Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
63


__ADS_3

David sekarang sedang ada di teras rumah orang tuanya, dia berdiam diri seperti sedang memikirkan sesuatu saat ini. terlihat jelas pada raut wajahnya yang sangat serius itu. Naya datang membawakan secangkir teh untuk pria yang berstatus suaminya itu. Dia melihat David yang bahkan tidak menyadari kedatangannya.


“Kau sedang memikirkan apa?” tanya Naya menaruh secangkir teh itu dimeja dan dia duduk di kursi sebelah David saat ini melihat suaminya yang langsung menoleh menatap kearahnya.


David menggenggam tangan Naya, melihat perempuan cantik itu.


“Lita ada cerita sesuatu padamu tidak?” tanya David memperhatikan Naya.


“tidak memang kenapa? Kenapa kau tampak gelisah?” jawab Naya kemudian balik bertanya pada David melihat rona kegelisahan di wajah pria itu.


“Tidak Pa-pa” ucap David dan berdiri memegang tangan Naya. Tentu saja Naya terpaksa harus berdiri melihat kearah David.


“Aku tidak salahkan melakukan semua ini demi adikku” ucapnya didepan sang istri.


“Kau memikirkan apa yang kamu lakukan selama ini,?”


“Tidak,” jawab David mengelak dan dia memalingkan wajahnya seakan kurang puas dengan ucapan Naya yang tidak menjawabnya. Mungkinkah Naya juga kecewa dengan apa yang dia lakukan.


“Apapun yang kamu lakukan, aku mendukungmu” Naya memegang lembut wajah David menghadapkan wajah itu padanya.


David langsung menarik tubuh Naya mendekat padanya saat ini,


“terimakasih selalu mendukungku selama ini” ucapnya seketika langsung memeluk erat Naya seakan tidak ingin kehilangan perempuan didepannya.


Dia memang sudah jatuh cinta pada Naya dari awal saat dia bertemu perempuan itu untuk pertama kalinya di Club malam. Naya yang waktu itu bekerja ditempat tersebut bisa menggoda dirinya dengan ke ramahtamahan. Perlu digaris besari Naya bekerja di situ bukan untuk menjajakan dirinya melainkan sebagai pelayan. Dan naya juga terpaksa bekerja ditempat yang menggoda iman semua orang.


........................


Lita ada di balkon kamarnya saat ini sambil menggendong bayinya yang masih terlihat merah wajar saja karena bayi Axel baru berumur satu minggu lebih dan saat ini dia sedang berjemur. Katanya memang bagus untuk bayi. Jadi Lita melakukan sesuai anjuran dokter. Dia berdiri menggendong anaknya melihat suasana jalan depan rumahnya yang ramai,


Sesekali Lita melihat kearah Axel yang tampak nyaman daam gendongannya saat ini. dia melihat anaknya sendiri, rasa sedih kembali menyelimuti hatinya. Sungguh dia tidak mengira kalau kehidupannya seperti ini. dia sedih melihat anaknya diusianya yang masih bayi kedua orang tuanya tidak bersama. Saling menjauh satu sama lain. Dia yang dulu mengidamkan sebuah keluarga kecil mengurus anak bersama dengan suaminya, sekarang tak sesuai harapan dirinya yang dulu. kini dia harus membesarkan anaknya sendiri tanpa suami.


“kamu nggak pa-pa kan nak, kalau cuman sama mama aja. Mama janji sama kamu bakal urus kamu sampai dewasa. Maafin Mama ya” ucap Lita melihat anaknya yang memejamkan matanya dan sesekali tangan mungil itu bergerak.

__ADS_1


“axel anak yang baikan, pasti paham dengan pilihan Mama. Maafin Mama ya nak” ucap Lita merasa teramat begitu bersalah pada anaknya itu.


Di luar rumah besar itu tanpa disadari, Fahri sedari tadi berada di dalam mobil yang berada diseberang Jalan dia memperhatikan kearah Balkon kamar Lita melihat anak dan istrinya di sana. Dia hari ini memutuskan pulang dari Amerika. Niatnya yang ingin tinggal lebih lama di sana dia urungkan karena tidak bisa menahan rasa rindu dirinya pada anak yang belum sempat ia bersama-sama dengan bayi itu.


Fahri menatap dua orang yang dia rindukan itu dengan tatapan sedih, matanya tidak bisa berbohong soal hal itu. Andai dia tidak bodoh mengutarakan dendam berkali-kali pada Lita dan andai dia menyadari perasaannya pada Lita saat dulu. mungkin rumah tangganya tidak akan begini.


Bodohnya dia menyadari cinta itu ada dihatinya saat mereka belum menikah tapi karena bayang-bayang ego untuk balas dendam membuat mata hatinya gelap


FLASHBACK ON


Dua bulan Fahri dan Lita menjalin kasih selama dua buan juga sikap Fahri yang terkadang dingin dan terkadang mampu membuat Lita berbunga contohnya seperti sekarang Fahri datang membawakan bunga untuk Lita. Seperti biasa mereka bertemu di taman, karena tempat favorit Lita taman. Lita sudah datang dulu lebih dulu dari Fahri.


