Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
16


__ADS_3

Fahri hari ini tidak pulang dia duduk di sofa ruangan kantornya dalam kegelapan malam, ia menatap kosong ke depan memikirkan betapa bodohnya dia pagi tadi bagaimana bisa dia mencium Lita. Kenapa hatinya berdebar saat mendengar ucapan Lita yang mengatakan kalau perempuan itu mencintainya dan rela dijadikan budaknya.


“Kau bodoh fahri, kau bodoh kenapa kau mencium perempuan itu tadi pagi.” Runtuk Fahri menyesali apa yang dia lakukan tadi. Bahkan dia tadi hampir tidak bisa mengontrol dirinya untuk menggerayahi sekujur tubuh Lita.


Kenapa ciuman tadi pagi membuat dirinya lebih tertantang serta ketagihan untuk melakukan hal lebih. Padahal selama ini saat dia berpura-pura menjadi orang baik ketika mereka pacaran dulu dia sering mencium bibir Lita tapi tidak sampai terbawa nafsu.


“Ada apa dengan diriku, jangan bodoh Fahri”


Flashback ON


Fahri duduk sendiri di taman sambil sesekali dia melihat jam ditangannya, rasa kesal tengah menghinggapi dalam dirinya menunggu bukanlah suatu kesenangan baginya.


“Kemana dia? Kenapa jam segini belum datang juga” ucapnya


Tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya kini membuat dirinya seketika merasa penasaran serta menebak-nebak siapa yang telah menutup matanya sungguh tidak lucu sama sekali.


“Siapa ini lepaskan,” ucapnya meraba-raba tangan yang tengah menutup matanya.


“Talita,” ucapnya saat merasakan kelembutan tangan yang ia pegang di matanya saat ini.


“huh nggak seru, cepat banget kamu nebak ini aku” ucap Lita melepaskan tangannya dari mata Fahri dan duduk disebelah sang kekasih.


“kemana aja? Kenapa baru datang”


“emmm, kemana ya?”


“tebak sayang aku habis darimana?”


“Jangan bercanda Lita, bilang kamu darimana lama sekali baru datang”


“Aku dari beli ini, tara” ucap Lita menunjukkan kue tar ditangannya.


“Kamu ulang tahun kan sekarang, dan tepat di hari jadi dua bulan kita sayang” pungkas Lita dengan senang sekali.


Fahri hanay diam menatap kue tar itu, dia juga hanya diam saat melihat Lita tersenyum


“Kok kamu Cuma diem aja sih, bilang kek terimakasih sayang, love u gitu kenapa”


“Iya terimakasih”

__ADS_1


“Udah cuman itu, iih sayang jangan kaku begitu dong. Masa kamu nggak ngasih aku apa..”


Belum juga Lita melanjutkan ucapannya Fahri mengecup singkat bibirnya,


“Udah, puas sekarang. Itu rasa terimakasih ku ke kamu” pungkas Fahri melihat Lita.


Lita tersenyum senang dengan kecupan singkat dari Fahri, lalu tiba-tiba saja dia meletakkan kue tar tersebut di pangkuannya dan dia mendekat kepada Fahri dan mencium pria didepannya.


Fahri langsung terkejut dengan ciuman dari Lita, bahkan perempuan itu seakan meminta lebih dalam lagi ciumannya. Akhirnya Fahri membalas ciuman dari Lita itu menciumnya lembut dan sedikit *******. Namun saat dia tersadar ia membuka matanya ditengah ciuman, ini sungguh tidak benar tapi dia menikmati, walupun begitu ini tidak membuatnya terlena dia tidak memperdalam ciumannya meskipun Lita meminta lebih matanya terbuka menatap tajam.


FLASHBACK OFF


.......................


Lita berjalan pelan sambil menahan sakit dikakinya sedari tadi dia duduk diruang tengah menunggu suaminya pulang, tapi Fahri tak kunjung datang. Hari sudah larut bahkan hampir tengah malam bahkan makan malam terlewat begitu saja bagi Lita.


Dia duduk sambil sesekali melihat kearah Pintu rumahnya berharap sang suami muncul dari balik pintu itu. Dia semakin yakin bahwa Fahri memang menyukainya jadi sebisa mungkin ia kan tetap berusaha mendapatkan hati Fahri sepenuhnya.


