Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 90 (Season 2)


__ADS_3

Ponsel milik Thalia yang berada di nakas meja kamar berdering membuat Rendi yang tengah berada di dalam kamar tengah mencari baju di lemari langsung melihat kearah ponsel tersebut dan dia sesekali melihat kearah kamar mandi dimana Thalia asih berada di sana sedang mandi. karena mereka akan pergi ke supermarket.


Rendi melangkah mendekati ponsel tersebut karena berbunyi cukup nyaring, dia melihat ke layar ponsel dimana tertera nomor tanpa nama disitu.


“Siapa yang menelpon Thalia?” gumamnya penasaran, perlahan tangannya mengambil ponsel tersebut dan mengangkatnya.


“Halo siapa?” tanyanya terus terang tanpa basa-basi.


Entah mengapa saat Rendi yang menjawab panggilan langsung dimatikan begitu saja membuat rendi merasa aneh sendiri dengan dan dia semakin penasaran kira-kira siapa yang menelpon istrinya dan kenapa harus dimatikan saat dia yang mengangkatnya.


“Siapa orang ini” heran Rendi dan memanggil kembali nomor itu, dia penasaran dengan siapa yang menelpon Thalia saat ini.


“Kenapa tidak diangkat,” geram Rendi saat panggilannya tidak di angkat.


“Siapa sebenarnya dia?” pungkas Rendi yang semakin penasaran.


“Ada apa?” tanya Thalia yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya.


“Ada yang menelpon, tapi aku telpon lagi tidak diangkat. Ini nomor siapa?” tanya Rendi dan berjalan menghampiri Thalia yang mendekatinya saat ini.


“Mana aku lihat” ucap Thalia mengambil alih ponsel miliknya, untuk melihat siapa yang dimaksud Rendi.


“Nomor siapa? Aku yang mengangkat langsung dimatikan. Aku telpon kembali tidak diangkat olehnya” ucap Rendi seakan mengintrogasi.


“Aku tidak tahu ini nomor siapa?” ucap Thalia yang juga bingung itu nomor siapa, dia tidak pernah tahu nomor itu.


“masa kamu tidak tahu, kalau kamu tidak tahu tidak mungkin dia menelpon dirimu” ucap rendi yang terkesan tidak percaya.


“Kamu nggak percaya sama aku, aku serius nggak tahu ini nomor siapa. Coba kamu telpon aja lagi siapa tahu dia angkat. Atau ini nomor salah sambung, udahlah ini kalau kamu tidak percaya aku mau ganti baju” sebelu pergi Thalia menyerahkan ponselnya kemabli ada Rendi.


Rendi menerima ponsel tersebut dan melihat istrinya, dia seperti menyelidik antara percaya dan tidak. Tapi dilihat dari wajah istrinya yang bete sepertinya memang Thalia tidak tahu itu nomor milik siapa.


Rendi langsung pergi sambil membawa ponsel Thalia di tangannya membuat Thalia yang akan memilih baju langsung berhenti dan melihat Rendi yang akan membuka pintu.


“kamu mau kemana? Belum ganti baju masih pakai handuk begitu” pungkas Thalia menghentikan langkah Rendi sehingga pria tersebut melihat Thalia sekilas.

__ADS_1


“Mau ke dapur sebentar” jawabnya dan langsung membuka pintu kamar mereka.


“Itu nomor siapa? Kenapa dia menelpon diriku. Apa mungkin salah sambung” pikir Thalia terhenti untuk memilih baju karena memikirkan nomor yang baru saja menelponnya itu.


................................


Rendi berdiri di depan kulkas sambil memegang dua ponsel, satu ponsel miliknya dan satu ponsel milik Thalia. Dia mencatat nomor yang baru menelpon istrinya itu, terserah dia dikata protektif tapi bagaimanapun dia harus begitu. Dia tidak ingin orang lain mendekati miliknya apalagi mengganggu istrinya.


Alasannya mencatat nomor tersebut tentu saja akan ia lacak nanti saat dia di kantor, dia akan mencari tahu nomor siapa itu sebenarnya. Karena fellingnya benar-benar tidak enak dengan nomor tersebut.


Baru saja dia memikirkan nomor itu, sebuah pesan masuk kedalam ponsel Thalia.


“Bisa kita bertemu Thalia, ada yang ingin aku bicarakan soal suamimu. Temui aku ditempat kita sering bertemu dan melakukan manipulasi dulu, tertanda NC” begitulah isi pesan tersebut.


