
Thalia sedang berada di dalam kamar mandi, dia melihat pantulan dirinya dari balik cermin.
“Pria itu sengaja memberikan baju ini padaku atau bagaimana?” ucapnya sambil tersenyum melihat dirinya sendiri mengenakan baju yang diberikan oleh Rendi tadi. Kaki jenjangnya yang putih mulus terekspos dan baju yang ia kenakan malah menutupi celana yang dia pakai seakan dia tidak memakai celana.
“kau sendiri yang memberi diriku pakaian ini jadi jangan salah kan aku semakin membuat milikmu berdiri nantinya tuan polisi” ucap Thalia sambil menyeringai di depan cermin.
Dia langsung berjalan pergi keluar dari kamar mandi saat ini, ia membuka pintu perlahan siap untuk menggoda Rendi bahkan dia sudah mengatur ekspresi apa yang akan dia tunjukkan untuk menggoda Rendi.
“I’M Coming sayang,” lirihnya sambil membuka pintu kamar mandi itu.
Ia langsung terdiam, wajahnya menekuk seketika saat apa yang dia rencanakan ternyata tak sesuai dengan harapannya. Rendi tidak ada di dalam kamar sekarang, kamar itu zonk tidak ada orang.
“Dimana dia? Kenapa tidak ada. Gagal rencana ku” kesalnya saat tidak mendapati Rendi.
Wajah Thalia cemberut berjalan pelan kearah tempat tidur di kamar itu tapi langkahnya langsung berhenti saat mendengar suara berisik dari luar. Wajahnya langsung berseri kembali,
“Itu pasti dia” ucapnya, dia langsung buru-buru untuk keluar dari kamar. Dia membuka pintu kamar itu perlahan dan benar saja itu Rendi dia melihat pria tersebut tengah membuat sesuatu di dapur.
Thalia berjalan mengendap mendekati Rendi yang sedang membuat sesuatu, perlahan tapi pasti langkah Thalia semakin mendekat. Dan saat sudah dekat tepatnya berada di belakang pria itu tanpa pikir panjang Thalia langsung memeluk Rendi dari belakang membuat pria itu langsung terdiam dengan apa yang dilakukan Thalia.
”lepaskan tanganmu dari pinggangku,” pinta Rendi dan melepaskan tangan milik Thalia yang melingkar di pinggangnya.
Dia berbalik melihat Thalia setelah berhasil melepas pelukan itu, dan dia langsung terpaku dengan apa yang ia lihat sekarang. Dia melihat Thalia yang mengenakan pakaian yang dia berikan tadi dan apa ini kenapa perempuan di depannya tidak memakai celananya sehingga paha mulus milik perempuan itu terekspos membuat matanya berkedut
“kenapa? Kau tergoda dengan penampilanku?” tanya Thalia sambil tersenyum.
“Dimana celana mu? Kenapa kau tidak memakainya?” dengan wajah dinginnya Rendi menanyakan hal tak masuk akal tersebut.
Thalia menatap rendi, tatapan membingungkan untuk rendi karena perempuan itu juga sembari perlahan memegang ujung bawah bajunya sendiri.
“Apa yang akan kau lakukan? Jangan gila” ucap rendi saat melihat apa yang akan dilakukan Thalia.
“kenapa? Kau kan yang sengaja memberiku baju ini. jadi sekalian saja aku buka tanggung mengerti” senyum manis di perlihatkan Thalia pada rendi, jemari tangannya perlahan mengangkat naik baju miliknya tepat di hadapan pria itu.
__ADS_1
“hentikan, jangan gila” bentak Rendi dan dia langsung memalingkan wajahnya sambil menutup mata membelakangi Thalia yang membuka baju didepannya.
Thalia begitu puas melakukan hal konyol ini, dia mempermainkan pria didepannya. Padahal dia sekarang tidak membuka bajunya hanya mengangkat sedikit keatas agar celananya terlihat.
“Pikiranmu ternyata kotor,” ucapnya terkekeh dengan apa yang dilakukan rendi,
“Woi, berbalik lah. Dasar pikiran sempit” ucap Thalia lagi dan membalikkan tubuh Rendi paksa hingga menghadap kearahnya
“kau sedang apa jangan gila,” bentak Rendi masih memejamkan matanya
“Kenapa kau menutup mata pede sekali dirimu kalau aku akan melakukan hal itu” pungkas Thalia sambil melihat Rendi yang masih menutup matanya.
