
David memeluk Lita di atas tempat tidur saat ini, mereka baru saja selesai melakukan kegiatan panas di atas kasur. Terlihat dari tubuh mereka yang sama-sama polos tertutup selimut.
“kau tadi ingin tahu kan, apa yang aku bicarakan dengan Thalia” Naya mendongak sekilas melihat David yang memejamkan matanya.
Perlahan mata David terbuka menatap manik mata Naya,
“bukannya kamu tidak mau menjawabnya tadi. Kau bilang itu urusan perempuan” ucap David menatap istrinya.
“Aku akan bilang padamu asal kau janji, tidak akan memarahi adikmu itu” tukas Naya meminta David untuk berjanji padanya.
“Iya aku tidak akan marah dengannya” tukas David berjanji.
“Sekarang bilang apa yang kau sembunyikan dariku soal Thalia?” lanjut David sedikit menegakkan tubuhnya bersandar pada sandaran tempat tidur.
“Dia meminta uang padaku” lirih naya takut kalau David akan marah karena Thalia meminta uang padanya.
“Apa? Dia minta uang padamu. Untuk apa uang itu, jangan pernah kau memberinya uang. Bocah itu pasti akan menghabiskannya untuk ke club” tegas David melarang Naya untuk memberi Thalia uang. Karena Thalia berbeda dengan Lita, Lita walaupun keras tapi tidak suka yang namanya club beda dengan Thalia.
“Aku tidak memberinya, mari kita tidur lagi” ucap Naya segera menghentikan pembicaraan soal Thalia.
“Bagus kalau kau tidak memberinya, lalu apa yang dia katakan padamu?”
“tidak ada, dia tidak mengatakan apapun”
“jangan bohong padaku, dia memaki mu atau apa. Jika dia mengatakan aneh-aneh tentangmu, akan aku beri pelajaran bocah itu” David seakan tidak percaya kalau Thalia tidak memaki atau mengatakan apapun pada Naya. Karena adiknya itu tipe orang merendahkan orang lain hatinya lebih kejam dari Lita. Jadi dia tidak mungkin percaya kalau Thalia tidak mengatakan apapun terhadap Naya.
“Aku tidak bohong, dia tidak mengatakan apapun padaku. Ayo tidur lagi,” pungkas Naya langsung memeluk David untuk tidur kembali. Tidak mungkin dia membahas soal Thalia yang telah menghina dirinya dan mengatainya dengan kasar pada David. Pria itu pasti akan marah dengan Thalia, sungguh dia tidak menginginkan kakak adik itu saling bertengkar satu sama lain.
David menatap mengintrogasi tak percaya, tapi di diam membiarkan Naya memeluknya erat. Besok ia akan tanyakan sendiri pada Thalia kalau dia sudah pulang ke Jakarta.
__ADS_1
..............................
Sudah hampir dua hari Lita menempati rumah barunya yang Fahri persembahkan untuk dirinya. Dan dia juga sudah selesai menatap semua bajunya dan keperluannya di rumah ini. dia tidak sendiri tetapi dibantu dengan orang lain yang bekerja di rumah ini. bahkan ada baby sister juga yang akan mengurus Axel nantinya. Itu dilakukan Fahri untuk membuatnya agar tidak terlalu lelah sebenarnya dia menolak karena ingin mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan baby sister tapi fahri tetap bersikeras.
“Aku mau ngapain lagi ya, semuanya udah dikerjakan sama Mbok Yun, Axel juga sudah tidur terus aku mau ngapain sekarang” pungkas Lita kebingungan.
Fahri saat ini sedang bekerja, dia sudah masuk ke kantor sedari tadi pagi. “Mungkin aku kebawah saja ya nonton tv dibawah atau apa,” ucapnya.
“Ah, aku berenang saja. Sudah beberapa hari aku tidak berenang” ucap Lita setelah terpikirkan dia mau apa sekarang. Keinginan untuk berenang langsung terpikir begitu saja di kepalanya.
