
Fahri bersama dengan Lita saat ini datang ke rumah Aryo untuk menjemput anak mereka yang sudah hampir tiga hari dibawa oleh David. Mereka duduk di ruang tengah saat ini dengan Lita yang menggendong Axel, sungguh tiga hari tidak bertemu dengan anaknya dia sudah sangat rindu.
“Papa kira kalian bulan madu atau apa? Tapi kalau bulan madu hanya sebentar” heran Aryo menatap anak dan menantunya tersebut.
“Nggak Pa, kita tidak bulan madu hanya di apartemen saja” pungkas Fahri pada sang mertua.
“aturan kalian bulan madu saja ke luar kota, Axel biar disini. Kalian habiskan waktu berdua karena lama tidak bertemu. Benarkan Ma,?” ucap Aryo meminta pendapat pada sang istri yang berada disebelahnya saat ini.
“Iya,” ucap Nafa terasa enggan untuk menjawab. Jujur dia masih belum terlalu ingin bicara banyak di depan Fahri. Dia masih menaruh kecewa dengan menantunya itu.
“kak David kemana ma, kok dia tidak kelihatan” tanya Lita saat sendri mereka datang tadi tidak melihat David ataupun Naya.
“Mereka tidak bilang padamu kalau mereka ke Bali saat ini” ucap Aryo menjawabnya.
“Mereka ke Bali, tidak. Kak David atau mbak Naya tidak mengabari ku” ucap Lita.
“Ah benar, Hp Ku kan..” ucapannya terhenti sambil memperhatikan sang Mama. Kalau dia bilang Hpnya dibanting oleh Fahri Mamanya pasti malah semakin membenci Fahri saat ini.
“Hp kamu kenapa?” tanya Nafa penasaran karena Lita berhenti bicara.
“H..Hp ku, rusak Ma. Jatuh di kamar mandi kemarin” ucap Lita berbohong
Fahri langsung melihat kearah Lita saat ini, istrinya itu berbohong demi menutupi kesalahannya.
“Kamu ini, kok bisa-bisanya bawa Hp ke kamar mandi” tukas Nafa tak habis pikir dengan putrinya.
Lita sendiri hanya tersenyum, tak menjawabnya. Karena itu cara yang aman dari pada dia menjawab malah menimbulkan pertanyaan yang lain.
“Thalia kemana Ma?” tanya Lita pada Mamanya.
“kamu kayak nggak tahu adik kamu. Kemana lagi dia kalau nggak ke club” sahut Aryo.
Lita berhenti bertanya lagi, dia langsung diam. Karena dia tidak mau membahasnya lagi kalau jawaban Papanya sudah begitu. Mamanya pasti akan marah.
Mereka berempat kemudian berbicara hal lainnya, saling mengobrol satu sama lain. Mereka disibukan dengan obrolan mereka saat ini.
.............................
Kelurga kecil Fahri saat ini sedang berada di sebuah konter Hp, setelah dari rumah Aryo Fahri mengajak Lita untuk membeli Hp baru di salah satu pusat perbelanjaan. Dia tentu saja membelikan untuk istrinya karena sudah menghancurkan Hp milik Lita.
“Pilihlah sayang, kamu mau yang mana?” tanya Fahri pada Lita yang ada disebelahnya sementara Fahri sendiri menggendong Axel.
“Yang itu saja, sama dengan punya mu” tunjuk Lita pada sebuah Hp bermerek. Dan Hp itu mirip dengan milik Fahri.
“Itu tidak mau yang lain” tawar Fahri siapa tahu Lita berubah pikiran.
__ADS_1
“nggak itu aja” pungkas Lita menggeleng.
“Mbak tolong ambilkan yaang ditunjuk istri saya tadi” seru Fahri pada pegawai toko.
“Iya mas,” ucap pegawai perempuan tersebut.
“Sini biar aku saja yang gendong Axel” ucap Lita akan mengambil Axel.
“Tidak usah, aku saja. Bahu capek kan menggendong dia dari tadi” cegah Fahri saat Lita akan mengambil anaknya.
“iya sih,” ucap Lita.
“Aku aja yang gendong” ucap Fahri lembut.
“Habis ini kamu mau kemana?” tanya Fahri kemudian.
“Kita pulang aja ya, bukannya kamu bilang besok mengajak pindah. Kita beres-beres baju dulu di apartemen” jawab Lita.
“Ya sudah kalau itu mau mu” Fahri hanya mengikuti saja kemauan Lita.
