Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
15


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Mbok Jum masuk kedalam kamar Lita dia terlihat khawatir karena mendengar Lita habis mengalami kecelakaan beberapa hari lalu. Disaat itu dia sedang tidak berada di rumah ini sehingga dia tidak tahu kalau Lita majikannya kecelakaan.


“Lita, Lita..” ucapnya memanggil-manggil perempuan yang sudah seperti anaknya sendiri.


“Iya mbok,” Lita menyundul kan kepalanya dari ruangan pakaian yang ada didalam kamarnya saat ini.


“Mbok kenapa kok kayak takut begitu,?” ucap Lita berjalan perlahan keluar mendekati Mbok Jum.


“Mbok khawatir sama kamu, kamu kenapa?” ucap mbok Jum membantu Lita berjalan sambil melihat kaki Lita yang terbungkus perban. Serta memar-memar di sekujur tubuh putih majikannya itu.


“Aku nggak Pa-pa mbok, bantu aku duduk di sofa yuk mbok” ucap Lita


“Kamu kok ya bisa begini, pantes pas mbok di kampung mbok mikirin kamu terus. Ternyata kamu begini Lita” ucap Mbok Jum sedih bahkan berkaca-kaca akan menangis.


“Iih mbok, kok malah sedih begini. aku nggak Pa-pa mbok namanya juga musibah” pungkas Lita mengusap pelan bahu mbok Jum.


“Gimana nggak sedih lihat kamu begini” ucap Mbok Jum air mata sudah tidak bisa ia tahan lagi.


“Iih, mbok nih kok malah nangis” ucap Lita sambil tersenyum melihat mbok Jum yang menangis karena dirinya.


“Kamu mah nggak tahu rasanya mbok lihat kamu begini”


Makasih ya mbok, Mbok Jum selama ini yang selalu perhatian sama aku” ucap Lita merasa terharu karena perempuan tua itu begitu menyayangi dirinya layaknya anak kandung. Dia memeluk mbok Jum penuh haru.


........................


Fahri duduk diruang makan saat ini, dia akan sarapan baru setelah itu ia akan pergi ke kantor. Makanan sudah siap tersaji di atas meja sekarang. Namun nafsunya untuk makan seakan tidak ada, karena dia lelah semalaman tidak bisa tidur seolah berdebat dengan dirinya sendiri semalaman suntuk.


“Perlu mbok ambilkan apa den Fahri?” ucap Mbok Jum yang menuangkan air minum untuk Fahri tapi pria itu seakan tidak fokus ditempatnya saat ini.


Dengan gelagapan Fahri langsung melihat kearah mbok jum dia tampak terkejut karena melihat perempuan paruh baya itu sudah berdiri di sampingnya saat ini.


“Nggak mbok, aku tidak butuh apa-apa lagi” pungkas fahri.

__ADS_1


“Kalau begitu mbok ke dapur dulu den” pamit mbok Jum dan akan melangkah pergi namun langkahnya terhenti karena panggilan dari majikannya tersebut.


“Lita dimana? Dia sudah bangun atau makan belum” pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut Fahri begitu saja.


“Lita sudah bangun dari tadi den, tapi dia belum makan.” Ucap Mbok Jum.


“Dia belum makan? Perempuan itu memang telah gila sudah tahu dia sedang sakit saat malah belum makan” Fahri tidak jadi untuk makan dia langsung berdiri dari duduknya saat ini berjalan cepat menuju kamar Lita yang tidak jauh dari situ.


Dia membuka pintu kamar tersebut dengan kasar membuat Lita yang sedang bertelponan dengan seseorang langsung menatap terkejut kearah pintu kamarnya.


“Kau tidak punya sopan santu masuk kedalam kamar orang ya?” kesal Lita menatap Fahri yang hanya diam sambil berjalan kearahnya.


“Kau mau mati bilang, bisa aku membunuhmu sekarang. Kenapa kau tidak makan, keluar dan makan”


Lita menatap Fahri yang menatapnya tajam serta dingin.


“Nanti aku akan makan, aku sedang menelpon seseorang” sahut Lita dan melanjutkan obrolannya dengan seseorang yang ada di seberang sana.


“Kau berani mengabaikan ku, aku bilang cepat makan jangan berani dirimu melawanku saat ini” Fahri mencengkram kuat lengan Lita dengan salah satu tangannya.


“Kau apa-apa, kenapa kau membanting Hp ku. Kau tidak ada hak untuk melakukannya mengerti”


“Jangan harap aku takut denganmu, kau bukanlah siapa-siapa mengerti” lanjut Lita lagi menatap Fahri.


