Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 75 (Season 2)


__ADS_3

Sepasang suami istri itu yang semalam menghabiskan waktu panjang berdua saat ini sudah sama-sama mandi dan berpakaian rapi. Hari ini mereka berdua akan pergi ke padang tempat dimana ayah Rendi tinggal.


“Kamu sudah selesai kan? kalau sudah ayo” ajak rendi pada Thalia yang melihat dirinya di cermin.


“ayo,” jawab Thalia sambil membenarkan ikat rambutnya.


“Ada yang ketinggalan nggak?” tanya Rendi lembut.


“Kayaknya nggak ada ” jawab Thalia.


“Ya sudah kamu duluan, aku bawa koper kita” pungkas Rendi meminta Thalia untuk keluar lebih dulu.


“Ya sudah aku keluar dulu” Thalia langsung keluar lebih dulu meninggalkan Rendi yang menarik kedua koper di tangannya. Koper milik Thalia dan juga koper miliknya.


“dia masih tidak mau bilang padaku soal Melody, kenapa Thalia menyembunyikannya dariku”Rendi masih kepikiran soal hal tersebut. Dia berjalan keluar dari kamar sambil memikirkan hal itu kenapa istrinya tidak mau jujur dengan hal itu.


“Berpikir positif saja Rend” lanjutnya berusaha untuk tidak berpikiran aneh-aneh. Mungkin Thalia butuh waktu untuk bercerita dengannya sekarang.


“Ayo kenapa lama sekali sih” ucap thalia yang tiba-tiba saja masuk kembali.


“Sabar sayang” jawab Rendi sambil berjalan keluar.


“Sini aku saja yang bawa koperku, kamu lama sekali. Kalau kuat bawa biar aku bawa sendiri” cibir Thalia yang tidak sabaran.


“nggak akan aku biarkan istriku bawa sendiri, kamu meremehkan aku. kamu lupa siapa aku, aku polisi dan aku kuat membawa barang seperti ini” tukas Rendi penuh keyakinan


“ya, ya yang polisi” ucap thalia.


“tapi aku saja yang bawa, aku mau di gandeng” ucap Thalia mengambil alih kopernya saat Rendi akan berjalan keluar apartemen. Dia membawa kopernya sendiri keluar.


Rendi hanya bisa pasrah dengan keinginan Thalia, dia akhirnya hanya berjalan di belakang istrinya saat ini yang sudah berjalan keluar apartemen.


Rendi menutup pintu apartemennya perlahan, dan dia langsung menggandeng tangan Thalia sambil melihat kearah perempuan itu.


“Puas,.” Ucap rendi


“ya, ayo buruan. Aku tidka sabar pergi ke Padang. Aku belum pernah ke sana?” ucap thalia bersemangat.

__ADS_1


“Serius kamu belum pernah ke sana?” tanya Rendi yang seakan tidka percaya karena Thalia ank orang kaya tidak mungkin belum pernah ke Padang karena sepertinya seluruh provinsi di Indonesia rata-rata orang kaya kunjungi.


“Serius, aku belum pernah ke sana. Daerah di Indonesia belum pernah aku kunjungi kecuali Bali sama jakarta, sudah itu saja yang lainnya belum pernah” jelas Thalia.


“ya sudah nanti aku ajak jalan dirimu di sana. Tapi aku juga tidak terlalu tahu banyak tempat di sana karena aku bukan orang asli sana. Kau tahu sendiri dulu aku dan keluargaku tinggal di Bali” jelas rendi.


“hemm, ayo buruan jangan banyak bicara. Aku ingin cepat berangkat. Nanti mamamu yang nenek lampir itu keburu kesini” ucap Thalia.


“Iya, ini murni keinginan kamu atau anak kita sih”


“Dua-duanya, puas. Buruan” ucap thalia merengek dan sambil menarik Rendi untu cepat berjalan ke arah lift.


“Iya sabar” ucap Rendi.


.....................................


“Kau ada kerjasama apa dengan Thalia?” tanya David tiba-tiba pada rey yang saat ini sedang bertamu ke rumahnya dengan sang istri.


“Kerja sama apa? Jangan asal David” ucap rey pura-pura tidak mengerti.


