
Revan masuk kedalam ruangan melody, dia melihat perempuan itu yang tengah di suapi oleh sang ibu. Melody baru saja sadar kemarin setelah dua tahun perempuan itu tidak sadarkan diri. Kata pertama yang keluar dari mulut perempuan terebut yaitu Rendi, benar Melody terus menyebut Rendi saat dia belum sadar dan ketika dia sudah sadar lagi-lagi nama Rendi lah yang pertama dia tanyakan.
“Revan, kau sudah memberitahu Rendi?” tanya Melody saat melihat kearah Revan dia mengabaikan sang ibu yang akan menyuapinya saat ini.
“Dia tidak mengangkat panggilanku, mungkin sedang sibuk” jawab Revan lirih, dia terpaksa berbohong mengatakan semua itu nyatanya dia belum menelpon Rendi sama sekali.
Melody entah mengapa dia terus ingin bertemu Rendi saat ini, entah perempuan itu lupa ingatan atau bagaimana soal apa yang terjadi diantara mereka bertiga dulu.
“Melody, kau makan saja dulu.” ucap sang ibu meminta Melody agar makan.
“Iya bu, Revan kamu suapi aku ya” ucap melody pada Revan.
Revan mengangguk sambil berjalan kearah melody saat ini, dia bingung dengan kondisi Melody dan dia juga bingung haruskah dia bilang kalau Rendi sudah menikah dan tidak ingin berurusan dengan melody lagi.
“Rasanya ini semua seperti mimpi, aku tidak menyangka akan bangun lagi setelah dua tahun lamanya aku koma. Aku benar-benar bersyukur karena bisa melihat Ibu, ayah dan juga kamu. aku juga ingin melihat Rendi, kapan dia kesini” ucap Melody tersenyum haru mendapati kenyataan kalau dia sudah sadar dari koma setelah sekian tahun.
“Melody untuk saat ini jangan sebut nama Rendi dulu, kau pulihkan dirimu terlebih dahulu. Kau tidak ingin di negara ini terus kan” ucap Ibu melody.
“Jelas tidak bu, aku mau pulang ke Indonesia bertemu dengan Rendi” ucap Melody menatap sang ibu.
Jlebb,
Rasanya hati revan begitu ngilu mendengar itu, melody ingin segera bertemu dengan Rendy saat ini. dia seakan tidak memperdulikan dirinya disini, apa Melody memang tidak mengingat hubungan mereka dulu dan yang dia ingat hanya hubungannya dengan Rendy.
.......................................
Saat ini Rendi dan Thalia tengah berada di pantai yang ada di Bali, mereka berdua memang sedang berada di Bali saat ini karena Rendi tengah ditugaskan untuk menghadiri acara konferensi yang melibatkan seluruh kepolisian dia negara ini.
“enakkan duduk di pantai begini?” ucap Rendi pada Thalia yang duduk disebelahnya.
Mereka berdua tengah duduk di pasir pinggir pantai sambil melihat desiran ombak serta menikmati hembusan angin yang menerpa wajah mereka.
“Seharusnya aku yang bilang begitu padamu, kamu yang selama ini tidak mau aku ajak berlibur” sungut thalia menata sang suami.
“Kan aku memperhatikan kehamilan ini saja kalau tidak terpaksa aku tidak akan mengajakmu kesini” pungkas Rendi pada Melody.
“lebay, kehamilan ku saja tidak apa-apa” tukas Thalia.
“Ini lagi lebay banget, memaksa hak orang lain untuk mengenakan pakaian besar begini padahal ini di pantai seharusnya bikini tapi lihat apa ini yang aku kenakan. Baju kebesaran” lanjut thalia menatap kesal Rendi. Karena pria itu melarangnya untuk mengenakan bikini saat di pantai.
‘Bukan lebay, tapi aku melindungi dirimu. Aku tidak ingin kamu dilihat pria lain, kamu hanya milikku” ucap rendi sabil merengkuh pinggang Thalia yang duduk disebelahnya. Bukan itu saja tetapi rendi juga menunduk mencium perut sang istri tanpa malu kalau di pantai itu bukan hanya mereka berdua saja.
__ADS_1
“Menyebalkan” desis Thalia cemberut.
“jangan dimajukan begitu bibirnya, mau aku cium” ucap Rendi sambil tersenyum menatap sang istri yang menggemaskan menurutnya saat ini.
“Cium saja aku tidak perduli, ini tempat bebaskan. Banyak turis-turis yang malah melakukannya tanpa malu di sini” ucap Thalia tidak malu jika di cium oleh Rendi di tempat terbuka seperti saat ini.
Rendi langsung mencium Thalia saat mendengar ucapan istrinya yang mengindikasikan bahwa dia tidak malu dengan orang lain. Tetapi bukan ******* yang diberikan Rendi melainkan hanya kecupan singkat.
Kecupan tersebut membuat Thalia menatap kecewa Rendi padahal dia ingin lebih dari itu, tetapi suaminya malah hanya mengecupnya saja.
“Kenapa sebentar?” ucap Thalia
“Takut kebablasan, kamu masih mau lagi” ucap Rendi.
“Iya, kau tidak tahu hormon ku membuncah gara-gara dirimu” pungkas Thalia dan dia mendekatkan dirinya pada Rendi akan mencium sang suami lebih dulu.
