Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 80 (Season 2)


__ADS_3

“Apa?” mata Jane dan Putri terperanjat mendengar ucapan Thalia tersebut.


“Lo serius, cewek itu nyebut-nyebut nama suami lo” tanya Jane masih tidak percaya dnegan ucapan Thalia.


“Ya gue serius lah, ngapain gue bohong. Rey dan temennya yang di Inggris ngomong sama gue soal hal ini” jelas Thalia serius.


“Gila sih, kenapa juga tuh cewek masih nyebut-nyebut nama suami lo. Dia kan selingkuh dulu, kok masih manggil nama suami lo sih” ucap Putri yang kesal sendiri mendengar ucapan Thalia.


“Gue juga nggak tahu, makanya itu yang bikin gue gelisah sekarang. Gue takut kalau cewek itu masih suka sama Rendi dan misalkan rendi juga masih suak sama dia mampus hidup gue sama anak gue” ucap Thalia yang gelisah dengan semua ini.


“Ya nggaklah, suami loh masih cinta sama tuh cewek. Cewek itu aja udah selingkuhin dia, suami lo sayangkan selama ini sama lo” ucap Jane menenangkan Thalia yang benar-benar tampak gelisah sekarang.


“Tapi siapa tahu masih loh Jane, mereka pacaran lama terus mau nikah dulu, ya wajar Thalia khawatir soal itu” ucap putri dan Jane langsung menyenggol Putri.


“Udah lo diem aja nggak usah ngomong” sungut jane


“kenapa sih, kan gue bener. Cowok yang udah jatuh cinta lama sama cewek susah ngelupainnya”


“Putri bisa diem nggak” ucap jane yang geram sendiri dnegan temannya tersebut.


“Udah Thalia nggak usah di dengerin tuh anak, maklum dia jomblo makanya iri” kesal Jane menatap Putri.


Putri hanya cemberut tetapi dia juga menyesali ucapannya itu, karena ucapannya barusan Thalia terlihat diam tak bersuara sama sekali.


“Ucapan lo ada benarnya, dia jatuh cinta lama sama tuh cewek mau nikah juga. dan sama gue, dia kenal gue aja baru enam bulan ini. berkali-kali dia bilang cinta tapi gue nggak tahu hatinya cinta nggak sama gue” ucap Thalia tanpa ekspres mengatakan semua itu.


“Ya jelas cinta lah sama lo. Kalau nggak cinta mana mungkin ada ank yang lo kandung sekarang” ucap jane.


“Namanya juga laki-laki yang hanya ingin menebar benih ke perempuan” ucap Thalia yang mulai terpengaruh ucapan.


“Thalia udahlah, yakin aja kalau rendi cinta sama lo. Nggak cuman pengen nebar benih aja, tapi itu iya lakuin karena cinta udah lo yakin aja sama gue oke. Nggak usah dipikirin,” pungkas Jane memegang tangan Thalia.


“Iya bener nggak usah dipikirin omongan gue tadi, gue nggak jelas emang. Suami lo cinta sama lo” ucap Putri juga ikut menguatkan Thalia.


“Kita lihat aja kedepannya” lirih Thalia dan meminum jus jeruk didepannya.


..........................................


Rendi duduk diam di warung yang berada di depan kantor polisi, dia tidak sendiri melainkan dengan kedua rekannya Hardi dan juga Andre yang duduk didepan Rendi saat ini. mereka berdua melihat rekannya itu yang tampak sedang memikirkan sesuatu membuat mereka saling senggol untuk bicara lebih dulu dengan Rendi.

__ADS_1


“Mikirin apa sih bro,?” ucap Andre yang akhirnya berbicara duluan.


“Nggak mikirin apa-apa” elak Rendi.


“Nggak mungkin lo nggak mikirin apa-apa, mikirin bini?” ucap Hardi yang ikut menyahut.


“Orang hamil apa selalu over thinking?” tanya Rendi menatap kedua temannya tersebut.


“Iya biasanya sih begitu, kakak perempuan gue waktu itu juga begitu. Kenapa? Istri lo begitu?” ucap Andre penasaran.


“Dia beberapa hari ini selalu melamun, dan selalu mengungkit masa lalu” jelas Rendi. Dia memang beberapa bulan ini sering terbuka dengan kedua rekannya tersebut.


“Masa lalu? Masa lalau apa? Memang lo pernah buat salah sama dia? bukannya dia ya yang udah buat hal konyol sama lo” ucap Andre merasa heran masa lalu mana yang dimaksudkan Rendi.


“Bukan soal itu, tapi soal mantan tunangan dulu yang menjadi permasalahan dia”


“Oh cewek yang pernah lo ceritain dulu. yang namanya Melody itu. istri lo ngungkit masalah itu?” ucap hardi yang memang tahu soal melody beda dnegan Andre yang tidak terlalu tahu.


