
Rendi menggandeng tangan Thalia setelah membukakan pintu mobil untuk istrinya tersebut, mereka saat ini sudah sampai di restoran tempat mereka janjian temu dnegan Revan dan juga Melody.
Baru berjalan beberapa langkah Thalia sudah menghentikan langkahnya saat ini membuat Rendi bingung dengan Thalia yang tiba-tiba saja berhenti berjalan.
“Ada apa?” tanya Rendi melihat sekilas istrinya.
“Didalam sebentar saja kan, Cuma bicara kalau kamu suamiku. Habis itu kita pulang kan?” ucap Thalia yang terlihat gelisah.
“Iya, nanti kita langsung pulang setelah aku bicara dan mengatakan kalau aku hanya milikmu” pungkas Rendi dan langsung merengkuh pinggang Thalia.
“Ya udah ayo masuk” ucap Thalia dan kembali mengajak Rendi untuk berjalan lagi.
“Kamu takut,? Jangan takut begitu ah. Kamu kayak bukan singa lagi kalau takut begini,” ucap rendi.
“Nggak lucu, nggak usah ikut-ikut rekan-rekanmu yang tidak jelas itu. aku manusia ya bukan singa” sungut Thalia cemberut dengan ucapan Rendi.
“Jangan cemberut begitu dong, kamu kasih kode biar aku cium ya” ucap Rendi melihat istrinya sambil menggoda sang istri.
“Kamu aja yang modus, udah ah ayok” ucap Thalia.
Rendi bukannya berjalan dia malah melepas tangannya dari pinggang Thalia, dan dia langsung mencium bibir manis istrinya tersebut. Dia tidak perduli jika ada yang melihatnya saat ini padahal mereka sedang di tempat umum.
“Iih, malu. Nanti ada yang lihat” thalia langsung mendorong Rendi pelan, wajahnya memerah layaknya kepiting rebus. Dia baru kali ini merasakan malu karena keromantisan yang di perbuat suaminya itu.
“Itu kekuatan dariku, agar kamu tidak cemas. Ayo sayang” ucap Rendi bersemangat menggandeng tangan Thalia.
......................................
“Itu mereka” ucap Revan menunjuk arah kedatangan Rendi dan juga Thalia.
Melody langsung berbalik melihat kebelakang dirinya saat ini dimana Rendi berjalan dengan seorang perempuan cantik yang tengah hamil. Dan tatapannya terfokus pada tangan Rendi yang menggenggam cukup erat tangan perempuan tersebut melihat itu membuat dirinya sedikit terluka.
“Kalian sudah datang, duduklah” ucap revan pada Rendi dan juga Thalia.
“Duduk dimana maksudmu saling berpasangan atau berhadapan. Kau menyuruh suamiku duduk berhadapan dengan perempuan lain” sinis Thalia saat melihat tempat duduk Melody yang tidak bersebelahan atau berhadapan langsung dengan Revan.
Revan langsung melihat kearah melody, sedangkan Melody menatap Thalia. Dia tampak terkejut mendengar ucapan yang terkesan sinis itu.
“Melody duduk disebelah ku atau tepat di depanku, agar Thalia dan rendi bisa duduk” pinta Revan pada Melody.
“kenapa aku yang harus pindah, kenapa repot sekali. Duduk tinggal dudukkan, dan rendi tunangan ku jadi apa masalahnya kalau aku duduk dengannya” ucap Melody dengan percaya dirinya dia langsung merengkuh lengan rendi yang bebas.
Thalia melihat itu melebarkan matanya, begitu juga Rendi yang terkejut tetapi dia langsung menepis tangan Melody yang bertengger di lengannya.
__ADS_1
“Jangan sentuh aku, kau bukan siapa-siapaku” ucap Rendi dengan cukup dingin. Mendengar itu membuat melody begitu terluka matanya berkaca-kaca melihat kearah rendi.
“Woy, dengar. Dia bukan siapa-siapa mu, dia suamiku mengerti” tukas Thalia menatap sinis Melody.
“Melody duduklah” ucap Revan dan langsung menarik melody duduk disebelahnya saat ini.
“Kalian juga duduklah” ucap revan berusaha menengahi semua ini
“Sayang, kamu duduklah disini” ucap re di menarik kan kursi untuk Thalia yang berada di depan melody saat ini.
Sedangkan dirinya duduk tepat dihadapan Revan yang sudah duduk lebih dulu.
“Aku langsung katakan saja adamu Melody, aku bukan rendi tunangan mu yang dulu. aku sudah menikah dan disebelah ku ini istriku dia sedang hamil anakku sekarang. Jadi jangan mengatakan ingin bertemu denganku lagi” ucap rendi yang langsung berbicara seperti itu.
“Mengapa kau mengkhianati ku begini, kau meninggalkanku disaat aku masih koma. Kau jahat rendi” ucap melody.
Thalia tersenyum sinis menatap Melody, dan dia akan berbicara tapi tangannya langsung digenggam oleh rendi.
“terserah dirimu, bilang diriku seperti apa. tapi yang perlu kau ketahui berkacalah pada dirimu sendiri melody” ucap rendi dan mengambil sesuatu dari saku celananya.
Sebuah kotak berwana merah dan juga satu kunci apartemen yang masih dia bawa, dia menaruh di meja dan menyerahkannya pada Melody.
“Itu ambil milikmu, apartemen yang kau inginkan dulu ditempati Revan dan ini kunci duplikat yang kau berikan padaku. Dan itu ada cincin dan juga kalung pasangan yang kau berikan padaku dan menyuruhku untuk memakaikannya adamu saat kita menikah. Maaf aku tidak bisa menepatinya, aku sudah tidak ada rasa padamu lagi. Cintaku hanya untuk istriku” tegas Rendi.
