Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 30 (Season 2)


__ADS_3

Thalia berjalan cepat menyusul Rendi yang sudah masuk lebih dulu ke apartemen, dia membanting pintu apartemen tersebut untuk mengejar Rendi.


“Kau ini punya kepribadian ganda atau bagaimana? Kenapa kau sedari tadi mendiami ku terus seperti beberapa minggu lalu sebelum kita menikah” Thalia menatap Rendi yang mendudukkan diri ke sofa.


“jangan berisik, tidurlah sana di kamar” jawabnya santai tanpa melihat kearah Thalia yang sudah naik pitam dibuat kesal oleh Rendi saat ini.


“Aku tidak akan berhenti sebelum kamu bicara kenapa mendiami ku sedari tadi” tukas Thalia tidka mau mendengarkan apa yang dikatakan Rendi.


Rendi tidak mengindahkan Thalia, dia malah membaringkan dirinya di sofa sambil menaruh lengannya di atas kepala memejamkan matanya kini.


Thalia semakin kesal dengan sikap Rendi yang diam tidak menjelaskan apapun padanya sebenarnya kenapa pria itu.


“Apa dia cemburu karena Rey tadi?” batin Thalia melihat Rendi yang berbaring di sofa. Entah pria itu tidur atau apa sekarang.


“Oke jika kamu tidak mau bicara” ucap Thalia pada Rendi, dia langsung pergi kedalam kamarnya meninggalkan Rendi yang langsung bangun saat mendengar pintu kamar tertutup keras. Dia duduk sebentar sambil melihat kearah kamar yang sudah tertutup.


Rendi menghela nafas panjang, dia sendiri tidak tahu kenapa dia seperti ini. apa dia cemburu sekarang soal tadi, dan bagaimana perlakuan pria bernama Rey terhadap Thalia. Kenapa pria itu masih terkesan lembut dnegan Thalia dan juga kenapa Thalia masih terlihat penasaran dengan pria itu.


.....................


Setengah jam sudah Thalia di dalam kamar mandi, dia saat ini baru selesai mandi karena saat pergi tadi dia belum sempat mandi. karena ia mengajak Rendi bicara terus-terusan menanyakan kenapa pria itu mendiami dirinya. Tapi nihil sama sekali tak mendapatkan jawaban.


Thalia keluar kamar mandi dnegan baju tidur yang sedikit transparan, dia sengaja saja memakai baju itu. Dia akan menggoda suaminya sendiri agar pria itu mengaku kalau cemburu.


Dan begitu beruntungnya dia, dewi keberuntungan tengah berpihak padanya saat ini karena Rendi ternyata masuk kedalam kamar dan sedang berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Thalia sempat terdiam melihat Rendi disitu, ternyata pria itu benar-benar tidak mempersalahkan pernikahan yang diawali dari kebohongan ini. seulas senyum keluar dari bibir Thalia, dia semakin bersemangat berjalan mendekati rendi yang mengabaikan dirinya.


Tapi dia yakin kalau Rendi tadi sempat melihat kearahnya, pria itu masih terus mengabaikan Thalia bahkan dia menaruh ponselnya di nakas meja dan mulai merebahkan diri untuk tidur. Bahkan dia memiringkan tubuhnya mengabaikan Thalia yang sudah berada di sebelahnya saat ini.


“Oke kau begini terus padaku, kau pikir aku akan diam saja” sinis Thalia menatap suaminya yang tidur.


Thalia tiba-tiba saja naik di atas tubuh rendi yang memiringkan badannya ke kanan.


Rendi yang memang belum tidur sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan Thalia saat ini membuat dia membalikkan tubuh menatap istrinya yang tengah berada di atasnya kini.

__ADS_1


“kau mau apa?” tanya Rendi menatap sangar pada Thalia.


Thalia yang semakin ditatap begitu bukannya takut tapi malah semakin menjadi, dia mencium pipi sebelah kanan Rendi.


“menurutmu aku akan melakukan apa?” tanya Thalia menggoda.


“turun dari tubuhku, kau mau apa? Jangan membuat kesabaran ku habis” tukas Rendi penuh penekanan.


“Sok-sok an dingin, kau tidak kasih pada milikmu yang ada dibawah. Naik begitu seakan menginginkan diriku” cibir Thalia mengingatkan kepemilikan rendi yang mulai terangsang oleh Thalia yang berada di atasnya.


Rendi terdiam seketika dengan ucapan Thalia tersebut memang miliknya tidak berbohong, dia benar-benar begitu bergairah dnegan apa yang dilakukan Thalia kini.


