Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
78


__ADS_3

Fahri membukakan pintu di sebuah rumah yang besar di depan mereka saat ini. Lita sendiri tidak mengerti kenapa Fahri bisa membuka pintu rumah yang terbilang asing ini. rumah ini milik siapa batin Lita sambil sesekali melihat Fahri yang tersenyum padanya.


Pintu rumah pun sudah terbuka, dalam rumah itu terlihat begitu rapi dan sepertinya barang-barang yang ada di situ juga masih terbilang baru dibeli.


“Ayo masuk sayang,” ucap Fahri menuntun Lita masuk kedalam rumah itu.


Lita diam saja, dia tetap berdiri tegak saat Fahri mengajaknya untuk masuk.


“ini rumah siapa?” tanyanya menatap Fahri penasaran dengan jawaban yang akan diberikan pria itu.


“ini rumah kita, mulai besok kita tinggal disini dengan Axel dan anak-anak kita nanti” jelas Fahri memperhatikan wajah terkejut Lita saat dia mengatakan hal tersebut.


“Apa? Kau tidak bercanda ini rumah kita?” pungkas Lita menatap heran pada fahri yang mengatakan kalau rumah besar didepannya saat ini adalah rumah mereka.


“Aku tidak bercanda sayang, ini memang rumah kita. Aku membangunnya beberapa bulan yang lalu saat aku mulai yakin kalau kamu masih hidup dan mengandung anakku” terang Fahri mengatakan sejujurnya.


“kenapa kamu membangun rumah baru, bukannya ada rumah yang diberikan padamu waktu itu?”


“Itu rumah kita dulu, banyak kenangan buruk disitu. aku tidak ingin menengok ke masa lalu dan membuatmu terbayang-bayang kesakitan yang aku buat. Aku lakukan ini demi dirimu, ayo masuk dan lihat rumah impian kita berdua” ucap Fahri pada Lita menuntunnya masuk kedalam rumah.


Ditengah-tengah rumah itu, Lita menghentikan langkahnya saat Fahri akan mengajak dirinya naik ke lantai atas untuk melihat kamar mereka.


“kenapa?” lagi-lagi Fahri dibuat bingung dengan Lita yang berhenti tiba-tiba.


Lita langsung memeluk Fahri saat pria itu menghadap kearahnya melihat dirinya saat ini.


“terimakasih, karena kamu sudah berubah menjadi Fahri yang baru pertama aku lihat dulu” ucap Lita memeluk suaminya dengan haru.


Fahri membalas pelukan Lita dia mengusap lembut punggung istrinya, seulas senyum timbul di wajah tampannya saat ini. dia sedikit menudukkan dirinya mencium rambut sang istri.


“Kenapa kamu yang berterimakasih padaku seharusnya aku yang berterimakasih padamu sayang. Karena kamu mau kembali denganku saat ini memulai rumah tangga kita kembali” ucap Fahri penuh syukur dengan ini semua.


“sudah ayo, kita ke atas lihat kamar kita dan juga kamar milik Axel,” ucap Fahri lagi melonggarkan pelukannya dan menatap Lita.


“Ayo,” lirihnya dan tangan mulus nan lentik itu langsung tergenggam erat oleh tangan Fahri yang langsung mengajaknya berjalan menuju tangga.


..........................

__ADS_1


Selesai melihat seluruh ruangnya yang ada di rumah baru ini Fahri ingin berenang sebentar dan meminta Lita untuk menemaninya berenang. Tentu saja bukan berenang bersama di dalam kolam renang melainkan hanya menyuruh Lita menunggu di ayunan yang ada di pinggir kolam renang rumah mereka.


Karena setahu Fahri, Lita tidak bisa berenang makanya itu dia tidak mengijinkan istrinya ikut berenang dengannya. Sebenarnya dia ingin berenang bersama dengan Lita tapi dia takut istrinya tenggelam.


“Kamu serius hanya menyuruhku menunggu saja di sini,?” ucap Lita saat melihat Fahri yang sudah berada di dalam kolam renang sedangkan dirinya di atas.


“Iya, kamu tunggu aku di atas saja. Karena aku tidak mau kamu tenggelam,” tegas Fahri tetap meminta Lita untuk ada di atas saja.


“kalau aku tidak mau, dan tetap ingin berenang” pungkas Lita menatap serius Fahri yang langsung melihatnya.


“Sayang jangan kerasa kepala, aku bilang kamu tetap di atas saja bisa” Fahri berbicara begitu serius dan penuh penekanan.


“Kamu tidak menyesal tidak berenang denganku” lagi Lita mencoba bernegosiasi dengan suaminya tersebut.


“Tidak, aku akan lebih menyesal kalau kamu sampai kenapa-kenapa di dalam kolam renang” ucap Fahri.


