
Mobil milik Fahri sudah berhenti di sebuah basemen hotel, melihat itu saja Lita heran. Dia menatap Fahri tak mengerti kenapa pria tersebut malah mengajaknya ke hotel saat ini bukannya membeli makan di pinggir jalan seperti pria itu bilang tadi.
“kok kita malah ke hotel?’ tanya Lita heran.
“katanya tadi terserah aku sayang, kita kesini untuk makan. Dan bersantai sebentar” pungkas Fahri menatap Lita yang kebingungan karena dirinya membawa perempuan itu ke hotel.
“iya terserah kamu tapi kenapa kesini” ucap Lita mash saja meminta penjelasan tentang alasan suaminya mengajak ia kesini.
“udah ayo turun, kamu lelah kan ingin istirahat. Kita istirahat sebentar disini” pungkas fahri mengajak Lita untuk turun.
Fahri membukakan seat belt istrinya dan dia baru membuka seat belt yang ia kenakan sendiri. Sehabis itu ia membuka pintu mobilnya dan berjalan keluar dari mobil begitu juga Lita yang turun dari dalam mobil.
Dia berdiri melihat suaminya yang berjalan kearahnya saat ini, didekat Lita Fahri langsung memegang tangan Lita menggandengnya untuk berjalan bersama.
“kamu memang selalu modus” cibir Lita menatap Fahri yang berada disebelahnya.
Seketika Fahri langsung melihat kearah Lita menatap perempuan itu
“tega ya kamu, suami sendiri dikatai modus” lirih Fahri pura-pura cemberut dengan hal itu.
“memang benarkan,” lirih lita sambil tersenyum menang.
“huh,” dengus Fahri tapi dia tersenyum, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan masuk kedalam lift yang berada di basemen tersebut.
..............................
Saat mereka berjalan di koridor hotel tiba-tiba saja Lita menghentikan langkahnya karena dia baru saja melewati seseorang yang tengah menutup pintunya sambil menunduk.
“kenapa sayang?” tanya Fahri pada Lita yang tiba-tiba saja berhenti berjalan.
‘Itu rey,” ucap Lita sambil berbalik melihat pria yang saat ini berjalan membelakangi mereka.
“masa iya itu Rey, kalau itu dia kenapa ia tidak memanggilmu tadi” Fahri menatap Lita kurang percaya.
“Rey,.” Panggil Lita pada pria tersebut. Membuat pria yang berjalan membelakangi mereka segera melihat kebelakang.
“Kalian,.” Pungkas Rey, dia tampak terkejut melihat Lita dan juga Fahri ada di depannya saat ini.
Dia langsung berjalan menghampiri Fahri dan juga Lita yang menatapnya setengah percaya setengah tidak.
“kenapa kau disini?” tanya Rey pada Lita.
__ADS_1
“Kita yang seharunya bertanya kenapa kau disini?” ucap Fahri balik bertanya pada Rey.
“Iya kenapa kau disini Rey, Thalia mencari mu sekarang” ucap Lita pada Rey.
“kenapa dia mencari ku?” heran Rey akan perkataan Lita yang bilang kalau Thalia mencarinya.
“aku tidak tahu, dia mabuk sambil menanyakan mu lewat telpon” jelas lita.
“Dia mabuk? Kenapa dia mabuk. Dia tidak berubah sama sekali,” Rey tampak tersenyum miring sambil memalingkan wajahnya muak.
“Aku tidak tahu, kamu temui saja dia bilang padanya kalau kamu disini”
“untuk apa aku bilang padanya Lita, kita tidak ada hubungan lagi. Kau tahu sendiri aku sudah putus darinya hampir setahun. Dia sendiri yang memutuskan ku demi pria lain” tukas Rey.
“kalian berdua hanya berdua kesini, lalu anak ku Axel kalian taruh dimana?” lanjut Rey, dia mencari keberadaan Axel.
“Kau bilang apa barusan anakku, tidak salah. Axel itu anakku bukan anakmu” ketus Fahri tidak terima jika Axel dibilang anak Rey.
Rey malah tersenyum
“Aku hanya bercanda, jangan sensi begitu fahri” ucapnya.
“bercanda mu tidak lucu” desis Fahri membuang mukanya.
“Rey temui lah Thalia, dia mencari mu dan dia sepertinya masih mencintaimu” tutur Lita pada Rey teman kakaknya tersebut yang juga mantan pacar adiknya.
