Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 56 (Season 2)


__ADS_3

Thalia dan Rendi keluar kamar dalam keadaan sudah rapi, Rendi menggandeng tangan sang istri dengan cukup erat.


“Ngapain saja kalian di dalam? Aku sudah menunggu adik ipar ku membuatkan ku sarapan tapi tidak keluar juga. akhirnya aku yang buatkan sarapan untuk kalian,” ucap Revan melihat dua orang di depannya.


“kau masih disini?” tanya Rendi dingin.


“Masih, aku memang sengaja menunggu kalian disini” jawab Revan, dia langsung berdiri menghampiri Rendi dan juga Thalia.


“Ayo pergi, biarkan saja pria ini disini. Kau bilang akan mengajakku kemana tadi?” tukas Thalia segera menarik Rendi untuk pergi.


“Ini rumah kita, aku harus mengusirnya keluar dulu baru kita pergi”


“tenanglah Ren, aku bakal pergi. Aku pamit” pungkas Revan dan langsung berlalu meninggalkan sepasang suami istri tersebut. Dia menyambar jaket miliknya dan kembali melihat kearah Thalia dan juga Rendi.


“Jangan lupa sarapan? Aku sudah buatkan sarapan untuk kalian” ucap Revan sebelum pergi dari rumah adiknya tersebut.


“Dia kembaran mu tapi dia tidak sama denganmu. Dia lebih banyak bicara daripada dirimu” ucap Thalia menatap Rendi. Rendi yang masih menatap kepergian Revan memastikan pria itu sudah benar-benar pergi.


“kenapa kamu suka dnegan dia?” ketus Rendi menatap sang istri.


Thalia langsung terbelalak mendengar ucapan rendi barusan yang tidak masuk akal,


“aneh kamu, bukan level ku Revan. Pria nggak jelas seperti itu, aku sukai” kesal Thalia dan langsung melepaskan tangan Rendi, dia kesal pria itu menuduh dirinya menyukai Revan.


“Mau kemana? Kenapa aku ditinggal” seru Rendi yang langsung mengejar Thalia yang sudah membuka pintu.


“Kenapa suaminya ditinggal” pungkas rendi sat sudah menyamai langkah Thalia yang sudah di luar apartemen.


“ya kamu aneh kayak gitu kenapa? Nuduh aku mau selingkuh gitu?” kesal Thalia.


“nggak sayang, aku nggak maksud nuduh kamu seperti itu. aku kan Cuma tanya saja.” Lirih Rendi kembali menggandeng tangan Thalia.


Thalia hanya diam saja tak bicara lagi, entah dia malas saja berdebat masalah tidak penting dan tidak jelas seperti ini


“udah jangan ngambek, aku minta maaf sudah nuduh kamu” ucap Rendi,


“Ayo, mau masalah ini cepat selesai tidak. Aku bakal buktiin sama kamu kalau aku nggak cinta lagi sama Melody” lanjut Rendi menggandeng tangan Thalia untuk berjalan bersama dengannya.


.........................


Rendi dan Thalia sudah sampai di rumah sakit mereka berjalan di koridor rumah sakit tersebut untuk menuju ke ruangan Melody saat ini. Rendi akan mengatakan pada kedua orang tua Melody kalau dia sudah menikah dengan Thalia.


“Dimana ruangannya?” tanya Thalia tidak sabar ingin melihat perempuan yang bernama Melody tersebut. Dia penasaran dnegan perempuan itu saat ini, seberapa cantiknya sih dia sampai dua orang mencintainya, menjengkelkan saja batin Thalia.


“sebentar lagi sampai, sabar” ucap Rendi pada Thalia.


“Ya,” pungkas Thalia.


Mereka berdua berjalan kearah ruangan dimana Melody di rawat, dan Rendi langsung menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan.


“Kenapa berhenti,?” tanya Thalia pada Rendi.


“Ini ruangan, ayo masuk” jawabnya sambil membuka pintu ruangan tersebut.


Thalia semakin penasaran, dia melihat pintu itu agar segera terbuka lebar supaya dia bisa melihat Melody. Tapi zonk, ruangan itu kosong tidak ada siapapun didalamnya.

__ADS_1


Rendi sendiri langsung terpaku, dia terkejut melihat ruangan itu yang sudah kosong tidak ada siapapun di dalamnya.


