Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 52 (Season 2)


__ADS_3

Thalia sedang ada di meja bar, dia menikmati jus yang baru saja dia buat sambil menunggu Rendi yang tengah ganti baju didalam. Dia tadi mau membantu Rendi untuk ganti baju sebenarnya tetapi Rendi menolaknya ya sudah akhirnya dia lebih memilih untuk menikmati jus mangga saja.


Drrttt,.


Drttt,


Terasa getaran ponsel di sebelah Thalia, membuat perempuan itu langsung menoleh kesamping melihat ponsel tersebut. Itu ponsel mil Rendi. Ada sebuah panggilan di sana, tidak ada namanya disitu membuat rasa penasaran Thalia muncul.


Dia melihat sekilas kearah pintu kamar yang tertutup sebelum mengangkat panggilan tersebut. Setelah dirasa aman dan Rendi tida menampakkan batang hidungnya Thalia langsung meraih ponsel itu.


“Siapa ini?” gumam Thalia sambil melihat layar ponsel tersebut.


“Siapa yang menelpon?” tanya Rendi yang baru saja keluar dari kamar dan berjalan kearah Thalia.


“Selingkuhan Mu” tukas Thalia sambil menatap rendi.


“kamu ngomong apa sih,” mendengar ucapan itu membuat Rendi tidak senang, dia langsung semakin mempercepat langkahnya. Dan dia langsung menyambar ponsel miliknya sendiri.


“Kenapa dimatikan? Berarti memang selingkuhan mu” ucap Thalia menatap Rendi, dia berdiri tepat depan suaminya.


“Nggak ada selingkuhan, kamu jangan asal dong kalau ngomong”tegas Rendi menatap serius sang istri.


“Kamu curiga denganku?” lanjut Rendi semakin mendekatkan dirinya


“Nggak untuk apa aku curiga, kalau benar aku juga tidka masalah kok. Yang penting kamu sudah jadi milikku, jadi aku tidak khawatir orang lain akan merebut mu aturan kamu angkat saja. Aku tidak cemburu” pungkas Thalia pada Rendi. Dan dia akan berjalan pergi dari hadapan sang suami.


“mau kemana?” tanya Rendi menahan tangan Thalia.


“mau nonton Tv” jawab Thalia melihat sekilas Rendi.


“Ini Mamaku yang menelpon, bukan orang lain” ucap Rendi menjelaskan soal nomor siapa yang baru saja menelponnya.


“Mamamu?”


“Iya, Mama ku yang barusan menelpon. Kamu tahukan Mama dan Papaku bercerai sebelumnya”

__ADS_1


“kenapa kalau itu Mamamu tidka kamu angkat saja,”


“Hubunganku dnegan dia tidak baik, seperti hubunganmu dnegan kakakmu David” pungkas Rendi.


“kemari, aku belum pernah menceritakan soal keluargaku padamu kan. Aku tidka ingin menutupi semuanya lagi darimu. Kamu sepenuhnya sudah menjadi istriku dan cintaku, jadi kamu perlu tahu soal diriku” ucap Rendi dan menarik tangan Thalia pelan untuk duduk di sofa ruang tv.


“Aku pikir dirimu tidak akan mau menceritakan soal dirimu, karena masih menganggap diriku orang lain” tukas Thalia melihat Rendi yang duduk disebelahnya.


“mana mungkin aku menganggap dirimu orang lain, kamu istriku mana bisa aku anggap orang lain”


“Apa yang ingin kamu ceritakan?” tanya Thalia menatap rendi penasaran.


“Pertama aku akan menceritakan soal keluargaku, dan aku ada keinginan mengenalkan dirimu pada papaku. Tapi bukan dalam waktu dekat ini, karena kamu tahu sendiri tanganku masih begini” ucap rendi.


“Kedua soal Melody, kamu past penasaran siapa perempuan itu kan. Kamu selama ini tidka pernah menanyakan soal dia padaku, aku rasa tidak adil bagimu untuk tidka mengetahui masa laluku. Sedangkan diriku tahu semua masa lalu mu” lanjut Rendi pada Thalia.


“Sok tahu, masa kamu tahu tentang diriku” sungut Thalia.


“Iya aku tahu soal semua tentangmu”


“Masa sih,” thalia tampak tak mempercayai Rendi.


“Kamu lebih pintar dari suami Thalia ternyata, aku beruntung membohongi dirimu dulu” ucap Thalia terlihat senang sambil memegang wajah sang suami.


“Karena aku tidka ingin rumah tanggaku seperti rumah tangga kedua orang tuaku yang hancur”


“Kamu harus janji denganku, jangan pernah pergi dariku” ucap Rendi lagi sambil memegang tangan Thalia.


“Iya,” ucap Thalia.


“Papamu tinggal di Medan kan? Di sudah menikah lagi berarti” tanya Thalia mulai bertanya tentang rasa penasarannya.


“Iya, Papaku di Medan sekarang. Dia sudah menikah lagi dari dulu dari dua tahun setelah ditinggal oleh mamaku. Tapi hubunganku juga tidak terlalu baik dengan Papaku, makanya aku lebih memilih tinggal di Jakarta daripada di sana. Dan aku lebih mengandalkan orang tua Fahri daripada orang tuaku sendiri” cerita Rendi.


