Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
55


__ADS_3

“Lepas, lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku” Lita memukul-mukul Fahri menangis memohon minta dilepaskan dari pelukan pria itu. Sebisa mungkin Lita mendorong Fahri kuat dan menginjak kaki pria itu dengan sepatunya.


Fahri mengerang kesakitan dan membuat pelukannya pada Lita terlepas dia melihat perempuan itu yang menangis takut kembali berusaha untuk memundurkan dirinya.


“Lita, aku..aku merindukanmu, aku minta maaf” Fahri berjalan mendekati Lita tapi Lita mundur.


“jangan mendekat, jangan mendekatiku.” Lita perlahan mundur menghindari Fahri yang mendekatinya lagi.


“Lita aku minta maaf, maafkan aku. aku..aku mint..”


“Aku bukan Lita, pergi, pergi dari hadapanku, pergi..” ucap Lita histeris ditengah jalan itu


Fahri benar-benar tertegun, perempuan yang ia rindukan menjerit histeris didepannya. Ketakutan begitu menyelimuti wajah Lita.


“Aku Bilang pergi, PERGI.” Teriak Lita begitu histeris tubuhnya bergetar hebat bayang-bayang dulu saat Fahri memperkosanya begitu jelas terngiang saat ini. air mata derasnya luruh seketika dan kepalanya sekarang tiba-tiba terasa berat dan matanya mulai samar.


“Pergi,.” Lirihnya sebelum terjatuh tak sadarkan diri dihadapan Fahri.


“LITA..” teriak Fahri saat melihat perempuan itu jatuh tak sadarkan diri didepannya. Dia segera berjalan cepat menghampiri Lita, dia memangku kepala Lita dipangkuannya.


“Lita, Lita sadarlah sayang, aku mohon sadarlah, aku minta maaf, maafkan. Aku mohon sadarlah” Fahri menepuk pelan wajah Lita mencoba menyadarkan perempuan itu agar bangun.


“Aku mohon sadarlah sayang,” lirih Fahri tak bisa membendung kesedihannya melihat Lita yang tak sadarkan diri dan ketakutan dihadapannya.


Tak menunggu lama dia langsung menggendong Lita membawa perempuan itu ke mobilnya, ia akan membawa Lita ke rumah sakit saat ini. dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Lita dan anaknya.


....................


David dan Naya baru saja pulang ke rumah, mereka masuk kedalam menenteng seplastik buah yang banyak mereka memang sekalian pergi membeli buah untuk Lita. Karena Lita senang sekali makan buah-buahan. Tapi, saat kedua orang itu melangkah masuk kedalam rumah. Rumah mereka tampak sepi tidak ada orang lalu kemana Lita dan rey pergi.


“Kenapa rumahnya sepi?” tanya Naya melihat kearah David yang menelisik sekitar.


“iya, kemana Lita dan Rey. Kenapa mereka tidak memberitahuku kalau mereka pergi” ucap David heran.


Ditengah keheranan serta kebingungan mereka pintu rumah kembali terbuka. David mengira itu Lita atau Rey dan benar itu Rey yang masuk dia melihat kedua orang yang tampak berbinar namun binaran itu hilang seketika saat melihat mereka.


“Ada apa?” tanya Rey heran menatap sepasang suami istri itu yang tengah melihat kearahnya.


“Loh Lita dimana Rey,?” tanya Naya saat tidak mendapati adik Iparnya bersama Rey yang baru saja pulang.


“Lita? Bukannya Lita di rumah”


“Tidak ada, rumah tidak ada orang.” Jawab David yang mulai merasa Khawatir.


“mungkin dia di kamarnya,” pungkas Naya mencoba berpikir positif

__ADS_1


“Coba kau lihat di kamarnya sayang” pinta David pada Naya.


“Iya” Naya segera berjalan ke kamar Lita melihat apakah adik iparnya itu ada didalam kamar saat ini.


“Kau serius dia tidak pergi dengan Rey,.” Tanya David masih tidak percaya dengan Rey yang tidak bersama dengan Lita.


“Aku serius, tadi Lita aku ajak dia bilang tidak enak badan” jawab Rey dengan yakin kalau dia tidak keluar dengan Lita.


“kemana dia sekarang” David mulai merasa khawatir dengan keberadaan adiknya saat ini.


“tenanglah, mungkin dia di kamarnya. Kamu bel..”


“lita tidak ada di kamarnya, David” ucapan Rey terpotong seketika saat Naya kembali tergopoh-gopo cemas memberitahu pada David kalau Lita tidak berada di dalam kamarnya.


“APA?” ucap David dan Rey berbarengan mereka berdua sama-sama menatap Naya yang cemas.


“Kemana dia,.” Ucap David mengusap wajahnya kasar.


