Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 131 (Season 2)


__ADS_3

Revan keluar dari rumahnya dengan menggunakan kaos hitam dan juga celana pendeknya, dia akan mencuci motornya saat ini mumpung masih pagi dan mumpung dia belum malas untuk melakukan apapun.


“pagi bang Revan,” sapa seorang perempuan berdiri tegap memakai baju loreng dan juga Jilbab.


Revan yang tadinya melihat kebawa karena kesusahan memakai sandal langsung mendongak kearah depannya saat ini.


“Eh Caca,” kagetnya dan sedikit mundur ke belakang


“Oh maaf bang, saya membuat bang Revan kaget ya” ucap perempuan itu merasa bersalah telah membuat revan terkejut.


“Nggak kok ca, kenapa ya?” ucap revan dan kembali bersikap biasa.


“Ini bang, ada sayur lodeh dari ibu buat bang revan” ucap Caca sambil menyodorkan mangkuk yang berisi sayur matang pada Revan.


“OH, bunda yang nyuruh ya. Makasih ya Ca” ucap Revan sambil menerima mangkuk sayur tersebut.


“Iya bang sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu ya bang” ucap Caca dan pamit untuk pergi lagi.


“Iya Ca silahkan, eh tunggu sebentar Ca. Abang mau kasih sesuatu” ucap Revan dengan satu tangannya memegang lengang Caca.


“Kenapa ya bang” ucap caca berbalik melihat kearah Revan.


“Abang ada oleh-oleh dari kamu, kemarin abang lupa mau kasih ke kamu”


“Oleh-oleh, Oleh apa bang,” heran caca.


“Ada, bentar ya Ca” revan langsung berjalan cepat ke dalam sambil membawa mangkuk sayur di tangannya.


Caca tampak bingung kenapa juga Revan memberikannya oleh-oleh, hal itu malah membuatnya merasa tidak enak saja dengan pria itu.


Tak lama kemudian Revan kembali keluar membawa paper bag di tanggannya.


“Mohon diterima ya Ca, oleh-oleh buat kamu” ucap Revan sambil menyodorkan barang yang dia bawa ke caca.


“Aduh bang, nggak enak saya sama Abang kok di belikan oleh-oleh”


“Nggak pa-pa Ca, ini buat rasa terimakasih saya karena kamu banyak membantu”


“Ya udah saya terima ya bang, terimakasih sebelumnya. Saya permisi dulu” ucap Caca.


“Iya,” lirih Revan sambil melihat kearah Caca yang sudah pergi. Caca sepertinya perempuan yang sulit didekat entah mengapa dia memikirkan hal itu saat ini.


..............................

__ADS_1


Thalia sedang berada di dapur, dia tengah membuat susu sebagai pengganjal perutnya saat ini dia juga sesekali memikirkan rendi yang belum menelponnya juga sekarang.


“Rendi kemana ya tumben pagi-pagi begini dia belum nelpon” gumam Thalia memikirkan suaminya yang belum juga memberi kabar.


“Apa dia masih tidur, tapi aku telpon tadi hpnya nggak aktif: “ lanjut Thalia.


“Maaf non lagi ngelamunin apa ya, kok diem aja” ucap Bi Warsih yang tiba-tiba sudah di sebelah Thalia.


“Ah nggak bi” ucap Thalia dan langsung melihat kearah asisten rumah tangganya itu.


“Jangan banyak ngelamun non,”


“Siapa yang ngelamun nggak ah” elak Thalia.


Bi Warsih hanya tersenyum saja mendengar hal itu,


“Non Thalia mau di masakin apa pagi ini non” tanyanya kemudian.


“Apa ajalah bi, lagi nggak pengen apa-apa. aku ke kolam renang dulu ya bi” ucap Thalia dan langsung pergi sambil membawa segelas susu ditangannya.


“Non, rindu den Rendi ya, sabar No kan beberapa hari lagi dia pulang ini sudah hari keempat di di Sumatera selatan” ucap Bi Warsi saat Thalia mulai melangkah.


“Iih sok tahu bibi” jawab Thalia sambil tersenyum kecil dan berjalan pergi meninggalkan asisten rumah tangganya itu.


......................................


