
Lita masih berada di rumah sakit saat ini, dia berbaring di atas ranjangnya melihat bayi laki-laki yang baru sehari lalu ia lahir kan. Dia melihat bayi itu, entah mengapa air matanya menetes melihat bayi tersebut. Tetesan air mata itu mengisyaratkan penyesalan dirinya beberapa bulan lalu saat dia dinyatakan hamil. Dia pernah berpikir untuk menggugurkan anaknya sendiri, membuat hatinya kembali teriris mengingat hal itu bagaimana bisa karena egonya dia akan menggugurkan anaknya sendiri.
Lita mengusap air matanya, sembari terus memperhatikan bayi yang belum dia beri nama saka sekali. Kemari dia masih kalut karena kedatangan pria brengsek yang tidak ingin lagi dia temui dalam hidupnya sehingga membuat dirinya lupa dengan anaknya sendiri yang belum ia beri nama.
“maafkan mama ya, mama kemarin tidak memperdulikan mu” ucap Lita mulutnya bergetar menahan tangisnya. Dia mengusap pipi sang anak yang merah.
“Mama juga minta maaf karena pernah akan melenyapkan mu saat masih dalam kandungan Mama. Mama menyesal pernah ada niat seperti itu” ucap Lita lagi.
Pintu ruangan dirinya saat ini terbuka, membuat Lita langsung melihat kebelakang. Ekspresinya yang tadinya biasa kini menjadi menahan takut saat melihat siapa yang masuk ke ruangannya. Dia segera mendekap anaknya saat ini.
Langkah kaki yang terasa begitu berat melangkah masuk melihat dua orang yang memiliki separuh hidupnya.
“Kenapa kau masih disini, pergi, pergi dari sini” ucap Lita mendekap anaknya semakin erat. Dia takut kalau fahri akan mencelakai dirinya dan mengambil anaknya.
Lita saat ini sedang berada di ruangannya sendirian, David dan Naya sedang mengambil pakaian mereka karena habis Lita keluar dari rumah sakit mereka akan pergi lagi ke Negara lain menghindari Fahri dan orangtuanya.
“Aku tidak akan pergi Lita, aku akan tetap disini. Aku akan tetap disini sampai kau memaafkan diriku. Aku benar-benar menyesal dengan perbuatan ku” Fahri berbicara sambil menghentikan langkahnya yang berjarak satu meter dari Lita. Dia memang sengaja menghentikan langkah sedikit berjarak dari Lita karena dia tidak ingin membuat perempuan yang dia cintai ketakutan.
“pergi, aku mohon pergi. Aku tidak ingin melihatmu,” ucap Lita menatap Fahri.
“Kau tau diriku seperti apa, aku tidak akan pergi sampai kau memaafkan ku. Aku mohon beri aku kesempatan, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan dirimu dan anak kita” ucap Fahri memelas menatap Lita.
Lita terdiam, dia memang ingat Fahri seperti apa. Pria itu sangat keras kepala tidak muda menyerah dia pasti akan melakukan apapun sesuai keinginannya.
__ADS_1
“kalau kau memang masih takut melihatmu, aku akan jarang menemui mu memberimu jeda untuk memulihkan psikis mu. Tapi kau harus ingat kalau aku tidak akan pernah pergi dari hidupmu. Aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu Lita. Aku hari ini datang melihatmu karena aku ingin memberikan nama untuk anak kit, kau belum memberikannya namakan?” lirih Fahri mencoba menahan rasa sakitnya karena Lita sama sekali tidak melihat kearahnya perempuan itu membelakangi dirinya saat ini sambil menggendong bayi mereka.
“Kau memang penipu ulung, cinta? Seorang fahri bilang cinta padaku bulshitt. Pria brengsek sepertimu mencintaiku, kau pikir aku akan mempercayaimu seperti dulu” sinis Lita langsung menatap Fahri.
“Cintamu Palsu, dan jangan berpikir aku bodoh seperti dulu yang langsung jatuh pada ucapan manis mu yang penuh kepalsuan itu” tukas Lita menatap benci pada Fahri.
“Aku tidak bohong Lita, aku memang mencintaimu. Maaf soal masa lalu, tapi kini aku..”