“ternyata aku masih beruntung darimu, kita hampir sama . orang tuaku dulu juga hampir cerai gara-gara Papa selingkuh dengan Mamanya Lita. Tapi itu semua tidak terjadi karena entah kenapa, malah Mama yang membesarkan Lita sebagai anaknya. Mama selalu jahat dengan Lita dulu dan saat ketahuan oleh Papa mereka selalu bertengkar makanya dulu akan tidak pernah dekat dnegan Lita dan selalu bertengkar dengannya. karena dia dan Mamanya Mamaku menderita” pungkas Thalia.

__ADS_1


“Kenap jadi kamu yang cerita sayang, inikan giliran diriku untuk bercerita” ucap rendi.


“Pelit amat, aku kan hanya menyuarakan isi hatiku yang dulu” ketus Thalia


“Oke, aku dengarkan. Tapi, aku ijin meluruskan pendapatmu soal Lita dan Papamu serta Mama dari Lita. Papamu selingkuh ada alasannya, itu dimulai dari mamamu dulu yang tidka menaruh perhatian pada Papamu dan tidak terlalu mengurus papamu. Jadinya Papamu memilih untuk menduakan nya. Dia pun tidak sengaja memiliki anak Lita, karena yang menjadi selingkuhan Papamu orang yang masih muda dan mereka bertemu di club kemudian terjadilah cinta satu malam diantara mereka” jelas rendi pada Thalia.


“sok tahu kamu, kamu kok dari kemarin membela Thalita. Kamu memang pengen jadi pebinor” kesal Thalia dan dia menatap curiga Rendi yang menurutnya sedari kemarin selalu membela Lita.


“Kamu lupa profesi ku apa? Kenalanku siapa dan apa hubunganku dnegan Rendi. Jangan cemburu begitu dnegan saudaramu sendiri. aku tidak ada niat membelanya tapi itu fakta yang harus kamu tahu soal dia. Aku handal melacak orang, dan aku dulu di suruh Fahri untuk menyelidiki Lita. jadi aku tahu soal dia dan juga dirimu. Karena semua yang menyangkut Lita aku tahu termasuk dirimu. Jadi jangan cemburu oke”


“Aku lanjut ya sayang, jangan cemberut begitu” ucap Rendi.


“Aku beritahu lagi soal Lita padamu, kamu harus tahu itu karena dia kakakmu. Dan kamu harus baik dengannya. Dia selama ini baik kan padamu, seharusnya kamu kasihan dnegan dia. Thalita dibuang mamanya, di tinggalkan didepan rumahmu. Dan parahnya Lita tidka dianggap oleh Mamanya sendiri, jadi terpaksa Papamu dan Mamamu yang mengurusnya dari bayi. Dia semakin menderita saat menginjak anak-anak, Kakakmu David memperlakukan dia dengan tidak baik, begitu juga dnegan mamamu yang melakukan hal sama padanya. Dua thun kemudian kamu lahir, Mamamu semakin tidak memperhatikan dirinya. Menderita Kan kakakmu itu, apalagi saat menikah suaminya malah ingin membunuhnya dnegan menyiksanya lebih dulu” jelas Rendi menceritakan soal Lita.


Thalia hanya diam saja mendengar ucapan Rendi, karena dia baru tahu cerita seluruhnya soal Lita. memang sih kakaknya itu malang sekali.


“Iya aku akan baik dengannya, aku kan beberapa hari ini baik dengan dia. Aku juga sudah minta maaf dari beberapa bulan lalu, sebelum menikah denganmu” tukas Thalia.


“Mau lanjut cerita tentangku tidak, cerita Lita aku sudahi sampai disini”


“ceritakan saja,”


“Tadi aku sudah menceritakan tentang orang tuaku, sekarang aku akan cerita soal Melody. Melody tunangan ku hingga kini,” ucap Rendi lirih dan melihat ekspresi Thalia yang terdiam.


“Lalu kenapa kalau dia tunangan mu, kamu mau lanjutkan saja menikah dnegan dia aku tidka masalah. Kamu menduakan aku juga tidka apa, tapi aku akan membuatmu padaku terus” ucap Thalia


“Jangan asal kalau ngomong, aku tidak akan pernah menduakan mu. Aku akan bilang pada orang tua Melody kalau aku sudah menikah denganmu, tunggu tanganku sebuah dan ikut aku menemui mereka. Dan menemui Melody kamu pasti ingin tahu dia seperti apa” ucap rendi.


“Kamu serius mau mengenalkan ku dnegan orang tua perempuan itu”


“Iya aku serius, karena aku ingin menghilangkan masa lalu dan menjalani masa depan denganmu seterusnya’ ucap rendi dengan begitu yakin,


“Semoga saja kita bisa,” sahut Thalia penuh harap.


“tentu saja bisa, kamu istriku dan aku suamimu. Kita akan menjalani rumah tangga berdua dan dnegan anak-anak kita nantinya” pungkas rendi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2