Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 105


__ADS_3

Lita masuk ke kamarnya, dia baru saja menyerahkan Axel pada mbok Jum karena tidka mungkin dia bisa mengurus anaknya saat bayi besarnya yang sedang sakit. Benar bayi besar, siapa lagi bayi besar itu kalau bukan Fahri. Sedari tadi pagi hingga siang ini fahri selalu merengek minta di peluk. Dan suaminya terus muntah tak henti membuat badan dari pria itu lemas. Semua itu karena efek dari dirinya yang sedang hamil dan yang ngidam suaminya sekarang.


“kamu kemana saja sih lama banget saya, suami kamu begini kamu tinggal terus” gerutu Fahri menegakkan tubuhnya dengan bersandar di sandaran kasur melihat sang istri yang berjalan mendekati dirinya saat ini.


“Aku barusan memberikan Axel pada mbok Jum, jangan manja dong sayang” ucap Lita mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur sebelah fahri. Dia memegang wajah suaminya yang pucat.


“Kamu pucat banget,” ucapnya saat menyadari hal itu.


Fahri memegang tangan Lita, menaruh tangan istrinya ke kepalanya saat ini.


“Pijitin kepalaku,” Fahri meminta dengan manja.


Dia langsung menidurkan kepalanya di pangkuan sang istri,


“Sayang pijitin” rengek nya lagi.


“Iya,” Lita mematuhi perintah Fahri, dia segera memijat kepala sang suami dengan lemah lembut.


“kamu pusing juga, mau ke dokter nggak” tambah Lita menatap sang suami.


“Nggak, ngapain. Ini bukan sakit atau apa ini efek kamu ngidam kan” tolak Fahri.


“Nih buktinya aku cinta benget sama kamu, kamu jangan tinggalin aku” selosor fahri menatap sang istri.


“iya, kenapa juga aku mau ninggalin kamu. Udah tidur aja, biar nggak pusing” pinta Lita masih terus memijak kepala suaminya dan sesekali dia memijat kening Fahri.


Fahri malah mengangkat tubuhnya dan dia duduk sambil melihat kearah Lita yang menatapnya heran padahal dia tadi ingin dipijat.


Cupp


Fahri mencium bibir istrinya dan sedikit menekannya memberikan ******* manis di bibir yang memang sudah manis itu.


Fahri hanya menciumnya sebentar saja lalu dia melepaskan sambil melihat istrinya,


“Sayang tidur yuk. Kamu peluk aku” ajak Fahri pada Lita.


Lita menghela nafasnya dengan permintaan Fahri,

__ADS_1


“Yo sini, bayi besar aku” ucap Lita langsung berbaring.


Fahri tersenyum senang karena sang istri menuruti permintaan dirinya sekarang, dia dengan sigap langsung ikut berbaring dan memeluk sang istri begitu erat.


“nah begini” ucapnya sambil memeluk sang istri.


“kenapa senang?” tanya Lita.


“bukan senang lagi senang banget” ucap fahri.


“Aku merasa enakan sekarang” ucapnya lagi.


“kalau enakan ya udah tidur, nanti aku kebawah buat ambil Axel biar mbok Jum bisa masak” ucap Lita meminta sang suami untuk segera tidur.


“nggak usah kebawah, pokonya kamu peluk aku terus di tempat tidur.” Fahri tidak mengijinkan Lita untuk kebawah mengambil anak mereka.


“Lah terus mbok Jum gimana, dia mau masak sayang. Nanti kita makan apa?”


“beli saja, atau nggak kamu suruh Mama Nafa atau mamaku kesini biar mereka yang mengurus Axel. Kamu temani aku terus” ucap fahri dengan nada memelas dan memaksa bak anak kecil yang harus dituruti.


.............................


Di rumah keluarga Lita, Aryo sedang duduk membaca koran dan istrinya Nafa datang-datang mengusap bahu sang suami. Membuat Aryo langsung menoleh melihat sang istri,.