“Kenapa kosong?” lirih Rendi


“Mana orangnya yang kau bilang dirawat disini?” tanya Thalia pada Rendi.


Rendi sendiri hanay diam, dia tampak bingung tidak mempercayai apa yang dia lihat sekarang.


“kamu disini, aku keluar sebentar” ucapnya dan langsung meninggalkan Thalia.


“rendi, kenapa kau meninggalkanku disini. Kau mau kemana?” seru Thalia saat Rendi langsung melepaskan tangannya dan berlari keluar dengan terburu-buru.


“Dia meninggalkanku seperti ini,” gumam Thalia menatap Rendi yang sudah keluar dari dalam kamar rawat ini. Thalia tersenyum sinis dengan sikap Rendi tersebut.


“Sikapmu sekarang mencerminkan dirimu yang masih mencintainya?” ucap Thalia, dia merasa kasihan dengan dirinya sendiri.


...................


Rendi berlari begitu cepat menuju kearah resepsionis, dia akan menanyakan kepada mereka soal pasien bernama Melody yang tidak ada di rungannya.


“Suster, maaf saya mau tanya pasien di nomor lima tiga dimana dia sekarang?” tanya Rendi begitu khawatir.


“Maaf sebelumnya mas, atas naman siapa ya?”


“Kenapa pakai tanya atas nama, tinggal cek saja nomor lima tiga” bentak Rendi.


“iya tunggu sebentar ya pak,” ucap suster tersebut dengan sabar.


‘Pasien atas nama Melody, sudah keluar dari sini sejak tadi pagi pak. Di dirujuk ke rumah sakit yang ada di Inggris. Orang tuanya setuju untuk melakukan pengobatan di sana” ucap suster tersebut.


“apa?” kaget rendi mengetahui hal itu.


Rendi langsung membuka ponselnya, dia hendak menghubungi ayah dari melody menayakan maksud mereka memindahkan Melody. Revan tadi pagi juga tidka bilang padanya soal Melody yang dipindahkan apa kembarannya itu juga tidak tahu soal hal ini.


“Arkkh, kenapa tidak diangkat juga oleh papa” Kesal Rendi,


Rendi tampak pusing, dia ahrus melakukan apa sekarang Melody sudah dibawa pergi oleh orang tuanya. Rendi memijat kepalanya sendiri,


“Kamu tadi lihat nggak perempuan di ruangan lima tiga, dia marah-marah sampai banting vas bunga yang ada di ruangan itu” ucap seorang perawat kepada rekannya.


“Iya saya lihat, dia marah-marah sambil ngomong pria brengsek begitu lalu pergi gitu aja saat aku dekati dia” ucap rekan dar perawat tersebut.


Rendi yang berada disitu mendengar semuanya, dan dia langsung melebarkan matanya. Apa jangan-jangan itu Thalia, dia tadi meninggalkan Thalia begitu saja di ruangan Melody. Kenapa bisa dia sebodoh itu meninggalkan istrinya,


Rendi langsung berlari kearah ruangan Melody, dia tadi menyuruh Thalia untuk menunggunya disitu. masihkan disitu Thalia sekarang, dia marah-marah tadi pasti perempuan itu marah padanya, bodoh kamu rendi, bodoh. Batin Rendi berlari cukup kencang untuk segera bertemu dengan Thalia.


.......................


“Pria brengsek, pria menyebalkan, pria buaya” ucap Thalia mengeluarkan hujatan-hujatan yang ia tujukan pada Rendi. Saat ini dia berjalan di luar rumah sakit, dia kesal sekarang. Pria itu benar-benar buaya mengucapkan kata manis untuk perempuan lain nyatanya hatinya masih untuk satu wanita.


“Aturan lo nggak usah manis sama gue, gara-gara lo manis sama gue, gue baper sama lo sampai gue nyerahin tubuh gue buat pria brengsek seperti lo. Kalau lo ketus terus sama gue, gue bakal nyerah seiring waktu. Tapi apa pria buaya seperti lo malah bersikap manis sama gue” ucap Thalia berjalan di pinggir jalan setelah keluar dari area rumah sakit.


“Thalia,.”panggil seseorang dari dalam mobil.


Karena mendengar panggilan itu membuat Thalia berhenti melangkah dan menoleh kearah jalan dimana sebuah mobil sudah berhenti disebelahnya.

