Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
54


__ADS_3

“Tidak Lita, Tidak, Tidak. Itu..itu anakku, dan kamu masih istriku. Itu bukan anak pria itu itu anakku. Tidak Lita, tidak jangan tinggalkan tolong kalian jangan tinggalkan aku. Litaa” Fahri bangun dari tidurnya dengan tersengal-sengal mengatur nafasnya. Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya saat ini.


Dia langsung duduk seketika, mengatur nafasnya. Menghela nafas lega karena barusan hanya mimpi. Dia mimpi kalau Lita sudah menikah dengan pria lain dan dia pergi membawa anaknya bersama pria itu.


“Syukurlah hanya mimpi” ucapnya mengusap dahinya kasar.


“aku harus mecari Lita secepat mungkin. Aku tidak mau dia dan anakku menjadi milik orang lain.” Fahri bergegas bangun dari tempat tidur saat ini. Tekadnya kembali kuat untuk segera menemukan Lita.


Hidupnya bagaikan tak berdaya tanpa Lita, Lita merupakan pusat kehidupannya saat ini. Berbulan-bulan dia tanpa Lita bagaikan hanya sebuah daging yang berjalan tanpa memiliki nyawa.


Dia mencuci mukanya terlebih dahulu sebelum keluar dari hotel. Melihat dirinya didepan cermin.


“bismillah, semoga hari ini kau bisa menemukan Lita Fahri” ucap Fahri penuh keyakinan menatap pantulan dirinya sendiri.


“tapi aku harus kemana? Tidak ada info lagi dimana dia saat ini” tekad yang tadinya kuat mulai merasa berat saat kenyataannya dia bingung harus mencari kemana Lita tanpa informasi begini.


................


Lita baru saja selesai mandi, dia juga sudah rapi mengenakan rok Kasual dengan sweter longgar sehingga perut besarnya benar-benar terlihat. Dia menatap dirinya sendiri didepan cermin memperhatikan perutnya yang sudah cukup besar beberapa minggu lagi dia juga akan melahirkan.


“Semoga kalau kau perempuan kau menjadi wanita yang kuat dan kalau kau laki-laki aku harap kau tidak seperti pria brengsek itu” ucap Lita datar mengusap perutnya.


Setelah mengatakan itu ita mengambil tas kecilnya yang sudah ada ditempat tidur. Hari ini dia akan pergi jalan-jalan keluar, karena dia saat ini bosan haru apa. Dia juga saat ini di rumah sendiri. Kakaknya David sedang menemani Naya pergi dan Rey dia tadi bilang mau bertemu temannya sebentar. Pria itu mengajak Lita pergi tapi Lita menolak karena badannya lelah sebenarnya bukan itu alasan Lita menolak ajakan Rey, dia menolak karena dia takut rey nanti diberikan banyak pertanyaan oleh teman-teman pria itu soal dirinya.


Selama ini Rey sudah banyak membantunya dengan pura-pura menjadi suami palsunya. Jadi dia tidak ingin Rey berbohong lagi pada orang lain.

__ADS_1


“hari ini aku mau pergi ke mall saja, jalan-jalan di sana melihat-lihat kota ini” ucap Lita dan dia langsung berjalan pergi keluar dari kamarnya yang bernuansa abu-abu itu.


Lita sudah memanggil sopir bayaran untuk menyupirkan dirinya ke Mal. Karena tidak mungkin dia menyetir sendiri dalam keadaan hami besar seperti ini. dia berjalan masuk kedalam mobil setelah dibukakan pintu oleh orang itu.


Dia memang sengaja tidak bilang siapapun kalau dia saat ini mau pergi keluar, pasti kalau bilang David akan melarangnya dan malah menyuruh Naya untuk menemaninya. Jujur dia merasa tidak enak dengan kaka iparnya yang mungkin merasa tidak leluasa dengan keberadaan dirinya meskipun Naya tidak pernah mengatakannya tapi dia sadar sendiri kalau dia menyusahkan Naya. Jadi dia ingin keluar sendiri saat ini tanpa ditemani.


“Nanti kalau sudah sampai mal tolong bangunkan saya ya, saya lelah” ucap Lita meminta pada supir itu untuk membangunkannya saat sudah sampai nanti. Karena dia mengantuk saat ini sehingga dia ingin tidur.


........................