“kenapa ma?” tanya Aryo sembari melipat korannya dan menaruh benda itu di meja.


“aku pengen ketemu cucu kita Pa, Lita sama Axel dah lama nggak kesini semenjak bertengkar dengan Thalia.” Lirih sang istri mengutarakan kerinduan dirinya pada cucu pertama mereka.


‘kamu rindu sama Axel? Mau ke sana?” ucap Aryo memberikan tawaran.


“Iya, aku pengen ke sana. Papa mau nganterin mama?” Nafa begitu antusias dengan hal itu tapi dia langsung berubah sedih. Dan Aryo bisa melihat hal tersebut.


“kenapa ma?” tanyanya.


“Tapi Thalia kalau tahu pasti marah sama Lita pa?” Nafa langsung teringat dengan Thalia dia takut Thalia akan menyalahkan Lita lagi.


“Kalian pergi saja ke rumah Lita, aku tidak perduli. Dia anak kalian juga kan” ucap Thalia yang baru saja menuruni tangga.

__ADS_1


Sontak Aryo dan juga Nafa melihat kearah Thalia, mereka menatap sang putri bungsu.


“Kamu serius?” tanya Aryo pada sang putri.


“Iya, aku tidak masalah. Pergi saja , aku tidak marah. Salam untuk Lita dan juga suaminya” pungkas Thalia dan langsung pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


Nafa dan Aryo hanya saling lihat dengan hal itu, mereka benar-benar kurang yakin dengan apa yang mereka dengar barusan. Thalia sepertinya sudah tidak berpikiran aneh lagi.


“Tahlia serius kan pa?” tanya nafa seperti tidak yakin dengan ucapan anaknya barusan. Makanya dia bertanya kembali pada suaminya untuk memastikan hal tersebut.


“sepertinya dia serius ma, karena dia dan Lita hampir sama kalau sudah bicara seperti itu” ucap Aryo.


“Syukurlah kalau dia serius, Mama senang mendengarnya. Kalau begitu ayo Pa, kita ke rumah Lita. Mama tidak sabar ingin bertemu Axel” ajak Nafa begitu bersemangat karena dia akan menemui sang cucu.


“ya sudah ayo, oh iya kamu bilang David dulu siapa tahu dia dan Naya juga mau ikut. Naya kan ingin bertemu Lita. Lita tidak pernah komunikasi dengan mereka lagi kan? Mungkin mereka rindu dengan adiknya” ucap Aryo meminta pada sang istri untuk memberitahu David.


“Oh iya, Naya kan pengen ketu Lita. Ya sudah Mama ke kamar mereka dulu ya pa” Nafa langsung pergi setelah di angguki oleh Aryo. Dia melangkah dengan cepat menuju kamar anaknya.


...............................


“Sayang bangun dulu, ini udah mau sore. Aku ke bawah dulu ya bilang sama mbok Jum kalau beli makanan aja” ucap Lita yang masih berada di dalam pelukan sang suami. Dia menepuk lembut lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


“Nggak usah, kamu disini saja” ucap fahri masih memejamkan matanya memeluk sang istri.


Dengan terpaksa Lita mengambil ponsel miliknya di nakas meja sebelah dirinya dnegan susah payah karena Fahri yang memeluknya saat ini.


Dia akan menghubungi mbok Jum dengan ponselnya saja, Lita menghubungi mbok Jum dan dia menyuruh perempuan paruh baya itu memandikan Axel karena sudah hampir sore dan dia juga menyuruh mbok jum untuk tidak memasak karena dia sudah memesan makanan.


“Sudah puas sayang ku, suamiku bayi besar ku” ucap Lita dnegan manis melihat sang suami yang sudah mengendurkan pelukannya.


Fahri hanya tersenyum melihat sang istri yang berbicara manis dengannya.


“terimakasih my wife, mau menuruti perintahku” ucap fahri memeluk istrinya dengan gembira. Dan dia sedikit bergerak kebawah. Ia hendak mencium perut sang istri yang masih rata.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2