
Lita duduk hanya berdua saja dengan putranya di karpet pinggir pantai. Dia memandang kearah pantai melihat banyak orang yang sedang bermain air disitu.
Saat dia tengah fokus melihat ke depan tiba-tiba ada seorang yang menepuk bahunya dari belakang membuat dia langsung menoleh.
"Oh Patrick, Sedang apa kamu disini" ucap Lita seketika. Dia langsung berdiri sambil menggendong anaknya melihat Patrick matan pacarnya yang entah mengapa ada di tempat yang sama juga dengannya.
"Aku sedang ada urusan di bali bersama teman-temanku. Di sana juga ada Jack dan juga Hailey, kau kenal mereka kan?" tunjuk Patrick kearah teman-temannya yang tidak jauh dari situ. Mungkin ada sekitar Lima orang di tempat yang ditunjuk Patrick, dua di antara mereka Lita mengenalnya karena mereka sering double date dulu saat berkencan.
"Mereka juga ada disini," Lita langsung melihat kearah yang ditunjuk Patrick barusan.
"Iya,"
"Waah ini anakmu,?" tukas Patrick sedikit terpana melihat betapa gemasnya anak Lita.
"Iya ini anakku, lucu ya" jawab Lita sambil tersenyum.
"Lucu sekali, andai kamu menikah denganku dulu. Mungkin anak kita lebih lucu karena blasteran" ucap Patrick sambil bergurau.
Lita langsung menatapnya tajam dan dia memberikan pukulan pelan pada Patrick.
"Jangan bercanda, Kalau suamiku mendengar kamu bisa habis ditangannya" ucap Lita sambil mencubit lengan Patrick.
"Hahhaa, maaf aku bercanda" ucap Patrick sambil tersenyum.
"Kamu mau bertemu, Jack dan Hailey?"
"Oh iya aku lupa, aku belum tanya kamu disini dengan siapa. Sudah main ajak-ajak saja" tambah Patrick sambil melihat sekitar Lita.
"Aku disini dengan suamiku" jawab Lita.
"Lalu dia dimana?" Tanya Patrick karena tidak mendapati suami dari Lita yang ada disitu.
"Dia sedang beli es krim" jawab Lita.
"Kamu masih menyukai es krim, pasti stroberi kan yang kamu suka" tebak Patrick sambil melihat kearah Lita.
"Iyalah apalagi,"
"Ayo temui mereka, suamimu belum datangkan. Jack dan Hailey pasti senang melihatmu tapi sekaligus sedih juga"
"Sedih? kenapa mereka harus sedih melihatku?"
__ADS_1
"Ya sedih karena kamu tidak bersamaku lagi" pungkas Patrick.
"Gurau murahan atau apa itu?" tiba-tiba sebuah suara sinis nan tajam menyahuti.
Seketika dua orang yang asik bicara itu melihat kedatangan Fahri yang membawa dua buah es krim ditangannya. Senyum sinis serta tatapan tajam begitu tampak pada wajah tampan pria itu.
"Sa..sayang" ucap Lita terbata,
"Hi bro apa kabar, maaf mengobrol dengan istrimu. Tapi aku tidak sengaja melihatnya sendiri disini ya sudah aku panggil saja" ucap Patrick dengan santai bahkan dia hendak bertos dengan Fahri tapi Fahri hanya diam saja.
"Lita sepertinya aku pergi dulu, kapan-kapan temui kita kalau kalian sempat. Aku, Jack dan Hailey ada di resort blok F. Kamu bisa datang dengan suamimu, aku pergi dulu" lanjut Patrick setelah dia akan bertos dengan Fahri tapi tidak di respon, dia langsung sadar kalau suami dari mantan kekasihnya itu tidak suka dengannya dan dia tidak ingin menerima pukulan lagi di wajahnya seperti waktu itu
"Iya, salam kan untuk Jack dan Hailey. Kalau sempat aku temui kalian," jawab Lita memperhatikan Patrick yang berjalan pergi.
"Senang?" tanya Fahri dengan begitu dingin dan mengintimidasi.
"Apanya?" ucap Lita tak mengerti dengan ucapan Fahri.
Fahri diam sambil melihat kearah Patrick yang sudah bergabung dengan teman-temannya, dan dia beralih melihat sang istri yang melihatnya bingung.
