
Mentari sudah bersinar dengan begitu cerahnya, Lita terbangun dari tidurnya saat ini. dia melihat ke sebelah tempat Axel tidur dan disebelahnya lagi ada Fahri yang juga tidur menghadap kearah Axel. Sehabis mereka melakukan hal panas di atas sofa semalam keduanya langsung pindah ke kamar takut kalau anak mereka terbangun.
Lita terus memperhatikan Fahri, dia kembali teringat apa yang mereka lakukan semalam wajahnya begitu saja langsung terasa panas mengingat hal itu. Senyum tipis tertuang di bibirnya tak kala mengingat Fahri melakukannya dengan begitu lembut membuatnya begitu terbuai dan seakan tidak ingin untuk selesai begitu saja.
Saat Lita sibuk memperhatikan Fahri, Axel tiba-tiba saja menangis membuat Lita dengan sigap menggendongnya dan Fahri seketika terbangun.
“Ada apa? Axel kenapa?” ucapnya terperanjat menatap khawatir melihat kearah Lita yang sudah menggendong anaknya.
“aku tidak tahu, dia tiba-tiba saja menangis” ucap Lita berusaha menenangkan anaknya.
“mana biar aku saja yang menggendongnya,” ucap Fahri akan mengambil Axel dari gendongan Lita.
“tidak usah biar aku saja, kamu mandi dulu. Baru setelah itu kamu gendong Axel dan aku akan membuatkan sarapan untukmu” pungkas Lita pada suaminya.
“kamu tidak usah memasak, kita makan di luar saja bagaimana?” ucap Fahri melihat wajah Lita.
“kalau kamu memang ingin makan diluar, ya sudah aku ikut saja mau mu” jawab Lita memperhatikan Fahri yang terlihat senang.
“Oke, aku mandi dulu ya,.” Ucap Fahri tersenyum perlahan mulai bangkit dari tempat tidur tapi sebelum itu dia mendekatkan wajahnya begitu dekat dengan Lita.
“Aku mencintaimu, sebenarnya aku ingin mandi denganmu” bisik Fahri ditelinga Lita seketika membuat wajah Lita langsung memerah. Dia menatap Fahri dengan mata lebarnya.
“Terimakasih soal semalam,” senyum manis keluar dari bibir Fahri dan dia mengecup bibir istrinya memberikan Morning kiss.
“Jangan malu dong sayang,” ucap Fahri saat melihat Lita yang tersipu dengan apa yang ia ucapkan,
“Tidak aku ti..tida malu, sudahlah sana kamu mandi” pinta Lita agar Fahri segera mandi. Jujur wajahnya semakin terasa panas saat pria itu mengingatkannya lagi pada hal semalam.
“kalau begitu aku mandi dulu” Fahri langsung turun dari tempat tidur sambil tersenyum melihat Lita. Dia hanya mengenakan celana pendek saja dan tidak memakai atasan.
........................
Fahri dan juga Lita sudah siap untuk pergi mencari sarapan pagi diluar. Axel sendiri di gendong oleh Fahri saat ini. mereka bertiga terlihat bagaikan keluarga kecil yang bahagia, andai dari dulu seperti ini pasti enak dilihat. Bukannya sekarang tidak enak dilihat masih ada seperti kecanggungan dalam diri mereka meskipun telah melakukan malam yang panas.
Fahri memperhatikan Lita yang sedang menutup pintu apartemen mereka,
__ADS_1
“bisa tidak sayang, biar akau saja” ucap Fahri saat melihat Lita sedikit kesulitan.
“bisa kok” ucap Lita yang sudah selesai mengunci apartemen itu.
“kalian berdua mau pergi,” tiba-tiba sebuah suara membuat mereka menatap ke depan saat ini.
Lita dan Fahri terkejut mendapati David dan juga Naya yang berdiri di depan mereka pagi-pagi sekali.
“Kak David,.” Ucap Lita melihat kakaknya kaget.
Sementara Fahri, terdiam sambil menatap dingin David. Dia saat ini tengah mengantisipasi kalau saja David ingin kembali memisahkannya dengan Lita. Dia tidak terima jika itu terjadi.
David sendiri tahu kalau Fahri menatapnya dingin, tapi ia mengabaikannya begitu saja. Dia menatap adiknya.
