
Thalia saat ini sedang menghangatkan makanan yang baru saja dia beli tadi setelah pulang dari bertemu dengan Jane dan juga Putri.
Sepulangnya dia dari menemui kedua temannya itu, ada rasa sedikit lega karena dia tidak terlalu gelisah lagi dan juga dia tadi sedikit beristirahat di rumah. Saat ini sendiri masih jam empat sore dan mungkin sebentar lagi Rendi pulang ke rumah. Jadi dia harus menyiapkan makanan untuk suaminya itu meskipun lauk kali ini bukan dia yang memasak.
Drrtt
Drrrt
Ponsel yang berada di atas kulkas bergetar membuat Thalia mengalihkan pandengrannya kearah tersebut.
“Siapa yang nelpon?” gumamnya sambil berjalan mendekat untuk mengambil ponselnya tersebut.
Thalia langsung mengambil ponsel miliknya itu, dia melihat kira-kira siapa yang menelponnya saat ini.
“Rendi?” herannya saat melihat justru nama sang suami yang tertera di situ.
“Iya halo,” ucap Thalia saat mengangkat panggilan miliknya.
“kamu dimana?” tanya rendi langsung menanyakan keberadaan istrinya.
“Aku di rumah, kenapa?” jawab Thalia dan balik bertanya.
“Nggak, aku cuman mau ngomong sama kamu kalau aku nanti pulang agak terlambat. Kamu nggak pa-pa kan di rumah, kamu pengen sesuatu nggak nanti aku belikan” ucap Rendi memberitahukan pada istrinya kalau dia akan pulang malam.
“Kok pulang malam? Ngapain?”
“Aku nanti mau apel malam sama kasih arahan ke tim yang patroli malam.”
“Oh,”
“Kamu mau apa sayang nanti aku belikan?” ucap Rendi pada istrinya.
“Nggak mau apa-apa sih, tapi dari tadi kebayang pengen nasi goreng kambing” jawab Thalia dan membayangkan apa yang dia inginkan.
“Nasi goreng kambing? Ya udah nanti aku belikan. Apa lagi selain itu? mau es krim” ucap Rendi menawarkan yang lain.
“Iya es krim juga”
“Ya sudah nanti aku belikan. Kamu kalau mau tidur, tidur aja dulu nggak usah nunggu aku” ucap Rendi.
“hemm”
“Tadi pulang ke rumah diantar siapa?”
“Rey,.”
“kenapa bisa ada Rey,? Kenapa juga dia mengantarmu pulang. Dua temanmu kemana?” terdengar dari sana Rendi seperti emosi mendengar nama itu.
“Bukan-bukan, kamu aku bohongi. Tadi Putri sama Jane yang mengantar aku pulang” pungkas Thalia.
__ADS_1
“Serius?”
“Iya, udah ya aku mau panas kan sayur dulu. aku kira kamu sebentar lagi pulang jadi aku beli sayur dan aku panaskan sekarang ternyata nggak pulang sekarang” ucap Thalia yang terlihat kecewa karena Rendi kemungkinan pulang malam dan makanan yang sekarang dia panaskan akan terbuang sia-sia.
“Kamu beli sayur? Kok beli sih?”
“Ya kamu telat ngabari kalau pulang malem”
“Iya aku minta maaf karena telat ngabarin kamu, soalnya banyak berkas yang ahrus aku salin hari ini” jelas Rendi, dia sendiri merasa bersalah karena istrinya sudah memanaskan makan untuknya.
“Iya nggak pa-pa, udah dulu ya. Ini mau aku taruh di mangkuk, habis ini aku juga mau mandi”
“Ya udah, aku tutup. I love you” ucap Rendi sebelum mematikan panggilannya.
“Hemmm” jawab Thalia dan langsung menutup panggilannya, dia memang selalu menjawab ucapan Rendi seperti itu beberapa bulan ini. dan beberapa bulan ini juga dia jarang terbuka mengungkapkan perasaanya. Dia juga heran, mungkin bawaan bayi atau karena suasana hatinya yang gelisah.
.........................................
“Sore ndan” ucap Rendi saat masuk kedalam ruangan sang komandan.
“Iya Sore, inspektur Rendi. Ada apa?” tanya sang komandan dari tempat duduknya.
“Sebelumnya maaf Ndan, hari ini bisa saya ijin pulang lebih awal dan berganti tugas dengan Vano sebagai kepala Tim” ucap Rendi menatap sang komandan penuh harap.
“Memang ada apa kamu pulang lebih cepat Ren?”
“Ada kepentingan keluarga ndan”
“Siap, beliau mau ndan. Dia tukar shift dengan saya” jawab Rendi.
