Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 54 (Season 2)


__ADS_3

Thalia berjalan menghampiri Rendi yang rebahan di sofa, dia melihat pria itu yang menonton kartun. Membuatnya heran dnegan Rendi karena dia baru tahu kalau pria yang bicara seperti robot itu menyukai kartun.


“Ternyata kamu manusia biasa juga ya, aku kira beda dengan yang lainnya” ucap Thalia duduk di pinggir sofa tempat Rendi tidur.


Rendi bangkit dari tidurnya tetapi berpindah tidur di paha Thalia,


“kenapa ada yang salah denganku?” ucap rendi mendongak menatap Thalia.


“Aku kira kamu tidak suka kartun, kamu kan orangnya serius kayak robot” tukas Thalia.


“Memang orang serius tidak boleh suka dengan kartun seperti ini” ucap Rendi


“Boleh sih, aku tahu kesukaanmu sekarang.” Ucap Thalia.


“Kamu harum, habis ngapain?” tanya Rendi saat mencium aroma harum Thalia.


“habis mandi, masa harum banget.?” Pungkas Thalia menatap Rendi tidka percaya.


“Iya,.”


“Oh, iya. Aku pesan pizza barusan” pungkas Thalia memberitahu Rendi.


“enak dong buat cemilan kita” tukas Rendi.


Ting,.


Suara pintu apartemen berbunyi mengalihkan pandangan suami istri tersebut.


“Oh itu mungkin pizza-nya,” ucap Thalia,


“kamu minggir dulu, mau membukakan pintu” ucap Thalia mengangkat kepala Rendi yang ada di pangkuannya.


Thalia langsung pergi dari hadapan Rendi membuat Rendi duduk sambil melihat sang istri yang sudah berlari ke depan.


....................


Thalia membuka pintu apartemen dengan antusias, dia begitu menantikan pizza tersebut. Namun antusiasnya langsung sirna saat melihat siapa yang didepannya saat ini. pria yang terlihat kusut serta acak-acakan menatap kearahnya.


“Mau apa kamu kesini?” tanya Thalia ketus.


“Rendi dimana, aku ingin bicara dengannya” pungkas Revan.


“Tidak ada sana pergi,” usir Thalia dan mendorong Revan pelan.


“Aku bilang Rendi dimana,” ucap Revan sedikit menaikan suaranya.


“”Kau orang tidak tahu diri, berani meninggikan suara di depanku” tukas Thalia


“Aku sedang tidak ingin banyak omong denganmu. Aku perlu bicara dnegan adikku” ucap Revan dan dia langsung masuk kedalam.


“huh, kau memang orang yang tidak tahu malu.” Kesal Thalia menyusul Revan yang masuk kedalam.

__ADS_1


“Sayang ada pencuri masuk ke umah kita” seru Thalia sambil berjalan menghampiri Rendi yang duduk di sofa menanti Thalia tapi dia langsung menatap serius siapa yang berada didepannya sekarang.


“Darimana kau tahu aku disini?”


“Dari temanmu di kantor polisi”jawab Revan.


“Apa yang membuatmu kemari sekarang?” tanya Rendi yang perlahan berdiri melihat sang kakak.


Revan tidak bicara dia langsung duduk di lantai dengan lemah,


“harus dnegan cara apalagi aku menebus kesalahanku padamu. Aku sudah bilang semua pada ayah Melody tapi kenapa hatiku masih terus-terusan merasa bersalah padamu” jelas Revan menatap sendu Rendi yang berdiri menatapnya aneh.


“Dia kayaknya mabuk dek,” bisik Thalia di telinga Rendi


“Soalnya orang yang bilang kakakmu itu seperti orang gila sekarang” ucap Thalia lagi.


“Aku memang pengecut Ren, lemah dan egois. Aku memang tidak pantas menjadi kakak buat mu” ucap Revan berbicara melantur.


Rendi mengamati Revan memang dilihat-lihat Revan seperti orang mabuk saat ini, Rendi mendekati kakaknya itu.


“Berdirilah,” ucapnya kesusahan untuk menarik Revan agar berdiri karena tangannya yang masih sakit.


“Aku saja yang membantunya, kamu diam saja. Tanganmu masih sakit kan” ucap Thalia akan menggantikan Rendi untuk mengangkat Revan.


“Tidak usah, aku tidak senang kamu memegang pria lain” tukas Rendi membuat langkah Thalia terhenti.


