Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 69 (Season 2)


__ADS_3

Rendi mengantar Thalia ulang terlebih dahulu baru dia akan kembali ke kantor polisi lagi, mereka saat ini berjalan kearah apartemen milik mereka. Rendi membawa beberapa kantung plastik di tangannya. Itu makanan yang mereka beli tadi dan membawanya pulang ke rumah karena Thalia bilang dia sedang pusing serta mengantuk makanya makanan yang seharunya mereka makan di sana.


Thalia membuka pintu apartemennya dan dia berbalik menatap rendi yang tepat berdiri di depannya saat ini.


“Kamu pergilah sekarang, mana aku bawa makanannya ke dalam” ucap Thalia dan akan mengambil apa yang dibawa Rendi saat ini.


“Nanti, aku mau bicara dulu sama kamu” ucap Rendi dan berjalan masuk melewati Thalia. Thalia sendiri langsung mengikuti Rendi karena penasaran apa yang akan di bicarakan suaminya tersebut.


“Kamu mau bicara apa padaku?” tanya Thalia sambil mengikuti langkah Rendi yang berjalan ke dapur.


“Sebentar aku taruh ini dulu di kulkas, kamu tunggu saja di sofa” pinta Rendi dan dia langsung membuka pintu kulkasnya menaruh makanan tersebut di dalam kulkas.


“Apa,..cepat bilang” rengek Thalia seperti anak kecil,


“Sabar sebentar sayang, ayo ke depan” ucap rendi menggandeng tangan Thalia mengajaknya untuk ke depan.


Mereka berdua berjalan keruang tangan saat ini, dan Rendi langsung duduk begitu juga dengan Thalia yang duduk disebelahnya.


“Udah bilang, kamu mau bilang apa?” pungkas Thalia yang seperti tidak sabaran.


“Kamu Jangan marah atau tersinggung, dengan perkataan ku oke” ucap rendi menatap harap penuh harap agar istrinya itu tidak marah nantinya.


“Apa sih,” tahlia sudah tidak sabaran dengan itu.


“Soal tadi di kantor polisi, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dan aku tidak marah soal itu. tapi aku mohon sama kamu besok-besok jangan diulangi lagi ya” ucap rendi menatap Thalia.


“Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya memberi pelajaran perempuan itu. apa aku salah?” tukas Thalia tidak senang dengan komplen suaminya.


“Nggak kamu nggak salah, tapi cara kamu yang salah sayang. Kamu melakukan itu bukan di tempat umum tapi di sebuah instansi tempat suami mu bekerja. Kamu tidak kasihan dengan suamimu yang jadi omongan orang nantinya. Bukan itu saja, kalau suamimu di marahi atasan bagaimana? Kamu mau aku dimarahi atasanku karena ulah mu tadi” ucap Rendi dnegan lembut pada Thalia, dia berharap istrinya itu bisa mengerti dan memaklumi pekerjaannya


“kenapa diem? Kamu nggak mau kan suami kamu kena masalah karena ulah kamu tadi?” lanjut rendi menatap Thalia.


“Kamu marah sama aku karena tadi?” ucap Thalia menatap Rendi.


“Aku nggak marah, aku cuman nasehatin kamu. mau kan nggak lakuin begitu lagi. Kamu bisa jaga sikap dengan rekan-rekanku dan atasanku kan?” ucap rendi pelan pada Thalia.


“Ya, udah kan ceramahnya. Aku mau tidur, sana berangkat. Maaf kalau aku membuatmu malu” ucap Thalia dan akan pergi.


“Nggak, kamu membuatku malu kok, aku malah bangga padamu soal mempertahankan suamimu. Nggak marah kan sama aku” ucap Rendi menahan tangan Thalia sebelum perempuan itu pergi.


“nggak” jawab Thalia singkat.


“Ya sudah, kalau begitu aku berangkat lagi. Kamu di rumah hati-hati, jangan kemana-mana. Makan yang banyak, biar anak kita sehat. Aku berangkat” ucap Rendi berpesan pada Thalia dan dia mengecup puncuk kepala sang istri.

__ADS_1


“hemm, kau juga hati-hati. Kalau ada perempuan stress di lawan jangan diem aja” sungut Thalia.


“Iya, jangan khawatir” jawab Rendi sambil tersenyum, dia lalu berjalan kearah pintu sambil melambaikan tangannya pada sang istri.


...............................


Lita sedang duduk bersama dengan Fahri di balkon kamar mereka, mereka tampak bersantai menikmati pagi menjelang siang mereka saat ini. perut Lita sendiri sudah terlihat sangat besar maklum karena kehamilannya yang menginjak tujuh bulan. Dia sekilas menatap kearah suaminya yang duduk meminum coffee dan juga membaca koran.


“Sayang,.” Panggil Lita pada Fahri.


“kenapa sayang?” tanya Fahri yang tadinya fokus menatap koran langsung beralih pada sang istri.


“Kamu sudah tanya sama Rendi soal pertunangan dia dan perempuan itu? dia sudah memutuskan pertunangan itu kan?” tanya Lita gelisah melihat suaminya.


“belum aku tanyakan, tapi bilangnya sih dia tidak perduli lagi dengan Melody, dia juga sudah tidak cinta dengan Melody dan hanya cinta dengan Thalia. Kamu kenapa sih tumben tanya soal itu?” pungkas Fahri menatap penasaran Lita.


