Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
77


__ADS_3

Lita kebingungan bagaimana caranya dia menghubungi kakaknya kalau saat ini ia belum bisa menjemput Axel dari rumah orang tuanya.


Dia tidak memiliki Hp saat ini karena Fahri membantingnya semalam sehingga Hp itu rusak tak berbentuk.


"Saya kamu sudah ganti baju, ayo ikut aku" ucap Fahri yang masuk kedalam kamar dengan terburu-buru.


Lita segera melihat kearah Fahri saat ini dia menatap penasaran pria itu. Mau mengajaknya kemana kah Fahri pagi ini.


"Kemana?" tanya Lita heran,


"Udah ayo nanti kamu juga tahu," Fahri langsung menggandeng tangan Lita mengajaknya keluar dari kamar.


"Ya kemana dulu bilang," Lita menghentikan langkahnya menatap Fahri.


"Ini kejutan, jadi tidak mungkin aku mengatakannya" tegas Fahri kembali menarik tangan Lita mengajaknya pergi.


"Kejutan apa?" Lita masih terus bertanya, dia begitu penasaran dengan apa yang akan Fahri lakukan.


"Kamu aneh ya sayang namanya kejutan nggak mungkinlah aku kasih tahu. Ayo dong ikut ya," ucap Fahri.


"Nggak, kalau kamu nggak ngomong kejutan apa aku nggak mau" tolak Lita bersikeras tidak mau kalau Fahri tidak mengatakannya.


"Kalau begitu maaf, aku harus melakukan cara ini padamu"


Fahri langsung memanggul Lita layaknya kantong beras.


"Fahri, turunkan aku. Kenapa kamu melakukan ini, turunkan" ucap Lita terus-terusan. Dia minta di turunkan oleh Fahri.


"Salahmu sendiri sedari tadi tidak mau. Ini resiko mu" tukas Fahri tetap memanggul Lita di bahunya tidak menurunkan perempuan itu meskipun Lita terus minta di turunkan.


………………


"Ah, capek juga ya sayang gendong kamu dari apartemen kita" ucap Fahri menurunkan Lita di dalam lift.


"Salahmu sendiri, kenapa kamu selalu seenaknya sendiri denganku?" kesal Lita menatap Fahri yang malah tersenyum.


"Karena kamu istriku" ucapnya enteng.


"Aku Fahri, saat ini sudah benar-benar tergila-gila padamu. Jadi kamu harus siap menerimanya oke," senyum manis tercipta di bibir pria itu menatap istrinya penuh cinta.


"Kenapa menatapku begitu? terharu?" ucap Fahri lagi saat melihat Lita yang menatapnya berkaca-kaca.


"Nggak," elak Lita langsung memalingkan wajahnya tidak menghadap Fahri.

__ADS_1


"Bohong, terharu kan." goda Fahri pada Lita dia berusaha melihat wajah Lita yang langsung membuang muka saat dia ingin melihatnya.


"Nggak, sekarang jujur kamu mau mengajakku kemana?" lagi Lita menanyakan hal itu dia masih sangat penasaran akan mengajaknya kemana Fahri saat ini.


"Ketempat yang pastinya kamu suka. Sudah deh sayang jangan tanya terus padaku" tukas Fahri pada Lita.


"Oh iya kamu serius menyuruhku untuk selalu memakai pengaman saat kita melakukan hubungan suami istri?" ucap Fahri memastikan hal itu Lita serius atau tidak.


"Iya, aku serius. Aku belum siap punya anak lagi, memberi adik bagi Axel"


"Kenapa belum siapa? bukannya Mamaku menginginkan kamu hamil lagi. Aku juga ingin kamu hamil lagi, aku ingin merawat mu saat kamu hamil" ucap Fahri mendekatkan dirinya pada Lita.


"Ya karena aku belum mau hamil lagi, aku tidak perduli Mamamu menginginkannya dan kamu juga ingin. Kalau kamu tetap memaksanya aku tidak akan mau kamu menyentuhku" ucap Lita dan diakhir dengan nada mengancam.


Fahri langsung terdiam melihat kearah Lita yang memalingkan wajah membelakangi dirinya saat ini.


"Baiklah aku menurutimu, tapi memakai pengaman tidak nyaman sekali sayang" lirih Fahri terpaksa menerima kesepakatan tersebut.


