Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 20 (Season 2)


__ADS_3

Rendi datang kerumah Thalia bersama dnegan orang tua Fahri, mereka turun dari mobil yang sama yaitu mobil milik rendi. Rendi setelah menelpon orang tua Fahri dia segera menjemput kedua ornag tua it yang sudah dia anggap sebagai orang tua sendiri.


“Rendi, kamu serius ingin menikahi Thalia?” tanya ayah Fahri.


“aku serius Pa, aku ingin menikahi Thalia” pungkas Rendi dengan penuh keyakinan.


“Rendi, jika kamu melakukannya. Kamu tidak boleh menyesalinya kembali, jangan sampai penyesalan menimpa dirimu. Ayah tidak mau kamu sama seperti Fahri dulu yang menyakiti istrinya karena bukan berdasarkan cinta dalam pernikahan” ucap Wulan ibu Fahri menasehati Rendi yang berada di sebelahnya.


“Mama Wulan tidak perlu khawatir, aku serius ma. Tidak mungkin aku menyakiti dia yang sedang mengandung anakku” ucap rendi menenangkan Wulan.


“Mama harap kamu menepati ucapanmu Rendi” ucap Wulan memegang telapak tangan Rendi, menggenggamnya erat. Meskipun Rendi bukan anaknya tapi karena Fahri dan rendi bersahabat dari dulu dan juga Rendi sudah banyak membantu fahri selama ini jadi Wulan menganggap Rendi layaknya anak sendiri. Dia juga menyayangi pemuda itu seperti anaknya.


Rendi hanya tersenyum tiis mendengar ucapan perempuan tersebut, jujur dia ragu juga tentang hal ini. tapi mau bagaimana lagi, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


“Kamu sudah bilang fahri kalau akan menikah dengan Thalia?” ucap Sasongko bertanya pada Rendi yang digenggam erat oleh istrinya.


“Belum pa, aku belum bicara apa-apa dengannya” rendi menggeleng, dia memang belum memberitahu pada Fahri kalau dia akan menikahi Thalia saat ini.


Mendengar hal tersebut Sasongko hanya menghela nafasnya, dia hanya bisa pasrah saja jika bakal ada kesalah pahaman anatara Rendi dengan fahri. Fahri pasti sedikit kecewa karena tidak di beritahu soal hal ini.


“ya sudah ayo masuk kedalam” ajak Sasongko kemudian.


“Sebentar pa, tunggu penghulunya” ucap Rendi, dia emmang mengajak penghulu kerumah Thalia yang akan menikahkan dirinya dengan Thalia.


...........................


Didalam rumah, mereka semua begitu terkejut ketika Thalia menemui merek satu persatu mengatakan kalau dia hari ini akan menikah dengan seorang pria.


Bahkan Aryo yang tadinya tidak dirumah dia pulang segera kerumah akrena mendengar kabar itu. David juga yang sedang pergi bersama dnegan Nura harus kembali kerumah karena mendengar hal itu.


Mereka semua berkumpul diruang tengah melihat aneh Thalia yang keluar dari kamar mengenakan kebaya putih.


“Kau sudah gila atau bagaimana?”bentak david dan Aryo yang langsung berdiri melihat ke arah Thalia.


“papa dan kak David diam saja,” ucap Thalia sambil menaruh jari tagannya di depan mulutnya meminta papa dan kakaknya untuk diam.


“Kau,.” Aryo akan memukul anaknya tetapi Nafa istrinya sudah menahan tangannya terlebih dahulu.

__ADS_1


“Pa,.” Lirih Nafa.


“Thalia cuku[p, jangan buat masalah lagi” ucap Nafa dnegan memohon.


“masalah bagaimana sih ma, aku akan menikah membuat amsalah darimana” tegas Thalia tdiak terima jika dia dibilang membuat masalah.


“Thalia, jangan bercanda seperti ini. tidak lucu Thalia” ucap Lita yang membuka suaranya.


“Sayang, sudahlah jangan ikut campur. Kau sedang hamil” cegah Fahri, menahan lengan Lita agar tidak ikut dalam pembicaraan tersebut.


“Tapi dia, sudah..” ucapannya terhenti akrena perkataan fahri lagi.


“aku bilang sudah tidak usah ikut campur, dengarkan apa kataku” tukas Fahri dengan penekanan.