“Tapi tanganmu ma..” ucapan Thalia berhenti saat Rendi menarik kuat Revan, membuat pria itu berdiri dan Rendi langsung mendorong Reva ke sofa. Revan sendiri hanya diam saja, dia seperti orang yang tak berdaya.


“Kau aku ijinkan disini malam ini, besok pergilah” pungkas Rendi dan langsung meraih tangan Thalia.


“Tapi dia bagaimana?” ucap Thalia sebelum dia pergi bersama Rendi.


“Biarkan saja disitu” pungkas Rendi.


‘Ren, aku minta maaf. Dan kau temui lah orang tua Melody, kau tenang saja mereka sudah aku beritahu jadi kemungkinan mereka tidak akan menyalahkan mu lagi. Bawa istrimu juga untuk menemui mereka” ucap Revan sebelum Rendi pergi menarik Thalia masuk kedalam kamar.


Revan langsung tertidur, dia dalam pengaruh minuman saat ini. karena dia orang yang bisa mengendalikan pengaruh alkohol. Membuatnya masih sadar untuk datang ke rumah Rendi hari ini.


...........................


Thalia duduk disebelah rendi yang hanya diam saja dia penasaran sebenarnya Rendi memikirkan apa dan dia penasaran sebenarnya ada hubungan apa ketiga orang tersebut, Rendi, melody dan Revan.


“Aku mau tanya sama kamu?” ucap Thalia membuka suaranya dia tidak bisa hanya diam saja dia harus mengetahui soal Melody. Bukannya Rendi sendiri yang bilang kalau dia sudah menjadi istri sepenuhnya dari Rendi maka dia juga harus tau masa lalu Rendi dengan tunangannya.


Waktu itu Rendi akan menceritakan soal Melody tetapi tertunda karena mereka malah bercerita hal lain. Setelah itu mereka mesra-mesraan dan tidur membuat percakapan tentang melody tertunda hingga saat ini. dia tidak bisa diam saja mengenai Melody bisa-bisa perempuan itu nantinya kembali dan merebut Rendi darinya.


“mau tanya apa?” jawab rendi menatap sang istri.


“ceritakan soal Melody, dirimu dan kakakmu itu. ada apa dengan kalian bertiga, aku tidak mau ada kebohongan dalam pernikahan ini. aku juga tidak mau kamu memikirkan masa lalau mu itu,” tegas Thalia menatap harap pada Rendi.


“jangan sekarang ya besok bagaimana, kita tidur. Aku lelah sayang” ucap rendi mengajak Thalia tidur, dia merebahkan sang istri tetapi Thalia kembali duduk dan menatap Rendi serius.

__ADS_1


“kenapa? Harus besok. Aku maunya sekarang. Kamu tidak mau menceritakan dia karena kamu masih mencintai Melody itu. kalau kamu masih mencintai dia ya sudah temui saja dia” tukas Thalia dengan lugas.


“kamu ini bicara apa, aku sudah tidka mencintainya lagi. Aku mencintaimu” ucap Rendi yang ikut duduk dan menggenggam tangan Thalia.


“Ya ceritakan soal dia dan soal kakakmu itu. kenapa kau begitu membencinya, kalau masalah dia ikut dnegan Mamamu, aku rasa itu bukan masalah besar yang membuatmu semarah ini”


“Kamu tidak mau menceritakannya padaku, oke. Aku tidak ingin tidur denganmu malam ini” ucap Thalia dan langsung bangkit dari tempat tidur.


“thalia, sebentar. Baiklah, a..aku ceritakan semuanya padamu” ucap rendi menahan tangan Thalia agar tidak turun dari kasur.


“ceritakan,” Thalia kembali duduk lagi siap mendengarkan Rendi,.”


“Melody tunangan ku dari sebelum aku menjadi Polisi seperti sekarang, aku mengenalnya saat aku di Amerika karena mendapat beasiswa kuliah di sana. Saat itu aku sudah baik kan dengan Revan, kita sering ketemu sering ngobrol. Tapi tidak dnegan Mamaku, aku tidak pernah mau lagi bertemu dnegan wanita yang sudah meninggalkan diriku dari kecil. Melody teman dari kakakku mereka pernah satu universitas di Amerika. Disitulah aku bertemu dnegan dia saat Revan menyuruhku datang ke kampusnya. Aku yang terburu-buru untuk menemui Revan tidak sengaja menabrak Melody dan membuat tangannya terluka karena jatuh tersungkur. Diriku yang merasa bersalah waktu itu langsung meminta maaf padanya dan berusaha membantu dia mengobati lukanya. Saat aku sedang mengobati luka di tangan melody Revan datang dan dia terkejut saat melihatku dnegan Melody. Dari pertemuan itu kita sering bertemu bertiga di sebuah cafe yang ada di sana kadang juga di tempat diriku menempa ilmu. Dan a..” ucapan Rendi terhenti dan melihat Thalia dia tampak ragu untuk menceritakannya lagi.


