
“Wow, kau disini Thalia..” ucap pria tersebut yang tak lain adalah Nicholas. Nicholas sudah berdiri didepan Thalia dan juga Rendi saat ini.
“Iya, Lita melahirkan. Kau sendiri kenapa disini? Bukannya kau ke Jerman” ucap Thalia menatap aneh Nicholas.
“Iya, tapi aku sekarang sedang ada urusan. Dan aku baru saja menjenguk temanku yang dirawat di rumah sakit ini” jawab Nicholas.
“Hai apa kabar pak police” ucap Nicholas dan mengulurkan tangannya Rendi.
“Ayo masuk sayang, Lita pasti sudah menunggumu” ucap Rendi segera menggandeng tangan Thalia, tangannya yang tadi menggenggam kuat kini meraih tangan sang istri dan mengajaknya masuk kedalam.
“Aku masuk dulu, kau tidak menemui kakakku./” ucap Thalia sebelum ditarik Rendi masuk kedalam.
“Tidak nanti kakak ipar mu bisa membunuhku, dia pasti masih dendam denganku karena bersekongkol denganmu dulu soal memalsukan foto Lita. Kalau begitu aku pergi dulu, semoga kita bertemu lagi” ucap Nicholas sebelum pergi.
“Untuk apa ketemu denganmu, kau kembali ke negaramu saja sana” pungkas Thalia.
“jahat sekali dirimu, ya siapa tahu kita akan ketemu lagi. Benar nggak pak polisi,” ucap Nicholas dan langsung menatap Rendi yang melihatnya tidak suka.
“Jaga istrimu dengan baik-baik,” ucap Nicholas berbisik ditelinga Rendi tak lupa pria itu menepuk pundak Rendi sebelum pergi membuat Rendi seketika langsung menatap aneh kearah Nicholas yang pergi sambil melemparkan senyum padanya. Entah kenapa dia memiliki firasat aneh saja dengan pria itu.
“kenapa malah bengong, ayo masuk” ucap Thalia membuat Rendi mengalihkan pandangannya pada sang istri.
“Iya ayo” ucap Rendi mengiyakan perkataan Thalia, mereka berdua langsung masuk kedalam ruangan Lita saat ini.
.............................................
Didalam ruangan besar tersebut sudah ada keluarga Fahri dan juga ada keluarga Lita yang tak lain orang tua Thalia.
“Kalian sudah disini?” tanya Thalia saat melihat kedua orang tuanya yang duduk di sofa bersama dengan orang tua Fahri.
“Iya dari tadi mama sama Papa disini” jawab Nafa mama dari Thalia.
Rendi berjalan menghampiri Fahri yang juga sudah berdiri berjalan kearahnya.
“Selamat ya atas kelahiran anak keduamu” ucap Rendi sambil menepuk pundak sahabat yang sudah seperti saudaranya itu.
“Iya sama-sama, aku kira kamu bakal datang besok. Soalnya kamu bilang semalam masih di Bali” pungkas Fahri.
“Acaranya sudah selesai jadi kita pulang tadi pagi” ucap Rendi.
“Selamat Fahri, Lita” ucap Thalia yang juga berjalan mendekati ranjang tempat tidur kakaknya.
“Terima kasih Thalia,” jawab Lita dan juga Fahri bersamaan.
__ADS_1
“Kamu ke Bali sih, tidak bisa melihatku melahirkan kan?” ucap Lita pada Thalia.
“Ya mau bagaimana lagi, salahmu juga kenapa melahirkan tiba-tiba, aturan kau melahirkan lebih awal” keluh Thalia.
“Ya memang melahirkan normal bisa di prediksi,”
“Aturan kau tidak usah melahirkan normal, melahirkan lebih awal saja aturan, kan aku bisa melihat kau melahirkan” tukas Thalia.
“Ya aku inginnya normal, kenapa sih kamu pengen banget lihat aku melahirkan. Kamu juga beberapa bulan lagi mau melahirkan. Jadi kamu bisa merasakan sendiri bagaimana melahirkan itu” ucap Lita pada Thalia.
“Ya kan aku penasaran, kalau aku melihatmu melahirkan aku jadi tidak takut nantinya” ucap Thalia.
“Kalian berdua ini ngobrol atau debat, ruangan ini bukan ada kalian berdua. Disini ada Papa dan juga Mama. Ada orang tua Fahri juga, hanya gara-gara masalah melahirkan jadi debat begini. untung bayinya tidak ada disini” ucap Papa dari Thalia dan juga Lita.
“Siapa juga yang debat pa, aku kan cuman tanya. Dia juga cuman jawab pertanyaan ku” tukas Thalia yang tidak mau dibilang sedang debat dengan Lita.
“Sudahlah, ayo duduk saja.” Ucap Rendi yang langsung mengalihkan Thalia agar segera duduk saja di sofa.
“Lita, Fahri Mama sama Papa kalau begitu pulang dulu ya. Kasihan Naya di rumah sendiri cuman sama Bibi.” Ucap Nafa kepada anak dan menantunya yang melihat kearah Thalia dan juga Rendi.
“Loh mbak Naya kok cuman sama Bibi, lah kak David kemana memang Ma?” tanya Lita penasaran.
