Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 86


__ADS_3

Fahri keluar dari kamar mandi berjalan menghampiri Lita yang menunggunya di sofa. Istrinya tersebut menatap dirinya dengan ekspresi tanda tanyanya. Dia sendiri berjalan sambil melempar senyum manis sambil tangannya ia masukkan kedalam saku celana kantornya.


“Kenapa lama?” tanya Lita ada Fahri, dia menatap curiga suaminya tersebut.


“masa sih lama sayang, mungkin kamu terlalu merindukanku jadinya terkesan lama” goda Fahri pada Lita.


“tidak ya,” elak Lita tidak terima Jika dikatakan terlalu merindukan Fahri. Sungguh itu terlalu lebay menurutnya karena cuman ke kamar mandi saja kenapa juga ia merindukan Fahri.


Fahri langsung duduk di sebelah Lita saat ini, merangkul istrinya sambil menatapnya dengan begitu lekat.


“kenapa kamu menatapku begitu?’ tanya Lita pada fahri.


“Aku barusan bilang pada Kak David soal Thalia yang memarahi dirimu” ucap Fahri dengan hati-hati.


Lita yang terkejut sedikit menjauhkan dirinya menatap Fahri


“kenapa kamu bilang pada kak David? Dan kamu tahu Thalia memarahiku darimana?” kaget Lita menatap Fahri bingung dari mana pria itu tahu kalau Thalia memarahinya perasaan dia tidak mengatakan apapun pada Fahri semalam. Dia hanya bilang Thalia menanyakan Rey saja.


“rahasia aku tahu darimana” ucap Fahri singkat dia seakan enggan untuk mengatakannya kalau ia tahu darimana saat ini.


“Aku tidak mau ya kamu merahasiakannya dariku,” pungkas Lita pada Fahri.


“Sebentar aku bilang dulu alasanku memberitahu kak David. Karena aku tidak suka kamu dimarahi oleh Thalia yang notabennya adikmu, biar dia tahu rasa saat kakakmu itu memarahi dia” jelas Fahri menatap Lita.


“Tapi aku tidak mau dia di marahi kak David, jika dia dimarahi oleh kak David bisa-bisa dia semakin marah denganku sayang” ucap Lita khawatir, ia takut kalau Thalia semakin marah dengannya.


“kalau dia marah denganmu biarkan saja, kau tidak perlu takut ada aku”


“Dan aku akan memberitahumu aku tahu dari mana kalau kamu dimarahi olehnya. Tapi kamu janji dulu denganku?” pungkas Fahri pada Lita die mencermati wajah istrinya tersebut dengan seksama memastikan bahwa Lita berjanji kalau dia tidak akan marah nantinya setelah dia menjelaskan sebenarnya..


“janji? Kenapa aku harus berjanji?’ tanya Lita heran.


“Ya kamu harus janji kalau tidak akan marah padaku setelah aku mengatakannya” pungkas Fahri ada istrinya.


“Iya, aku janji aku tidak akan marah kalau kamu biang tahu darimana soal ini” Lita menyetujuinya saja dia berjanji tidak akan marah dengan suaminya asal Fahri mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Kamu sudah berjanji loh sayang, pokoknya jangan marah dengan” ucap Fahri mengingatkan.


“iya, sekarang beritahu aku”


“Aku..Aku menyadap Hpmu” ucap Fahri ragu sambil memperhatikan ekspresi Lita.


“Apa, bagaimana bisa kamu melakukan itu. Kenapa kamu melakukannya?” Lita tampak begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Fahri barusan dia berdiri menatap suaminya.


“Sayang aku minta maaf, aku takut saja kamu berkomunikasi dengan mantan pacarmu lagi” Fahri ikut berdiri dan memegang bahu Lita.


“Kamu tidak percaya denganku” Lita menepis tangan Fahri dari bahunya kilatan kemarin bersarang dalam mata indahnya tersebut.


“bukannya begitu saya, aku percaya padamu. Tapi aku takut kamu pergi dari diriku” pungkas Fahri mengungkapkan kegelisahannya dan dia memegang bahu Lita kembali.


