Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 24 (Season 2)


__ADS_3

Mobil Rendi sudah sampai di basemen Apartemennya, dia langsung turun dari dalam mobil tanpa bicara pada Thalia yang hanya melihat dirinya.


“Pria itu apa tidak punya mulut dari tadi hanya diam saja?” kesal Thalia dan langsung berjalan turun mobil mengikuti Rendi yang sudah turun lebih dulu.


Saat ini pria tersebut tengah membuka bagasi mobil mengambil koper-koper milik mereka berdua.


Rendi langsung membawa tiga koper itu dan dua diantaranya dia dorong kearah Thalia.


“bawa koper mu,” tukasnya dan langsung pergi.


“heol, kau bersikap begitu padaku. Apa susahnya membawakannya” kesal Thalia sedikit meninggikan suaranya pada rendi yang sudah berjalan pergi membawa satu koper.


Sebenarnya koper yang di bawa rendi itu juga koper milik Thalia, perempuan itu membawa tiga koper miliknya. Masih mending kan Rendi mau membawakan satu koper milik dirinya.


“Pria itu menyebalkan, dia pikir bersikap begini padaku membuat diriku lemah begitu. Tidak akan” ucap Thalia langsung meraih dua koper miliknya dan berjalan menyusul Rendi yang sudah lebih dulu.


Rendi masih didepan lift yang menuju ke lobby apartemennya dia berdiri disitu tanpa menekan liftnya. Sesekali dia melihat kebelakang dimana Thalia tengah berjalan kesusahan menarik dua koper yang entah isinya apa didalam situ.


Ia saja bingung kenapa perempuan itu membawa pakaian sebanyak ini bahkan tiga koper sekaligus, tidak mungkinkan perempuan tersebut membawa semua bajunya di rumah orang tuanya.


“Aku kira kau sudah pergi,” cibir Thalia melihat Rendi yang masih berdiri didepan lift.


Rendi langsung menekan tombol lift, pintu lift langsung terbuka dan dia masuk lebih dahulu baru Thalia yang mengikutinya masuk.


.........................


Rendi membuka pintu Apartemennya dan dia langsung masuk kedalam begitu juga Thalia yang masuk kedalam apartemen milik Rendi ini kedua kalinya dia kemari dan kali ini dia akan menetap tinggal disini bersama dnegan Rendi yang sudah menjadi suaminya.


“Kau tidak berencana pindah dari sini?” tanya Thalia pada Rendi yang membuka pintu kamar.


“Untuk apa aku pindah?” ketus Rendi mengabaikan Thalia begitu saja.


“Tempat ini kecil dan kamarnya hanya satu. Aku akan tidur dimana?” ucap thalia berjalan mengikuti rendi.

__ADS_1


Rendi yang sudah menaruh koper milik Thalia di depan lemari langsung berbalik menatap Thalia yang berhenti seketika sambil melihat wajah dingin Rendi.


Rendi malah tersenyum sinis, dia mendekati Thalia membuat perempuan itu memundurkan dirinya secara refleks.


“Kau mau apa?” tanyanya pada Rendi.


Rendi langsung mendorong Thalia kuat hingga perempuan itu terjatuh di tempat tidur. Dia langsung naik keatas tubuh Thalia.


“Tebak aku ingin apa?” ucap rendi.


“Kau bilang tidur dimana kan? Bukannya kita suami istri sekarang. Kenapa kau tampak takut dengan apa yang akan aku lakukan sekarang.” Ucap Rendi sambil menekan tangan Thalia di kedua sisinya karena perempuan tersebut akan memberontak.


“turun dari tubuhku, kau mau apa hah.” Bentak Thalia bersikeras ingin lepas dari kungkungan Rendi.


“Ingin mengambil hak ku, yang ternyata belum aku ambil beberapa malam yang lalu” tekan Rendi.


“kenapa kau takut sekali, kau menyesal telah menikah denganku” ucap Rendi lagi.


“Tidak, aku tidak menyesal untuk apa. Karena aku menginginkanmu” jawab thalia menantang.


“Aku bukan perempuan murahan yang langsung bisa kau gunakan, tidak sudi aku menjadi pelampiasan mu. Kau pikir aku bodoh melepas milikku untuk pria yang masih menyukai perempuan lain” sinis Thalia langsung mendorong Rendi membuat pria itu terjatuh dari tubuhnya.


