
Rendi datang ke apartemennya yang lama dia ingin menemui Revan di sana, ia akan berbicara dnegan pria itu agar tidak mengganggu kehidupan dirinya saat ini. dia terdiam di depan pintu menunggu pintu itu terbuka tak berselang lama pintu langsung terbuka Revan berdiri tepat di depan Rendi saat ini.
Revan mengamati Rendi yang begitu dingin menatap dirinya, pria itu seolah memiliki dendam tersendiri padanya.
“masuk,” perintah Revan,
Rendi diam tak berbicara tapi dia menuruti sang kakak untuk masuk kedalam. Tanpa di persilahkan duduk Rendi duduk lebih dulu dan dia langsung menatap Revan yang masih berdiri.
“Sebenarnya apa yang ingin kau bahas soal Melody, kau tidak ada hak membahas tunangan adikmu” ketus Rendi
“Sebentar-sebentar, aku bingung denganmu. Kau masih menganggap melody tunangan mu lalu kenapa kau menikah dnegan perempuan lain. Perempuan yang bersamamu istrimu kan? Kau sendiri juga bilang dia istrimu. Dan apa ini adikku mempunyai dua orang wanita jadinya. Yang satu tunangan yang satu istri. Rakus sekali dirimu” cibir Revan duduk didepan Rendi menyilang kan kakinya menatap sang adik.
“Bukan urusanmu, cepat katakan apa yang akan kau membahas soal Melody” ucap Rendi.
“Aku hanya ingin tahu dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya saat ini. kau pasti tahu alasan diriku ingin menemuinya” tukas Revan.
“Sebelum kau beritahu aku sebutkan pilihanmu, kau memilih Melody atau istrimu. Kalau kau memilih Melody aku tidak akan menemuinya tapi kalau kau memilih istrimu aku tetap akan menemui Melody” lanjut Revan.
“melody ada di rumah sakit” jawab Rendi akhirnya memberitahu kebenarannya.
“Apa? Bagaimana bisa?” Revan tampak terkejut dan tak percaya dnegan kebenaran tersebut.
“Dia kecelakaan dan sekarang Koma, itu semua salahku. Aku yang membuat dia seperti itu” lirih Rendi berterus terang.
Revan langsung berdiri, dia mencengkram kuat kearah baju Rendi.
__ADS_1
“Kau? Kau yang membuatnya seperti itu. kau apakan dia hah?” bentak Revan sambil mencengkram Rendi.
Rendi menghempas tangan Revan, menatap kakaknya dengan sorot mata yang begitu tajam.
“Dia menjemput ku ke bandara dan kecelakaan” jawab Rendi.
Revan begitu tak percaya, dia tampak lemas terduduk di lantai, dia menatap Rendi yang menunduk saat ini.
“Aku tanya padamu sekali lagi, kau pilih siapa Melody atau istrimu?” ucap Revan dari tempatnya.
“Untuk apa kau tanya begitu”
“Kalau kau memilih istrimu aku akan mengambil Melody darimu” tegas Revan.
“Bukannya kau sudah mengambilnya dariku beberapa tahun lalu sebelum semua ini terjadi” sinis Rendi.
“kenapa? Kau terkejut aku tahu soal hal ini.”
“Bagaimana kau tahu?”
“kau lupa aku bekerja sebagai apa?”
“kau pikir aku bodoh kak, aku selama ini hanya diam saja karena rasa bersalahku pada Melodi karena diriku dia seperti itu. kau tahu alasanku kenapa dia aku suruh menjemput ku karena aku ingin bicara dengan nya langsung soal dirimu dan dia. Tapi apa kenyataannya dia malah kecelakaan dan membuat diriku merasa bersalah sampai saat ini. gara-gara kalian hatiku bingung masih cinta kah aku atau tidak dengan dia” tutu Rendi menatap sang kakak.