“mas sama mbaknya romantis ya, pasti nggak pernah ribut” ucap pelayan toko wanita itu.
Mendengar hal tersebut membuat sepasang suami istri itu langsung melihatnya.
“Nggak juga mbak. Malah kita baru saja baik kan dari berantem besar, karena kesalahan saya” ucap Fahri sambil tersenyum melihat pegawai itu.
“Karena dia memiliki jiwa yang besar” ucap Fahri tersenyum manis melihat kearah Lita yang berdiri di sebelahnya yang hanya memberikan senyum simpul.
“Kalau begitu saya doakan, semoga kalian kedepannya selalu rukun dan harmonis ya mas mbak. Ini Hpnya, terimakasih sudah membeli disini” ucap pegawai itu dan langsung menyerahkan Hp dan juga kotanya.
“iya sama-sama” ucap Lita dan juga Fahri bersamaan.
“Kita permisi ya mbak” ucap Lita
Mereka berdua langsung berjalan menjauh dari toko Hp tersebut dan tujuan mereka saat ini pulang ke apartemen.
...................
Saat mereka akan keluar dari pusat perbelanjaan tersebut, ternyata hujan sudah turun. Membuat mereka yang ada di lantai satu saat ini bingung harus apa.
“hujan sayang gimana?” ucap Fahri melihat Lita yang sedikit mendekap Axel takut anaknya itu kedinginan.
“Duduk di dalam saja gimana” usul Lita.
“Pulang aja ya, kasihan Axel kalau lama-lama” ucap Fahri dia memperhatikan istrinya.
__ADS_1
“Tapi hujan Axel nanti kehujanan” ucap Lita menatap Fahri.
Fahri terdiam memikirkan sebuah cara agar anak dan istrinya tidak kehujanan saat berjalan ke mobil.
“Sebentar, aku beli payung dulu” ucap Fahri langsung berlari ke dalam untuk membeli payung.
Setelah beberapa menit berlalu, dia akhirnya kembali dengan membawa payung besar yang cukup untuk dua orang.
“Ayo sayang,” ucap Fahri segera membuka payung itu dan mendekap Lita mendekat padanya.
Lita langsung memeluk Axel melindungi anaknya tersebut dari hujan, ternyata payung tersebut masih terkena Lita sedikit sehingga membuat Fahri sedikit keluar dari payung demi anak dan istrinya.
Mereka berlari kecil menuju mobil dengan Fahri yang sedikit basah karena air hujan.
“masuk sayang” ucap Fahri meminta Lita untuk masuk kedalam setelah dia membukakan pintu mobilnya.
Lita langsung masuk kedalam mobil dan Fahri berjalan kearah kuris kemudi, dia membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam. Melipat payung itu terlebih dahulu dan memasukkannya ke kursi belakang.
“kamu dan Axel nggak kehujanan kan?” tanya Fahri pada Lita.
“nggak tapi kamu kehujanan, nanti sakit” tukas Lita merasa cemas kalau Fahri akan sakit.
“nggaklah, cuman kehujanan begini, aku nggak bakal sakit” pungkas fahri merasa yakin kalau dirinya akan sehat-sehat saja.
Dia langsung menyalakan mesin mobilnya berjalan meninggalkan parkiran pusat perbelanjaan itu.
..................
Lita keluar dari kamar setelah menidurkan Axel dikamar. Setelah pulang dari mal tadi Axel terus rewel minta di tidurkan dan diberi asi. Sehingga membuat Lita langsung masuk ke kamar. Sedangkan Fahri berganti baju di kamar mandi yang ada di luar kamar.
“Kamu kenapa?” tanya Lita saat melihat Fahri yang tidur di sofa.
“kepala ku pusing” jawabnya dengan lemah.
“Kan sudah aku bilang, kamu nanti sakit. Lihat baru beberapa jam saja kamu sudah pusing” omel Lita berjalan mendekati Fahri.
“biasanya aku tidak begini” elak Fahri.
Lita yang sudah berada di sebelah fahri menyentuh dahi suaminya.
“kan kamu demam, sebentar aku ambilkan pengompres dulu sama aku buatkan teh” ucap Lita yang akan berjalan ke dapur. Tapi fahri menahannya.
“Tidak usah, kamu disini saja. Nanti juga aku sembuh” ucap fahri menarik Lita agar duduk.
Dan tarikan itu membuat Lita terduduk di sofa, segera saja Fahri langsung menaruh kepalanya di pangkuan Lita saat ini menjadikan paha istrinya sebagai bantal.
__ADS_1
°°°
T.B.C