“Kau marah denganku kan? Marah saja aku tidak perduli. Jika kau ingin mengasari ku kasari saja aku akan melawan mu.” Ucap thalia menatap Rendi yang sudah berdiri melihatnya.


“Kau perempuan yang cukup gila yang baru aku temui” tukas Rendi


“Kau bilang padaku kalau aku takutkan? Aku tdiak takut. Baiklah kita tidur satu kamar, aku tidak masalah. Aku tanya tadi hanya untuk menghormatimu saja barangkali kau tidak ingin tidur denganku. Tapi sepertinya kau tidak masalah,” ucap thalia berdiri mendekati rendi.


“Kau tidak mempermasalahkannya, jangan-jangan kau jatuh cinta padaku. Tapi disini mu masih berpikiran bodoh soal perempuan yang bernama melody,.” Ucap Thalia sambil menunjuk pelan kepala serta dada Rendi.


“jangan sok tahu,” Rendi langsung menepis tangan Thalia,


“Dan jangan terlalu prcaya diri, kau pikir dirimu spesial sehingga membuatku jatuh cinta” lanjut rendi lagi.

__ADS_1


Dia langsung pergi meninggalkan Thalia sendirian di dalam kamar, sementara Thalia malah tersenyum puas karena bisa membuat Rendi tertekan sendiri.


“Dia pikir ku takut dengan apa yang dia lakukan” ucap Thalia.


.......................


Thalia berganti baju mengenakan kaos pendek dan juga celana pendek, serta rambut yang ia gulung keatas. Dia baru saja keluar dan langsung melihat kearah sofa Rendi duduk diam sambil menggenggam tangannya sendiri. pria itu tampak melamun kan sesuatu, entah mengapa baru kali ini dalam hati Thalia merasa ke ibaan pada seseorang. Dia iba sendiri melihat kearah rendi yang seperti tertekan.


“hoi, jangan bilang kau akan gila memikirkan tentangku” ucap Thalia yang datang-datang mengkaget kan rendi.


Rendi langsung melihat Thalia malas, dia diam saja mengabaikan perempuan itu yang berjalan mendekati dirinya sekarang.


“Kau kebiasaan dari sebelum menikah, kau lupa aku istrimu sekarang. Jawab ucapan ku apa susahnya” tegas Thalia.


“pergilah, jangan menggangguku” ucap Rendi memalingkan wajahnya.


“bukannya semalam kau kuberi kesempatan untuk kabur dariku lalu kenapa kau tidak melakukannya. Apa kau ingin balas dendam? Karena aku membohongimu soal kehamilan” tanya Thalia. Kali ini dia berusaha bersikap lembut, karena dia ingin tahu alasan Rendi yang malah kembali lagi.


“Kau tuli atau apa, pergi dari sini. Jangan ganggu aku bisa” bentak Rendi menatap sangar Thalia.


Thalia hanya diam menatap rendi yang tengah melihatnya sangar, dia tidak merasa terintimidasi sama sekali dengan tatapan Rendi. Entah mengapa dia malah merasa kasihan saja dengan pria itu. Dia juga merasa sedikit menyesal dnegan apa yang dia lakukan sekarang. Karena seperti menambah beban untuk Rendi.


Pria didepannya seperti seorang yang menyimpan kesedihannya sendiri tanpa orang lain tahu. Mungkin ini yang menjadikan dirinya tertarik pada Rendi karena seperti ada yang sama dengannya dan Rendi sama-sama menyimpan luka masa lalu.


“khusus dirimu aku maafkan karena telah membentakku, asal kau tahu aku tidak suka dibentak orang lain. Tapi untuk dirimu silahkan” ucap Thalia pada Rendi.


Rendi sedikit membuka matanya, menatap aneh Thalia,


Thalia malah berjalan mendekati rendi sekarang, dia melihat pria itu dengan begitu dekat. Rendi sendiri menatap bingung pada Thalia kenapa perempuan tersebut kian mendekati dirinya.


Thalia tiba-tiba saja memeluk Rendi yang tentu saja terperanjat kaget dnegan apa yang dilakukan Thalia.


“Kau banyak bebankan dalam hidupmu, pelukanku akan meringankannya.” Ucap Thalia lirih sambil memeluk Rendi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2