Tetapi Redi menahannya, membuat dia menatap suaminya aneh.
“kau tidak mau berciuman lagi denganku?” tukas Thalia menatap curiga pada Rendi yang menolak ciumannya.
“Bukan begitu, jangan disini. Kita ke kamar yuk, kita lakukan sepuasnya di sana bagaimana?” ucap Rendi mengutarakan keinginannya.
“Oke, ayok” Thalia dengan bersemangat langsung berdiri dari duduknya saat ini dan menggandeng tangan sang suami menariknya agar segera berdiri.
..............................................
Rendi tengah duduk di sofa yang berada di depan ranjangnya saat ini, dia menonton televisi sambil mengenakan Kimono mandi, dia baru saja selesai melakukan aktivitas panas di tempat tidur sedang Thalia saat ini tengah mandi setelah melakukan apa yang mereka inginkan tadi saat di pantai.
Saat dia tengah asik menonton berita di tv, ponsel yang berada di tempat tidur berbunyi membuat dia melihat kearah kedua ponsel yang berada di situ. Itu ponselnya dan milik Thalia, tetapi yang berbunyi saat ini adalah ponsel milik Thalia membuat Rendi perlahan mengambil ponsel itu untuk menjawab panggilan tersebut.
“Rey,.” Gumamnya saat melihat nama sang mantan kekasih dari istrinya yang tertera di layar tersebut. Ini dua kalinya sejak dua hari lalu saat dia melihat nomor tersebut menelpon istrinya.
“Siapa?” ucap Thalia yang baru saja keluar dari kamar mandi, membuat niat Rendi yang akan menjawab panggilan tersebut gagal.
“Rey,” jawab rendi lirih.
Thalia langsung berjalan cepat untuk mengambil ponsel itu sebelum Rendi mengangkatnya lebih dulu. Thalia mengambilnya begitu saja dengan sedikit keras membuat Rendi terperangah dengan apa yang dilakukan Thalia barusan. Istrinya terlihat khawatir kalau dia yang mengangkat panggilan itu.
“Halo? Ada apa?” kalau soal itu nanti aku hubungi dirimu. Aku tutup” ucap Thalia mematikan panggilannya begitu saja.
Hal itu semakin membuat Rendi merasa curiga kenapa Thalia terlihat buru-buru mematikan panggilan dari Rey.
__ADS_1
“kenapa cepat sekali? Ada apa Rey menghubungimu?” ucap Rendi yang berdiri menatap istrinya.
“Tidak apa-apa, dia hanya bilang mau di bawakan oleh-oleh apa dari Inggris.” Jawab Thalia berusaha terlihat baisa saja.
“Inggris? Dia di Inggris sekarang”
“Bukannya aku sudah bilang padamu ya, kalau dia sedang bulan madu ke Inggris sekarang dan besok dia akan pulang ke Indonesia”
“Kamu belum pernah bilang padaku”
“Oh belum ya, aku lupa sepertinya. Ya sudah, aku mau ganti baju dulu” ucap Thalia sambil membawa ponselnya menuju koper miliknya.
Rendi menatap penasaran, dia semakin yakin kalau ada yang disembunyikan darinya saat ini.
“Tidak mungkinkan cuman itu yang dikatakan Rey, sebenarnya ada perlu apa dia menghubungimu?” tanya Rendi berjalan mendekat kearah Thalia yang mengambil pakaiannya.
“Aku kan tadi sudah jawab” ucap Thalia berbalik melihat Rendi.
“Iya, untuk yang ini . tapi dua hari lalu kenapa dia menghubungimu?”
“Dua hari lalu kapan?” tanya Thalia sedikit terkejut karena Redi mengetahui dua hari lalu Rey menelponnya.
“Dua hari lalu saat kita di apartemen, saat aku baru pulang dari kantor kau sedang mengobrol dengan Rey kan? lalu kamu langsung matikan saat aku masuk ke kamar. Dan kau jawab siapa waktu itu aku lupa, tapi saat aku lihat kau telponan dengan Rey sebenarnya apa yang dia bicarakan padamu” ucap Rendi menuntut.
“Kau melihat ponselku, tidak sopan sama sekali”
“Tidak sopan darimana aku suamimu” rendi sedikit terpancing emosi karena ucapan Thalia.
“Ya kenapa juga kau melihat ponselku, aku tidak pernah kan melihat ponsel milikmu” kesal Thalia.
“kenapa jadi kamu yang marah sayang, seharusnya aku yang marah karena kamu menelpon pria lain”
“Ya aku akui aku telponan dengan Rey tapi kita tidka membicarakan apa-apa, lalu kau kenapa kau melihat ponselku tanpa ijin dariku”
“Ya karena kamu tidak jujur dengan suamimu, sebenarnya apa yang kalian bicarakan berdua” ucap Rendi.
“Kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Rendi menatap manik mata Thalia yang selalu tidak bisa berbohong dihadapannya.
“Ya, aku menyembunyikan sesuatu darimu puas” tukas Thalia menatap Rendi. Rendi sendiri melebarkan matanya ketika sang istri menjawab seperti itu, apa yang disembunyikan istrinya dari dirinya saat ini.
°°°
__ADS_1
T.B.C