Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
76


__ADS_3

Di dalam Apartemen Fahri saat ini Lita tengah mencuci piring yang baru saja merek gunakan tadi. Ditengah kegiatan mencuci piring itu tiba-tiba saja Fahri memeluk lita dari belakang membuat Lita sedikit terkejut dengan hal itu. Dia melihat wajah Fahri yang berpangku pada bahunya saat ini.


“Fahri lepas, aku..”


Cupp


“butuh berapa kali aku peringatkan padamu, panggil aku sayang.” Ucap Fahri setelah mengecup bibir manis sang istri.


“Iya maaf” lirih Lita.


“lepaskan tanganmu, aku mau mencuci piring” ucap Lita merasa geli saat Fahri bermain dilehernya saat ini.


“Itu cuci saja nanti, “ ucap Fahri masih memeluk Lita.


“tidak bisa sayang, aku harus mencucinya sekarang. Kali ini aku tidak bisa menurutimu, kamu meminta diriku untuk tidak menjemput Axel. Aku sudah menurutinya, tapi tidak kali ini aku harus mencuci piring” ucap Lita melepaskan paksa tangan Fahri dari pinggangnya.


Fahri menatap Lita dengan kecewa, padahal dia ingin sekali ber mesra-mesraan dengan istrinya. Dia ingin menebus semua yang selama ini tidak ia lakukan dulu.


“Kamu merasa kecewa padaku sekarang?” tanya Lita saat menyadari perubahan pada wajah Fahri.


“tidak,” Fahri menyangkal dengan sedikit menggelengkan kepalanya.


“kalau kamu ingin mencuci piring, dilanjutkan saja tidak apa. Aku ke sofa dulu” tukas Fahri langsung melangkah pergi dari hadapan istrinya menuju sofa yang tidak jauh dari situ.


Lita hanya diam memperhatikan Fahri yang menyalakan televisi dan mendudukkan dirinya di sofa.


.....................


Fahri sedang berada didalam kamar saat ini, dia memegang Hpnya sambil melihat-lihat penawaran-penawaran hotel. Dia ingin mengajak Lita berlibur hanya berdua saja. Soal Axel yang harus di tinggal itu tidak masalah karena dia bisa menitipkan Axel kepada orang tuanya atau pada orang tua lita.


Saat dia tengah asik melihat Hp miliknya, Hp milik Lita yang ada di nakas meja sebelahnya berbunyi membuat Fahri seketika langsung melihat kearah Hp istrinya itu.


Dia mengernyit melihat nomor asing yang menghubungi Lita, membuatnya begitu penasaran sehingga dia langsung mengangkat panggilan tersebut.


“Halo Lita apa kabar? Aku merindukanmu, kapan kita bisa bertemu?” terdengar suara Pria di seberang sana yang terlihat sangat akrab dengan Lita. Dan pria itu berbicara menggunakan bahasa inggris.


Fahri begitu penasaran mendengar hal itu, jujur dia tidak senang ada pria lain yang menghubungi istrinya. Dia akui dia orang yang posesif baginya wanitanya yang miliknya. Tapi sebisa mungkin dia mengontrol dirinya agar tidak emosi

__ADS_1


“Kau siapa?” tanya Fahri balik menggunakan bahasa inggris.


“Kau yang siapa? Kenapa mengangkat ponsel milik Lita” heran pria tersebut.


“Kau ingin tahu aku siapa, aku suaminya kenapa? Jadi aku berhak bertanya siapa kau yang menghubungi istriku malam-malam begini” tegas Fahri.


“Setahuku dia sudah bercerai. Jangan mengaku-aku menadi suaminya” pria di seberang sana terkekeh meledek pada Fahri yang menurutnya mengaku-aku sebagai suami dari Lita.


“kau meledekku, kau siapa? Aku memang suaminya, diriku dan Lita tidak pernah bercerai mengerti”


“Tapi beberapa bulan lalu sewaktu dia di Amerika, dia mengatakan telah bercerai dengan suaminya. Dia bilang suaminya brengsek”


“Kau siapa jawab,” tegas Fahri meninggikan suaranya


“Aku Patrick mantan pacarnya di Australia dulu, lalu kau siapa yang..” belum juga pria bernama Patrick itu bertanya tentang Fahri. Fahri terlebih dahulu mematikan sambungan itu dengan emosi membanting Hp Lita ke lantai menyebabkan hp itu pecah berserakan.


Dada Fahri naik turun, dia mencoba mengendalikan emosinya. Lita masih berhubungan dengan pria itu saat ini. bahkan istrinya itu bilang kalau mereka sudah bercerai.


