
"Kembalikan anakku," Lita akan mengambil anaknya dari gendongan Fahri saat ini.
Fahri sedikit menjauh, menatap Lita.
"Aku mohon biarkan aku menggendongnya. Ini anakku juga, dan aku mohon beri aku kesempatan Lita. Aku minta maaf, mari kita mulai dari awal" lirih Fahri menatap Lita begitu berharap Lita mau memberinya kesempatan sekali lagi.
"Cih, tidak tahu malu. Kau lupa apa yang kau lakukan padaku." sinis Lita melihat Fahri dengan marah.
Fahri terdiam menunduk, sembari mengingat apa saja yang ia lakukan pada Lita.
"Aku tahu, aku salah. Tapi aku mohon aku minta maaf padamu, aku menyesal atas apa yang aku lakukan padamu. Sayang aku mohon beri aku satu kesempatan lagi, kita mulai bersama dengan Axel" Fahri memegang tangan Lita dengan satu tangannya menggendong anaknya.
Lita menghempas tangan itu, menatap tidak suka pada Fahri.
"Jangan pernah memanggilku sayang, aku bukan siapa-siapa mu mengerti"
"kau istriku," tegas Fahri.
"Bukannya kau pernah bilang tidak pernah menganggap ku istri. Didepan kakakmu saja kau mengatakan kalau aku bukan istrimu, kau berniat balas dendam kan. Balas kan saja dendam mu padaku sekarang, pada pembunuh tunangan mu" ucap Lita dengan penuh penekanan.
Fahri terdiam melihat kearah Lita yang begitu marah dan membenci dirinya.
"Sayang jangan bahas masa lalu, aku minta maaf soal itu, aku minta maaf karena telah menyalahkan mu soal Dira. Aku minta maaf" ucap Fahri tiba-tiba saja dia berlutut didepan Lita sambil masih menggendong anaknya.
"Apa yang kau lakukan,"
"Ayo kita mulai dari awal pernikahan kita, aku minta maaf. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan Axel. Aku mohon ,jika kau masih membenciku lakukan semua ini demi Axel Lita. Dia pasti butuh kasih sayangku sebagai ayahnya. Aku mohon" Fahri benar-benar putus asa dia menunduk meneteskan air matanya sambil berlutut menggendong Axel.
Lita terdiam melihat hal itu, hatinya bergetar merasa bingung harus apa. Dia masih sedikit merasa sakit hati dengan Fahri tapi ucapan pria itu tentang Axel yang membutuhkan kasih sayangnya.
"Kemari kan anakku" Lita mengambil paksa anaknya dari gendongan Fahri.
Fahri lemas seketika berarti Lita tidak mau memaafkannya saat ini. Matanya berkaca-kaca sedih karena Lita saat ini tidak memaafkannya kedepannya bisa kah ia hidup tanpa Lita dan anaknya.
Lita terdiam melihat Fahri yang masih berlutut didepannya saat ini.
"Lakukan sesukamu, tapi aku melakukannya bukan karena aku memaafkan mu. Aku melakukan semua ini demi anakku mengerti" ucap Lita melihat Fahri yang langsung mendongak menatap Lita.
"Artinya kau mau kembali padaku?" ucap Fahri penuh harap.
"Kau pikir saja sendiri," Lita langsung pergi dari situ.
__ADS_1
Fahri langsung merasa senang, akhirnya Lita mau kembali padanya meskipun perempuan itu belum memaafkannya saat ini.
Dia segera berlari mengejar Lita yang berjalan cepat sambil menggendong anaknya.Dan Fahri langsung memeluk Lita dari belakang, dia memeluk dengan kebahagian beribu rasa di hatinya. Akhirnya setelah beberapa bulan dia berusaha menemukan Lita dan beberapa minggu ini dia berjuang memohon pada perempuan itu. Lita mau kembali padanya, untung saja hal bodoh tidak ia lakukan untuk mengakhiri hidup.
Jujur dia punya niatan untuk melakukan lagi apabila Lita hari ini tidak kembali padanya. Karena untuk apa dia hidup kalau Lita dan anaknya tidak bersamanya.
°°°°°
Fahri mengantarkan Lita pulang tapi jangan berharap mereka saling bicara satu sama lain. Lita sedari tadi sama sekali tidak bicara dengan Fahri.
Walaupun dia bilang akan kembali pada Fahri tapi dia enggan untuk sekedar bicara pada pria yang berstatus suaminya tersebut. Dia kembali pada pria itu hanya demi anaknya saja.
Dia pulang ke rumah saja, sebenarnya tidak ingin satu mobil dengan Fahri. Ini ia lakukan juga karena terpaksa. Bagaimana tidak terpaksa, dia bingung harus pulang naik apa.