“Dan apa, cepat jangan membuatku penasaran, jangan bilang kamu jatuh cinta dengan perempuan itu pada pandangan pertama?” tebak Thalia dia menatap Rendi curiga.


“Tapi kamu jangan marah saat aku bilang ini?” ucap Rendi lirih, dia terdengar khawatir. Benar dia khawatir kalau Thalia akan marah dengannya kalau dia bilang Melody cinta pertamanya pada pandangan pertama.


“Sudah aku duga,”sinis Thalia.


“kamu jangan marah oke, aku sekarang sudah menjadi milikmu. Dia..dia bukan siapa-siapaku lagi” ucap Rendi menggenggam tangan Thalia berharap Thalia mempercayainya.


“Buruan cerita lagi akun ingin dengar” tuntut Thalia.


“iya aku cerita,”


“Seperti yang kamu tebak tadi, aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Melody”


Mendengar itu Thalia terdiam, dia kenapa menjadi gelisah sekarang. Biasanya dia tidak pernah begini, cinta pertama pasti susah untu melupakannya.


“Thalia,.’ Panggil Rendi karena Thalia diam saja.


“Iya lanjutkan saja” lirih Thalia siap mendengarkan cerita Rendi.


“Aku bilang pada Revan kalau aku menyukai Melody, Revan sendiri menyambutnya dnegan antusias dan dia langsung mendekatkan ku pada Melody. Hingga akhirnya kita pacaran, sampai ke jenjang yang lebih serius yaitu pertunangan dan aku menjadi polisi disitu. hampir satu tahun bertunangan, aku yang akan menikahi Melody dalam waktu dekat mendapat tugas ke Amerika membuat pernikahan kita berdua tertunda. Setahun lebih aku di Amerika, tiba-tiba saja rekan interpol ku melihat Melody dengan Revan jalan berdua. Bukan hanya jalan saja tetapi juga saling mencium satu sama lain. Dia memberikanku sebuah bukti foto dan juga Video, saat itu aku tidka ingin mempercayainya tetapi karena itu sebuah foto beserta videonya membuat hatiku langsung hancur melihat semua itu. tiba saatnya aku pulang ke Indonesia, aku ingin segera bertemu dengan Melody untuk mendengar dari mulutnya langsung. Diriku saat itu yang sudah ada di bandara memang menelpon Melody menyuruh dirinya untuk menjemput ku, dan dia mau menjemput ku bahkan dia terdengar begitu senang dan antusias saat menjemput diriku. Namun sebuah kecelakaan terjadi saat dia akan sampai di bandara dan dia koma selama dua tahun ini” cerita Rendi dengan cukup panjang. Dia jujur mengatakan semua itu tidak ada lagi yang dia sembunyikan dari Thalia.


“jadi dia koma sekarang?” tanya Thalia setelah mendengarkan ucapan Rendi.


“Iya,.”


“Dan kau masih menyalahkan dirimu karena hal itu?”


Rendi hanya diam saja mendengar pertanyaan Thalia,


“Ternyata kau masih mencintainya, laki-laki buaya juga dirimu” desis Thalia membuat Rendi mendongak menatap snag sitri tak percaya.


“Apa maksudmu sayang,.”


“Kalau kamu tidak mencintainya kenapa kau harus menyalahkan dirimu soal dia yang koma. Itu kan takdirnya mungkin karmanya karena telah berselingkuh darimu. Lalu kenapa kamu menyesal soal kondisinya”


“Sudahlah aku ingin tidur, aku ngantuk” ucap Thalia melepas tangan Rendi, dan dia langsung membaringkan dirinya membelakangi Rendi saat ini. Rendi hanya menatap Thalia nanar, tidak mungkin dia masih mencintai Melody. Cintanya sekarang Thalia, tidak mungkin dia masih mencintai perempuan yang telah mengkhianatinya. Rendi langsung ikut membaringkan dirinya dan memeluk Thalia dari belakang. Thalia hanya diam saja tanpa berbalik meskipun dia merasakan pelukan erat dari Rendi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2