Lita yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi mengenakan celana pendek dan juga kaos polos berwarna kuning serta handuk yang menggelung rambutnya tampak terkejut melihat apa yang terjadi. Hpnya sudah tak berbentuk di lantai dan Fahri menatap nanar Hp itu dengan dadanya yang naik turun wajahnya juga merah padam.


“Hp Ku, kenapa kamu membanting Hp Ku?” tanya Lita mencoba meminta penjelasan pada Fahri.


“Kamu masih berhubungan dengan mantanmu?” tanya Fahri menatap Lita. Dia berjalan mendekat kearah Lita saat ini.


“Mantan-manta siapa?” ucap Lita heran.


“mantanmu siapa lagi kalau bukan pria bule itu yang dulu pernah aku pukuli” tegas Fahri berusaha mengendalikan dirinya agar tidak marah.


“I..iya, aku sempat bertemu dengannya beberapa.”


“Lalu kau bilang sudah bercerai denganku, kau ingin kembali dengan hingga mengatakan begitu” ucap Fahri memotong ucapan Lita.


“jangan asal bicara, siapa yang ingin kembali dengannya” Lita merasa tidak terima dituduh begitu.


“Kau marah membanting Hp Ku karena dia,?” lanjut Lita memperhatikan Fahri yang membuang muka jengah


“Aku minta maaf, jika memang kau marah karena hal itu. Tapi aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Hanya bertemu dengannya waktu itu saja di Amerika dan posisiku saat itu membencimu dan tidak ingin bertemu denganmu jadi wajar kan aku bilang kita bercerai” lanjut Lita berjalan mendekat kearah Fahri yang malas untuk menanggapi

__ADS_1


“ganti nomormu,” ucap Fahri langsung menatap Lita.


“kenapa?”


“aku tidak ingin kau berhubungan dengan pria itu lagi mengerti. Kamu milikku, mantanmu yang lain tidak boleh memiliki mu juga” ucap Fahri menarik Lita kedalam pelukannya.


“Siapa juga yang ingin kembali dengan mereka, denganmu saja aku sejujurnya tidak ingin kembali pada orang yang telah menyakitiku. Tapi hatiku berkata lain dan begitu bodoh. Jadi kenapa kau khawatir aku dengan yang lain, hatiku saja untukmu” pungkas Lita menatap Fahri.


“Aku minta maaf, telah membuat Hpmu rusak, besok aku belikan lagi buat dan mengganti nomormu dengan yang baru” Fahri memeluk Lita saat ini dan dia melepas handuk yang membungkus rambut istrinya.


“Kau tahu, saat ini aku begitu mencintaimu, dan cintaku padamu begitu dalam. Jangan tinggalkan aku lagi,” ucapnya lagi pada Lita.


......................


Fahri bangun dari tidurnya tapi tidak melihat Lita disebelahnya saat ini. hal itu membuat dirinya merasa takut segera saja dia berdiri mencari Lita.


“Sayang, sayang, kamu dimana?” ucapnya kebingungan mencari istrinya itu yang tidak ada di dalam kamar. Dia berlari kearah balkon di sana juga tidak ada. Jujur dia takut Lita pergi meninggalkannya saat ini. entah ketakutan itu ada dalam dirinya saat ini.


Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara kran dari dalam kamar mandi. Membuat dia langsung berjalan kearah kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu.


“Sayang, sayang buka pintunya” seru fahri sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut.


Suara Kran dimatikan, dan pintu terbuka dengan Lita yang menutupi dirinya dengan handuk dan setengah menampakkan mukanya pada Fahri.


“ada apa? Aku sedang mandi dan belum..” tiba-tiba Fahri mendorong Lita masuk kedalam kamar mandi.


Dia menatap setiap inci tubuh istrinya,


“kau mau mengajakku,..” belum sempat lita menyelesaikan ucapannya Fahri sudah mencium dirinya terlebih dahulu.


Lita mendorong Fahri, dia menatap pria tersebut. Yang menatapnya bingung karena menolaknya saat ini.


“jangan hari ini, dan jika memang kamu ingin. Tolong gunakan pengaman” pinta Lita pada sang suami.


“kenapa?” lirih fahri yang sudah terbuai hasrat.


“karena aku belum mau memberi Axel adik” jawab Lita, sambil mendorong Fahri pelan memintanya untuk keluar. Setelah Fahri keluar Lita segera menutup pintunya lagi. Membuat Fahri yang berada di luar kebingungan.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2