Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
73


__ADS_3

Akhirnya Lita dan Fahri pergi hanya berdua saja karena Axel di ambil oleh David. Mereka berdua saat ini sedang ada di dalam mobil, tidak ada pembicaraan sama sekali yang terjadi diantara mereka berdua. Tapi sedari tadi Fahri terus melihat kearah Lita begitupun juga sebaliknya.


“Mau makan apa?” tanya Fahri akhirnya memberanikan diri membuka pembicaraan diantara mereka.


“terserah kamu, aku ikut saja” jawab Lita singkat melihat kearah fahri yang mengemudikan mobil.


“tidak apa terserah diriku,” tanya Fahri lagi memastikan bahwa Lita tidak keberatan nantinya dengan pilihannya.


“iya tidak apa”


Fahri langsung saja menggenggam tangan Lita dengan tiba-tiba. Dengan satu tangannya lagi ia gunakan untuk menyetir.


Lita melihat apa yang dilakukan Fahri dia tidak menolak sama sekali saat ini. pandangan Lita teralihkan di pergelangan tangan itu dia masih ngeri sendiri melihat bekas-bekas sayat di pergelangan lengan Fahri.


“jangan pernah melukai dirimu lagi” ucap Lita melihat kearah Fahri yang tidak memperhatikannya.


“Apa?” tanya Fahri seketika langsung melihat kearah Lita tidak mengerti.


“Tidak,” ucap Lita menggeleng dan dia menyentuh lembut pergelangan suaminya tersebut tepat di bekas sayatannya. Dia menunduk mengecupnya singkat.


Dan Fahri baru mengerti apa yang dimaksud Lita barusan,


“Aku tidak akan melukai diriku lagi selagi kau tetap ada di sisiku” ucapnya


“Kau akan selalu ada di sisiku kan?” tanya Fahri pada Lita yang mendongak melihatnya.


Lita mengangguk, melihat itu Fahri langsung meminggirkan mobilnya kepinggir jalan. Dia langsung mendekat pada Lita dan menciumnya, ia ******* bibir Lita begitu dalam. Hingga membuat Lita mendesah karena ******* itu.


“Fa..fahri,. su..sudah, ini ditengah jalan” ucap Lita sambil berusaha mendorong Fahri agar berhenti mencium bibirnya dan juga memberi tanda kiss mark di lehernya.


Fahri langsung memundurkan tubuhnya, melihat Lita yang mengambil nafas dalam-dalam,


“Maaf, membuatmu malu” ucap Fahri tersenyum didepan wajah Lita yang begitu dekat dengannya.

__ADS_1


“tidak apa, aku menyukainya,” ucap Lita jujur. Dia memang menyukai setiap sentuhan Fahri di tubuhnya tapi saat ini dia sadar. Ini bukan tempat dan waktu yang tepat untuk begitu intim.


Fahri senang mendengar perkataan Lita itu, dengan begitu berarti Lita sepenuhnya memaafkan dan menerima dirinya kembali. Dia akan terus berusaha membahagiakan istri dan anaknya. Itu yang dia pegang saat ini


........................


Mobil Fahri sudah berhenti tepat didepan Warteg, Lita yang ada di dalam mobil tampak terkejut karena suaminya menghentikan mobil di tempat ini. dia teringat tempat ini adalah tempat pertamanya dengan Fahri makan bersama dulu setelah sebulan menjalin kasih.


“Kamu masih ingat tempat ini sayang?” tanya Fahri melihat kearah Lita sembari melepaskan seatbeltnya.


“Iya aku ingat, tapi kenapa kau membawaku ke tempat ini?” tanya Lita tak mengerti maksud fahri membawanya kesini.


“karena ini tempat bersejarah bagi kita, dan disini tempat pertamaku bertemu denganmu” jelas Fahri.


Hal itu membuat Lita bingung, setahunya ini bukan tempat pertama dia bertemu Fahri melainkan tempat makan setelah sebulan jadian dulu.


“Maksudnya tempat pertama bertemu denganku, bukannya kita setelah sebulan jadian makan disini dan aku sempat menolaknya tapi kau memaksa diriku untuk makan disini” ucap Lita.


“Sudah ayo turun dulu, kamu pasti lapar kan?” ucap Fahri melepaskan seat belt Lita dan meminta perempuan itu untuk turun.


“Tempat ini pertama kali aku bertemu denganmu beberapa tahun lalu sebelum aku mengenal Dira,” ucap Fahri pada Lita sambil berjalan.


Seketika Lita langsung berhenti dan menatap Fahri, otomatis Fahri juga ikut berhenti dan dia melihat kearah Lita.