“Kakak kamu itu lagi di Bandung ada urusan kerjaan di sana,” jawab Aryo.
“Oh,”
“hemm,” jawab Thalia sambil mengalihkan pandangannya, dia tidak mau dinasehati oleh Papanya.
“Papa pulang ya,”
“pak Sasongko bu Wulan kita pulang dulu” ucap Aryo pada kedua besannya.
“Iya pak Aryo bu Wulan” jawab keduanya dan langsung berdiri dan akan mengantarkan besan mereka hingga pintu keluar.
“Nicholas kenapa bisa ada di rumah sakit ini tadi?” tanya Rendi pada Thalia saat mereka hanya berdua duduk si sofa sedangkan Fahri sedang mengupas kan apel d sebelah tempat tidur Lita.
“Kamu tidak dengar kenapa dia kesini? Tadi kenapa kamu tidak tanya langsung dia malah dia saja. Sekarang tanya aku, ya mana aku tahu” pungkas Thalia pada Rendi.
“Malas saja bicara dengan orang yang tidak berakhlak seperti dia”
“tidak usah ungkit masa lalunya bisa, kau mengungkit masa lalunya sama saja kau mengingatkanku akan diriku ya dulu. maksudnya apa? Kamu juga mau bilang kalau ku nggak berakhlak juga” ucap Thalia yang sedikit tersinggung dengan ucapan Rendi barusan.
“Aku nggak bilang kamu ya sayang, kenapa kamu jadi tersinggung. Udahlah nggak usah di bahas soal Nicholas tadi. Aku hanya pesan padamu jangan sok ramah lagi dengan dia, aku tidak suka” ucap Rendi berpesan pada Thalia.
__ADS_1
“Ya kenapa kamu tidak suka dengannya, dia temanku. Bukannya kamu bilang mau menerima teman-temanku”
“Iya tapi bukan dia, dia bukan temanmu kan. dia mantanmu, suami mana yang suka istri masih berurusan dengan mantan kekasihnya”
“Kamu aneh ya, aku juga berurusan dnegan Rey, dia mantanku tapi kau tidak apa-pa dengan dia” heran Thalia pada suaminya yang kesal sendiri.
“Ya itu beda, Rey orang baik-baik. Mantanmu Nicholas itu apa orang baik, kalau dia orang baik ma..”
“Kalian berdua ini kenapa, kalian kesini mau menjenguk istriku atau mau bertengkar satu sama lain?” tanya Fahri memotong ucapan Rendi yang tengah berbicara pada Thalia.
Sepasang suami istri itu langsung melihat kerah Fahri yang sudah berdiri didepannya saat ini.
“Kau tanya saja temanmu itu” kesal Thalia dan langsung berdiri berjalan mendekati Lita yang berada di ranjang rumah sakit.
“kalian kenapa sebenarnya kenapa berantem begitu?” tanya Lita melihat Thalia dan juga Rendi bergantian.
“Tidak ada apa-apa” jawab Thalia dan langsung duduk di kursi sebelah ranjang Lita saat ini.
“Tidak ada apa-pa kok bertengkar” cibir Fahri dan langsung duduk disebelah Rendi.
“Ada apa sih bro, sama istri kok sensi begitu” ucap Fahri menepuk pundak Rendi yang duduk di sebelahnya.
“Dia nih aneh, tadi ada Nicholas dia diam saja, sekarang tanya sama aku. apa nggak nyebelin, kenapa nggak tanya langsung sama orangnya soal kenapa dia disini” sahut Thalia dari sebelah Lita.
“Udah, Udah.” Ucap Lita berusaha membuat Thalia tenang.
“Tunggu, tadi kamu bilang Nicholas?” tanya Lita kembali.
“ya,”
“Nicholas mantanmu dulu, yang pura-pura jadi selingkuhan Lita” ucap Fahri mengingat siapa Nicholas itu. benar pria itu dan juga Thalia dulu pernah berpose mesra bahkan berciuman tetapi wajah Thalia di ganti dengan Lita. Itu semua juga suruhan David sih dulunya.
“Ya, dan temanmu itu aneh. Apa salahnya coba ramah dnegan orang, aku dengan Rey juga begitu tetapi dia mempermasalahkan ku saat dengan Nicholas” pungkas Thalia sambil melihat Rendi.
“Ya pria itu tidak benar, makanya aku tidak suka kau ramah dengannya” jawab Rendi dari tempatnya.
“terserahlah” ucap Thalia dan langsung makan apel yang dikupas Fahri untuk Lita.
“Itu Apel Ku Thalia,” lirih Lita.
“Tahu, ini apel mu. Lalu kenapa?” ucap Thalia santai dan asik makan apel milik kakaknya itu. sedangkan Rendi hanya melihatnya saja begitu juga Fahri yang menggelengkan kepalanya baru setelah itu dia melihat Rendi yang sedikit masih kesal dengan Thalia yang tadi merespon Nicholas.
Fahri paham sih jadi Rendi, wajar kalau Rendi tidak suka dengan Nicholas. Nicholas memang sepertinya buka orang yang baik, entah kenapa dia punya filing seperti itu terhadap manta pacar adik iparnya.
__ADS_1
°°°
T.B.C