“bagus kaka ipar, cegah saja dia. Dara-darah banyak omong ternyata menurun juga pada dia” ucap Thalia saat melihat Fahri yang emncegah Lita untuk bicara.


“Thalia,” bentak David.


“Kakak ini ribet banget, tinggal diam saja kenapa sih” kesal thalia dengan david.


“Kamu memang ahrus aku beri pelajaran agar bisa berubah,” David langsung mencengkram tangan Thalia menariknya cukup kuat mendekat padanya dan tangannya terangkat siap untuk emnampar adiknya tersebut.


“lepasin Ma,”sentak david meminta sang Mama untuk emelpaskan tanganya agar dia bisa menampar Thalia.


Ting..


Ditengah keributan keluarga tu bel pintu berbunyi mengalihakan perhatian mereka semua. Sontak semuanya langsung saling lihat.


“itu pasti calon suamiku, lepas” Thalia langsung menghempas tangan kakaknya, dan dia langsung berjalan kedepan sendiri meninggalkan semua orag itu yang masih belum percaya dnegan apa yang di katakan Thalia.


“Ayo kita kedepan, lihat apa kah benar apa yang dikatakan Thalia. Papa penasaran dnegan siapa dia akan menikah” ucap Aryo berjalan dahulu menyusul Thalia.


Semuanya akhirnya ikut kedepan menyusul Thalia, mereka masih tak mempercayai hal ini. Thalia sungguh keterlaluan, dia selalu saja membuat ulah dan sekarang bilang ingin menikah saat ini juga.


Thalia membuka kan pintu rumahnya, dan dia langsung tersneyum senang saat melihat siapa yang ada di depannya. Tapi senyumnya langsung menghilang saat dia melihat siapa yang bersama dnegan rendi. Dia tidak emngerti kenapa rendi datang dengan kedua orang tua Fahri.


“Kenapa kalian juga ada disini?” tanyanya.

__ADS_1


“Mereka yang akan menjadi saksi dariku” ucap Rendi,


“tapi kana mereka orang tua Fahri” pungkas Thalia.


“Mereka sudah seperti orang taku sendiri,” pungkas Rendi lagi.


“Ya sudah ayo masuk, jadikan hari ini kamu menikahiku” ucap Thalia menanyakan hal tersebut.


Rendi hanyan diam saja, dan dia berjalan amsuk saat melihat orang tua Thalia.


“kamu,” ucap Aryo yang melihat rendi berjalan menghampiri dirinya saat ini. Aryo tahu siapa rendi karena dulu beberapa kali dia ebrtemu dengan pemuda itu saat dia bertemu dengn Fahri.


“Iya OM, ini saya temannya Fahri. Saya kesini ingin menikahi putri Om sekarang juga” ucap Rendi menatap Aryo.


Mata Ary terbelalak, dia terkejut mendengar ucapan dari rendi baruan.


“Apa anak muda? Jangan beranda” ucap Aryo.


“Maaf sebelumnya tuan Aryo, Rendi memang serius ingin menikahi Thalia. Dia tidak bercanda dengan ucapannya” ucap Sasongko yang ikut mendekat pada aryo.


Sekali lagi Aryo dibuat terkejut akrena besannya juga berada di depannya saat ini,


“Pak Sasongko, kenapa anda juga berada di sini?” tanya Aryo.


“Saya disini untuk menjadi perwakilan dari orang tua Rendi yang tidak bisa hadir. Rendi sudah seperti anak saya sendiri, saya mohon terima lamaran putra saya ini tuan” ucap Sasongko pada Aryo, dia memohonkan hal tersebut untuk Rendi.


Aryo terdiam mendnegarnya, apa yang ahrus dia jawab sekarang. Kenapa ini terkesan terburu-buru sebenarnya ada apa.


“Papa,.” Ucap Fahri yang baru saja datang bersama yang lainnya. Dia terkejut melihat kedua orang tuanya datang bersama dengan Rendi dan seorang pria disitu.


“Kenapa kalian bisa berada disini, Ma PA?” tanya Fahri lagi.


“Mereka menjadi saksi untukku yang akan menikahi Thalia” ucap rendi emmbuka suaranya.


“APA?” Tiga orang yang berada di situ begitu terkejut mendnegarnya. Fahri Lita danjuga David. Mereka bertiga terkejut mendengar capan Rendi barusan.qq


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2