Ternyata kakaknya itu pergi meninggalkan dirinya dan Axel di taman. Alhasil Fahri yang memang mengikutinya sampai ke parkiran melihat itu langsung menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang.
"Aku berterimakasih padamu, aku janji. Aku akan membuatmu bahagia, memberikanmu kebahagian yang selama ini tidak aku berikan padamu" pungkas Fahri menatap Lita.
"Hari ini aku akan bicara pada Papa Aryo, aku ingin izin padanya untuk membawamu ke Apartemenku. Mulai hari ini kau mau kan tinggal bersamaku lagi," ucap Fahri lagi nada canggung masih terasa dalam ucapannya karena sedari tadi Lita hanya mendiaminya saja.
"Aku melakukannya demi Axel jangan berharap terlalu besar mengerti" tukas Lita melihat kearah Fahri.
Dia membuka pintu mobil itu setelah mobilnya berhenti.
Tapi sebelum hal itu terjadi Fahri sudah menahan lengannya membuat dia mengurungkan niatnya tersebut.
"Sebentar," lirih Fahri mengecup anaknya singkat dan dia beralih melihat Lita.
Cup
Fahri mencium Lita saat ini, tentu saja Lita tidak mau dia langsung mendorong Fahri menatap pria itu.
"Jangan kurang ajar padaku" sinis Lita mengusap bibirnya kasar dan langsung turun.
Fahri hanya tersenyum saja, dia memang sengaja melakukan itu melihat masihkah Lita mencintainya. Dari ciuman itu di tahu Lita masih mencintainya saat ini. Karena dia merasakan hal itu.
Fahri langsung ikut turun menyusul Lita yang sudah berjalan lebih dahulu menuju pintu rumah orang tuanya.
"Bagaimanapun caranya aku akan membuatmu memaafkan ku Lita. Hatiku hanya padamu saat ini" tukas Fahri melihat Lita nanar. Lita sesekali melihat kearah Fahri yang berjalan di belakangnya dia semakin terburu-buru saat pria itu akan menyamai langkahnya.
………………
__ADS_1
Fahri sudah duduk di depan Aryo, Nafa dan juga David. Dia menatap ketiga orang itu bergantian.
Fahri menatap David yang sekilas menatapnya,
"Papa, aku ingin meminta ijinmu untuk membawa Lita bersamaku. Aku, aku dan dia sudah sepakat untuk kembali bersama demi anak kita pa. Aku harap Papa mengijinkan ku" jelas Fahri menatap mertuanya.
"Kamu serius Fahri, Lita mau kembali bersamamu demi Axel. Syukurlah kalau kalian kembali bersama Papa senang mendengarnya" ucap Aryo begitu gembira mendengar kabar ini.
"Bagaimana bisa kau kembali dengan Lita, Lita kenapa malah ingin kembali denganmu. Mama tidak setuju" ucap Nafa menolak.
"Ma, tidak usah kita ikut campur. Ini sudah keputusan Lita. Demi anak mereka ma," pungkas Aryo pada istrinya.
David hanya diam saja, sebenarnya dia tidak terima dengan ini. Ia tidak terima kalau adiknya kembali pada Fahri. Tapi bagaimana lagi, kalau bukan karena ancaman Fahri dan bukan karena Naya. Dia pasti menentang semua ini.
"Bagaimana menurutmu kak, kau mengijinkan diriku kembali pada Lita kan?" tanya Fahri pada David yang memalingkan wajahnya.
"Terserah" singkatnya.
"Kalau begitu hari ini ijinkan aku membawa Lita dan anakku ke Apartemenku Pa" pungkas Fahri membuat mereka semua terkejut. Fahri ingin membawa Lita hari ini juga.
"Apa? hari ini"
"Iya Pa,"
"Jangan hari ini Fahri besok saja, bagaimana?"
"Tidak Pa, aku sudah menyiapkan kejutan untuk anak dan istriku di Apartemen"
"Ya sudah kalau itu keputusanmu"
"Pa,." ucap Nafa dan David bersamaan. Mereka seakan tidak terima dan menaruh curiga pada Fahri kenapa juga harus hari ini.
"Kalau Papa setuju ijinkan aku menemui Lita di kamarnya Pa. Aku akan membantu dia"
"Iya silahkan"
Fahri langsung permisi menuju kamar Lita saat ini, dia begitu senang akhirnya ia dan Lita bisa kembali bersama. Meskipun dia harus berjuang untuk membuat Lita memaafkan. Tapi setidaknya Lita sudah bersamanya saat ini.
°°°
T.B.C
__ADS_1