“Enak saja dia milikmu, dia milikku. Jangan ngaku-ngaku wanita tukang selingkuh. Dasar tidak tahu malu” cibir Thalia pada melody.
“Kau diam saja tidak usah ikut campur, siapa yang tukang selingkuh. Dasar wanita perebut kekasih orang lain” ucap melody yang sungguh tidak tahu dirinya menatap kesal Thalia.
“Waah kurang ajar, heh perempuan pelacur. Kau mau melawanku” Thalia yang emosi langsung berdiri menantang Melody.
“Tidak suah pura-pura lupa, aku tahu semua rekam medis mu, kau pura-pura tidak ingat kalau pernah selingkuh sungguh rendah dirimu” sinis Thalia menatap merendahkan Melody.
Dua orang lelaki yang berada di situ merasakan ketegangan satu sama lain,
“Sayang sudahlah, tidak usah ditanggapi. Ayo kita pulang saja” ucap rendi yang juga ikut berdiri dan mengajak istrinya pulang.
“Rendi jangan pulang dulu kita makan dulu, Melody sudahlah. Ikhlas, rendi bukan milikmu lagi” ucap revan dan meminta Melody untuk duduk kembali tetapi Melody menepis tangan revan.
“Ren, jangan begini padaku. Kau tunangan ku, aku sudah kembali Ren, kau juga harus kembali padaku. Aku mohon” ucap Melody
“Perempuan ini sungguh tidak tahu diri, kau sudah aku bantu untuk sadar tapi malah begini. dasar tidak tahu di untung” pungkas Thalia.
“Salahmu sendiri kenapa membuatku sadar, kau..”
__ADS_1
“Kau apa, kau murahan rakus. Kalau aku tidak hamil sudah aku acak-acak rambutmu sekarang”
Tangan Thalia yang geram langsung menyambar gelas jus yang berada di depan revan saat ini dan dia menuangkannya dnegan cukup kasar ke wajah Melody.
“Mampus kamu, nyebelin sih. Nggak tahu diri. Ayo pulang sayang” ucap Thalia dan langsung mengajak Rendi pergi. Pria itu sendiri merasa tercengang dengan apa yang dilakukan istrinya pada Melody.
Revan yang sudah duduk langsung berdiri dan melihat kondisi Meldoy,
“Melody kau tidak apa-apa, bukannya aku sudah bilang padamu” ucap revan
“Melody, sekali lagi aku katakan aku tidak mencintaimu dan aku hanya mencintai istriku. Aku harap kau bisa mengerti dan mengevaluasi dirimu sendiri. jika kau masih bertindak lebih bukan aku yang turun tangan tetapi istriku langsung yang melakukannya. Istriku wanita keren dan bukan wanita sembarangan” pungkas Rendi menatap melody yang mengusap kasar wajahnya sendiri.
“Ayo sayang kita pulang” ucap Rendi dan langsung menggandeng tangan Thalia.
“kakak ipar, jaga perempuanmu. Jangan dan peringatkan dia jangan pernah jadi pelakor yang tak tahu diri. Kalau dia masih melakukannya jangan salahkan aku berbuat lebih menyebalkan dari ini” ucap Thalia pada Revan.
“Sudah tidak sudah bicara lagi dengan mereka, ayo kita pulang” pungkas Rendi pada Thalia.
Pasangan suami istri itu langsung berjalan pergi tanpa memesan makanan apapun, mereka meninggalkan dua orang yang menatap kepergian mereka dengan tatapan yang berbeda satu sama lainnya.
“Bukannya aku sudah bilang untuk tidak keras kepala, sekarang lihat apa yang kau dapatkan Melody.” Ucap revan melihat kearah Melody setelah Rendi dan Thalia pergi.
“Kau sekarang membela adikmu,?” ucap Melody menatap Revan yang menatapnya miris.
“Bukannya membela tapi kau salah, jangan mentang-mentang aku mencintaimu aku bisa berbuat bodoh pada adikku seperti dulu”
“Aku katakan lagi pada dirimu, kalau kau masih ingin menjadi Melody yang keras kepala. Makan jangan salahkan aku kalau aku pergi dan tidak berada di pihak mu lagi” pungkas Revan.
“Apa aku salah menanyakan hak ku, dia masih tunangan ku Revan” ucap melody yang menangis.
“Jelas salah, dia tunangan yang kau selingkuhi. Lebih parahnya kau berselingkuh denganku kan yang merupakan kakak dari Rendi. Kalau kau jadi dia apa yang kau lakukan?”
“Apa salahnya kalau aku butuh teman dalam kesepian ku karena dia yang tugas jauh”
“Tentu salah mengerti, kau dulu dokter kan Melody aku rasa kau tidak bodoh soal itu” pungkas Revan
“Dia tidak mencintaimu lagi, cintanya padamu sudah hilang. Dia mencintai istrinya teramat besar saat ini. jangan ganggu rumah tangganya mengerti. Kau lupakan dia dan mulai kembali denganku” ucap revan menatap serius Melody
Melody melihat sekilas kearah revan dia diam tak menjawab tetapi dia memeluk revan menangis dalam pelukan pria itu yang selama ini ada untuknya.
Revan sendiri membalas pelukan Melody, entah dia memang bodoh mencintai perempuan yang hanya setengah hati mencintai dirinya. Dia hanya berharap semoga Melody bisa melepaskan rendi dan membiarkan keluarga kecil rendi bahagia
°°°
__ADS_1
T.B.C