“Aku tidak akan kaku lagi, aku akan berusaha dan tidak menyerah untuk membuatmu lebih dalam mencintaiku Fahri. Tidak perduli kau akan menyakitiku sedemikian rupa yang aku perduli kan hanya hatimu. Kau tadi menciumku itu berarti kau ada rasa untukku” ucap Lita sembari mengingat tadi pagi saat Fahri menciumnya kasar. Meskipun ia tersakiti oleh ciuman itu tapi dia tidak akan menyerah.


Mbok Jum akan mematikan lampu ruang tengah yang masih menyala tapi niatnya terhenti saat melihat Lita yang duduk di sofa sambil gelisah menatap pintu rumah.


Lita langsung menoleh melihat kearah mbok Jum yang berjalan menghampiri dirinya.


“belum mbok, aku nunggu mas Fahri pulang” ucap Lita


“Kamu menunggu den Fahri, jam segini. Sepertinya dia tidak pulang hari ini Lita, lebih baik kamu tidur saja”


Lita terdiam benar juga, jam segini mana mungkin Fahri belum pulang mungkin pria itu menginap di kantor. Iya mungkin, apa dia tidur saja ya.


....................


David datang ke rumah Lita membuka kasar pintu rumah adiknya itu, dia memegang sebuah map ditangannya berjalan cepat menuju ruang makan di rumah adiknya tersebut.


Lita yang sedang duduk menikmati sarapannya seorang diri langung melihat kedatangan sang kakak yang menatapnya serius.


“Ada apa kak? Kenapa pagi-pagi dirimu kemari?” tanya Lita melihat kakaknya tersebut.


“Tandatangani ini, ceraikan suamimu sekarang” David menyerahkan amplop yang berisi berkas perceraian Lita dengan Fahri.

__ADS_1


“Kau apa-apa kak, kenapa datang-datang menyuruh diriku menceraikan suamiku sekarang”


“Kakak bilang tandatangani ini Lita, dia orang yang kejam mengerti. Kau banyak tersiksa dengannya kan selama menikah ini. Dan lukamu beberapa bulan lalu karena pria itu kan” sergah David menatap sang adik yang langsung berdiri.


“Bukan urusan kakak, aku tidak mau menceraikan suamiku kak” ucap Lita menolak perintah sanga kakak.


“Kau tidak mau menceraikannya, kau ingin tahu siapa dia?”


“Siapa? Apa dirimu sudah menemukan identitasnya?”


“aku sudah menemukan semuanya mengerti, asal kau tahu dia merupakan tunangan dari Dira sahabatmu mengerti. Dia menikahi dirimu saat ini karena ingin balas dendam padamu?”


Lita langsung terdiam mendengar ucapan kakaknya, benarkah pa yang dibilang kakaknya kalau Fahri tunangan Dira dan kenapa Fahri harus balas dendam dengannya.


“Ke....kenapa dia ingn balas dendam denganku kak?” ucapnya gugup.


“Dia mengira kau yang membunuh Dira, maka cepat tanda tangani ini ceraikan dia” David memegang tangan adiknya memaksa Lita untuk menandatangani surat perceraian itu.


“Tidak kak, aku tidak mau, aku tidak mau bercerai dengannya.”


“Lita cepat tanda tangini, jangan bodoh dia ingin membunuhmu mengerti maka ceraikan saja” David masih terus memaksa Lita menarik dan memaksa adiknya untuk menandatangani surat itu.


“Aku bilang tidak ya tidak kak, aku mencintai Fahri. Aku tidak perduli dia mencintaiku atau tidak, diriku akan membuatnya mencintaiku kak” ucap Lita mencoba menarik tangannya dari genggaman sang kakak yang terus memaksanya untuk menandatangani surat perceraian dirinya dengan Fahri.


“Lita, aku bilang tandatangani” david masih bersi keras memaksa Lita untuk melakukannya. Bahkan dengan keras dia menarik tangan adiknya itu agar mau menuruti dirinya.


“Apa yang kau lakukan pada istriku?” terdengar suara tegas yang berjalan mendekat. Suara siapa lagi kalau bukan Fahri.


Lita dan juga David menatap kearah pria tersebut, tatapan David berubah menjadi tajam melepaskan tangan Lita dan berjalan cepat ke arah Fahri yang berjalan dingin mengarah padanya.


Brakk


Fahri tersungkur seketika saat David meninju nya kuat,


“FAHRI...” teriak Lita saat Fahri tersungkur ke lantai


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2