Lita langsung melihat kearah Fahri.


"Kau pernah mengenakannya? dengan siapa?perempuan mana yang pernah bermain denganmu?" ucap Lita menatap horor Fahri.


"Nggak, aku nggak pernah mengenakan itu. Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain kamu" pungkas Fahri langsung glagapan


"Aku berani sumpah sayang. Aku nggak pernah nyentuh wanita manapun selain kamu. Dengan Dira dulu aku juga nggak pernah. Aku mohon percayalah padaku?" pungkas Fahri menggenggam tangan Lita berharap Lita mempercayai dirinya saat ini.


Lift langsung terbuka dan Lita keluar dari dalam lift tersebut lebih dulu meninggalkan Fahri yang melihat tangannya hampa setelah dilepaskan oleh Lita.


°°°°°


Didalam mobil Fahri hanya bisa diam saja sambil memperhatikan Lita yang membuang wajah melihat kearah luar mobil.


Tiba-tiba saja Fahri membelokkan setir mobilnya ke kanan, dia meminggirkan mobilnya dengan tiba-tiba. Jujur dia tidak bisa di diamkan terus.


"Sayang aku mohon percaya padaku, aku tidak pernah menyentuh perempuan lain. Aku tahu kalau mengenakan pengaman tidak nyaman dari hasil yang ku searching di internet. Ayolah, aku tidak bisa kamu diamkan begini" tukas Fahri menatap kearah Lita yang melihatnya sekilas.


"Kenapa kau susah sekali percaya padaku?" lirih Fahri terdengar sedih.


"Bagaimana aku bisa percaya padamu begitu saja. Kamu pernah menipuku kan?" tegas Lita menatap Fahri.


"Oke, aku memang pernah menipumu selama ini. Tapi aku sudah janji dan minta maaf padamu. Aku mohon percayalah padaku" pungkas Fahri pada Lita.


"Baiklah aku percaya padamu" ucap Lita pada akhirnya setelah melihat keseriusan pada wajah suaminya itu. Jujur dia memang acap kali masih merasa takut jika dibohongi oleh Fahri.

__ADS_1


"Terimakasih, karena sudah mempercayaiku" Fahri langsung mendekat kearah Lita, dia mencium istrinya. Bukan ciuman biasa tapi ciuman yang menuntut.


"Sayang,." lirih Lita mendorong Fahri agar melepaskan ciumannya.


"Kenapa?"


"Jangan disini, ini jalan raya dan di dalam mobil" ucap Lita mengingatkan.


"Lalu kenapa? malah baguskan menjadi sebuah fantasi yang menggelora bagi kita berdua" tukas Fahri dengan tatapan menggoda.


"Jangan aneh-aneh, bisa-bisa kita masuk kedalam penjara karena melakukannya di dalam mobil"


"Tidak akan, kita suami istri" ucap Fahri dan akan mendekat lagi berniat mencium Lita kembali.


Tapi Lita menahannya lagi,


"Fahri,.." tegasnya.


"Kenapa? kamu tidak kasihan denganku. Aku sudah puasa berbulan-bulan jadi wajarkan aku terus lapar terhadapmu" ucapnya menatap sang istri.


"Kalau kau masih terus begini, aku ke luar dari mobil. Ya jelas cepat kita akan kemana sekarang?" pungkas Lita pada Fahri.


"Kamu selalu serius, padahal aku hanya bercanda padamu. Aku suka dirimu yang suka marah begini, seperti dirimu yang dulu sebelum kita menikah" senyum Fahri.


"Kau tadi hanya menggodaku?"


"Iya,." ucap Fahri sambil tersenyum.


"Kau,." Lita langsung mencubit Fahri.


"Arggh, sakit sayang" Fahri langsung merintih sakit saat Lita mencubit pinggangnya.


"Makanya jangan menggodaku terus dengan hal seperti itu kesal Lita pada Fahri.


"Maaf, sudah jangan kesal lagi. Kita jalan ya, kamu tidurlah kalau ingin tidur. Nanti aku bangunkan" ucap Fahri mulai menyalakan mesin mobilnya dan dia meminta Lita untuk tidur saja.


"Tidak kamu suruh aku lebih memilih tidur" dengus Lita, meskipun begitu dia tersenyum sambil memalingkan wajahnya.


Fahri juga ikut tersenyum dengan istrinya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2