“Kalian berempat membuatku tersiksa mengerti, pertama orang tua yang tidak jelas mementingkan diri sendiri tak perduli dnegan anak mereka. Kedua, dirimu yang gila harta seperti Mama tega meninggalkan adiknya bukan itu saja bisa-bisanya kau main belakang dengan pacar adikmu sendiri seharusnya kau bilang dari dulu kalau kau suka dengan melody. Bukan begini caranya kak, mengambil milik adikmu saat dia sudah ada status.”
__ADS_1
“Keempat Melody yang membuatku tersiksa dengan penyesalan, andai aku tidak menyuruhnya menjemput ku waktu itu semua ini tidak akan terjadi dan membuat beban batinku. Dengan kondisinya yang seperti ini membuatku bingung harus bilang apa pada orang tuanya kalau hubunganku dan Melody sudah hancur karena dirimu. Di waktu seperti ini aku tidak mungkin meninggalkan perempuan itu, apa kata orang tuanya nanti. Disi lain ada perempuan yang telah menjadi istriku gara-gara masalah ini membuatku bingung sendiri adakah cinta untuk istrku mengerti. Gara-gara kalian aku terkesan tak terbuka dengan Thalia, aku bingung dnegan perasaanku sendiri Revan” pungkas Rendi meluapkan semua yang dia simpan sendiri selama ini. dia benci dnegan keadaan sekarang. Hatinya jadi bingung sendiri gara-gara hal ini. dia bingung masih ada kah cinta untuk Melody atau hanya ada rasa penyesalan untuk perempuan itu.
Revan terpaku di tempatnya, dia mendengar setiap luapan kata yang terlontar dari mulut Rendi. Adiknya yang terpaut beberapa menit darinya itu terlihat begitu frustasi. Memang ini salahnya dia dulu sudah pergi meninggalkan rendi dengan ikut Mamanya ke Luar Negeri bukan itu saja dia malah mengenalkan perempuan yang dia cinta pada Rendi yang ujung-ujungnya dia ambil lagi dari adiknya tanpa memberitahu kebenarannya.
“rendi, aku minta maf. Aku memang salah karena diriku kau menderita seperti ini” Revan berdiri dan akan mendekat pada Rendi tetapi Rendi malah menjauh darinya.
“Minta maaf, setelah apa yang terjadi padaku kau minta maaf” decih Rendi, ia tersenyum sinis pada kakaknya.
“Ren, aku mohon aku minta maaf. Kita baikan mengerti, bagaimanapun aku kakakmu” tukas Revan.
“Aku tidak punya kakak mengerti,”
“Jika kau ingin bertemu Melody silahkan temui dia di rumah sakit Rafles. Dan tolong jangan hubungi aku lagi dan bilang pada Mamamu jangan menghubungiku juga.” sentak rendi dan akan melangkah pergi.
“Ambil Melody, aku memilih istriku. Cintaku istriku bukan Melody lagi” ucap rendi sebelum pergi, dia menatap Revan yang terdiam.
Rendi langsung keluar saat Revan akan bicara lagi padanya, dia keluar membanting kuat pintu apartemen itu. Apartemen ini memang apartemen yang di beli rendi dan juga melody untuk masa depan mereka nanti. Tapi harapan itu sudah hancur ketika Melody main serong dnegan kakaknya. yang lebih parah lagi Revan menyembunyikan fakta kalau dia juga mencintai melody dari dulu.
Dan Rendi saat ini mantap memilih Thalia, karena hatinya begitu tak karuan saat bersama dnegan Thalia. Dia mencintai perempuan yang sering dia sebut gila itu.
Secepatnya juga ia akan menghilangkan rasa bersalah dalam dirinya dan bilang pada orang tua Melody kalau dia dan melody sudah tidak terikat pertunangan lagi karena dia sudah menikah. Benar dia akan bilang terus terang pada mereka berdua kalau dia sudah menikah dnegan perempuan lain perempuan yang dia cintai.
Rendi berjalan mantap di koridor apartemen, dia ingin segera pulang menemui Thalia dan memeluk wanita itu. ia merasa tenang dan nyaman dalam pelukan Thalia.
°°°
__ADS_1
T.B.C