“mbak Naya sama kak David kenapa pagi-pagi disini?” tanya Lita menatap Naya kakak iparnya.
“kamu tanya saja pada kakakmu, dia sedari semalam selalu saja ingin ke sini” pungkas Naya menjawab pertanyaan Lita.
“Syukurlah kau baik-baik saja, aku kira kau dihabisi oleh pria brengsek ini” tukas David dengan tajam.
“kenapa aku harus menghabisi istriku sendiri hah” Fahri langsung saja ngegas saat David mengatakan hal itu.
“kak sudahlah, kenapa kau datang-datang membahas hal itu” ucap Lita memotong ucapan kakaknya yang membahas masa lalu lagi.
David hanya tersenyum getir menatap Lita,
“Aku ke sini karena mengkhawatirkan mu. Kau sudah dua hari semenjak tinggal dengan pria ini tidak memberikan kabar padaku. Aku pikir kau sudah dibunuh olehnya” tukas David
“Kau tidak usah khawatir aku membunuh Lita, untuk apa aku membunuhnya. Jika dia tiada aku juga tiada mengerti. Bisakah kau mempercayaiku, aku bukan Fahri yang bodoh serta brengsek seperti dulu” jelas fahri menatap David.
“Sayang ambil Axel,” ucap David melihat kearah Naya, membuat Naya bingung.
“kenapa aku harus mengambil Axel,” lirih Naya pada David.
Lita serta Fahri sendiri bingung kenapa David menyuruh istrinya untuk mengambil anak mereka.
__ADS_1
“kalian ingin pergi kan, kemari kan Axel. Nikmati waktu kalian berdua” ucap David tanpa ekspresi.
Fahri dan Lita hanya saling lihat saja, mereka belum memahami maksud David.
“Kita, kita hanya ingin sarapan diluar tidak ingin pergi kemana-mana” ucap Lita.
“pergilah berdua saja tanpa Axel Lita, kalian berdua kan belum pernah pergi berdua selama ini karena berpisah dan setelah bersama ada anak di atara kalian pasti kalian butuh waktu berdua saja” ucap Naya yang seakan memahami apa yang suaminya ucapkan. Di sedikit tersenyum pada David yang membuang muka. Dia tahu David pria itu gengsi untuk mengatakannya.
Fahri langsung melihat kearah David, dia tidak menyangka kakak iparnya itu memaafkan dirinya dan mengerti kemauan dirinya saat ini. memang dia butuh waktu berdua saja dengan Lita.
“Ini, aku titipkan Axel pada kalian” ucap Fahri tanpa berkompromi dulu dengan Lita. Dia langsung memberikan Axel pada Naya.
“fahri,” ucap ita terhenti saat Fahri memberikan Axel pada kakak iparnya.
“tidak apa sayang, apa yang dibilang mbak Naya memang benar. Aku hanya butuh waktu berdua saja denganmu” ucap Fahri menatap Lita yang menatapnya heran.
Setelah Axel ada di gendongan Naya saat ini, David langsung melihat kearah Fahri dan juga Lita.
“Aku peringatkan padamu, kalau kau menyakiti adikku sekali lagi. Tidak ada kesempatan lagi bagimu” ucapnya tajam didepan Fahri.
“Tidak akan pernah aku menyakiti Lita”
“Ayo kita pulang,”ucap David beralih pada Naya tidak menanggapi Fahri. Dia bahkan tidak berpamitan pada Lita yang ada didepannya.
“Lita Fahri, kita pulang dulu” ucap Naya dan kemudian berjalan bersama David David sendiri melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
Lita hanya terdiam saja, sungguh dia masih belum bisa percaya hal ini.
“kenapa kamu diam saja sayang, kamu marah denganku karena aku memberikan Axel pada mereka?”ucap fahri setelah melihat kepergian Naya dan juga David dia beralih melihat kearah Lita.
“Aku tidak marah, tapi aku bingung kenapa kamu menyerahkan anak kita. Kamu merasa terganggu dnegan Axel,”
“Aku tidak terganggu, tapi aku hanya ingin memiliki waktu berdua denganmu” ucap Fahri.
Lita melihat kearah Fahri yang menatapnya lekat,
__ADS_1
°°°
T.B.C