“Sebulan lalu Alex teman kita SMA dulu tidak sengaja melihatmu di Inggris dan kau tampak bicara dnegan seseorang menyebut-nyebut kerja sama dnegan Thalia. Kerja sama apa?” tanya david penasaran.


“Jangan tanyakan hal lain, aku bertanya padamu” tukas David.


“Aku tidak melakukan kerja sama apa-apa dengan adikmu. Untuk apa juga aku melakukannya, kau mau istriku cemburu karena aku masih dekat dnegan Thalia yang notabennya mantanku” pungkas Rey menatap sahabatnya itu.


“Kau tidak sedang berbohong denganku kan?” David masih terlihat tidak percaya dnegan perkataan rey saat ini.


“Tidaklah kenapa juga aku berbohong denganmu, bukannya kau sudah tahu betul diriku kalau sedang berbohong tidak berani menemui mu” ucap Rey pada temannya tersebut.


“Siapa tahu, kaus udah berubah dan bisa menyembunyikannya”


“ya tidaklah, aneh” tukas Rey


“ya sudah, diminum teh mu” ucap David menyuruh Rey untuk meminum tehnya.


“oke,” rey langsung meminum tehnya saat ini, dan dia sekilas melihat David yang duduk di depannya masih menatap aneh kearahnya saat ini.

__ADS_1


“istriku dimana ya, kenapa lama sekali melihat anakmu” cuap rey mencari istrinya.


“Dia ingin anak kecil mungkin, makanya cepat buat istrimu hamil. Thalia saja sudah hamil sekarang. Lita malah mau anak dua, sedangkan dirimu yang lebih tua dari mereka belum ada”


“tidak suah membandingkan, kau berkacalah pada dirimu sendiri dulu.” ucap rey mengingatkan David soal dulu.


“Itu dulu, tidak usah dibahas”


“makanya jangan membahas diriku”


“jangan-jangan aku dan Farah menundanya, karena kau masih mencintai Lita?” tebak David pada Rey.


Seketika Rey langsung menyemburkan minumnya,


“jangan asal bicara kau David, kalau Fahri mendengar ini adikmu yang kena masalah. Untuk apa aku masih mencintai Lita dia sudah bahagia dengan suami dan anaknya” ucap Rey tidak habis pikir dengan David barusan.


“Kalau Fahri sampai melakukan hal buru lagi pada Adikku tentu saja aku tidak tinggal diam” ucap David.


“Sudahlah tidak usah bahas soal itu. daripada kau memikirkan soal adik-adikmu lebih baik kita mengobrol kan hal lain” ucap Rey.


“bagaimana pekerjaan” tanya David langsung menanyakan hal lain tentang Rey.


“nah begitu, jangan bahas masa lalu” ucap Rey seakan puas dengan david yang langsung membahas hal lain.


“Puas,” ucap David.


Rey hanya tersenyum saja, tentu saja dia puas. Karena dia tidak ingin membahas perempuan-perempuan di masa lalunya, dia menghormati istrinya sekarang masa lalu ya masa lalu. Dan dia juga tidak akan pernah memberitahu David soal Thalia yang mengobati mantan tunangan suaminya. Kalau mendengar soal itu David pasti marah dnegan Thalia, bukan marah lagi jelas marah besar, dirinya saja yang mendengar itu merasa geram saat ini.


.......................................


Saat ini Rendi dan juga Thalia sedang berada di dalam pesawat, Thalia tidur di bahu Rendi sekarang. Sedangkan tangannya di genggam erat oleh suaminya tersebut.


Rendi sekilas melihat Thalia yang tidur, istrinya itu seperti kelelahan saat ini rasanya dia tidak tega melihat Thalia yang tampak mengantuk dan lelah. Gara-gara dirinya semalam yang terus meminta lebih hingga larut malam dia masih meminta lagi pada sang istri apalagi pagi tadi dia melakukannya lagi di dalam kamar mandi.


“Aku minta maaf telah membuatmu lelah seperti ini” ucap Rendi lirih pada Thalia yang mungkin tidak mendengarnya sekarang.


Dia mencium tangan istrinya dan beralih ke kening istrinya itu. baru setelah itu dia mulai memejamkan matanya sekarang menyusul sang istri ke alam mimpi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2