Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
74


__ADS_3

Fahri menarik kan kursi untuk Lita, mereka saat ini sedang makan malam romantis di sebuah hotel bintang lima. Lita mengenakan gaun yang mengekspos bahunya ditambah gaun itu begitu pres dengan tubuhnya. Sebenarnya dia sedikit menolak mengenakan gaun seperti itu walaupun dia dulu sering mengenakan gaun yang menunjukkan keseksiannya tapi untuk mengenakannya sekarang membuatnya terasa tidak nyaman. Tapi i i semua pilihan Fahri sehingga mau tidak mau dia memakainya.


“Seharusnya kita tidak melakukan hal seperti ini layaknya pengantin baru Fahri,” ucap lita melihat tempatnya saat ini yang berada di balkon sebuah kamar di hotel tersebut. Balkonnya dihias sedemikian rupa oleh Fahri dan juga kamarnya yang penuh dengan taburan bunga serta membentuk hati di tengah-tengah tempat tidur.


“Tolong jangan panggil namaku, panggil aku sayang mau kan?” bukannya menjawab Fahri malah meminta Lita untuk memanggilnya sayang.


“terserah dirimu saja,” ucap Lita seakan menerima saja apa yang disuruh oleh fahri.


“terimakasih karena telah menuruti ku” ucap Daniel mengambil tangan Lita dan mengecup punggung tangan itu.


“kita kan memang pengantin baru, bukan baru menikah tapi baru memulai kehidupan yang baru. Kita mulai semua ini dari awal” tukas Fahri memegang erat tangan Lita.


“Aku mencintaimu,” tukas Fahri.


“aku juga mencintaimu,” ucap Lita menjawabnya tanpa ragu. Hatinya sudah sepenuhnya percaya pada Fahri dan hatinya juga bergelora begitu dalam saat dengan Fahri.


“sekarang kita makan,” ucap fahri dan melepaskan tangannya dari tangan Lita dan dia segera menyuapi Lita.


......................


“kenapa dia menangis terus saat ku gendong,” ucap David menyerahkan Axel pada Naya. Karena sedari tadi Axel terus menangis saat ia gendong.


“Makannya kamu kalau jadi orang jangan galak-galak sayang, jadinya anak kecil takut sama kamu” ucap Naya sembari mengambil alih Axel dari David


“Kamu mengataiku galak, aku galak dari mana? Bukannya aku selalu manis denganmu” ucap david tidak terima jika dia dikatakan begitu oleh istrinya.


“bukan galak deng maksudku. Tapi kamu jadi orang dingin terlalu cool. Dengan adik-adikmu sendiri saja kau begitu keras dan membuat mereka tidak dekat denganmu.” Jelas Naya.


“Jika memang aku begitu dingin, maka buat aku agar tidak dingin. Kau tahu caranya?” David menatap istrinya dengan tatapan lekat.


“dengan seorang anak maka kamu akan lembut dan hangat tidak dingin seperti ini” jawab Naya memperhatikan David yang langsung melihat kearahnya.


“Anak?”


“Iya anak, maka dari itu belajarlah mengurus Axel” pungkas Naya melihat.


“kenapa harus dengan mengurus Axel, kenapa tidak dengan anak kita sendiri” ucap David melihat kearah Naya yang sedang menggendong Axel langsung mentap kearahnya dengan mata berkedut.

__ADS_1


“maksudmu?”


“Ayo kita mulai membuat anak kita” David mendekatan dirinya pada Naya dan merengku pinggang ramping perempuan itu mengecup lehernya.


“Bukannya kamu belum mau memiliki anak, kenapa sekarang mengajak ku membuat anak”


“Alasanku karena aku belum bisa menjadi kakak yang baik untuk adik-adikku. Apalagi menjadi seorang ayah”


“aku berterima kasih denganmu, karena menerimaku apa adanya, dan tidak meninggalkanku meskipun aku hanya menjadikanmu pemuas nafsuku dulu” benar David dulu memang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Naya tapi dia tidak menikahi perempuan itu dan hanya menjadikan Naya teman tidurnya. Dia menikahi Naya belum lama ini. serta dulu dia selalu memakai pengaman dan bahkan sampai saat ini jika dia melakukan hubungan suami istri dengan Naya meskipun telah sah dia tetap mengenakannya. Alasannya dia belum siap untuk menjadi seorang ayah.


