Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 148 (Season 2)


__ADS_3

Rendi berjalan menghampiri istrinya yang tengah duduk di ranjang saat ini, dia melihat kearah Thalia yang sibuk bermain ponsel dan tak melihat kearahnya. Entah ada angin apa Rendi langsung menyahut ponsel istrinya begitu saja. Membuat Thalia terkejut dan langsung menatap Rendi.


“Chat an sama siapa kamu?” tanya rendi sambil melihat ponsel istrinya.


“Kamu nih kenapa sih, aku nggak chat an sama siapa-siapa” tukas Thalia sambil melihat kearah sang suami yang terlihat memeriksa ponselnya saat ini.


“Nggak kan,” ucap Thalia lagi saat Rendi menyerahkan ponselnya kembali.


Rendi menyerahkan ponsel Thalia lagi dan langsung pergi ke sofa meninggalkan istrinya yang bingung melihatnya.


“Kamu belum jawab aku loh, kamu kenapa tiba-tiba ngambil ponselku begitu” ucap Thalia dan mulai melangkah turun dari kasur untuk menghampiri suaminya.


“Kamu kalau mau selingkuh bilang aja, nggak usah diem-diem di belakangku” ucap Rendi sambil berjalan tanpa melihat kearah istrinya yang langsung terpaku di tempat.


Thalia yang mendengar itu tampak terkejut kenapa Rendi bilang seperti itu padanya..


“Kamu ini ngomong apa sih sayang, aneh deh kamu” ucap Thalia sedikit ngegas tak terima.


Rendi diam sejenak sambil duduk di sofa tanpa memperhatikan Thalia yang berjalan menghampiri dirinya.


Thalia langsung duduk disebelah Rendi yang hanya diam tak menjawabnya, dia memang merasa aneh dengan suaminya sedari kemarin tapi hari ini Rendi benar-benar aneh saat ini.


“kamu nuduh aku begitu pasti ada alesan nya, kenapa kamu bisa nuduh aku selingkuh hah. Aku nggak terima nuduh aku begitu, aku udah nurutin kamu selama ini aku juga di rumah jagain relia terus” protes Thalia dia benar-benar tak terima dnegan tuduhan suaminya yang bilang kalau dia selingkuh.


“Serius kamu di rumah aja,” sinis Rendi menatap istrinya yang langsung diam seakan tertangkap basah.


“kenapa sekarang kamu yang gantian diam,” tukas Rendi menatap sang istri.


“Kamu tahu kalau aku kemarin keluar” lirih Thalia yang merasa telah tertangkap basah kalau dia berbohong.


“Ngaku juga kan kamu,”


“Aku bisa jelasin kenapa aku keluar kemarin..” ucap Talia berusaha membuat rendi mendengarkannya.


“Kamu kalau udah bosen jadi istri ku ya udah, tapi tolong pikirin Relia..” ucap rendi yang tampak kecewa dengan Thalia saat ini.

__ADS_1


“Kamu ini ngomong apa sih, aku nggak pernah bosen sama kamu. jangan gini dong,..” rengek Thalia sambil memegang tangan Rendi.


“ya udah jelasin kenapa kemarin kamu keluar ke Club, pengen ketemu pria yang lebih kaya dari aku. aku tahu aku nggak kayak dan jarang di rumah”


“Kamu kenapa bahas itu sih, aku nggak mandang gitu ya. Kamu norak tahu nggak, kita udah aada anak loh kamu ngomong gitu sama aku” pungkas Thalia.


Rendi langsung berdiri menatap istrinya yang malah kecewa dengannya, seharusnya disini dia yang kecewa. Gimana tidak kecewa kalau istrinya keluar ke Club dan di peluk pria lain di sana.


“Stop Thalia, kalau kau tidak mau aku menuduh mu yang tidak-tidak ya jelaskan padaku” tukas Rendi sedikit meninggikan suaranya menatap sang istri yang masih duduk di sofa.


“Ya aku jelasin alasan aku ke Club, kamu duduk dulu disini”


Rendi tidak menuruti apa yang diperintahkan oleh Thalia, dia masih berdiri menatap dingin sang istri.


“Aku kemarin ke Club hanya untuk membantu Jane menemui mantan pacarnya yang selingkuh udah itu aja” jelas Thalia, dia berharap sang suami mempercayainya.


