
Revan duduk di ruangan Melody, dia hanya sendiri saja. Entah kedua orang tua Melody dimana, karena saat dia amsuk ke ruang perawatan melody. Kedua orang tuanya tidak ada, membuat dia langsung masuk kedalam dan duduk tepat disebelah Melody saat ini.
“Sampai kapan kamu akan seperti ini, kamu tidka ingin bicara denganku ataupun dengan Rendi” ucap revan sambil menggenggam tangan Melody.
“Ayo bangunlah, banyak hal yang harus kamu katakan pada Rendi. Tidak mungkin kan dirimu tidak minta maaf dulu padanya sebelum pergi,” tukas Revan lagi. Dia tampak sedih, matanya menyiratkan kepedihan saat ini.
“anda kemari lagi?” sebuah suara mengagetkan Revan dan langsung melepaskan tangan melody.
Dia langsung berdiri dnegan gugup menatap sepasang suami istri di depannya.
“I..iya Om,” ucap Revan tergagap.
Kedua orang itu menatap curiga pada revan yang semakin membuat Revan merasa gelisah.
“Sebenarnya siapa dirimu? Kenapa kamu disini, kamu apakan anakku” tukas Ibu dari melody, dia berjalan khawatir mendekati sang anak.
“A..aku tidak melakukan apa-apa pada Melody” ucap Revan terbata.
“Kemari nak, aku perlu bicara denganmu” pinta ayah Melody.
Revan langsung berjalan mendekati pria paruh baya tersebut, dia menatap heran. Apa yang akan dilakukan pria paruh baya didepannya batinnya saat ini.
“Kita bicara diluar” tegas ayah Melody dan berjalan lebih dulu keluar dari kamar Melody.
Revan tampak cemas, dia merasa sedikit takut dengan apa yang akan dilakukan ayah melodi padanya. Dia akui dia memang penakut, makanya itu dia tidka bernai untuk sekedar bilang pada Rendi dulu soal dia menyukai Melody dan telah bermain dibelakang Rendi. Dia takut akan akibat yang dia terima.
“Duduklah disini,” ucap Ayah Meldoy mengisyaratkan Revan untuk duduk disebelahnya.
Revan menurutinya saja, dia langsung duduk di sebelah ayah Melody.
__ADS_1
“Sebenarnya siapa dirimu? Kenapa kamu sering menemui anakku bahkan tunangannya saja sudah jarang datang kesini. Sedangkan kamu hanya teman Melody sering datang kemari, Kamu bukan hanya temannya kan? Ada hubungan apa dirimu dengan Melody?” berbagai pertanyaan di tanyakan oleh ayah Melody, dia memang merasa aneh dnegan Revan. Bukan kali ini saja dia atau bukan hanya waktu itu saja Revan datang ke rumah sakit tetapi hampir sering Revan kemari. Walaupun datang pria itu hanya melihat Melody dari balik pintu atau duduk di luar saja tanpa masuk kedalam.
Revan menelan ludahnya, dia bingung harus mengatakan apa saat ini. haruskah dia bilang kalau dia selingkuhan Melody. Tapi dia takut respon orang tua Melody soal ini.
“Jawab anak muda, saya bertanya padamu” tegas ayah Melody.
“be..begini Om, sa..saya sebenarnya saudara kembar Rendy” jawab Revan.
“apa mana mungkin? Rendi tidak pernah bilang kalau memiliki saudara kembar dan wajahmu tidak sama seperti Rendi”
“I..iya memang kenyataannya begitu Om. Saya dan Rendi bukan kembar identik. Tapi saya bersumpah kalau saya dan dia memang kembar kita terpisah karena orang tua kita bercerai. Saya ikut dnegan mama dan dia ikut dnegan Papa saya” jelas Revan
“kenapa saya tidak bisa mempercayai ini” ucap ayah Melody.
“Saya bisa tunjukan buktinya Om” ucap Revan dan akan mengeluarkan fotonya dan juga Rendi.
Rendi seakan menghilang tanpa kabar dan tidka memperdulikan anaknya lagi, itulah yang membuatnya kecewa. Karena secara tidak sengaja Melody seperi ini juga karena Rendi. Coba kalau Melody tidak bersikeras menjemput Rendi ke Bandara waktu itu pasti dia tidka akan seperti ini.
Lagi-lagi Revan dibuat bingung untuk menjawabnya, haruskah dia bilang kalau Rendi sudah menikah. Dan tahu soal Melody yang berselingkuh.
