Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 102 (Season 2)


__ADS_3

Rendi bangun dari tidurnya, dia melihat sekilas Thalia yang masih tidur dalam pelukannya saat ini. sekarang sudah cukup siang dia baru saja bangun, hari ini dia mengambil cuti karena akan mengajak Thalia menemui Melody, dia sudah berjanji pada istrinya itu akan mengajaknya bertemu dengan melody dan mengatakan semuanya pada melody kalau dia sudah memiliki istri dan sebentar lagi memiliki seorang anak.


Dia perlahan mencoba membangunkan Thalia yang sedang tidur dengan mengusap lengannya agar bangun.


“Sayang bangun, sudah siang. Ayo katanya mau kemana kemarin?” ucap Rendi lembut


“Apa?” uap Thalia dengan suara serak khas bangun tidurnya


“Buruan bangun, jadi nggak hari ini mau ketemu Melody, kamu ingin bertemu dengannya kan?” tanya Rendi.


“Jadilah, aku ingin tahu hatimu untukku atau masih untuknya” pungkas Thalia dan dia langsung duduk tegap.


“Ya sudah sana kamu mandi dulu, baru aku.” pinta Rendi pada sang istri.


“Kamu duluan saja, aku nanti. Aku mau siapin baju buat kamu” ucap Thalia yang malah ganti menyuruh Rendi untuk mandi lebih dulu.


“Ya sudah kalau itu mau mu, aku mandi dulu” ucap Rendi dan mencium kening Thalia lebih dulu baru dia turun dari tempat tidur.


Thalia juga tidak berdiam diri di atas tempat tidur, dan juga ikut turun dari kasur menyiapkan baju untuk suaminya.


Dia memang sekarang sekarang sudah terbiasa menyiapkan baju untuk Rendi yang sudah di setrika sendiri oleh Rendi sebelumnya. Bukannya dia tidak mau menyetrika baju tapi karena Rendi sendiri yang melarangnya untuk melakukan hal itu.


Thalia segera membuka lemari pakaian yang tidak jauh dari tempat tidur, sedangkan Rendi sudah masuk kedalam kamar mandi.


...............................................


“Untuk apa sebenarnya kau ingin bertemu dnegan Rendi, bukannya kau sudah mendengar apa yang aku katakan dan apa yang di katakan dokter Rey itu soal Rendi” ucap Revan yang melihat Melody sedang memakai sepatu miliknya.


“Aku tidak perduli katamu atau kata dokter Rey, aku ingin dengar dari mulut Rendi sekaligus. Dan aku juga ingin mendengar alasan istrinya membiayai diriku apa maksud perempuan itu. dia melakukan itu agar aku merasa bersalah dan menjauh dari Rendi begitu, tentu aku tidak akan menyerah” ucap Melody mendongak dnegan yakin kalau dia akan bisa mendapatkan Rendi. Dia tidak akan menyerah sebelum Rendi menyuruh dirinya untuk pergi.


“Kau gila atau apa Melody, kau kasihani dirimu sendiri. untuk apa kau mengusik Rendi, kau tidak ingat yang kau lakukan padanya dulu” ucap Revan miris sendiri dengan sikap Melody yang menurutnya egois saat ini


“Memang apa yang aku lakukan pada Rendi, aku tidak pernah jahat padanya. Dan aku selama ini kan koma dua tahun. Apa yang bisa ku perbuat? Tidak ada kan” ucap Melody langsung berdiri dari duduknya.


“Ayo berangkat, temani aku ya” lanjut melody dan langsung menggandeng tangan Revan yang berada di sampingnya


“Kau nanti akan selalu membelaku kan apapun yang terjadi” ucap Melody lagi melihat sekilas Revan.


“Tergantung,” tukas Revan

__ADS_1


“Kenapa kau jawab tergantung, berarti kau belum pasti membelaku nanti” ucap melody heran.


“Tidak usah banyak bicara. Ayo berangkat, mereka nanti menunggu kita kelamaan” ucap Revan tidak menggubris ucapan Melody padanya.


“Hemm, kau semakin dingin padaku ya. Aku ada salah denganmu” ucap Melody menatap manja Revan.


Revan yang sudah hilang kesabaran karena Melody tidak kunjung berjalan melepaskan perlahan tangan Melody begitu saja.


“Aku tunggu di luar” ucapnya dan langsung berjalan pergi meninggalkan Melody seorang diri.


“Tunggu,” seru Melody dan langsung mengejar Revan yang sudah duluan pergi meninggalkan dirinya saat ini.


Revan mengabaikannya saja, dia terus berjalan tanpa menunggu Melody yang mengejar dirinya di belakang.


.............................................


“Berhenti sebentar” ucap Thalia meminta suaminya untuk berhenti sebentar saja. Mereka berdua saat ini sudah berada di mobil perjalanan untuk menemui Melody dan Revan.


Mendengar apa yang dikatakan Thalia itu membuat Rendi melihatnya sekilas.


“kenapa kok berhenti?” heran Rendi pada istrinya.


“Tumben kamu mau nasi uduk, biasanya nggak mau” ucap Rendi pada Thalia.