“Ya aku tanya demi Thalia, aku nggak pengen Thalia sakit hati karena Rendi masih terikat tunangan dengan perempuan lain. Kamu serius kan kalau Rendi sukanya dnegan Thalia bukan dengan tunangannya lagi”


“Iya sayang, aku serius Rendi sendiri yang bilang. Dari cara dia memperlakukan Thalia juga itu udah nunjukin kalau dia cinta sama Thalia bukan sama Melody. Udah deh kamu nggak usah khawatir soal rumah tangga mereka. Kamu pikirin aja kandungan kamu, jangan pikirkan hal lain. Thalia juga sudah dewasa dan dia juga pintar menyikapi sesuatu” pinta Fahri agar istrinya tersebut tidak khawatir soal rumah tangga Rendi dan juga Thalia.


“Ya aku takut aja nanti misalnya kalau tunangan Rendi sadar dia nemuin Rendi terus Rendi goyah ninggalin Thalia gimana, apalagi Thalia hamil sekarang” ucap Lita yang cemas soal hal itu.


“Ya nggak mungkinlah, sudah kamu tenang aja. Itu nggak bakal terjadi, kamu kemarin yakin banget Rendi bakal sama Thalia terus tapi sekarang kenapa kamu cemas begini” ucap Fahri penasaran.


“Kamu masih sering kontakan sama Rey, ngapain? Aku kan udah pernah bilang sama kamu jangan hubungan sama dia lagi. Dia suka sama kamu, kamu ngerti nggak sih” ucap Fahri marah menatap istrinya.


“kamu jangan marah dulu, kamu kenapa juga sih. Kak Rey sudah punya istri mana mungkin dia masih suka sama aku. lagian aku komunikasi sama dia karena ngomongin Thalia kok, nggak ada yang lain” pungkas Lita tak habis pikir dengan suaminya yang masih cemburu dengan Rey.


“Ngomongin soal Thalia ngomongin apa? Jawab”


“Itu,.” Lita terlihat ragu untuk bicara”


“Itu apa?”


“Tapi kamu jangan bilang sama siapa-siapa, apalagi sama Rendi. Kalau kamu bilang sama dia, aku marah sama kamu” ucap Lita mengancam suaminya dulu.


“Kok ancamannya gitu sih, memang apa?”


“Aku dengar dari kak Rey, Thalia membiayai semua pengobatan tunangan Rendi hingga sembuh nanti. Dan dia menyuruh dokter terbaik untuk mengobati tunangan Rendi” jelas Lita pada suaminya.


“Apa? Jangan bercanda sayang. Kenapa Thalia melakukannya” ucap Fahri yang terkejut mendengar itu.


“Ya mana aku tahu, aku nggak tahu alasannya apa. Kamu janji loh nggak bakal bilang sama Rendi soal ini” tukas Lita.

__ADS_1


“kenapa jangan bilang, seharusnya Rendi tahu soal ini biar dia bangga dengan istrinya” ucap Fahri tidak mengerti.


“Ya karena ini Thalia yang minta dia tidak ingin orang lain termasuk Rendi, aku saja kakaknya tidak di beritahu soal ini. kalau bukan kak Rey yang bilang padaku aku tidak tahu”


“Haduhh, adik kamu itu punya rencana apa sebenarnya. Aneh banget”


“entah,”


“Kamu nggak akan bilang Rendi kan?” Lita memastikannya lagi pada sang suami.


“Nggak sayang, takut banget sih. Kalau kamu bilang jangan bilang, aku yang akan bilang.” Jawab Fahri menatap sang istri.


“terimakasih”


“Iya sama-sama, masuk yuk tidur siang” ucap Fahri mengajak Lita masuk.


“Tidur siang apa tidur siang” ucap Lita menggoda suaminya.


“Tidur siang di kamar mandi,” jawab Fahri tersenyum


“dasar” gumam Lita,


Fahri langsung berdiri dan menggenggam tangan istrinya mengajak perempuan hamil itu untuk masuk kedalam kamar mereka.


........................................


“Mana Ren, singa betina kamu. kok nggak ada disini?” tanya Andre yang datang sambil membawa map hijau.


“Siapa?” Rendi yang sibuk di meja kerjanya menatap Andre yang datang barusan.


“Istrimu lah siapa lagi”


“Aku antar kan pulang, kenapa kau menanyakan istriku?” tanya Rendi menatap tajam Andre.


“Santai aja bro, aku Cuma tanya saja. Gila istri mu keren asli, perempuan yang kita tangkep kemarin dihajar sama istri kamu. pak Jordy yang galaknya minta ampun nggak bisa misahin istrimu sama perempuan itu. mantap banget istri kamu, cariin cewek sih yang kayak dia pengen punya singa betina kayak istri kamu”


“Ada perlu apa kesini? Kalau tidak ada bisa pergi dari sini. Aku sibuk” Rendi bukannya menanggapi ucapan Andre dia malah meminta pria itu pergi.


“Ya elah, diajak ngobrol malah ngusir. Yau dah aku pergi, nih catatan hasil pemeriksaan tadi. Kasihkan ke jaksa” kesal Andre dan dia menghentakkan kakinya dan pergi, moodnya yang semangat tadi langsung sirna karena sikap dingin Rendi. Rekannya itu memang menyebalkan. Dulu dia kesal dengan fahri eh sekarang dia kesal dengan Rendi dua orang yang memiliki sikap sama batin Andre yang berjalan pergi.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2