-kanakan lagi. Dan ingat jangan pernah mempermainkan hati pria lagi. Semoga kau bahagia, jangan lupa datang ke pernikahanku nanti. Aku tunggu kalian berdua” ucap Rey mengacak perlahan rambut Thalia sebelum dia melangkah pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
“Iya,”
“jaga Thalia oke, dan jika dia berpaling darimu bilang padaku. Aku akan bilang pada David dan biar david yang memarahinya karena aku tidak berani dnegan perempuan bar-bar seperti istrimu” ucap Rey sambil terkekeh melihat sekilas kearah Thalia.
“Cih, tidak jelas” cibir Thalia sinis pada Rey. Dia masih kesal saja dengan rey karena menolak dirinya untuk diajak balikan lagi malah kata-kata hinaan yang keluar dari mulut pria itu untuknya.
Rey langsung pergi setelah mengatakan hal tersebut, dan rendi langsung menutup pintunya dan dia berbalik menatap Thalia yang seketika langsung menatapnya.
Thalia tersenyum saat Rendi menatap dirinya saat ini, dan dia berjalan mendekati pria tersebut. Ia menaruh tangannya di bahu Rendi dengan lentik.
“Ayo kita lanjutkan yang tadi,” godanya pada sang suami.
Rendi memegang tangan Thalia yang berada di bahunya kini, dia perlahan menurunkan tangan tersebut.
“Aku mau mandi, kau ganti baju lah. Habis itu kita keluar” ucap rendi dan akan berlalu pergi tapi Thalia langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
“Kita mandi bersama bagaimana? Aku juga belum mandi” pungkas Thalia sambil menaik turunkan tangannya di dada bidang Rendi.
Rendi diam saja, dia melepaskan tangan Thalia yang memeluk dirinya, setelah itu terlepas dia langsung pergi ke dalam kamar meninggalkan Thalia yang merasa bingung sendiri karena tidak ada jawab dari rendi.
“Dia diam artinya mau atau bagaimana sih, kenapa tidak bicara sama sekali” keluh Thalia setelah mendapat perlakuan seperti itu dari Rendi.
“Dia tadi hangat denganku sekarang dingin lagi, maunya apa sih” gerutu Thalia
...........................
“kau serius membawaku kesini untuk makan malam?” tanya Thalia saat mereka berdua telah berdiri di tenda makan pinggir jalan yang tertulis bebek bakar di spanduk tenda.
“kau mau atau tidak?” Rendi balik bertanya.
“Tidak mau,” tolak Thalia, tentu saja dia tidka mau karena dia pikir Rendi akan membawanya kerestoran mewah dan memakan-makan yang lezat. Tapi nyatanya mereka malah di tempat ini.
“kalau kau tidak mau ya terserah, kau bisa minta dnegan mantan pacarmu yang kaya-kaya itu. Aku bukan orang kaya yang bisa memberikanmu hal mewah” pungkas Rendi dan akan pergi tapi Thalia menahannya.
:kenapa kau bicara begitu padaku? Kenapa kau berubah dingin seperti ini padaku? Kau tadi hangat denganku atau jangan-jangan kau hanya mempermainkan diriku” pungkas Thalia menahan tangan Rendi.
“bukannya kau yang mempermainkan pernikahan ini, kau masih mencintai mantanmu itu tapi tapi dia menolak mu kembali serta kau hanya menginginkan kebebasan dari keluargamu makanya kau memanfaatkan diriku. “ sinis Rendi menatap Thalia.
Thalia terperangah dengan ucapan rendi,
“kau bicara apa sih, siapa juga yang masih mencintai mantan. Mantanku siapa? Sih rey. Siapa bilang aku masih mencintai dia” ucap Thalia tidak terima
“Tida usah dibahas disini, ayo masuk, kau mau makan atau tidak kalau tidak silahkan pulang atau tetap di dalam mobil saja” Rendi mengabaikan Thalia begitu saja dia langsung melenggang pergi karena tidak mungkin dia melanjutkan perdebatan dnegan perempuan itu di hadapan orang-orang yang sedang berlalu lalang di tempat itu.
Thalia terpaksa mengalah, dia diam saja mengikuti rendi masuk kedalam. Karena jika dia meneruskannya maka dia akan malu sendiri didengar orang lain dan juga nanti ada orang yang mengenal dirinya dan merekamnya bisa-bisa dia terkena masalah. David pasti akan mengomeli dirinya habis-habisan
°°°
T.B.C
__ADS_1