“aku juga heran, pengen aja. Bisa berhenti belikan aku itu” ucap Thalia sedikit memelas. Dirinya juga heran saat ini kenapa dia bisa ingin makan nasi uduk.


“Ya udah kita cari bentar di pinggir jalan ya, siapa tahu masih ada yang bukan di jam segini” ucap Rendi dan langsung sesekali melihat kearah kanan dan kiri mencari penjual nasi uduk.


“Tidak apa kan? kau tidak marah atau berat hati dengan hal ini kan?” tanya Thalia menatap Rendi.


“Ya nggaklah, kenapa aku berat hati. Masih nggak percaya apa yang aku bilang semalam” ucap Rendi


“Percaya kok” pungkas Thalia dan langsung memegang tangan Rendi.


Rendi sendiri tersenyum melihat Thalia yang percaya dengan apa yang dia katakan, hal itu membuatnya lega karena kemungkinan itu tidak akan menjadi masalah di rumah tangganya nanti. Thalia sudah percaya kalau dia memang mencintai perempuan itu.


..........................................


“Mana mereka? Mereka saja belum datang tadi kau buru-buru untuk datang kesini” ucap Melody pada Revan, dia mencari keberadaan Rendi di restauran tempat mereka janjian untuk bertemu berempat.

__ADS_1


“Mungkin masih di jalan, duduk dulu saja” ucap revan langsung menarik kan kursi untuk Melody.


Melody dengan senang hati langsung duduk di kursi tersebut sedangkan Revan duduk disebelahnya saat ini.


“Kamu tadi belum jawab pertanyaan ku, kau nanti bakal membelaku terus kan?” tanya melody melihat kearah Revan yang berada disebelahnya.


“tergantung, kalau kau salah aku tidak akan membelamu lagi. Melody dengarkan aku, kau serius tidak ingat apa yang telah kamu lakukan pada Rendi dua tahun lalu” pungkas Revan melihat Melody.


“Apa yang aku lakukan pada rendi, perasaan aku tidak melakukan apapun padanya. Justru dia yang menyakiti diriku saat ini meninggalkanku bersama perempuan lain” ucap Melody yang menahan kesalnya mengingat hal tersebut.


Revan sendiri hanya bingung untuk menanggapi, dia saat ini merasa bingung karena dokter bilang tidak ada yang salah dengan kondisi Melody tetapi kenapa perempuan tersebut tidak mengingat kejadian dua tahun lalu. Dan seakan melupakan moment mereka berdua yang telah lama.


Melody justru malah terus mengingat apa yang dia lakukan bersama dengan Rendi dulu.


“Menurutmu bagaimana kalau aku menuntut rendi agar kembali padaku, karena dia masih tunangan ku” ucap melody pada Revan, yang seketika langsung menatap Melody tak mengerti.


“Jangan gila kamu, kamu tidak lihat Rendi sudah punya istri dan dia sedang hamil sekarang” tukas Revan.


“Aku tidak masalah jadi istri keduanya, kalau istrinya tidak mau biar dia yang mengalah setelah melahirkan nanti” ucap Melody yang membuat Revan mengepalkan tangannya.


“Kau gila mengerti, jika kau benar melakukan itu. aku akan membenci dirimu Melody. Kau perempuan yang tidak punya rasa kemanusiaan pada perempuan lain” ancam Revan pada melody.


Melody hanya diam dan memalingkan wajahnya saja, dia tidak menggubris apa yang dikatakan Revan barusan.


“Jangan mengabaikan ku, tatap aku. aku peringatkan padamu soal hal itu, dengarkan baik-baik. Aku tidak akan memaafkan dirimu dan aku akan sangat membencimu kalau kau benar-benar melakukannya Melody. Sudah cukup kau membuat rendi menderita dulu” tukas revan memegang pundak Melody.


Melody langsung melepasnya paksa,


“Aku membuatnya menderita? Kapan, tidak pernah. Aku tahu dia adikmu tapi bukannya kau tidak dekat dengan dia” ucap melody yang malah semakin membuat Revan kesal. Baginya ucapan melody yang sekarang bukan seperti Melody yang dia kenal dulu.


“Terserah dirimu saja, tapi ingat kata-kataku padamu Melody. Dan jika kau masih ingin terus begini kau akan sakit hati sendiri dan tidak akan ada yang membelamu lagi dan mungkin orang tuamu juga akan mengabaikan dirimu mengerti” pungkas revan dengan penuh keyakinan berharap Melody akan takut dengan ancamannya.


“Kau berubah ya, sepertinya dulu kau selalu membelaku tetapi kenapa dirimu sekarang jadi begini. kau lebih berpihak pada Rendi daripada aku” ucap melody menatap manik mata Revan seksama.


“Dia adikku, dan aku sudah banyak membuatnya terluka terutama gara-gara dirimu. Jelas aku membelanya saat ini karena kau seperti bukan Melody yang ku kenal dulu” pungkas Revan dan langsung menatap ke depan lebih tepatnya ke buku menu. Dia akan memesan lebih dulu sembari menunggu Thalia dan juga rendi yang akan datang mengabaikan melody yang hanya melihat dirinya saat ini.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2