“Coba aku hubungi dia, mungkin saja dia sedang keluar kemana” pungkas Rey dan langsung mengambil Hpnya yang berada didalam saku celana.


“Bagaimana?” tanya David memperhatikan rey yang sedang mencoba menelpon Lita.


“tidak diangkat” ucap rey saat panggilannya tak kunjung diangkat.


Sebenarnya kemana dia sekarang,” ucap david yang mulai kesal saat ini.


Fahri menggendong Lita masuk kedalam rumah sakit dan ada seorang dokter yang langsung menghampiri dirinya saat ini dan menyuruh Fahri mengikuti dokter itu.


“Lita, Lita aku mohon sadarlah. Aku mohon bangunlah” ucap Fahri berlari kecil menggendong Lita mengikuti dokter yang ia temu itu.


Fahri langsung masuk keruangan dokter tersebut dan membaringkan Lita di ranjang rumah sakit.


“Ada apa dengan dia, sampai tidak sadarkan diri. Apa terjadi kecelakaan?” tanya sang Dokter memperhatikan fahri yang kalut mengusap rambutnya kasar memperhatikan Lita yang sedang diperiksa saat ini.


“Dia langsung tidak sadarkan diri saat melihatku, aku mohon selamatkan istriku dan anakku” pungkas Fahri memohon dia berjalan menggenggam tangan Lita.


Saat diperiksa tiba-tiba Lita membuka matanya, dia tampak terkejut saat ia akan diperiksa dan dia melihat siapa yang tengah menggenggam tangannya saat ini.


“Lepas,.” Lita langsung terduduk memundurkan dirinya menatap Fahri tajam.


“kau sudah...”


“pergi, pergi, pergi dari sini. Aku bilang pergi” ucap Lita histeris menyuruh Fahri untuk pergi.


“Lita, tenanglah. Aku mohon tenanglah, aku.aku merindukanmu. Aku ingin min..”

__ADS_1


“Pergi..aku bilang pergi,..pergi dari sini. Aku membencimu, aku benci dirimu. Pergilah..aku bilang pergi” Lita begitu histeris melihat Fahri yang terus berjalan mendekatinya.


“Tuan, tuan, sebaiknya anda keluar saja dari sini. Ini tidak baik untuk kandungan perempuan ini.”


“tapi saya suaminya, saya ingin disini bicara dengannya” ucap Fahri seakan tidak mau untuk pergi.


“Lita aku mohon, beri aku kesempatan. Aku mohon, aku ingin memulai yang dengan mu, aku mohon” ucap Fahri memegang tangan Lita.


Lita menepisnya begitu saja dia menatap tajam Fahri saat ini.


“PERGI,..AKU BILANG PERGI..” teriak Lita didepan wajah Fahri.


“sayang aku..”


“Argghh..perutku..” rintih Lita langsung memegangi perutnya saat ini. sungguh perutnya sangat sakit.


“Kau kenapa? Kau kenapa sayang” Fahri langsung mendekat kembali pada Lita memegang tangan perempuan itu.


“Le..lepaskan tanganku, Argghh” dengan menahan sakit Lita melepaskan tangan Fahri.


“Dokter, dokter aku mohon periksa istriku.” Cemas fahri memohon pada sang dokter.


Dokter itu langsung memeriksa Lita kembali dan dia melihat cairan yang basah di kasur. Matanya terperanjat saat melihat itu.


“Air ketuban istri anda sudah pecah, dia akan melahirkan. Saya akan menghubungi bagian persalinan” ucap sang dokter langsung kembali ke meja kerjanya memanggil dokter khusus persalinan.


“Apa,.” Seketika Fahri langsung panik melihat hal itu.


“Arghhgg” Lita terus mengerang sakit.


“Sayang, bertahanlah. Aku mohon bertahanlah demi anak kita dan de..” tangan Fahri kembali terhempas dari kepala Lita. Dia yang memegangi kepala Lita langsung ditepis oleh perempuan itu sorot matanya begitu tajam penuh kebencian terlihat begitu jelas melihat Fahri.


“Pergi, aku bilang pergi, aku..aku membencimu,.”


“Lita aku mohon tenanglah, maafkan aku. aku minta maaf, aku..aku menyesal, aku..”


“maaf permisi, kita harus membawanya ke ruang bersalain” ucap dua orang perawat yang akan mendorong ranjang Lita saat ini” Fahri langsung bergeser sambil memperhatikan Lita yang menahan sakit.


Dia harus apa sekarang, Lita tidak ingin melihatnya lalu yang akan menemani istinya itu siapa.


“maaf tuan ini tas istri anda” ucap Dokter itu menyerahkannya pada Fahri yang terdiam.


“Aku harus menghubungi seseorang” batin Fahri saat menerima tas itu dan dia langsung mencari Hp milik Lita.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2