Membaca itu rendi semakin geram, tangannya terkepal sebenarnya siapa orang itu, siapa NC itu. karena kesalnya, ia langsung membanting ponsel Thalia, dia tidak ingin orang itu menghubungi istrinya lagi.


“NC, siapa NC. Apa Nicholas? Kalau benar dia, sungguh tidak beres pria itu dan lihat kalau memang benar-benar pria brengsek itu. tidak akan aku biarkan” gumam Rendi.


“Lihat, apa yang aku lakukan jika memang itu pria brengsek tersebut” ucapnya lagi sambil menginjak ponsel milik Thalia yang sudah terbelah di lantai.


“Apa yang kamu lakukan pada ponselku?” ucap Thalia yang terkejut melihat ponselnya yang sudah mati di injak oleh Rendi sekarang.


“Kamu ini apa-apan sih, main banting dan main ganti ponsel. Kenapa sebenarnya?” tuntut Thalia agar Rendi mengaku.


“Aku ganti baju dulu, habis ini kita pergi” bukannya menjawab rendi malah mengalihkan pembicaraan dan pergi dari hadapan Thalia.


“hey, jawab aku jangan pergi begitu. Aku tidak butuh kau ganti, tapi aku butuh penjelasan mu soal ponselku yang kamu banting” seru Thalia yang kesal saat Rendi melewatinya begitu saja.


Rendi yang tengah kesal dan emosi hanya membiarkan saja ucapan Thalia, dia sama sekali tidak menggubris kemarahan sang istri padanya. Yang jelas dia sekarang tengah kesal sendiri dengan orang yang menghubungi nomor istrinya dan mengajak bertemu itu.


“Dia kenapa sih, ponselku dibanting begitu. Papa kamu anak ngerti nggak sayang” ucap Thalia menatap miris ponselnya yang telah hancur di lantai sambil mengusap perutnya sendiri


..............................................


“Kamu duduk disini saja dulu, aku mau nelpon rekanku sebentar” ucap Rendi meminta Thalia untuk tetap duduk di kursi Cafe yang ada di salah satu mall.

__ADS_1


“nelpon disini saja kenapa sih” heran Thalia.


“Sebentar” ucap rendi dan langsung pergi tidak menanggapi Thalia lagi yang semakin curiga dengan sikap Rendi sedari mereka pergi dari rumah tadi rendi terlihat aneh bahkan pria itu lebih banyak diam.


Rendi berdiri didekat pintu masuk Cafe sambil menelpon seseorang, dia tampak serius sekarang.


“Ya, kamu kan sudah saya suruh hubungkan saya dengan Faldo” tukasnya meminta orang diseberang sana untuk menghubungkan dirinya dnegan Faldo salah satu rekan intel nya dulu.


“Iya sebentar, Faldo sedang bicara dengan interpol Rusia” jawab seseorang diseberang sana.


“Ya sudah tidak jadi, dirimu saja. Saya minta tolong, lacak nomor yang saya kirim ke kamu Tio” ucap Rendi pada Tio salah satu rekannya di kepolisian.


“Nomor? Nomor apa let” heran Tio


“Nomor ponsel, kau lihat saja. Lacak nomor itu berikan aku informasi nanti. Itu nomor siapa dan dimana alamatnya tinggal” pungkas Rendi.


“Sebentar, aku lihat dulu ponsel ku”


“sepertinya ini nomor khusus, bakal lama kalau aku lacak” ucap Tio.


“makanya itu saya memintamu untuk menghubungkan dengan Faldo,”


“Aku bisa melacaknya, tapi butuh sehari dua hari. Faldo sepertinya sibuk hari ini” ucap Tio.


“terserahlah, intinya segera lacak nomor itu dan berikan informasinya padaku besok atau kirimkan ke nomorku” tegas Rendi.


“Siap,”


“Ya sudah saya matikan. Terimakasih” pungkas Rendi dan langsung mematikan panggilan mereka sekarang.


Dilihat dari nomornya memang itu nomor khusus yang dibuat khusus oleh operator seluler untuk orang-orang tertentu.


“berarti orang itu bukan orang sembarangan, tapi siapa dia. apa dia tidak tahu Thalia sudah punya suami dan manipulasi apa yang dimaksud pemilik nomor itu” bingung rendi sambil menerka-nerka itu nomor siapa.


Dia berjalan kearah Thalia yang menunggu dirinya, perempuan itu terlihat penasaran dan sedikit bete mungkin karena dirinya yang meninggalkan Thalia begitu saja di tempat itu.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2