
“Lita, ..” David langsung berlari menghampiri adiknya yang sudah membuka matanya saat ini. Bukan hanya David tapi Rey dan juga Fahri yang berjalan dibelakang Rey saat ini, Fahri bingung apakah dia harus menunjukkan wajahnya pada Lita. Tadi saat Lita berada diruang operasi dia histeris tidak mau menemuinya tapi karena terpaksa dia mau juga melihatnya. Apa sekarang Lita masih mau melihatnya batin Fahri berdiri di belakang Rey yang memang leih tinggi darinya.
“Kak David,” lirih Lita melihat sang kakak yang mengusap kepalanya lembut.
“Kenapa kau keluar dari rumah hah, kau tidak tahu aku mengkhawatirkan mu dan anak yang kau kandung” ucap David melihat sang adik.
“Anakku,” Lita langsung memegang perutnya saat ini yang kempes.
“Dimana anakku kak, anak ku dimana? Apa dia selamat” ucap Lita melihat kakaknya.
“Ini anakmu Lita dia baik-baik saja” ucap Naya menggendong bayi itu.
Lita bernafas lega, tapi dia kembali gemetar saat mengingat kalau tadi ada Fahri yang menemaninya melahirkan.
“kak, aku..aku takut. Pria, pria brengsek itu ta..tadi dia menemui ku. Aku tidak mau bertemu dengannya kak. Aku, aku takut kak” ucap Lita menarik sang kakak berlindung pada tubuh kakaknya itu.
“tenanglah, jangan takut.”
“Kau puas, kau mendengarnya sendiri sekarang kan. Untuk apalagi kau disini, pergi dari sini” sinis David menatap seseorang dibelakang Rey.
Lita menatap kakaknya bingung dengan siapa kakaknya itu bicara, dia memperhatikan David yang melihat kearah Rey. Mana mungkin kakaknya berbicara dengan Rey.
“Tidak, aku tidak akan pergi dari sini. Aku akan tetap disini menemani istriku dan anakku. Aku akan membawa mereka pulang” Fahri akhirnya menampakkan dirinya saat ini melihat Lita yang langsung menatapnya takut. Jujur hatinya sakit saat Lita menatapnya begitu.
Lita melihat kearah Fahri, tangannya langsung mencengkram lengan sang kakak. Dia saat ini takut, benar dia takut melihat Fahri pria yang dia hindari selama ini.
“Kenapa kau disini, Pergi, pergi dari sini. Suruh dia pergi kak, suruh dia pergi” ucap Lita menarik sang kakak menjadikannya perlindungan dirinya saat ini.
“Lita aku mohon, beri aku kesempatan. Aku mohon, mari kita mulai..” ucap Fahri yang berjalan mendekati Lita. Tapi Lita langsung melemparnya dengan bantal saat ini.
__ADS_1
“pergi, PERGI. Aku tidak ingin melihatmu. Aku bilang pergi. Rey, suruh dia pergi aku mohon suruh dia pergi” ucap Lita marah serta histeris tidak ingin melihat Fahri.
“kau tidak dengar adikku menyuruhmu pergi, kau mau pergi sendiri atau aku yang menyeret mu” tegas David menatap Fahri menahan emosinya.
“Tidak kak, aku tidak akan pergi sebelum Lita mau bicara dan memaafkan aku. aku,..aku sungguh menyesal. Lita, aku mohon beri aku kesempatan, aku mohon padamu, aku mencintaimu. Aku..aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon beri aku kesempatan” Fahri menarik tangan Lita menggenggamnya erat matanya berkaca-kaca penuh pilu dan penyesalan dia menatap Lita yang memalingkan wajah darinya.
“lepaskan tangan adikku” David langsung bangkit dari ranjang Lita dan dia melepas paksa tangan Fahri dari Lita .
“Kak, aku mohon. Ijinkan aku bicara dengan Lita aku mohon. Aku siap melakukan apapun untuk menebus kesalahanku padanya.” Ucap Fahri pada David memohon dengan sangat.
“Aku tidak ingin bicara padamu, aku membencimu. Aku sangat membencimu. Pergi dari hidupku sekarang” teriak Lita menatap Fahri.