“Sebelumnya saya minta maaf atas nama adik saya Om, dan saya juga minta maaf atas nama saya sendiri” pungkas Revan dia mencoba memberanikan diri untuk mengatakan semua ini. karena tidak mungkin dia menyimpannya, ia kasihan juga dengan Rendi yang disalahkan. Rendi berhak bahagia dnegan hidupnya sekarang.
“Kenapa kamu yang malah meminta maaf?” tanya Ayah Melody.
“Saya minta maaf karena saya membuat hubungan anak Om dan Rendi adik saya menjadi penuh kebohongan Om. Saya menghancurkan hidup adik saya sendiri Om, saya menyukai Melody Om dan Melody mengkhianati rendi karena saya Om” ucap Revan berkata jujur didepan ayah Melody.
“Apa? Jangan asal bicara. Mana mungkin anak saya mengkhianati Rendi” ucap ayah Melody menepis tangan Revan.
“Saya tidak bohong om, saya dan Melody menjalin hubungan gelap di belakang Rendi. Dia mengkhianati rendi Om. Dan yang perlu Om tahu Melody dulu teman saya saat di Amerika dan saya mengenalkannya pada Rendi. Tapi karena Rendi sibuk, dia berpaling pada saya. Diaman saat ini saya memang mencintai Melody Om” tukas Revan menjelaskannya.
__ADS_1
“Dan alasan Rendi tidak menemui Melody lagi karena dia sudah menikah dnegan perempuan lain Om,” ucap Revan
“Apa? Rendi menikahi perempuan lain. Bagaimana bisa dia meninggalkan anakku dalam kondisi seperti ini” murka ayah Melody dan dia langsung berdiri menatap revan.
“Dia malah menikah sennag-senang dnegan perempuan lain sednagkan anakku terbaring seperti ini gara-gara dia, aku tidak bisa diam saja. Aku harus memberi pelajaran pria itu” ucap Ayah Melody dan akan pergi tetapi tangannya di tahan oleh revan.
“Om, Om, saya mohon. Jangan marah dnegan adik saya. Dia tidak bersalah Om, soal melody yang seperti ini. ini bukan salah dia Om. Dia juga terpukul kan akan kondisi Melody,”
“Coba Om bayangkan jadi adik saya, yang sudah dikhianati oleh tunangannya sendiri, apa dia masih bisa menerima dan memaafkannya. Soal kecelakaan ini bukan salah Rendi Om, saya mohon. Jangan pernah marah dnegan adik saya Om, soal rendi yang meninggalkan Melody dalam kondisi seperti ini, ini salah saya OM” lanjut Revan.
Revan berlutut didepan ayah Melody, dia menangis bersimpuh di kaki pria paruh baya itu.
“Saya mohon Om, jangan melakukan apa-pa pada adik saya. Dia berhak bahagia Om,. Ini sepenuhnya salah saya karena telah merampas tunangannya. Dan ini juga termasuk salah Melody sendiri Om karena meninggalkan Rendi demi saya. Saya mohon, biarkan adik saya Om. Biarkan dia bahagia dengan istrinya” pungkas Revan
Ayah Melody berdiri terpaku, jujur dia tidak mempercayai ini. mana mungkin anaknya mengkhianati Rendi, padahal rendi sayang sekali dnegan melody.
Ayah Melody perlahan terduduk di kursi tunggu, dia masih tidak habis pikir dnegan ini semua. Benarkah anak perempuannya menduakan tunangannya dengan pria lain. Seorang melody yang begitu manja dengannya menyakiti tunangannya sendiri. pria paruh baya tersebut tampak terpukul mengetahui kenyataan ini.
Revan yang masih berlutut di lantai menatap ayah Melody yang menatap kosong,
“OM saya minta maaf, dan saya juga mau minta maaf atas nama anak OM. Saya mencintai Melody Om, dan Melody mencintai saya. Melody menemui Rendi karena Rendi yang meminta tetapi Melody juga ingin menemui Rendi untuk mengatakan semuanya kalau dia telah berselingkuh denganku Om” jelas revan menatap ayah melody.
“Kau pergi dari sini, tinggalkan saya sendiri” tukas ayah melody menyuruh revan untuk pergi.
“Saya bilang pergi,.” Bentak ayah melody dan menarik lengan revan mengusir pria itu agar pergi dari hadapannya.
°°°
T.B.C
__ADS_1