Dia gelisah bukan tanpa alasan, entah kenap hatinya merasa tak tenang saat ini bukan itu saja semalam dia bermimpi tidak jelas. Entah mimpi apa itu tapi yang jelas dia ngeri sendiri dengan mimpi tersebut.


Saat Thalia tengah disibukan akan kegelisahannya tiba-tiba saja Bi Warsih berlari kecil menghampirnya saat ini.


“Non, Non Thalia,” seru Bi warsih membuat Thalia melihat kearah asisten rumah tangganya itu.


“Iya ada apa bi,”


“Itu non di depan ada perempuan yang ngaku ibunya den Rendi, dia maksa mau ketemu non sama Den Rendi. Padahal saya sudah bilang kalau den Rendi tidak di rumah”


“Iih kenapa juga nenek lampir itu kesini” geram Thalia, dia bisa menebak perempuan itu memanglah mertuanya.


“Ya bi suruh tunggu sebentar” ucap Thalia lagi dan dia mulai berdiri perlahan sambil memegangi perutnya yang besar itu.


“Hati-hati non, sini bibi bantu berjalan” Bi Warsih ngilu sendiri melihat Thalia yang berdiri dari duduknya. Dia jadi tidak tega sehingga membuatnya ingin membantu.


Thalia langsung mengulurkan tangannya pada Bi Warsih agar membantunya berjalan, maklumlah kandungannya sudah delapan bulan saat ini jadi pergerakannya sedikit sulit.

__ADS_1


“Non Thalia, Sebaiknya non jangan temuin mertua non deh non. Mertua non kayak gitu” ucap Bi Warsih merasa khawatir sendiri.


“Udah nggak pa-pa bi,”


“tapi non bukannya den rendi sendiri bilang jangan temui dia” ucap Bi Warsih sambil berjalan disebelah Thalia memegang tangan majikannya itu.


“Nanti kalau aku nggak nemuin nenek lampir itu, dia malah makin menjadi bi, bibi tadi juga kan sudah mempersilahkan dia masuk kedalam”


“Iya sih non, maafin Bibi ya sudah nyuruh dia masuk. Habisnya dia sih non maksa masuk gitu aja” ucap Bi Warsih sesekali menunduk merasa bersalah.


“Nggak pa-pa” jawab Thalia


.......................................................


Rendi sedang berada di dalam mobilnya, dia mengamati anak buahnya dan juga rekan-rekannya yang lain yang tengah melakukan penggerebekan pada sebuah rumah kosong yang ada di perkampungan yang jarang penduduk.


Dia gelisah sendiri membuatnya setengah fokus, dia gelisah karena belum menghubungi Thalia sedari subuh tadi. Karena dia pergi ke desa ini sebelum subuh dikarenakan jaraknya yang cukup jauh. Dia pikir disini dia bisa menghubungi istrinya eh malah tidak ada sinyal.


“Sofyan sudah ada sinyal belum?” tanya Rendi pada Sofyan yang kebetulan rekannya itu tengah memegang ponsel.


“belum ndan,” jawab Sofyan dan langsung menatap Rendi.


“kalau belum kenapa kau sedari tadi memegang ponsel” ucap Rendi heran.


“Saya lagi memantau rekan kita Ndan, melalui kamera yang terpasang di baju mereka”


“Oh iya saya lupa,” ucap rendi yang lupa sendiri kalau ada kamera yang tersambung ke ponsel mereka untuk memantau pergerakan rekan mereka saat ini.


“mereka masih belum bisa masuk kedalam rumahnya” lanjut Rendi.


“Belum ndan,”


“Berarti mereka ada di dalam Ndan kalau mereka belum bisa masuk kedalam” sahut Raka yang duduk di sebelah Rendi orang yang mengemudikan mobil.


“Mungkin”


“Rio, hubungi salah satu rekan kita yang ada di lokasi dan rekan kita yang ada di mobil satunya. Gunakan walki jika ponsel belum ada sinyal” perintah Rendi pada Rio yang duduk di belakang bersama dnegan sofian.


“Siap Ndan” jawab Rio dan langsung menghubungi rekan mereka dengan Walki


Rendi langsung diam, dia memikirkan untuk menghubungi Thalia tapi bagaimana di sini tidak ada sinyal.


“Semoga Thalia tidak terlalu cemas memikirkan diriku” ucap rendi di dalam hatinya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2