"Ini eskrim ku ya," ucap Lita akan mengambil eskrim pesanannya yang ada di tangan Fahri tapi belum sempat dia mengambilnya sang suami sudah menjatuhkan dua eskrim itu ke pasir.
"Kamu apa-apaan sih, kenapa dijatuhkan eskrim nya" ucap Lita.
"Kamu pikir sendiri" ucap Fahri sembari mengambil Axel dari gendongan sang istri. Dan dia langsung berjalan pergi meninggalkan istrinya di situ..
"Fahri, kamu kenapa sih. Kamu cemburu? aku nggak ngapa-ngapain sama patrick" seru Lita saat Fahri pergi meninggalkan dirinya dengan membawa anaknya.
Fahri tidak memperdulikan Lita, dia masih saja berjalan pergi dengan anaknya yang ada di gendongannya saat ini.
"Sayang, jangan begini kenapa" lagi Lita berbicara cukup keras sambil berjalan menyusul Fahri.
………………
Fahri masuk kedalam kamarnya, dia membanting pintu kamar yang ia tempati di resort itu. Dia tidak melakukan hal itu di depan anaknya karena saat masuk kedalam resort tadi dia berpapasan dengan mbok Jum sehingga dia menyerahkan Axel pada perempuan paruh baya tersebut.
Dadanya naik turun, dengan tangan terkepal dan mata yang tampak menunjukkan kemarahan.
Saat ini dia memang sedang marah, marah karena cemburu. Bagaimana bisa Lita malah mengobrol dengan mantan pacar perempuan itu sedangkan dirinya membeli eskrim.
Saat Fahri tengah emosi pintu kamarnya terbuka menampakkan sang istri yang melihatnya membuang semua yang ada di atas meja. Dia sendiri hanya melihat sekilas kearah Lita dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sih marah-marah, nggak jelas kayak gini" ucap Lita yang menutup pintu kamar dan melihat kearah Fahri.
"Kamu pikir aja sendiri" ketus Fahri tanpa melihat kearah Lita.
"Kamu dari tadi bilang pikir aja sendiri, memang aku tahu aku salah apa. Kalau mikir sendiri, kamu cemburu lihat aku sama Patrick, aku nggak ngobrol aneh-aneh cuman say hello aja" jelas Lita berjalan mendekat kearah suaminya yang masih memalingkan wajah darinya.
"Nggak mungkin cuman say hello sama mantan" sinis Fahri.
"Memang aku ngelakuin apa kalau bukan saling sapa, jangan berlebihan deh Fahri."
Fahri langsung menatap Lita,
"Kamu bilang aku berlebihan, aku suami kamu jadi wajar aku begitu"
"Iya aku tahu, tapi kamu marah nggak jelas begini. Aku cuman saling sapa sama Patrick, udah deh nggak usah marah" ucap Lita hendak memegang lengan Fahri tapi, pria itu menghindar.
"Kamu sudah aku peringatkan kan, aku nggak suka kamu dekat pria lain selain aku. Tapi kenapa kamu malah bicara sama mantan kamu itu"
"Ya mau gimana lagi dia nyapa duluan, masa aku nggak basa-basi. Kamu kenapa sih marah banget kalau aku bicara sama Patrick"
"Kamu nggak tahu aku marah kenapa?" Fahri mendekati Lita dan memegang kuat lengan istrinya.
"Karena dia mantan kamu, aku tidak suka kamu dekat dengan mantan kamu" tegas Fahri.
"Kamu hanya milikku," lanjutnya dengan serius menatap sang istri.
"Iya aku milikmu, tapi marah mu nggak masuk akal. Memang kenapa dia mantanku, manta aturan saling silahturahmi"
"Karena dia mantan pertamamu dan cinta pertamamu kan? suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya dengan cinta pertamanya" tukas Fahri.
Lita malah tersenyum padahal Fahri menatapnya dengan begitu tajam. Dia memegang kedua pipi suaminya.
"Kenapa kamu malah tersenyum?" heran Fahri.
"Kamu tidak usah takut, aku kan sudah menjadi milikmu seutuhnya. Dan kamu bilang cinta pertama? Patrick bukan cinta pertama ku" ucap Lita pada Fahri.
Seketika wajah Fahri malah tampak mengeras berarti sebelum Patrick Lita sudah menjalin hubungan dengan yang lain dan itu siapa? batin Fahri.
°°°
T.B.C
__ADS_1