“Iya soal hal itu”


“Wajar sih kalau dia ungkit masa lalu lo, soalnya bertahun-tahun lo pacaran terus hampir mau nikah tapi malah tunangan lo selingkuh. Semua cewek pasti begitu, dia gelisah mikirin masa lalu suaminya dengan mantan sedangkan dengan dia lo cuman kenal beberapa bulan. Jadi wajar kalau dia masih nggak yakin atau apa” jelas Hardi.


“Lo tunangan lo dulu bukannya kecelakaan ya, kok selingkuh?” ucap Andre yang abru mendengar soal ini.


“Oh gue baru denger soalnya” ucap Andre.


“aku mau tanya sama kalian, apa selama ini aku terlalu membatasi istriku dengan teman-temannya?” ucap rendi


“Menurutku iya, lo terlalu membatasi dia” sahut Andre.


“Tapi aku melakukan ini juga demi kebaikan dia, teman-temannya tidak ada yang baik menurutku” ucap Rendi.


“Kata siapa, memang lo sudah tahu teman-temannya. Gue tahu temannya yang Jane dia baik anaknya” ucap Hardi pada Rendi.


“Lo tahu?”


“Ya dia tahu lah, dia sepupunya” sahut Andre


“Apa? “

__ADS_1


“Hehhe nggak usah kaget, gue memang sepupunya Jane” ucap Hardi sambil nyengir.


“Kenapa kau tidak pernah bilang padaku soal itu. kalau kau bilang aku tidak mungkin melarang istriku pergi dengan sepupumu”


“gue aja baru tahu kalau Jane itu temannya Thalia, gimana gue mau bilang” pungkas Hardi.


“Gara-gara dirimu juga, Thalia sampai mengatai ku sudah memenjarakan dia di apartemen karena tidak pernah mengijinkan dia keluar” kesal Rendi melampiaskan pada Hardi.


‘Lah kok gara-gara gue, itu kan salahmu sendiri kenapa lo nggak ngijinin Thalia keluar”


“bener, makanya jadi suami jangan berburuk sangka sama istri. Aturan kenali dulu teman-teman istrimu jangan asal menjudge seseorang itu buruk.” Ucap Andre menasehati dnegan bijak.


“Wiih, tumben amat bijak ndre” ucap Hardi.


“Dulu lo juga nilai istrinya Rendi begitu kan?” tanya hardi dan kini menatap meledek temannya tersebut.


“Itu kan dulu, habisnya istri Rendi kayak bar-bar macam singa beranak. Beberapa bulan ini ajak dia agak jinak gara-gara hamil, biasanya kan dia sensi sama kita” tukas Andre.


“jangan-jangan lo mikir Thalia masih seperti dulu Ren, kalau dia ketemu teman-temannya. Lo berarti nggak percaya sama dia?” ucap hardi.


“Gue takut aja kalau dia kayak dulu pergaulan nggak jelas, apalagi sekarang dia hamil gue takut dia nggak mikirin anak yang dia kandung”


“Ya nggak lah gila lo dia begitu, waah parah lo nggak percaya sama istri sendiri. kalau dia dengar pasti marah tuh istri lo” pungkas Andre.


“bener kata Andre kalau Thalia denger lo masih mikir dia seperti dulu, dia pasti kecewa sama lo. Gitu aja lo marah dia nggak percaya sama lo, lo sendiri aja nggak percaya sama dia” pungkas Hardi.


“Pantes kalian berdua sering dikit-dikit berantem, lah saling nggak percaya begini. gue jadi takut kalau kalian berdua nanti nggak langgeng kalau masih begini terus”


“Bisa nggak, jangan ngomong begitu. Aku nggak akan pisah dengan Thalia, pernikahanku hanya satu kali dengan dia seorang” tukas Rendi dengan penuh keyakinan.


“Ya kalau begitu saling berubah dong, pertama lo duluan yang harus membuka diri pada teman-teman Thalia. Lo kasih kepercayaan sama istri lo, baru istri lo bakal percaya juga sama lo” jelas Andre.


“benar kata Andre Ren, lo harus berubah lebih dulu untuk percaya sama istri lo. Dan yakinin terus dia kalau lo cinta sama dia, wajarlah kalau dia selama ini sering ngungkit masa lalu lo. Lo nya aja begitu” ucap Hardi sependapat dengan Andre.


“Terimakasih masukannya, ayo buruan balik kantor. Komandan nanti nyari kita, kalau kita nggak di sana bisa kena masalah” ucap rendi langsung berdiri.


Meskipun dia terlihat tidak menanggapi tapi dia memasukkan itu kedalam pikirannya, dia akan melakukan apa yang teman-temannya itu katakan barusan padanya.


Ketiga orang itu langsung berdiri dan membayar makanan mereka sebelum kembali ke kantor polisi dan kembali ketempat mereka masing-masing.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2