
“LITA......” teriak Fahri dan akan meraih tangan Lita tapi terlambat tangannya tak sampai.
“LITA...LITA, tidak ini tidak mungkin” ucap Fahri begitu terpukul karena tepat didepan matanya dia melihat Lita menjatuhkan diri ke sungai dan saat ini tubuh Lita sudah tak terlihat.
“Ini tidak mungkin,” ucap Fahri dan akan naik keatas jembatan bermaksud untuk menolong Lita yang sudah jatuh ke sungai.
“Tuan-tuan turn dari anda sedang apa” ucap Beberapa orang yang menahan Fahri was-was.
“Lepas, lepaskan aku. istriku jatuh ke sungai aku harus menolongnya” berontak Fahri mencoba menghempaskan beberapa orang yang memegangi dirinya.
“sadarlah pak, kita hubungi pihak berwenang dulu jangan asal melompat. Tenang tuan” ucap mereka –mereka semua.
“Kalian menyuruh saya untuk tenang bagaimana saya bisa tenang istri saya jatuh ke sungai, minggir, minggir saya akan menolong istri saya” ucap Fahri.
“Tuan sadarlah tuan sadarlah, ini sungai tidak mungkin anda bisa meno...” belum juga pria itu melanjutkan ucapannya nya Fahri sudah mencengkram lehernya terlebih dahulu. Dia menatap orang-orang yang mengerubungi dia saat ini.
“Kalian bilang tenang dan kenapa kalian semua mengerubungi diriku kenapa tidak sedari tadi sebelum istriku melompat hah” bentak fahri menatap nyalang semua orang.
Dia menghempas pria itu kuat dan berjalan kepinggir jembatan lagi, orang-orang yang ada disitu waspada takut Fahri akan melompat dari jembatan.
“LITa, Lita kenapa kau berbuat begini hah, Kenapa” teriaknya.
“Kenapa kau melakukannya hah,..kenapa kau melakukan tanpa ijinku..” teriaknya lagi.
“Tuan-tuan sadarlah, saya sudah memanggil pihak basarnas untuk mencari istri anda” ucap seorang pria yang berjalan memegang punggung Fahri yang terduduk melihat kebawah jembatan meratapi kepergian Lita.
Entah kenapa hatinya terasa sesak dan hancur berkeping melihat Lita yang jatuh begitu saja ke sungai. Hatinya begitu sakit saat ini,.
Tak terasa air matanya menetes,
“Kau gila, kenapa kau melakukannya hah.” Ucapnya menangis di pinggir jembatan itu. Hatinya sakit-sakit sekali, seharusnya dia merasa senang melihat Lita yang terjun bebas ke sungai tapi kenapa hatinya malah sakit begini.
.....................
Lita muncul kepermukaan air dengan lemah, dia melihat sekelilingnya yang sudah jauh dari jembatan tempat dimana dia menjatuhkan dirinya sendiri tadi.
Dia sudah memperhitungkan kondisinya, dia memang selama ini bisa berenang tapi dia waktu itu menipu Fahri pura-pura tenggelam di kolam renang. Sehingga itu ia gunakan untuk mengelabuhi Fahri saat ini, karena tidak ada cara lain selain begini. bagaimanapun dia harus menghilang dari hidup Fahri.
Lita berenang perlahan ke tepian tapi sebelum sampai ditepi sungai dia sudah tidak sadarkan terlebih dahulu. Dia begitu lemah karena jatuh dari ketinggian jembatan dan membentur air sungai jelas itu sungguh hal yang membahayakan baginya.
Tubuh Lita terbawa arus sungai yang deras, entah akan menepi kemana Lita nanti.
“Dokter-dokter ada orang yang mengapung dipinggir sungai” ucap seorang anak kecil yang mungkin berumur delapan tahun.
__ADS_1
Dia menghampiri seorang dokter pria yang tampan, dokter itu sendiri sedang bersama dua rekannya memberikan sosialisasi pada anak-anak dan juga ibu-ibu disebuah pedesaan yang tidak jauh dari sungai.
“Haikal jangan bohong dengan dokter Rey” ucap seorang ibu pada bocah kecil itu.
“Aku tidak bohong bu, itu beneran ada mbak cantik terdampar dipinggir sungai. Tadi aku tidak sengaja melihatnya. Ayok dokter, ayok kasihan mbaknya” ucap bocah bernama Haikal itu, dia terus menarik-narik Rey.
“Sudahlah Rey kau ikut saja, biar aku yang memberikan sosialisasi disini. Kau tahu sendiri bocah itu bagaiman kalau tidak dituruti kemauannya” ucap seorang dokter wanita rekan dari Rey.
“Ya sudah ayo Haikal,” ucap Rey akhirnya.
“Ayo, ayo Dokter Rey. Kasihan mbaknya. Semoga saja dia masih hidup” ucap Haikal bergegas menarik Rey.
Terpaksa Rey mengikuti Haikal kearah sungai, dia harus memastikan apa yang dikatakan anak kecil itu benar atau tidak.