“Aku minta maaf, aku, aku akan menghilangkan penyadap nya dari ponselmu” ucap fahri lagi menatap penuh keyakinan pada sang istri.


Lita hanya diam saja menatap dirinya saat ini, entah apa yang dipikirkan perempuan tersebut padanya. Jujur dia sendiri mengakui kesalahannya tidak seharusnya dia melakukan itu pada istrinya.


“kamu mau memaafkan ku kan? Aku minta maaf sayang” ucap Fahri memeluk Lita karena perempuan itu diam saja tidak menanggapinya.


.....................................


Lita merasa bosan, sedari tadi dia hanya duduk diam di sofa ruang kerja Fahri sementara suaminya itu sibuk bekerja di depan laptop di meja kerjanya sana. Ia hanya bisa melihatnya saja tanpa bicara sama sekali. Karena tidak mungkin dia mengajak Fahri bicara disaat pria itu tengah sibuk.


“Sayang, aku keluar sebentar ya. Aku bosan disini” ucap Lita yang akhirnya mengutarakan kebosanannya pada sang suami.


“mau kemana, sudah disini saja. Aku sebentar lagi juga selesai kok sayang” Fahri melarang Lita untuk pergi.


“kamu sedari tadi bilang sebentar lagi selesai tapi mana, kamu masih sibuk kerja” pungkas Lita berdiri berjalan kearah fahri.


“Aku kali ini serius, aku sebentar lagi selesai kok. Kamu baca majalah saja atau bermain ponselmu” fahri menghentikan kegiatannya dan melihat kearah Lita yang berdiri didepan mejanya saat ini.


“Aku sudah membacanya sedari tadi dan aku bosan disini. Kamu sendiri sih kenapa harus ngajak aku kesini, kan aku di rumah enak sama Axel” gerutu Lita pada fahri.


“ya biar kamu nggak bosen di rumah, dan biar kamu nggak kepikiran sama omongan Thalia” ucap fahri.

__ADS_1


“Tapi sekarang aku malah bosan disini” Lirih Lita dan berjalan lesu kearah sofa kembali. Dia tidak ingin bicara lebih panjang lagi malah nanti menghambat pekerjaan fahri dan membuatnya lebih lama lagi.


Fahri keluar dari meja kerjanya dia berjalan menyusul Lita yang sudah duduk di sofa di ruangan itu..


“kamu tidak apa kan menungguku sebentar lagi, aku aku janji tidak akan lama kok. Sabar sebentar ya sayang” pungkas fahri meminta istrinya tersebut untuk sabar sebentar lagi karena memang dia sebentar lagi selesai.


“Iya,.” Lirih Lita sambil mengangguk.


“bentar ya,” Fahri mengecup kening Lita singkat memberikan senyuman manis untuk istrinya itu dan dia langsung berjalan pergi kembali pada pekerjaannya.


......................


“kamu mau apa sayang?’ tanya fahri pada Lita. Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju pulang.


Lita sudah begitu lelah dan dia sedikit tak bersemangat. Dia lemas sendiri menunggu fahri bekerja tadi. Jadi dia seakan tak bersemangat untuk makan apapun.


“terserah kamu saja,” ucap Lita menatap fahri.


“mau makan dipinggir jalan nggak, kayak kita dulu saat pacaran. Kamu tidak risih lagi kan makan ditempat seperti itu” ucap Fahri pada Lita.


“nggak, kenapa harus risih. Aku ikut kemana kamu membawaku” ucap Lita dengan lirih.


“kamu yang bilang bakal ikut kemanapun aku membawamu. Jadi jangan protes nantinya oke” ucap Fahri sambil tersenyum penuh seringai.


“Aku capek Fahri, kalau mau ma..”


Fahri mencium Lita singkat dan dia menatap istrinya itu.


“Lupa manggil aku apa”


“iya maaf. Buruan kalau kita mau makan, aku capek sayang” pungkas Lita menyuruh fahri untuk segera ke tempat tujuan dimana mereka akan makan nantinya.


“iya sayangku sabar” ucap fahri sambil menyalakan mobilnya


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2