Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 32 (Season 2)


__ADS_3

Thalia sibuk sendiri di dapur, dia sedang memasak sesuatu menyiapkan sarapan untuk Rendi. Sedangkan pria itu masih tidur di dalam kamar.


“Bodo amat, enak nggak enak yang penting gue masak” tukas Thalia saat menyajikan hasil masakannya di bar dapur.


Saat dia tengah menata masakan itu supaya rapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya memeluk dirinya dari belakang. Membuat Thalia melihat siapa yang melakukannya. Dan siapa lagi yang melakukan itu kalau bukan Rendi.


“Sedang apa kamu pagi-pagi begini” ucap rendi sambil memeluk Thalia.


“kamu tidak lihat aku sedang apa” jawab Thalia.


“Aku lihat dirimu sedang apa, tapi aku ingin mendengar jawaban langsung darimu” lirih Rendi.


Thalia langsung membalikkan tubuhnya melihat kearah rendi yang berdiri di depannya saat ini. pria itu sudah begitu rapi mengenakan seragam polisi.


“kau mau kemana? Mau kerja?” tanya Thalia memperhatikan penampilan Rendi.


“Iya,” jawab rendi singkat.


“Masak apa kamu? Tadi belum kau jawab” ucap rendi lagi.


“Masak spageti,”


“kenapa sudah berangkat bekerja, ini baru tiga hari setelah kita menikah. Kenapa kau sudah berangkat saja” lanjut Thalia seakan memperotes Rendi.


“Aku harus bekerja, kemarin aku tidak mengambil cuti. Lagipula tugas untuk negara” jawab Rendi sambil sedikit bergeser untuk duduk.


“kamu keluar saja dari polisi dan bekerja di perusahan papaku” pinta Thalia sambil menggelendot Rendi.


“Aku tidak mau, ini pekerjaanku” tolak rendi.


“kenapa tidak mau tinggal keluar saja, Fahri juga keluar dari polisi kan untuk bekerja di perusahaan Papaku dulu”


“Itu dia bukan aku,” Rendi perlahan melepaskan tangan Thalia.


Thalia langsung diam, dia hanya memperhatikan Rendi saja,


“kenapa diam, duduk disebelah ku. Kamu istriku kan temani aku makan” perintah Rendi menggenggam tangan Thalia dan menuntun perempuan itu untuk duduk disebelahnya.


“Aku nanti mau keluar” ucap Thalia pada rendi yangs edang makan.


“kemana?”


“ketemu teman-temanku” jawab Thalia.


“Tidak usah, di rumah saja. Aku nanti pulang lebih awal” ucap rendi tidak mengizinkan Thalia untuk keluar.

__ADS_1


“Ngapain juga gue nuruti Lita, gue udah ijin baik-baik ngga lo ijinin” kesal Thalia karena tidak di ijinkan keluar.


Rendi langsung menghentikan makannya, dia melihat kearah Thalia yang berbicara begitu dan wajah perempuan itu yang kesal menatapnya.


“Bicara dengan aku kamu, dan apa yang dikatakan Lita benar. Kamu harus ijin padaku kemanapun kamu pergi. Kamu istriku dan aku tidak mengijinkan dirimu keluar sekarang” pungkas Rendi.


“ya kenapa kalau aku istrimu, aku ingin keluar bertemu teman-temanku” tukas Thalia.


“Seorang istri harus menurut pada suami. Kalau kamu masih bersih keras terserah” Rendi langsung berdiri dengan kasar tidak menghabiskan makanannya, dia langsung pergi begit saja meninggalkan Thalia.


Thalia terperangah dengan itu, ia juga ikut berdiri menyusul Rendi yang sudah berjalan sampai di depan pintu.


“Kamu kenapa sih? Marah begitu. aku cuman ijin untuk keluar dan kamu apa susahnya ngijinin aku keluar sebentar” ucap Thalia menahan tangan Rendi.


“Karena teman-temanmu tidak ada yang baik, tidak usah temui mereka lagi, “ tegas Rendi pada Thalia.


“kau tahu apa soal teman-temanku, baru menjadi suami tiga hari saja sudah sok tahu” kesal Thalia


“Buktinya teman yang hampir memperkosa mu waktu itu, yang sekaligus mantan pacarmu” ucap Rendi.