Rendi tiba-tiba saja dnegan cepat langsung menjatuhkan tubuh Thalia perlahan dan ganti dirinya saat ini yang berada di atas perempuan tersebut. Dia menahan kedua tangan Thalia menatap manik mata perempuan itu.


“Jangan menggodaku dan membuatku marah?” tekannya


“Siapa yang membuatmu marah, kau marah sendiri kan. Kau cemburu bilang jangan seperti robot yang hanya bisa diam saja jika tidak ada remot nya” cibir Thalia pada Rendi.


“Siapa yang cemburu” elak Rendi seakan tidka mengakui kalau dia cemburu.


“Seberapa dekat kau dengan pria bernama Rey itu, kau masih mencintainya?” tanya Rendi tiba-tiba.


“kalau aku bilang iya, bagaimana reaksi mu” Thalia malah menantang rendi yang begitu menahan emosinya.


Rendi melepaskan tangan Thalia dia membuka bajunya sendiri, dan melemparnya ke segala arah. Tak lupa celana miliknya juga dia lepas.


Thalia malah tersenyum melihat Rendi yang tengah emosi saat ini,


“wow, kau begitu gagah sekali” goda Thalia menatap Rendi.


“Jika kau memang masih menyukainya, maka kau tidak akan bisa bersama dengannya. Karena kau sebentar lagi hamil anakku” tegas Rendi, dia begitu membara sampai tak sadar mengatakan ucapan itu. Ya dia akui dia tidak rela jika perempuan miliknya masih menyukai pria lain.


“lakukan, aku menyukainya.” Ucap Thalia yang langsung merangkul leher Rendi.

__ADS_1


Rendi yang akan mencium bibir Thalia langsung mengurungkan niatnya saat mendengar perempuan itu mengatakan hal tersebut


“Sebenarnya siapa yang kau cintai aku atau dia? Kalau dia kenapa kau menyukai hal ini?” tanya Rendi dengan suara serak yang menahan gelora ***** yang membahana.


“Rey masa laluku dan kau masa depanku, kau pria sombong nan bodoh” tukas Thalia. Dia malah meraup bibir Rendi lebih dulu ******* bibir sang suami.


Rendi langsung menggerakan tangannya mengerayangi tubuh Thalia,d ia juga perlahan mengangkat baju tidur milik Thalia itu dan mereka sama-sama tak berbusana melakukan apa yang ahrus dilakukan sepasang suami istri. Ranjang saat ini terlihat begitu panas karena *******-******* mereka saling bersahutan.


.......................


Kamar Talia dan juga Rendi terlihat begitu sangat berantakan dnegan baju-baju yang berserakan dimana-mana. Sementara sang pemilik masih terbaring di tempat tidur saat ini.


Thalia sudah bangun lebih dulu, dia berbaring tengkurap di sebelah Rendi, dia mengamati pria itu yang tertidur sangat pulas. Perlahan tangan Thalia bergerak memegang wajah rendi, dia mengusap lembut hidung mancung rendi dan memegangi hidung itu.


Tidak menyangka semalam dia melakukannya dengan rendi, dia pikir ia kana melakukan ini masih alam lagi ternyata menikah baru dua hari mereka sudah melakukannya. Dan pria itu memperlakukan dirinya begitu lembut. Tidak salah dia mencintai pria disebelahnya meskipun itu bermula karena obsesinya saja.


“Aku tidak salah terus mengejar mu bahkan menggoda mu,” gumamnya sambil mengusap lembut hidung Rendi.


“Sampai kapan kau akan memegang hidungku” ucap rendi yang perlahan membuka matanya melihat kearah Thalia.


Thalia diam saja, masih melakukan hal yang dia lakukan.


“bagaimana semalam, aku memuaskan mu kan?” tanya Thalia menatap rendi.


Rendi tersenyum sekilas, dan dia langsung menarik Thalia ke dekapannya.


“Tidur lagi, aku masih lelah” lirih Rendi memeluk Thalia.


“Kau lelah karena ketagihan begitu,” pungkas Thalia.


“hemm” dehem Rendi sambil memejamkan matanya.


Mendengar itu membuat thalia tersenyum, itu tandanya Rendi mencintainya saat ini. dia sudah menjadi milik Rendi dan rendi menjadi miliknya tidak ada yang bisa memiliki rendi lagi. Rendi sendiri yang bilang begitu padanya semalam. Senyum Thalia semakin mengembang mengingat hal yang dilakukan Rendi, Thalia langsung mengikuti ucapan Rendi untuk tidur lagi dia memeluk suaminya dnegan begitu erat saat ini. Rendi pun juga melakukan hal yang sama membalas pelukan Thalia.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2