“lebay,” Lita mencebik, Dan tiba-tiba dia membuka rok pendek yang dia kenakan menyisakan pakaian dalamnya saja. Dan tak lupa bajunya juga ia lepas. Seketika membuat mata Fahri terperangah dengan apa yang dilakukan Lita saat ini.


“Kamu apa sayang” ucapnya mulai cemas melihat Lita yang melepas semua bajunya dan hanya menyisakan pakaian dalam saja.


“Aku mau berenang, kamu pikir hanya kamu saja yang boleh berenang” pungkas Lita menatap kearah fahri.


Saat dia kaan naik Lita sudah lebih dulu loncat kedalam kolam renang,


“Tidakkkk....” teriak Fahri seakan memori dulu saat Lita melompat ke sungai terbayang jelas di kepalanya dan juga dimana dulu saat Lita tenggelam di kolam renang karena dia mendorongnya.


Fahri melihat Lita di permukaan, perempuan itu tidak muncul-muncul juga ke permukaan.


“Tidak, Tidak, jangan..jang aku mohon jangan...” lirihnya sambil berenang kearah Lita yang menceburkan dirinya tadi.


“Sayang, sayang,.” Ucapnya dengan keras mencari Lita.


“Iya aku disini” tiba-tiba sebuah suara muncul di belakang Fahri yang tengah gelisah serta takut terjadi apa-apa dengan Lita.


Fahri langsung melihat kearah belakangnya dan dia mendapati Lita telah berdiri di belakangnya saat ini melihat dirinya. Yang diliputi ketakutan serta kegelisahan.


“Sayang,.” Ucapnya lemah melihat Lita matanya berkaca merasa lega kalau Lita tidak apa-apa.

__ADS_1


Segera saja dia menghampiri Lita begitu juga Lita yang menghampiri Fahri. Mereka saling berhadapan ditengah-tengah kolam renang saling menatap satu sama lain.


“kenapa kamu melakukannya tadi, kau tidak tahu seberapa takutnya aku kehilangan mu” tegas fahri sambil merengkuh pinggang Lita menahannya agar Lita tidak tenggelam. Dia masih berpikiran kalau Lita akan tenggelam.


“Aku tahu,” ucap Lita singkat sambil memperhatikan wajah suaminya.


“lalu kenapa kamu tetap melakukannya disaat aku melarang mu?”


“Karena aku juga ingin berenang sepertimu mengerti”


“Bagaimana ingin berenang disaat kamu tidak bisa berenang,”


Lita tersenyum pada Fahri, dia perlahan melepaskan tangan Fahri dari pinggangnya.


“lepaskan sayang, aku bisa berenang jangan khawatir” ucapnya sedikit memberi jarak pada Fahri. Fahri yang melihat itu merasa khawatir dan dia akan mendekat pada Lita berjaga-jaga kalau Lita tenggelam nantinya.


“Kamu tenanglah aku bisa berenang, dan aku ingin minta maaf denganmu soal ini” lanjut Lita kembali mendekat pada sang suami.


“Kenapa?”


“Aku dulu hanya pura-pura tidak bisa berenang, agar kamu khawatir padaku” tukas Lita mengungkapkan kebohongannya itu.


“Apa?” Fahri terlihat terkejut dengan kenyataan tersebut


“Kamu menipuku saat itu sayang” ucap fahri lagi.


“Iya, maaf. Aku waktu itu ingin membuktikan kamu mencintaiku atau tidak” pungkas Lita pada sang suami.


“Dan aku minta maaf, soal aku terjun ke sungai entah aku sudah pernah bilang pada mu belum. Aku sengaja melakukan itu agar aku bisa bebas darimu dan saat jatuh ke sungai aku langsung muncul ke permukaan saat jauh dari jembatan dan berenang kepinggir sungai” tambah Lita menjelaskan hal itu pada Fahri.


Mendengar hal tersebut Fahri seketika terhelak tak percaya, kalau istrinya melakukan itu hanya untuk bebas darinya dan mendapat perhatian darinya. Dia semakin merasa jahat saja selama ini.


“Kamu kalau mau marah denganku marah saja” ucap Lita menatap Fahri yang dia tak memberikan respon sama sekali.


Fahri yang sedikit terbengong langsung melihat kearah Lita dan dia mendekati istrinya tersebut. Dia segera merengkuh pinggang Lita menariknya mendekati tubuhnya saat ini.


“Aku tidak ada hak untuk marah soal hal itu, karena itu kesalahan yang telah ku lakukan dan membuatmu terluka. Aku yang minta maaf padamu,” ucap Fahri langsung memeluk Lita begitu erat. Dia mencium lekuk leher Lita, sedikit menghisapnya bak vampir.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2