“Seorang Fahri yang cinta mati pada Dira bilang cinta pada pembunuh tunangannya tidak masuk akal. Pergi dari sini” ucap Lita dengan lantang mengusir Fahri.
Bayi yang ada di gendongan Lita menangis karena suara keras Lita itu membuat Lita langsung melihatnya.
“Jangan menangis nak, Mama mohon jangan menangis” lirih Lita pada anaknya.
“jangan mendekat,” ucap Lita saat melihat pria itu akan mendekatinya.
“kau tidak Lihat anakku menangis, kau pergi dari sini” ucap Lita lagi.
“Aku minta maaf soal itu dan aku minta maaf telah menuduh mu membunuh Dira. Aku.aku sudah tahu semuanya sayang. Aku minta maaf” Fahri menunduk merasa bersalah mengingat setiap kata kebencian yang dia lontarkan pada Lita dulu.
“jangan panggil aku sayang, aku jijik dengan panggilan mu itu” ketus Lita menatap Fahri.
“kau pergi sekarang juga atau aku panggilkan security untuk mengusir mu” ancam Lita melihat Fahri yang sepertinya tidak ada niat untuk pergi.
__ADS_1
“Baiklah jika kamu ingin aku pergi, aku akan pergi tapi ijinkan aku memberi nama pada anak kita. Aku memberinya Nama Axel Devino Atmaja, aku harap kamu memakai nama itu untuk anak kita” Ucap fahri penuh harap, dia juga akan mengikhlaskan diri untuk sementara pergi dari hidup Lita tapi tidak selamanya dia hanya menjauh saja.
“Dia bukan anakmu, ini anakku. Kamu tidak ada hak memberikan dia nama” elak Thalita.
“terserah kamu mau bilang apa. Aku yakin dia anakku, jangan mengarang cerita di depanku sayang. Aku tidak akan percaya kau mengatakan apa. terserah dirimu yang tidak mengakui kalau itu anakku. Tapi aku yakin yang kau gendong itu anakku karena aku yang mengalami masa ngidam mu dulu. dan aku sudah melakukan tes DNA saat Axel baru lahir tanpa sepengetahuan dirimu” jelas Fahri tersenyum, dia memang sudah mengantisipasi hal ini. makanya dia melakukan tes DNA agar Lita tidak membohongi dirinya. Dia tidak ingin menjadi orang bodoh lagi untuk kedua kalinya setelah apa yang dia lakukan dulu.
Lita terperanjat, dia menatap Fahri tak percaya pria didepannya ternyata bertindak sangat cepat. Lalu dia harus apa sekarang, bisakah dia kabur.
“Sedang apa kau disini?” ucap seseorang yang baru masuk kedalam ruangan Lita. Fahri langsung melihat kebelakang. Tangannya seketika langsung mengepal menahan emosi dirinya yang siap meluap melihat pria tinggi didepannya.
Fahri menatap rey tidak bersahabat, sedangkan Rey menatap Fahri penasaran sesekali dia juga menatap Lita yang tampak syok sebenarnya apa yang terjadi batin Rey.
“Tentu saja menemui istri dan anakku, seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu” sinis Fahri menatap Rey.
“Anakmu? Dia anakku” seringai rey menatap Fahri.
“terserah kau mau bilang apa, silahkan saja mengharap hal itu. Tapi ingat anakku tidak akan pernah menjadi anakmu dan istriku tidak akan pernah menjadi milikmu karena dia milikku.” Ucap Fahri penuh kemenangan dan dia berbalik menatap Lita.
“Aku akan melakukan sesuai perintah mu sayang, tapi itu hanya sementara. Aku akan kembali lagi dan membawamu serta Axel ke rumah kita. Jaga dirimu dan Axel” ucap Fahri dan langsung pergi, dia menyenggol kuat bahu Rey. Rey diam saja, dia tipe orang yang tidak mudah terprovokasi, ia melihat kepergian Fahri dan melihat kearah Lita yang langsung menghembuskan nafas lega. Tapi asih terlihat kegelisahan di wajah perempuan itu.
°°°
T.B.C
__ADS_1