Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 97 (Season 2)


__ADS_3

FLASHBACK ON


Thalia yang sudah di antar Hardi ke rumah orang tuanya langsung masuk kedalam, sedangkan hardi langsung pergi setelah memastikan istri Rekannya sudah masuk kedalam rumah orang tuanya.


Thalia masuk kedalam dengan sedikit terburu-buru, dia bahkan mengabaikan asisten dirumahnya yang telah membukakan pintu dan menyapanya.


“Ma..Mama” teriak Thalia memanggil-manggil sang mama


“Mama, Papa” sekali lagi Thalia memanggil kedua orang tuanya dan dia akan berjalan kearah kamar orang tuanya tersebut tetapi sebelum sampai di kamar kedua orang tuanya langkahnya sudah terhenti karena seseorang yang turun dari tangga.


“Ada apa kau teriak-teriak di dalam rumah. Mama sama Papa tidak di rumah sekarang” tukas suara bariton itu menatap Thalia.


“Kemana Mama sama Papa?” tanya Thalia berjalan mendekat pada adiknya.


“Mereka hari ini ke luar kota, ada apa?” tanya David sambil memperhatikan adiknya yang terlihat berbeda dari biasanya.


“Kau habis menangis? Kenapa wajahmu begitu?” tanya David lagi karena khawatir melihat Thalia yang tidak seperti biasanya apalagi wajahnya seperti habis menangis


“Kakak,.” Ucap Thalia yang langsung menghambur ke pelukan David yang berdiri di depannya saat ini.


“Tolong aku kak, aku minta tolong sama kak David” ucapnya parau di pelukan sang kakak.


“Kenapa kau malah menangis, mau minta tolong apa? Rendi melakukan apa padamu, apa yang dia lakukan. Bilang padaku, biar aku hajar suamimu itu” ucap David merenggangkan pelukannya pada sang adik.


“Bukan Rendi, aku minta tolong bebaskan Rendi dari penjara. Nicholas memenjarakan suamiku kak, aku mohon bebaskan suamiku” pungkas Thalia menangis didepan kakaknya, dia tidak bisa pura-pura sok kuat lagi, jiwa manja pada sang kakak keluar seketika, dia butuh bantuan kakaknya itu.


“Apa? bagaimana bisa Nicholas memenjarakan suamimu. Apa yang Rendi lakukan?”


“Aku tidak tahu pasti apa yang dilakukan Rendi, yang jelas saat ini dia ditahan. Aku mohon bebaskan suamiku sekarang, aku tadi sudah ke sana minta agar di dibebaskan tetapi atasannya menolak. Ini pasti ulah Nicholas kak, ayo bebaskan suamiku” ucap Thalia menangis sambil merengek pada kakaknya.


“Nicholas, pria bau kencur begitu membuatmu begini. belum tahu siapa aku. ya sudah aku pergi dulu” ucap David dan akan pergi tetapi tangannya di tangan Thalia.


“Aku ikut, aku ingin melihat suamiku” ucap Thalia minta untuk ikut.


“Kamu tidak usah ikut, disini saja. Sudah jangan menangis” ucap david sambil mengusap lembut wajah sang adik.


“Aku bilang aku mau ikut” rengek Thalia.


“Jangan keras kepala bisa, disini dengan Mbak Naya. Sana ke kamarnya, kalau kau tidak mau menurut denganku ya sudah terima suamimu di penjara sekarang” ucap David setengah mengancam.


Thalia langsung terdiam mendengar ucapan kakaknya, perlahan tangannya mulai mengendur melepaskan lengan sang kakak.


“Oke, aku disini. Tapi kakak bawa suamiku kesini malam ini juga” ucap Thalia.


“Iya aku janji padamu membawa Rendi kesini, sudah sana ke kamar mbak mu” pinta david pada Thalia untuk ke kamar Naya.


“Ya,” jawab Thalia singkat dan langsung berjalan kearah tangga.


“Hati-hati jalannya” pungkas David saat melihat Thalia yang perlahan naik ke tangga.


“Hemm”

__ADS_1


“Nicholas, beraninya kau mengganggu rumah tangga adikku. Kau pikir aku akan diam saja saat kau mengganggu Thalia.” Ucap David sebelum melangkah pergi dari rumah saat ini.


FLASHBACK OFF


..................................


“Ayo ke rumahku,” ajak David pada Rendi yang berjalan disebelahnya. Saat ini mereka berdua sudah berada di luar kantor polisi dan waktu juga bukan sore lagi tetapi sudah malam hari saat ini.


“Tidak, aku pulang apartemen. Pasti Thalia menungguku di rumah. Sebelumnya terimakasih kak karena sudah membebaskan diriku” ucap Rendi menolak ajakan David padanya.


“Thalia tidak ada di apartemen, di di rumahku sekarang dan aku kesini karena dia yang menyuruhku. Ayo kita pulang ke rumah” ucap David memberitahu semuanya, dan dia kembali mengajak Rendi pulang kerumahnya.


“Thalia ada di rumah mama dan Papa?” tanya Rendi.


“Iya, di rumah sekarang. Ayo pulang anak itu pasti senang melihatmu sekarang” pungkas David.


“Ya sudah kalau begitu aku ikut denganmu saja” ucap Rendi pada akhirnya.


“bagaimana bisa kau berurusan dengan Nicholas?” tanya david sembari berjalan menuju mobil.