“Dimana mbaknya Haikal,” ucap Rey saat sudah sampai di pinggir sungai.
“Itu dokter ganteng” ucap Haikal menunjuk seorang wanita yang ada dipinggir sungai tidak sadarkan diri.
Rey langsung melihat kearah Haikal menunjuk dan benar disitu ada seorang wanita yang basah kuyub tidak sadarkan diri.
Dengan segera Rey langsung berlari menghampiri wanita itu begitu juga Haikal yang mengikuti dokter tampan tersebut.
Betapa terkejutnya Rey saat melihat siapa wanita yang tidak sadarkan diri di pinggir sungai itu.
“Lita, Lita bangunlah, Lita..” ucap Rey menepuk-nepuk pelan wajah Lita.
Hei sadarlah, ini aku Lita..” ucap Rey berkali-kali menepuk wajah Lita.
Tidak, dia tidak bisa begini dia harus memberikan CPR pada Lita, dengan segera Rey menekan-nekan Dada Lita dan memberikan napas buatan untu perempuan itu.
“Lita, aku mohon sadarlah, aku mohon”
Uhuhuk.
Lita terbatuk dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya, dia perlahan membuka matanya. Melihat itu Rey begitu lega.
“Syukurlah kau sudah sadar” ucap Rey lega saat Lita sudah membuka matanya.
“dokter, dokter ganteng mbaknya sudah sadar” ucap Haikal melihat Rey.
“Iya,” ucap rey sambil membantu mendudukkan Lita.
“Rey,.” Lirih Lita saat melihat Rey di depannya. Baru saja dia berkata singkat begitu Lita sudah pingsan lagi.
__ADS_1
“Lita, Lita” ucap rey mencoba untuk membangunkan Lita yang pingsan.
“Dokter mbaknya kenapa?” ucap Haikal.
“Dia pingsan” jawab Rey.
“David,.” Dia kepikiran untuk tentang kakak dari Lita.
“Benar aku harus memberitahu David kalau Lita ada dalam sekarang” ucapnya dan langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celana.
......................
Saat ini hari sudah mulai menggelap, fahri masih setia dipinggir sungai bersama kedua orang tuanya. Benar kedua orang tuanya dia mengabari Papa dan Mamanya tak ketinggalan juga dia memberitahu Papa mertuanya soal Lita.
“Maaf Pak, saya rasa pencarian hari ini dilanjutkan besok. Karena langit sudah mulai gelap” ucap pimpinan dari tim Basarnas itu.
“Apa? Kau bilang apa? Tidak tidak bisa pokoknya kalian harus mencari istri ku sampai ketemu” ucap fahri mencengkram kuat leher petugas itu.
“Fahri, Fahri tenanglah” ucap Wulan pada anaknya tersebut.
“Tidak Ma, aku tidak bisa tenang. Lita harus segera ditemukan ka..kalau..” ucap Fahri tak kuasa meneruskan ucapannya. Hatinya begitu sesak saat ini.
“Pa..Lita Pa, Lita” ucap Nafa memeluk kuat Aryo dia tidak sanggup mendengar kenyataan ini. Salah satu putrinya tidak ada.
“Tenang Ma tenang Lita pasti ketemu” ucap Aryo memeluk istrinya memberi ketenangan.
“Sepertinya tidak ada harapan lagi untuk kita mencarinya Tuan, dari ketinggian itu terjun ke sungai sepertinya putri anda tidak selamat” ucap petugas itu beralih pada Aryo karena tidak mungkin dia berbicara pada Fahri yang emosi.
“Apa kau bilang, kau bilang apa” bentak Fahri tidak terima dan akan memukul petugas itu tapi niatnya terhenti karena sang Papa tuan Sasongko menahannya.
“Fahri tenanglah, tenang. Mungkin memang begitu, Lita mungkin tidak selamat Fahri ikhlaskan dia agar jasadnya mudah ditemukan” ucap Sasongko.
Fahri menatap papanya tajam,
“Tidak Pa, tidak Lita masih hidup. Dia tidak mungkin tiada sebelum jasadnya ketemu aku tidak akan percaya kalau dia sudah tiada. Dia pasti sengaja bersembunyi dari ku. Iya benar dia sengaja menghilang dariku saat ini dia ingin membuatku merasa bersalah. Dia masih hidup Pa. Kala begitu ayo pulang, dia pasti pulang ke rumah untuk mengambil pakainya nya. Dia pasti akan melarikan diri padaku” ucap fahri seperti orang yang kehilangan akal.
Orang-orang yang ada disitu menatap Fahri aneh,
“Fahri, fahri mau kemana kau” ucap Sasongko dan Aryo bersamaan.
“Ma, ayo pulang. Lita pasti di rumah sedang memberesi pakainnya. Ayo ma ikut aku, kalau dia melihat Mama pasti dia mengurungkan niatnya untuk menghilang” ucap Fahri menarik sang Mama.
°°°
__ADS_1
T.B.C