“Ya sudah kalau dia mau, kamu boleh pulang” ucap sang Komandan pada Rendi.
“Terima kasih Ndan” ucap Rendi dan memberi hormat pada sang atasan.
“Sama-sama” jawab Komandan itu.
“Kalau begitu saya permisi Ndan” ucap Rendi yang pamit pergi.
“Iya silahkan”
Rendi langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan atasannya itu, dia hari ini akan pulang dan tidak jadi untuk pulang malam. Dia sudah meminta rekannya yang lain untuk menggantikan shift nya, dia akan pulang dan memakan makanan yang sudah di siapkan Thalia. Dia akan melakukan apa yang diperintahkan Andre dan juga hardi lebih memahami Thalia, dia kasihan perempuan itu sudah membelikan makanan untuknya.
“Loh mau kemana bro?” tanya Bahri.
“Mau pulang,” jawab Rendi saat berpapasan dengan orang tersebut didepan lorong.
“Hari bukannya kamu ada tugas”
“Nggak, sudah tukar shift dengan Vano. Kalau begitu saya permisi” pungkas Rendi dan langsung berjalan pergi melewati Bahri yang melihat kerahnya.
__ADS_1
...........................................
“Thalia,.” Ucap Rendi memanggil istrinya saat dia sudah masuk kedalam apartemen saat ini. apartemennya tampak sepi seperti tidak ada orang di ruang tamu maupun ruang tengah.
“Dimana dia?” gumam Rendi saat tidak mendapati istrinya di ruangan itu.
“Apa dikamar,” ucapnya lagi. Dia langsung berjalan ke kamar saat ini mencari thalia yang kemungkinan berada di dalam kamar.
Benar saja terdengar suara guyuran air di dalam kamar mandi, kemungkinan Thalia saat ini sedang mandi.
“Oh, dia sedang mandi” ucap Rendi sambil melihat sekilas ke pintu kamar mandi yang tertutup.
Dia langsung mendudukkan dirinya di tempat tidur sambil menunggu istrinya yang sedang mandi sembari menunggu Thalia dia melepas sepatu miliknya yang sedari tadi belum dia lepas sama sekali.
Saat dia baru saja melepas sepatunya, pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Thalia yang keluar hati-hati dnegan kimono mandi berwarna putih. Thalia sendiri terkejut melihat suaminya yang ada di rumah saat ini.
“Kok kamu bisa ada disini? Katanya pulang malam?” ucap Thalia saat melihat rendi yang duduk di tepi ranjang sambil melepas sepatu.
“Aku tidak jadi tugas malam hari ini. mana makanan yang kamu siapkan buatku, aku mau makan” ucap Rendi menatap istrinya sembari mengangkat sepatu yang baru dia pakai untuk dia taruh pojok kamar.
“Di dapurlah, kalau minta disiapkan nanti dulu aku mau ganti baju. Kamu bilangnya ahri ini pulang malam ya sudah aku tidak siapkan di meja. aku taruh kulkas lagi”
“Kok ditaruh kulkas lagi, dingin dong”
“Iya tapi kayaknya belum terlalu dingin, kan baru aku panaskan tadi. Masih mau makan? Aku siapin”
“Iya masih”
“Ya sudah kamu ganti baju dulu, aku juga mau ganti baju” ucap Thalia pada Rendi.
“Aku nanti aja ganti bajunya, kamu aja” ucap rendi yang malah duduk di tempat tidur.
“Kalau nanti kenapa masih disitu, ya keluar dulu sana”
“Nggak ah, aku mau lihat kamu” goda Rendi dan membuat Thalia terperangah.
“Apaan sih, keluar sana” ucap Thalia menghampiri Rendi dan menariknya agar berdiri dia juga mendorong sang suami agar berjalan pergi.
“ya sudah aku keluar,” ucap Rendi dengan berat hati.
“Kamu hari ini nggak nakal kan nak, jangan nakal-nakal ya. Kasihan mama nanti” ucap rendi sambil mengusap perut Thalia sebelum dia pergi keluar.
“Dia nggak nakal, udah sana keluar” ucap Thalia dan memaksa Rendi untuk segera keluar dari kamar.
“Mama kamu pura-pura malu Papa lihat, padahal aslinya senang dia” ucap rendi berbicara pada anaknya tetapi dia melihat Thalia sambil tersenyum.
“Nggak lucu, udah pergi” tukas Thalia.
“Iya, aku keluar dulu kalau begitu” ucap Rendi dan langsung berjalan keluar kamar lebih dulu. Thalia sekilas tersenyum dengan sikap Rendi barusan, pria itu memang kadang menyebalkan dan kadang tidak.
__ADS_1
°°°
T.B.C