Fahri membawakan Lita bunga karena hari ini adalah hari ulang tahun Lita sehingga, dia harus berusaha terus mengambil hati perempuan itu. Agar mencintainya teramat sangat dan kelak dia bakal menyakiti hati perempuan itu membalaskan dendam karena kematian Dira.


Fahri berjalan dengan tatapan dingin, melihat bunga yang ada ditangannya. Dia juga heran kenapa dia harus perduli dengan perempuan itu dihari ulang tahunnya. Dia mencium harum bunga tersebut yang semerbap menusuk amsuk ke hidungnya.


Matanya kembali fokus ke depan saat dia hampir sampai di bangku taman tempat dirinya dan Lita janjian.


Dua orang berlawanan jenis saling melempar senyum satu sama lain, Lita dengan pria bule yang tidak ia kenal sama-sama tersenyum dan rona bahagia Lita karena menerima bunga tersebut.


Hati Fahri tiba-tiba saja terasa panas, wajahnya memerah dan tangannya terkepal kuat saat dia melihat hal itu dan emosinya semakin menjadi saat dia melihat pria itu mengambil bunga dan menyelipkannya ke telinga Lita.


Tidak tinggal diam Fahri segera bergegas mendekati dua orang tersebut, dia tanpa aba-aba langsung memukul pria bule yang tinggi itu membuat pria itu tersungkur ke tanah.


“Fahri,” ucap Lita yang terkejut melihat kemarahan Fahri saat ini. dia bingung kenapa Fahri begitu marah dan datang-datang langsung memukul temannya Patrick yang tak lain mantan pacarnya dulu. tapi itu dulu sebelum dia pindah dari Australia dan jauh sebelum dia bertemu Fahri. Mereka saat ini hanya sebatas sahabat saja tidak lebih.


“Kau gila, kau memukulku” tukas pria itu langsung berdiri tidak terima dipukul oleh Fahri.


“Ya aku memukulmu, salah siapa kau dekat dengan kekasihku. Pergi dari sini sebelum aku memukulmu lagi” tegas Fahri menatap tajam pria yang lebih tinggi darinya.


“Lita, pacarmu sungguh gila. Sampai jumpa lain kali,” ucap Patrick, dia memilik langsung pergi karena Fahri memakai seragam polisinya saat ini.


“Patrick aku minta maaf,” seru Lita melihat Patrick merasa tidak enak

__ADS_1


“Sayang, kamu ini apa-apaan. Kenapa datang-datang langsung memukulnya” ucap Lita pada Fahri yang menatapnya datar.


“Kau bilang kenapa aku marah, aku pacarmu. mana ada seorang pacar tidak marah melihat kekasihnya dengan pria lain”


“tapi aku dan Patrick tidak melakukan apa-apa”


“Tidak melakukan apa-apa, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Apa yang dia lakukan padamu”


“itu cuman mema..”


Fahri langsung mencengkram tangannya saat ini, dia mencengkram begitu kuat tangan Lita.


“Aku tidak perduli cuman melakukan apa. Yang jelas tidak akan ku biarkan pria manapun bersikap baik padamu selain aku. kau milikku mengerti” Fahri menarik tangan Lita membuat tubuh Lita seketika mendekat padanya.


“Arkh, sakit” rintih Lita karena Fahri mencengkram tangannya begitu kuat.


“kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan tergoda dengan pria lain. Karena aku hanya mencintaimu Fahri, lepas ya sayang. Tanganku sakit” ucap Lita tepat didepan Fahri.


Fahri masih melihat Lita melepaskan tangan itu. Tapi tangannya beralih ke pinggang Lita mendekatkan tubuh perempuan itu lebih dekat lagi.


“Kau cemburu?” tanya Lita pada jarak yang sangat dekat dengan wajah Fahri.


Fahri hanya diam saja, dia menarik Lita dan mencium Lita. Menciumnya dengan memaksa, dan begitu mendominasi ciuman.


Rasa marahnya serasa hilang saat mencium Lita, dan dia selalu marah tak terkendali saat Lita bersama dengan pria lain. Seakan tidak terima kalau perempuan itu dimiliki oleh orang lain selain dirinya.


FLASHBACK OFF


Fahri yang ada didalam mobil tersadar dari kenangan masa lalunya tersebut, kenapa dia tidak menyadari dari itu. kalau dia memang cemburu dan secara tidak sadar sudah mencintai Lita. Dirinya yang terkesan posesif saat melihat Lita dengan pria lain, kenapa tak kunjung ia sadari dari dulu. kini bodohnya dia baru sadar kalau cinta itu sudah ada untuk Lita sedari dulu. Kenapa harus kehilangan dulu ia baru sadar. Sesal Fahri menatap pilu Lita dan anaknya yang ada di lantai balkon kasar Lita.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2