“mencintaiku, kalau dia mencintaiku setahun lalu tidak mungkin dia selingkuh Lita, maaf aku sudah tidak mencintai Thalia lagi. Aku sudah ada seseorang di hatiku saat ini bukan adikmu lagi. Sudah, aku pergi dulu. selamat menikmati waktu berdua” ucap Rey dan dia pergi meninggalkan mereka berdua yang menatapnya.
Tapi baru beberapa langkah saja Rey menghentikan langkahnya lagi, dia berbalik menatap Lita dan juga Fahri.
“Kalau boleh tahu Axel dimana sekarang, aku ingin bertemu dengannya?” tanya Rey pada keduanya.
“Kenapa kau ingin menemui anakku, ingat itu anakku bukan anakmu” tegas Fahri pada rey.
“Sayang, biarkan saja. Dia sudah menganggap Axel anaknya. Rey sangat berjasa padaku selama ini” ucap Lita mengingatkan Fahri akan apa yang dilakukan Rey padanya dulu.
“terserah kamu lah,” dengan berat hati Fahri mengatakannya.
“Dia ada di rumahku bersama orang tua Fahri” jawab Lita.
“Dia Apartemen kan? Aku ijin ke sana ya Fahri. Aku rindu dengan Axel” ucap Rey seakan meminta ijin dengan Fahri.
__ADS_1
“Iya, tapi bukan di Apartemen melainkan rumah baruku dan Lita. Alamatnya nanti ku kirimkan padamu” ucap Fahri.
“Oke, terima kasih. Kalau begitu aku pergi dulu” ucap rey dan langsung berjalan pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
Dia sedikit khawatir karena persembunyiannya di hotel ketahuan oleh Fahri dan juga Lita, ia takut kalau Thalia akan menemuinya disini. Jujur dia memang menghindar dari Thalia. Ia tidak ingin lagi memiliki hubungan dengan perempuan itu. Hatinya sakit hati dengan wanita itu dan sekarang wanita itu ingin kembali padanya disaat hatinya sudah terisi nama perempuan lain.
.........................
David lagi-lagi emosi, dia melempar kasar ponselnya ke atas tempat tidur. Sedari tadi dia menghubungi Thalia tapi tidak kunjung diangkat oleh adiknya itu.
“Kemana bocah itu, di diamkan dia semakin tidak tahu sopan santun saja dengan kakaknya” ucap David kesal berdiri sambil menatap ponsel miliknya yang teronggok di kasur.
“kamu kenapa lagi hah” tanya Naya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“Thalia membuat masalah lagi, anak itu gara-gara dimanjakan selama ini semakin tidak tahu sopan santun. Kemarin dia memarahi mu semalam dia memarahi Lita”David terlihat kesal dengan hal itu.
“thalia memarahi Lita, kenapa?”
“aku juga tidak tahu, yang jelas tadi Fahri meneleponku dan dia mengatakan hal itu padaku”
“Sudahlah biarkan saja David, mungkin Thalia sedang ada masalah atau apa jadinya dia melampiaskan pada semua orang. Dia pasti tidak ada niatan begitu” Naya mendekat pada David memegang lengan suaminya itu menenangkannya.
“Anak itu memang selalu begitu, ada masalah atau tidak dia yang mulai membuatnya” David mengatakan hal itu pasti ada alasannya, dia paham betul adik-adiknya seperti apa selama ini.
Thalia yang selalu dimanjakan akan kasih sayang dari Mama dan juga keluarga, berbeda dengan Lita yang dulunya tidak dimanjakan keluarga. Tidak dianggap oleh keluarga besarnya dan selalu menjadi bahan perbincangan antar keluarga membuat karakternya yang keras.
“Thalia seharusnya bersyukur, lebih di sayang selama ini daripada Lita. Tapi kenapa dia malah lebih susah diatur” lagi david mengungkapkan kekesalannya pada sang adik bungsu.
“sudah besok, kalau kita pulang bicara langsung saja dengan Thalia, bicara baik-baik dengannya” pungkas Naya memberikan saran.
“Kita besok tidak apa-apa? Karena aku harus menyelesaikan ini. aku tidak ingin adik-adikku bersitegang satu sama lain”
“Iya tidak apa-apa” ucap naya memaklumi.
“terimakasih karena kamu selalu memahami ku” pungkas David dan dia memeluk Naya saat ini.
Naya membalas pelukan dari David, dia mengusap punggung suaminya itu dengan lembut.
°°°
T.B.C
__ADS_1