Fahri menyetir mobil yang dia sewa untuk beberapa minggu selama di sini. Dia melihat sekitar melihat trotoar tempat pejalan kaki siapa tahu diantara orang-orang itu ada Lita. Harapannya hari ini cukup besar untuk menemukan Lita entah mengapa juga dia juga yakin kalau dia pasti bertemu Lita sebentar lagi. Keyakinannya begitu kuat hari ini. padahal tadi dia begitu tak bersemangat karena mimpi yang ia alami tapi setelah dia keluar dari hotel semangat untuk menemukan istrinya begitu membara.


Keyakinan dan tekadnya sangat kuat untuk bertemu dengan Lita dan dia yakin tuhan pasti akan mempertemukan mereka sebentar lagi.


“Aku yakin hari ini pasti aku akan menemukanmu Lita, aku yakin itu” ucap fahri denan sangat yakin dia fokus menyetir melihat-lihat jalan disebelahnya.


Fahri membelokkan dirinya ke sebuah pusat perbelanjaan yang begitu besar. Entah mengapa dia memiliki sesuatu yang seakan menariknya untuk mencoba mencari Lita ditempat itu. Sebuah bisikan dalam hatinya untuk melangkah masuk ke pusat perbelanjaan tersebut.


“hatiku membawa kesini, apa kau memang ada disini Lita” ucap Fahri didalam hatinya, dia keluar dari mobilnya saat ini.


“Tuhan, Jika memang istriku ada di kota ini dan ada di tempat ini tunjukkanlah padaku dimana dia saat ini” ucap fahri mendongak keatas memohon penuh harap supaya dia dipertemukan dengan Lita saat ini.


Perlahan dia memandang ke depan, dengan kaki mantap dia akan melangkah menuju pintu masuk Mall tersebut tapi langkahnya terhenti saat dia melihat kearah Jalan penyebrangan seorang tengah berjalan di sana. Orang yang berbulan-bulan ini dia cari melangkah menyebrangi Jalan.


“Lita,” lirihnya tak percaya melihat seorang perempuan berambut berwarna coklat sebahu menenteng sebuah paper bag dan juga fokusnya mengarah pada perut perempuan itu yang tampak jelas begitu besar.

__ADS_1


Mata berkaca-kaca menahan haru terlihat jelas dimata Fahri saat ini, senyum mereka menghiasi wajahnya melihat perempuan yang selama ini dia cari dan tengah mengandung anaknya.


Langkah cepat nan pasti dia laju kan bergegas mendekati perempuan itu yang juga melangkah mendekat kearahnya.


Lita berjalan santai ditengah-tengah orang yang menyebrang jalan, dia tidak menyadari kalau ada seseorang yang ingin ia hindari sebisa mungkin tengah berjalan cepat menuju arahnya berjalan.


“Lita,..” baru setelah panggilan itu Lita tersadar mendongak mencari sumber suara yang memanggilnya. Betapa terkejutnya dia saat ini saat melihat siapa yang ada didepannya hanya berjarak beberapa meter saja darinya.


Tangannya seketika bergetar hebat bayang-bayang tempo lalu kembali terulang di kepalanya saat ini. paper bag nya terjatuh begitu saja dan dia perlahan mundur, ia harus bisa kabur saat benar kabur. Dia harus kabur.


Fahri yang melihat Lita perlahan mudur membuat dia menatap tak percaya, dia menghentikan langkahnya menatap perempuan itu yang tampak ketakutan melihatnya.


“Dekati dia Fahri, dekati sebelum dia lari menjauh” seperti ada bisikan yang menyuruh Fahri untuk berjalan mendekati Lita yang sedikit sedikit mulai mundur.


“Lita,.” Seru Fahri dengan lantang dan berlari mendekati Lita yang langsung putar arah menjuh dari Fahri.


Lita melewati orang-orang yang berjalan berlawanan darinya saat ini. dia berlari pelan sambil memegangi perutnya. Air matanya menetes dia saat ini benar-benar takut, takut untuk bertemu pria brengsek itu.


“Lita tunggu,” Fahri berhasil menahan Lita yang sudah mencapai tepi jalan.


“Lepas, lepaskan aku, aku..aku tidak mengenalmu” ucap Lita memberontak minta dilepaskan oleh Fahri.


Bukannya melepaskan Fahri malah memeluk Lita saat ini, dia memeluk perempuan yang sudah ia tunggu-tunggu untuk dia temui. Perempuan yang membuatnya tak bisa hidup selama ini. perempuan yang ia sakiti selama menjadi istrinya.


“Aku merindukanmu, akhirnya aku menemukanmu ...” ucap Fahri menangis terharu memeluk Lita yang terus memberontak minta dilepaskan. Fahri semakin erat memeluk perempuan yang ia rindukan tersebut.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2