__ADS_1


Itu Rey dan juga seorang perempuan berhijab didalam mobil itu. tentu saja perempuan itu istri dari rey.


“Apa?” ketus Thalia menatap kedua orang itu.


“kenapa kamu bisa ada disini? Kamu sakit?” tanya Rey


“jangan tanya kenapa dia, kita kasih tumpangan saja dulu” ucap istri dari Rey.


“Oke, lo sendiri yang bilang buat kasih tumpangan ke gue. Gue masuk” ucap Thalia tidak sungkan untuk masuk kedalam mobil.


Lebih baik dia menumpang mobil Rey untuk pulang ke rumah, dia juga bingung mau naik apa. Dan sekarang dia bingung harus pulang kemana, kalau dia pulang kerumahnya dan Rendi dia sedang malas bicara dnegan pria itu.


“Kamu kenapa kesini? “ tanya lembut Istri dari Rey.


“Jangan tanya dulu, malas aku untuk menjawabnya. Udah suruh suami lo jalan aja” pungkas Thalia dan memalingkan wajahnya.


“Oke kita Jalan, tapi lo juga harus jawab pertanyaan dari kita. Lo kenapa? Lo sakit? Jawab pertanyaan gue. Sekarang lo seperti adik gue” pungkas Rey pada Thalia.


“Gue bilang jangan tanya sekarang, gue males jawabnya ngerti nggak sih” bentak Thalia.


“Sayang sudahlah, mungkin Thalia lagi nggak kamu jawab. Mungkin urusan pribadi dia, dan mungkin sesuatu yang harus disembunyikan kerena untuk kejutan bagi suaminya mungkin” tukas istri Rey.


“Maksudnya, aneh istri kamu Rey. Untuk apa juga aku menyembunyikan dan memberi kejutan sama pria buaya seperti dia” ucap Thalia.


“Iya maksud kamu apa sayang?” tanya rey yangs aat ini menyetir menatap aneh istrinya.


“Dia kayaknya sedang hamil, mungkin tadi dia baru saja cek kehamilan. Dan berusaha menutupi dari kita agar kamu tidak bilang sama suaminya. Karena ini kejutan untuk dia” jelas istri rey menjelaskan hal tersebut.


“Sok tahu deh lo, ngarang banget” ucap Thalia nyolot, dia menatap aneh istri dari rey. Ya karena perkataan tak masuk akal.


“Saya dokter kandungan Thalia, dan saya tahu ciri orang hamil bagaimana. Dan saya lihat-lihat kamu sedang hamil sekarang. Apa tadi kamu serius tidak memeriksakan kehamilan mu” ucap istri Rey heran menatap Thalia.


“Asli ngarang deh istri lu.” Ucap Thalia tak percaya, ya jelas lah tidak percaya dia saja tidak merasakan kalau hamil.


“Istri gue dokter loh. Jadi mungkin yang dikatakan dia benar,.”


“A.N.E.H, ANEH ngerti” ucap Thalia.


“Hamil, tak amsuk akal,” tukas Thalia menyangkal hal tersebut.


“Terserah kamu deh, sudah sayang tidak usah menjelaskan pada orang keras kepala seperti dia.” Ucap rey meminta istrinya untuk tidak mengatakan soal itu lagi.


“Antar gue ke rumah orang tua gue ya” pinta Thalia pada Rey.


“kenapa ke rumah orang tua lo, bukan ke rumah lo?” heran rey.


“Tinggal turuti saja susahnya apa sih, kalau tidak mau ya sudah turunkan aku disini” ucap Thalia mengancam.


“Iya, iya kita antar kan ke sana. Tidak apa kan sayang, kita antar Thalia ke rumah orang tuanya dulu” ucap Rey meminta persetujuan sang istri.


“Iya tidak apa-apa, antar kan saja Thalia. Aku tidak masalah kok” jawab istri Rey.


“baik juga istri loh, nggak kalah sama kakak gue” ucap Thalia dan langsung memalingkan wajahnya saat rey melihatnya.


Rey hanay bisa geleng kepala, melihat tingkah Thalia yang hampir sama seperti dulu tidak ada perubahan. Mungkin berubahnya hanya sedikit dan belum terlalu terlihat di matanya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2