Mendengar nada-nada kemarahan itu membuat hati Fahri sedikit sakit melihat perempuan yang masih menjadi istrinya mengatakan benci padanya saat ini. tapi ini memang yang harus dia terima, dia akan berusaha membuat Lita memaafkannya. Harus, dia harus berusaha agar Lita memaafkan dirinya.
“Bukannya aku ikut campur urusan kalian, tapi aku mohon keluarlah saat ini. Lita tidak ingin melihatmu, dia dalam kondisi Psikis yang tidak baik. Aku harap kau mengerti” ucap Rey berdiri di depan Fahri saat ini.
Fahri terdiam menatap Rey,
“Usir dia,” ucap David pada Rey yang akan berjalan keluar.
“ya,.” Singkat Rey dan langsung keluar dari ruangan Lita.
.....................
“Sebaiknya kau pergi saja dari sini. Lita butuh ketenangan” ucap Rey yang berdiri didepan Fahri.
“Kau siapa menyuruhku untuk pergi, ternyata kau juga ikut andil tentang hal ini.” sinis Fahri menatap rey yang ada didepannya.
“Beberapa bulan lalu saat aku menemui mu, untuk mengatakan dimana Lita. Kau bilang tidak tahu. Ternyata,..” lanjut Fahri mengepalkan tangannya menahan kesal. Memang benar beberapa bulan lalu saat dia yakin kalau Lita masih hidup dia menemui Rey menanyakan soal Lita benarkah masih hidup atau tidak tapi pria didepannya bilang kalau Lita tak mungkin hidup.
__ADS_1
“Aku melakukannya demi Lita, dia tidak mau bertemu denganmu. Dan aku tidak ingin dia kambuh lagi seperti dulu” jelas Rey
“kambuh? Kambuh apa. Dia tidak apa-apa dia sehat”
“Kau tidak tahu, kau yang memberinya luka tapi kau bilang dia tidak apa-apa. Asal kau tahu Lita sangat menderita karena mu. Dia trauma dengan kebejatan mu itu. Asal kau tahu dia akan menggugurkan anaknya waktu itu” pungkas Rey menatap taja Fahri dia mendekati pria yang menurutnya tidak tahu diri tersebut
“Apa? Tidak mungkin dia akan menggugurkan anaknya. Dia anakku dan anaknya mana,.”
Rey langsung mencengkram kerah baju Fahri.
“Kau memang tak akan percaya, pria brengsek sepertimu mana mungkin mengerti soal apa yang dia rasakan selama ini. Lebih baik kau pergi dari hidupnya jangan temu dia dan anaknya lagi karena aku yang akan menjadi ayah bagi bayi itu” lirih Rey ditelinga Fahri.
Fahri semakin mengepalkan tangannya, dia memukul Rey cukup kuat membuat Rey terdorong kebelakang.
“Jangan asal bicara, kau tidak akan pernah menggantikan ku sebagai ayah dari anak itu. Itu anakku dan Lita mengerti. Kau tidak ada hak dengan bayi ku dan Lita
“Aku tidak asal bicara, itulah keputusan Lita mengerti. Dia tidak sudi kembali lagi denganmu, kau sendiri saja belum mencintai Lita. Kau melakukan semua ini karena kau menyesalkan atas apa yang kamu lakukan. Tapi kau tidak mencintai Lita, lebih baik kau pergi saja dari hidupnya jangan buat dia menderita lagi. Tandatangani surat cerai mu dan kirim ke pengadilan” pungkas Rey menatap dingin Fahri, dia memprovokasi Fahri agar pria itu marah.
Fahri semakin mengepalkan tangannya, dia menatap Rey tidak terima dengan ucapan Rey.
“kata siapa aku tidak mencintai Lita, aku sudah mencintainya mengerti. Dan kau dengar aku tidak akan menceraikan dia. Aku akan berusaha membuat dia memaafkan ku dan kembali padaku bukan padamu”
“Baiklah, ku lihat bagaimana perjuanganmu.” Ucap Rey enteng, dia langsung masuk kedalam ruangan Lita kembali meninggalkan Fahri yang menatapnya.
Fahri memukul-mukul kan tangannya ke tembok.
“Sial, Sila. Aku tidak akan melepaskan Lita, Lita dan bayinya adalah milikku” ucapnya memukul tembok berkali-kali
°°°
__ADS_1
T.B.C