“kenapa?” ucapnya bingung.


“Kau mulai ingin menipuku lagi,” ucapan Lita berubah menjadi dingin dan dia melepaskan tangan fahri menatap pria itu tak percaya.


“Untuk apa aku menipumu, aku memang mengatakan yang sejujurnya. Lima tahun lalu, kamu memakiku di depan warteg ini. entah pada saat itu kau dari mana yang jelas kau datang dari sana membawa koper berjalan dengan cepat tanpa melihat di depanmu ada seorang polisi yang sedang melihat Hpnya tapi kau tabrak begitu saja. Dan kau mengatakan bodoh padaku karena telah membuatmu terjatuh. Padahal jelas-jelas dirimu yang menabrak ku dan kau terjatuh sendiri. Aku mengulurkan tanganku saat mengetahui kau terjatuh mengabaikan Hp Ku yang terlempar dari tanganku jatuh ke jalan dan diinjak-injak orang demi menolong mu” jelas fahri mengingat masa lalu. Benar dia memang pernah bertemu Lita jauh sebelum dia berpacaran dengan Dira.


“kau ingat saat itu, meskipun aku telah menolongku tapi kau tetap memakiku dan mengatai ku bodoh, kurang ajar, Polisi gadungan dan kata-kata buruk kau ucapkan padaku saat itu” lanjut Fahri melihat Lita yang berusaha mengingatnya.


Dan seketika dia langsung melihat Fahri dengan matanya yang melebar. Benar dia ingat itu dulu sekali saat dia kabur dari Australia dan dia sedang di kejar-kejar oleh para pengawal Papanya yang ditugaskan untuk mencarinya. Dia memang ingat dulu menabrak seorang polisi tapi dia tidak habis pikir jika polisi itu Fahri

__ADS_1


“Kau ingat sekarang? Takdir mempertemukan kita dan mempermainkan kita. Itu pertama kali aku bertemu denganmu dan sedikit merasa terpesona oleh dirimu” ucap fahri sambil tersenyum melihat Lita.


“Iya,” lirih Lita, dia masih syok tak percaya bahwa dia pernah bertemu Fahri sebelumnya tanpa direkayasa pria itu. Itu jauh sebelum dia memutuskan kuliah di Fakultas kedokteran bersama Dira.


“sudah ayo, tidak usah memikirkan itu lagi. Aku lapar sayang” ucap fahri dia langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping milik Lita menuntunnya masuk kedalam warteg.


....................


Sehabis makan fahri malah mengajak Lita ke perusahaan milik Papanya, Lita sendiri merasa aneh dengan hal itu ditambah lagi Fahri saat ini merengkuh dirinya begitu erat disepanjang lorong perusahaan banyak yang melihat mereka dan berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan.


“fahri lepaskan sebentar, jangan begini mereka aku tidak nyaman mereka melihat kita sampai segitunya” lirih Lita ditelinga Fahri.


“Biarkan saja sayang, mereka hanya iri melihat kita bersama” jawab fahri enteng.


“Kenapa kamu mengajakku kesini, bukannya ini perusahaan milik Papamu” ucap Lita.


“Karena aku ingin mereka tahu kalau kamu dan aku tidak berpisah. Selama ini banyak yang membicarakan diriku dan banyak yang menggoda dikira mereka aku bercerai denganmu. Karena aku mengembalikan semua milik Papa Aryo” jelas Fahri membawa Lita masuk kedalam Lift yang kosong.


“siapa yang menggoda mu?” tanya Lita


“kenapa? Kau cemburu. Kamu tenang saja karena hatiku hanya padamu” ucap Fahri melihat kearah Lita dan langsung menghimpit Lita ke didinding lift memojokkannya.


“Fahri kamu mau apa, ini di kan..”


Fahri tidak membiarkan Lita berbicara lagi, dia langsung membungkam mulut Lita dengan bibirnya.


“Argh,.” erang Lita tertahan dengan apa yang dilakukan Fahri. Ciuman Fahri turun ke leher Lita menghisapnya dan memberikan tanda kepemilikan disitu. ciumannya perlahan akan turun kebawa tapi..


Ting..


Pintu lift terbuka seketika Lita langsung mendorong Fahri menjauh dan dia buru-buru membenarkan bajunya yang sedikit kebawah. Dan berusaha bersikap biasa saja saat tiga orang perempuan dan satu pria masuk kedalam lift.


Sementara Fahri yang sedikit agak jauh karena dorongan dari Lita barusan, tersenyum melihat Lita yang salah tingkah serta menyembunyikan wajahnya dari orang lain.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2