“untuk apa kau mengingat masa lalu. Justru aku yang berterima kasih denganmu. Karena membebaskanku dari pria bajingan yang ingin memperkosa diriku waktu itu” ucap Naya.


“Itu karena aku mencintaimu, dan aku tidak ingin seorang yang sudah aku tandai menjadi milik orang lain” tukas David.


“Berikan Axel pada Mama, dan ayo lakukan hal panas denganku. Aku akan memberikan diriu seorang malaikat kecil yang kamu inginkan selama ini” bisik David ditelinga naya.


Seketika bulu roma Naya berdiri dengan ucapan sensual dari David, dia menatap tak percaya pria itu yang sudah serius ingin memiliki anak.


David langsung mengambil Axel dari gendongan Naya.


“biar aku saja yang memberikan ke mama. Kau ganti bajulah yang mampu membuatku begitu terpesona denganmu malam ini” ucap David sambil tersenyum melangkah pergi menggendong Axel. Dia akan memberikan keponakannya itu pada sang Mama. Dia dan istrinya saat ini ingin menghabiskan malam membuat anak untuk dirinya sendiri.


.......................


Lita bangun dari tidurnya saat ini, dengan merasakan seluruh tubuhnya yang sedikit sakit. Serta ditambah Fahri yang memeluknya. Mereka semalaman habis melakukan hubungan suami istri berkali-kali serta Fahri menghujani dirinya tak henti-henti.


Tubuh Lita saat ini polos tanpa mengenakan sehelai benang pun, sementara Fahri sudah mengenakan celana pendek tapi atasnya polos tak memakai baju. Perlahan Lita melepaskan tangan Fahri yang memeluknya saat ini. Lita harus mandi baru setelah itu dia akan membangunkan Fahri.


“Kamu mau kemana?” ternyata Fahri terbangun saat Lita akan turun dan buru-buru saja Lita menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Walaupun mereka sudah saling melihat satu sama lain tapi saat tidak dimabuk asmara begini tentu saja malu.


“Aku mau mandi, kamu sudah bangun?” tanya Lita menatap Fahri yang menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur.


“kenapa kamu malu-malu begitu sayang, ini bukan pertama kali bagi kita” ucap fahri terkekeh melihat Lita yang tampak malu dan wajahnya memerah.


“Jangan menggodaku” tukas Lita tidak senang.

__ADS_1


“kamu tidur lagi saja atau kemana, aku mau mandi sebentar. Habis ini kita pulang jemput Axel dirumah Papa ya,.”pungkas Lita menatap Fahri.


Fahri langsung berdiri menghampiri Lita yang semakin mengeratkan selimutnya.,


“kenapa buru-bur pulang. Kita habiskan waktu berdua dulu bagaimana?” ucap fahri langsung memeluk Lita.


“Fahri,..”


“Sayang bukan fahri” ucap Fahri merevisi ucapan Lita.


“Iya maksudku sa..sayang,”


“kamu belum puas dengan semalam,” ucap Lita sedikit terbata


“Aku tidak akan pernah puas kalau soal dirimu” ucap Fahri mengecuk pipi Lita sambil memeluk erat istrinya dari belakang.


“Fahri lepaskan, aku mau..”


Cupp


Fahri mencium Lita, lagi-lagi hal itu menghentikan Lita untuk bicara.


“Aku bilang panggil sayang, kalau kamu tidak memanggilku sayang. Aku akan mencium”


“Kenapa kau seenak sendiri melakukan apapun,” kesal Lita melihat kearah fahri.


“Bukannya seenak sendiri tapi itu hukuman agar kamu tidak melanggarnya”


“Kamu bilang mau mandikan, mandi bersamaku bagaimana?” tanya Fahri manatp Lita.


Seketika mata Lita langsung membola menatap Fahri,


“Tidak, aku akan mandi sendiri. Lepas, aku mau mandi” ucap Lita gugup, ia melepas paksa tangan Fahri dan segera berlalu ke dalam kamar mandi dengan terburu-buru.


Fahri tersenyum, dia senang menggona Lita wajah putihnya itu seketika memerah saat mendengar godaannya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2