“pakai pakaianmu,” sentak Rendi.
“Aku sudah memakai pakaian,”
Mendengar itu membuat rendi melihat sekilas dengan membuka satu matanya, melihat kearah Thalia dan benar perempuan itu masih memakai pakaiannya tapi dengan sedikit keatas dan sekarang dia bisa melihat celana pendek yang Thalia pakai.
“dasar pria munafik, kau sendiri yang memberi pakaian ini padaku tapu kau sendiri yang seakan sok alim tidak mau melihat ku” cibir Thalia menatap sinis rendi yang terdiam.
“Bodoh kau Rendi,”batin rendi.
Thalia melepaskan pegangan pada bajunya dan dia melihat kearah apa yang di buat rendi tadi. Ia sedikit menggeser tubuh Rendi untuk melihat sesuatu yang di masak oleh pria itu.
“kau membuat apa barusan?” tanya Thalia melihat kearah panci didepannya, dia bisa melihat sayur sop di dalam panci itu.
“sepertinya mental mu sudah normal, bisa tinggalkan rumahku sekarang” ketus rendi.
“Ah iya, a..aku.aku takut, aku takut ta.tanganku sakit sekarang. Pria brengsek tadi mencengkram kuat tanganku. Aku takut, aku taku dia hampir memperkosaku huhuhu” ucap Thalia tiba-tiba berubah menjadi ketakutan dan langsung memeluk Rendi dengan gemetaran.
Di balik pelukan itu tentu saja dia tersenyum, dia berbohong saat ini. ia sudah tidak merasa takut lagi karena bersama dengan pria didepannya. Entah mengapa rasa takut itu langsung hilang saat dia terus menggoda pria dingin nan sombong didepannya saat ini.
Rendi yang dipeluk hanya diam saja tanpa membalas pelukan dari Thalia, dia sedikit merasakan tubuh perempuan itu yang bergetar memeluknya sekarang.
__ADS_1
“Kau masih takut sola hal tadi?” tanyanya pada Thalia yang semaki memeluknya erat.
“pelukanmu nyaman” gumamnya.
“apa?”mendengar keanehan itu Rendi melepas paksa pelukan Thalia darinya, dia melihat wajah perempuan tersebut yang tampak biasa saja.
“kau membohongiku,?” tebak rendi.
Thalia menggeleng perlahan, dan tubuhnya tiba-tiba saja menjadi lemas saat ini. untung Rendi dengan sigap menopangnya agar tidak jatuh.
“kau kenapa?” tanya rendi sambil menopang tubuh Thalia,
“Kau tidak lihat tubuhku lemas” lirih Thalia
Rendi diam saja, tapi dan langsung menggendong Thalia yang tentu saja membuat Thalia terkejut dnegan apa yang dilakukan Rendi padanya saat ini.
Rendi menggendong Thalia ke kamarnya, dia membaringkan perempuan itu perlahan.
“kau istirahatlah, aku keluar sebentar” ucap rendi pada Thalia yang sudah berbaring di tempat tidurnya.
Thalia sendiri memperhatikan rendi yang berjalan keluar menutup pintu kamarnya itu,
“Dia pria polos atau bagaimana, atau pria bodoh bisa-bisanya tertipu dengan aktingku hahah” ucap Thalia yang duduk sambil tertawa karena dia berhasil menipu Rendi.
“wow, kenapa pria itu” ucap Thalia lagi merasa takjub dnegan sikap Rendi yang berbeda dari hari-hari lalu dimana pria itu selalu acuh dengannya berbeda dengan saat ini.
......................
Diluar apartemennya, Rendi berdiri di samping lift. Dia diam bagaikan patung. Tiba-tiba saja dia langsung memukul-mukul tembok yang ada di depannya.
“kau bodoh Rendi, bodoh. Bagaimana bisa,” ucapnya seakan menyalahkan dirinya sendiri entah mengapa dia tampak frustasi terus-terusan memukul tembok seakan menyesali apa yang telah dia lakukan.
Saat pintu lift terbuka dia langsung masuk kedalam lift tersebut, wajahnya tampak begitu kesal. Kesal dengan kebodohannya sendiri,.
__ADS_1
°°°
T.B.C