Dia terakhir berenang saja waktu bersama Fahri beberapa waktu lalu, Lita akhirnya memutuskan untuk berjalan menuruni tangga menuju kolam renang. Dia akan berenang saja hari ini Axel juga sudah tidur.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Lita sampai di kolam renang, dia melepas sandal miliknya. Dia duduk di pinggir kolam renang dulu merasakan airnya dingin atau tidak saat ini. air kolam itu dingin tapi tidak begitu menghalangi niatnya untuk berenang, dia benar-benar ingin berenang sekarang.
“Kamu mau berenang sayang, tunggu aku. aku juga mau berenang” pungkas Fahri pada Lita, dia berjalan mendekati sang istri yang sekarang melihat kearahnya.
“loh kamu sudah pulang?” tanya Lita terkejut melihat kedatangan Fahri yang tiba-tiba saja berada agak jauh dibelakangnya.
Lita langsung berdiri berhadapan dengan suaminya itu.
“oh, aku kira kamu bakal pulang malam atau apa” ucapnya menatap sang suami.
“untuk apa aku pulang malam, jelas aku tidak bisa berpisah lama-lama dengan anak dan istriku” ucap Fahri dan langsung memeluk Lita menarik pinggang perempuan itu mendekat padanya.
“kamu ganti baju dulu saja, nanti baru kita berenang bersama” ucap Lita melepaskan tangan Fahri dari pinggangnya.
Tapi Fahri tetap melakukannya lagi, dia kembali memeluk pinggang Lita lagi malah dia saat ini mengecup bibir manis istrinya yang selalu membuat candu itu..
“Aku ganti disini saja, nanti kamu kelamaan menungguku” pungkas fahri pada Lita.
__ADS_1
“nggak, aku nggak masalah menunggu mu. Sudah ganti baju dulu” ucap Lita sambil mendorong Fahri pelan agar dia berjalan.
“kenapa sih sayang, nggak memang aku bau kayak gitu banget sama suami” Fahri cemberut menatap Lita yang seakan jijik dengannya karena mengusir dirinya terus.
“nggak bukannya gitu, kamu ganti dulu kan lebih enak daripada pakai baju begini”
“Kan aku pakai kaos dalam, dan pakai celana pendek sayang. Udah deh kamu aja yang ganti pakai baju seksi begitu” ucap Fahri sambil mengedipkan sebelah matanya pada Lita.
“enggak usah genit deh” pungkas Lita mencubit Fahri.
“Augh, sakit” Fahri mengusap lengannya bekas cubitan Lita barusan.
“makanya nggak usah genit sama aku deh” pungkas Lita lagi dan akan kembali mencubit Fahri tapi fahri segera menghindar.
“”Udah ah sayang, aku gigit nanti kamu” ucap Fahri langsung memeluk pinggang Lita dan menggigit telinga istrinya pelan.
“Augh,. Kamu gigit aku” sinis Lita menatap Fahri.
“iya habisnya kamu sih, udah deh. Yok kita berenang jangan main india-indiaan lagi ya sayang” pungkas Fahri sambil tersenyum mencium pipi istrinya.
“kamu ini memang paling bisa,” senyum Lita mereka dia melihat kearah Fahri sekilas.
..........................
Lita dan jga Fahri saat ini berada di dalam kamar mandi berdua mereka sudah selesai berenang dan saat ini sedang membilas diri dari air kolam renang. Niatnya hanya Lita saja yang masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka tapi fahri malah ikut masuk juga kedalam sekarang alhasil malah semakin membuat mereka lama di dalam kamar mandi.
Tentu saja lama, karena mereka melakukan adegan panas sepasang suami istri didalam kamar mandi. Keduanya sekarang berdiri di bawah tetesan air shower yang mengguyur mereka.
Dengan Lita berada di gendongan Fahri melingkarkan kakinya memeluk Fahri sambil berciuman penuh gairah diantara keduanya.
__ADS_1
°°°
T.B.C