Fahri menggendong Lita begitu saja, membuat Lita yang tidak terima memberontak tidak terima dengan apa yang dilakukan Fahri saat ini.


“turunkan aku, aku bilang turunkan” ucap Lita pada Fahri.


“Salahmu sendiri membangkang apa kataku, ingat tuan putri ini bukan rumahmu lagi tapi milikku jangan berani untuk melawanku mengerti” tukas Fahri penuh nada pengancaman disitu.


Lita duduk di kursi meja makan itu bersama dengan Fahri yang juga duduk disitu. Lita melihat Fahri yang sedang makan sambil sesekali melihat dirinya yang tidak kunjung makan.


“Bukannya kau ingin aku mati, kenapa kau tidak biarkan aku mati saja” sinis Lita menatap Fahri yang langsung menatapnya.

__ADS_1


“Kan aku sudah bilang padamu, kau jangan mati dulu sebelum dirimu menderita di tanganku” ucap Fahri santai dan lahap memakan-makanan di depannya.


“Baiklah akan kubiarkan diriku menderita di tanganmu, aku tidak akan melawan dirimu sekarang terserah dirimu jika ingin menyiksaku” ucap Lita begitu saja lalu dia segera menyendok kan makan kedalam mulutnya.


Fahri yang tadinya lahap makan tidak memperdulikan apa yang dikatakan Lita padanya membuat fokusnya teralih kini dia menatap perempuan didepannya saat ini.


“Artinya kau ingin menjadi budak ku yang puas ku siksa setiap saat?”


“Aku bilang terserah dirimu”


“Kenapa kau mau hah, kau pasti memiliki rencana untuk menghancurkan ku” pungkas Fahri tidak mempercayai apa yang Lita ucapkan.


“Aku melakukannya karena aku mencintaimu, kau pria pertama yang ku cintai sampai saat ini. Aku tidak perduli jika kau kini membenciku atau ingin membunuhku tapi hatiku masih berkata mencintai dirimu.” Ucap lita menghentikan makannya dia mendongak melihat Fahri yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan sedikitpun olehnya.


“Seberapa kerasa aku berusaha untuk membencimu tapi hatiku ini tidak bisa melakukannya. Aku..aku mencintaimu Fahri” ucap Lita memegang dadanya yang selalu berdegup saat nama Fahri terucap dari dalam mulutnya.


Mendengar itu Fahri hanya diam saja, setelah terdiam ia tiba-tiba saja mendorong kursinya kasar ke belakang. Menatap Lita tajam seakan penuh tusukan Jarum didalam matanya yang siap menusuk Lita.


Dia berjalan cepat kearah Lita dan langsung menariknya berdiri tanpa menunggu aba-aba dia mencium Lita dengan kasar terkesan menuntut. Bibirnya itu bertemu bibir Lita tanpa kelembutan sama sekali gigitan kuat ia berikan dibibir Lita hingga bibir manis perempuan itu berdarah.


Ciuman tiba-tiba terkesan menuntut tersebut diterima Lita meskipun dia sesekali merintih sakit saat Fahri menggigitnya dengan kuat. Fahri terus ******* Lita menggendong perempuan itu dan menabrakkannya kedinding menghimpit tubuh Lita yang proporsional ke dinding. Ciumannya kian kasar dan menuntut.


“Arkh, Fahri..” desahan kecil keluar dari mulut Lita saat ini ketika Fahri mulai menelusuri sekitar leher Lita. Fahri tetap diam meskipun ada rintihan kesakitan Lita.


Fahri menghentikan ciumannya begitu saja saat tangannya mulai akan aktif menggerayangi tubuh Lita yang ia himpit ke dinding. Pikirannya saat ini telah sadar jika apa yang dia lakukan salah. Dia langsung menghempas Lita ke Lantai membuat perempuan itu terkejut seketika karena begitu kasarnya Fahri menghempas dirinya membuat badannya yang bekas kecelakaan mulai terasa sakit kembali.


“Kau bilang mencintaiku cih, sayangnya aku tidak mencintaimu wanita pembunuh. Dan asal kau tahu jangan salah paham dengan apa yang ku lakukan barusan” ucap fahri langsung pergi begitu saja meninggalkan Lita yang merintih sakit terduduk di lantai.


Lita menangis frustasi, karena ia pikir dengan bilang cinta ke Fahri maka pria itu akan luluh serta memberi cinta padanya ternyata harapannya tak sesuai kenyataan.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2