“Tunggu, jangan-jangan kamu mikir temanku cuman dia. Dia sudah pergi tidak di negara ini lagi. Dan jangan bilang kamu cemburu aku bertemu pria di luar”


Rendi hanya diam saja menatap Thalia, memang benar tebakan perempuan itu. Dia tidak ingin Thalia keluar rumah karena perempuan itu pasti bertemu dnegan teman-teman nya yang kebanyakan pria semua. Dan dia takut kalau Thalia bertemu dnegan mantan kekasihnya.


“benar apa yang aku katakan?” Thalia tersenyum sinis pada Rendi.


“Kamu pria dingin yang cemburuan ternyata, tidak ku sangka kau pencemburu kelas kakap” ucap Thalia didepan Rendi.


“tenang saja, aku tidak bertemu pria-pria lain. Aku ingin bertemu Jane dan Putri teman lamaku” lanjut Thalia.


“Boleh ya, aku tidak lama. Cuman sebentar habis itu aku pulang ke rumah” bujuk Thalia agar Rendi mengijinkan dirinya untuk keluar.


“Tidak di rumah saja, suruh mereka yang kesini” Rendi kembali menolak.


Thalia langsung melepaskan tangannya dari rendi, dia benar-benar kesal dengan suaminya. Dia langsung pergi dnegan wajah murung.


Rendi melihat hal tersebut, dia langsung berjalan menyusul Thalia yang akan ke kamar. Sebelum perempuan itu masuk kedalam kamar. Rendi terlebih dulu memeluknya dari belakang.


“jangan marah, bukannya aku melarang dirimu untuk pergi. Tapi aku hari ini pulang cepat, aku ingin kamu di rumah saja” ucap rendi pada Thalia


“Hemm.” Thalia hanya berdehem saja, dia masih kesal karena tidak diijinan keluar.


Rendi langsung membalikkan tubuh Thalia, menatap manik mata perempuan itu. Dan dia menarik dagu sang istri kemudian menciumnya.


“Itu hadiah dariku pagi, jika kamu masih menuruti ku. Hadiah selanjutnya akan kamu dapatkan nanti saat aku pulang bekerja” ucap rendi setelah mencium Thalia.

__ADS_1


Thalia yang memejamkan matanya menikmati ciuman dari suaminya langsung membuka mata saat tidka merasakan decapan bibir.


“kenapa kamu sudahi, aku masih menikmatinya” ucapnya tanpa rasa malu.


Rendi hanya tersenyum,


“jika aku terus melakukannya, bisa-bisa aku tidak bisa bekerja hari ini” pungkasnya.


Thalia langsung cemberut dibuatnya.


“hadiah apa yang akan kamu berikan padaku nanti, kenapa tidak sekarang saja” ucapnya tak sabaran.


“Aku bilang nanti, cukup turuti ucapan ku mau” pinta rendi


“ya sudah aku di rumah saja” ucap Thalia akhirnya.


“bagus,” Rendi mengusap lembut kepala istrinya.


“tunggu aku pulang” ucapnya lagi.


“ya”


“Kalau begitu aku berangkat dulu,” ucap rendi pada Thalia dia langsung mengulurkan tangannya.


“Apa?” tanya Thalia tak mengerti kenapa rendi mengulurkan tangan padanya.


“Aku mau berangkat bekerja, kamu istriku jadi cium tanganku sebelum aku berangkat” jelas rendi.


“hah?” Thalia langsung membuka mulutnya.


“Sudah cium saja, istri yang baik harus melakukannya” pinta rendi


Thalia terpaksa mengambil tangan rendi dan menciumnya,


“Aku berangkat” ucap rendi sambil memeluk dan mencium pipi Thalia.


“Oh iya, bagaimana milikmu apa masih sakit? Kalau masih sakit mau aku belikan obat” tanya Rendi yang menghentikan langkahnya saat teringat kemarin Thalia masih merasa nyeri.


“Sudah tidak lagi,” jawab Thalia.


“Ya sudah kalau begitu, aku berangkat bekerja. Tetap tunggu aku di rumah” tukas Rendi sebelum pergi.


“Iya suamiku, kenapa harus kamu ulang-ulang sih” jutek Thalia yang jengah karena terus diulang.


Rendi tersenyum kecil, dan dia langsung melangkah pergi kearah pintu diikuti Thalia yang mengantarkan sang suami di depan pintu apartemen.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2