“Serius cuman itu aja, terus siapa yang dipeluk pria lain kemarin” ucap Rendi.


“Soal itu kamu salah paham, kamu tahu dari siapa kalau aku dipeluk pria lain hah”


“Aku tahu dengan mata kepala ku sendiri puas”


“bentar, tadi kamu bilang lihat pakai mata kepala kamu sendiri, kamu kemarin juga ke Club ngapain?” tukas Thalia.


“Kerja”


“dan kamu lihat aku dipeluk pria lain nggak bantuin dan malah pergi gitu?”


“Ngapain aku lihat kamu dipeluk pria lain, mending aku ngurusin kerjaan aku” sinis Rendi.


Thalia hanya bisa diam, Rendi memang benar-benar marah dengannya saat ini membuatnya bingung saja harus apa.


Thalia langsung mendekati Rendi yang berdiri diam memalingkan wajah darinya, dia tahu suaminya itu begitu marah saat ini.


Tanpa menunggu lama Thalia memeluk suaminya begitu saja, dia berharap dnegan memeluk rendi tidak marah lagi dengannya karena memang ini hanya salah paham saja.

__ADS_1


“Tolong kamu percaya sama aku, aku bisa buktikan sama kamu kalau itu salah paham. Kamu bisa tanya sama Jane kalau aku nggak begitu” tukas Thalia yang entah mengapa dia begitu bersikeras untuk meyakinkan sang suami.


“Lihat aku,” Thalia memegang wajah suaminya agar melihat kearahnya


“Kamu tahu nggak kesalahan kamu apa? kamu bohong sama aku. kamu tahu kan aku suka orang yang pembohong” tukas Rendi didepan wajah Thalia.


“Iya aku tahu, aku minta maaf karena aku bohong sama kamu. tapi soal yang di Club itu salah paham aku aja nggak kenal sama pria itu” ucap Thalia menatap Rendi berharap suaminya percaya saat ini.


“Aku mau tidur sayang, aku capek” bukannya membahas lagi Rendi malah melepaskan pelukan Thalia dan langsung berlalu pergi meninggalkan Thalia yang terdiam dengan sikap Rendi yang cuek begitu dengannya.


Thalia melihat sekilas Rendi yang berjalan naik ke ranjang, dia pusing sekarang harus gimana menghadapi suaminya yang tengah marah itu. dia bodoh sih, kenapa harus ikut campur urusan Jane.


....................................................


Revan datang ke kodim menemui Chaca saat ini, dia membawa kotak perhiasan yang dia beli sebagai mas kawin nikah. Karena beberapa hari lagi dia akan menikahi perempuan itu.


“kenapa bang revan mau ketemu denganku?” tanya Chaca yang sudah berdiri didepannya.


“Nih ambil” pungkas Revan sambil menyodorkan kotak perhiasan pada Chaca.


“Apa ini bang?” Chaca tak mengerti ketika Revan menyodori nya sekota perhiasan.


“Ya yang kau lihat apa, ambil. Itu mas kawin buatmu. Kalau dia tanya Papaku bilang aku sudah memberikannya” pungkas revan sambil memasukkan tangannya ke saku celana.


Chaca melihatnya sekilas dan dia kembali menyodorkannya kearah revan,


“Maaf bang, saya nggak bisa nerima ini. lebih baik bang revan nggak usah kasih ke saya. Misalkan nanti kalau Papa bang revan tanya saya jawab iya” pungkas Chaca.


Revan tak cepat menerimanya, dia hanay melihat saja kotak perhiasan yang diserahkan padanya lagi.


“Tinggal terima aja apa susahnya sih” sinis Revan.


“Bukannya saya nggak mau nerima bang, tapi itu bukan hak saya. Kita menikah tanpa ada cinta jadi abang nggak usah membelikan apa-apa juga nggak pa-pa bang. Kalau misalkan tidak ada yang dibicarakan lagi saya permisi bang” ucap Chaca sambil memegang tangan Revan dan menyerahkan kota perhiasan itu.


Chaca langsung pergi meninggalkan Revan yang hanya diam saja melihatnya. Revan terdiam karena perhiasan yang dia berikan untuk Chaca ditolak oleh perempuan berseragam tentara itu. sepertinya Chaca memang beda dengan perempuan lain, tapi soal cara memanfaatkan kenapa dia seperti melody.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2