“Nanti aku ceritakan saat di mobil kak” jawab Rendi, dan dia terus berjalan lebih dulu dari david yang menatap rendi yang menuju mobilnya saat ini.


Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil dan david juga sudah memasang sabuk pengamannya begitu juga dengan Rendi.


“Cepat ceritakan padaku, kenapa bisa bocah tengik itu memenjarakan mu?” tuntun david agar rendi segera bicara mengenai alasan Nicholas yang memenjarakan adik iparnya itu.


“Dia mengganggu Thalia, suami mana yang suka istrinya di ganggu. Dia terus menghubungi istriku” jelas Rendi.


‘Ya, bahkan dia seperti sengaja mengganggu Thalia tanpa sepengetahuan diriku. Dia memakai nomor khusus agar aku tidak tahu siapa dia” pungkas Rendi menuturkan semuanya.


“Brengsek, dia melakukan itu” kesal david dia mencengkram kuat stir mobil untuk meluapkan marahnya. Berani-beraninya pria itu mengganggu adiknya.


“Kau tidak usah melakukan apapun lagi biar aku yang urus, kau fokus saja dengan adikku jaga kandungannya. Soal Nicholas aku yang mengurusnya” ucap David meminta Rendi untuk tidak memikirkan Nicholas lagi.


“Terimakasih sudah mau membantuku” ucap Rendi


“hemm,”


“aku pikir bocah itu tidak akan begini makanya aku meminta bantuannya dulu, ternyata dia malah menikung ku. Lihat apa yang akan aku lakukan padanya” ucap David,


“Sebelumnya apa kak David begitu mempercayai pria itu?” tanya Rendi pada kakak iparnya.


“mempercayai sih tidak, tapi karena dia dulu kekasih Thalia dan bersedia membantuku maka aku meminta bantuannya dan juga Thalia untuk membuat foto rekayasa mengenai Lita. Kau pasti tahu soal foto itu,” ucap David mengingat dulu dia meminta tolong pada Nicholas dan juga Thalia.


“Ya, aku tahu soal foto-foto itu rekayasa. Dan wajah Thalia dirubah menjadi wajah Lita”


“Kau pintar juga ternyata, beruntung sekali Fahri memiliki sahabat sepertimu. Dan tidak salah adikku mengejar dirimu” ucap David.


“Bisa kita pulang sekarang, Thalia pasti menungguku” ucap Rendi mengalihkan pembicaraan.


“Kau bisa sabar tidak” ucap David.

__ADS_1


“Kau mencintai adikku, syukurlah jika begitu” batin David sambil sekilas melihat Rendi yang gelisah sendiri melihat jam di tangannya.


...........................................


“Thalia dimana?” tanya David pada istrinya yang tengah menggendong anaknya di lantai bawah.


“Dia dikamar tidur, katanya perutnya keram” jawab Naya.


“Perutnya keram?” Rendi muncul dari balik tembok mendengar mengenai istrinya.


“Iya tadi dia bilang begitu, makanya dia kau suruh istirahat” jawab naya.


Rendi yang tadinya ingin memberi kejutan pada Thalia langsung khawatir mendengar ucapan Naya. Karena tadi Hardi juga sempat bilang kalau Thalia mengeluhkan sakit perut.


“Aku ke kamarnya dulu” pamit Rendi pada david dan juga istri dari kakap iparnya itu.


“Ya silahkan” jawab david.


“Kamu darimana?” tanya Naya saat Rendi sudah naik ke lantai atas.


“Aku habis dari kantor polisi, kenapa?”


“Tidak apa, aku pikir kamu habis darimana. Aku juga tadi sempat mikir kamu berantem sama Thalia karena dia tadi masuk ke kamarku wajahnya seperti orang nangis” ucap Naya pada suaminya.


“Oh iya, kamu bilang habis dari kantor polisi, kenapa?” tanya Naya penasaran.


“Nicholas menjebloskan Rendi ke penjara, dia membayar atasan Rendi” jelas David.


“Astaga, kamu serius”


“Iya, makanya kamu lihat Thalia habis nangis kan tadi. Dia datang-datang nangis minta tolong soal suaminya”


“Sudah, tidak usah dibahas lagi ayo ke kamar. Tidurkan Darren dulu, aku juga mau istirahat untuk besok.” Ucap david lagi mengajak istrinya ke kamar.


“Besok kau mau apa?”


“Tentu saja untuk memberi pelajaran pada Nicholas, dia sudah berani mengganggu rumah tangga adikku maka dia harus berhadapan denganku”


“Sayang, lebih baik kamu tidak usah ikut campur soal keluarga Thalia” ucap Naya pada David.


David yang tadinya akan mengambil alih anaknya dari gendongan sang istri langsung menatap istrinya.


“Thalia adikku, dan rumah tangganya di ganggu. Kau tahu sendiri aku tidak bisa melihat adik-adikku menderita dan hancur rumah tangganya. Kau mengerti kan maksudku” ucap david meminta pengertian pada istrinya itu.


“Ya sudah kalau itu keinginanmu, Biar adil juga kalau kau tidak hanya berpihak pada Lita tapi pada Thalia juga. baguslah kalau kamu berpikiran begitu.” Ucap naya yang akhirnya berusaha mengerti kan suaminya.


“Terimakasih sudah mengerti diriku sebagai anak sulung, tanggunganku ada dua orang adik perempuan. Dan mereka tanggung jawabku” pungkas David dan menggendong anaknya.


“Ayo ke kamar” ucapnya mengajak sang istri untuk ke kamar mereka.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2