Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 130 (Season 2)


__ADS_3

Rendi sedang berkunjung ke kantor polisi yang berada di daerah Banyu Asin Sumatera Selatan. Dia ingin bertemu dengan beberapa rekannya yang di tugaskan di situ, rasanya sudah lama dia tidak bertemu dengan Pras dan juga Heru. Mereka berdua adalah teman Rendi saat di sekolah dasar dulu dan takdir juga membuat mereka bertemu lagi karena memiliki profesi yang sama yaitu sama-sama Polisi.


Bukan itu saja takdir mereka, saat ini saat Rendi ditugaskan di Daerah Sumatera Selatan mereka bertiga janjian bertemu dan Rendi yang kebetulan lewat memutuskan untuk menghampiri mereka berdua saja.


“wiih bro, akhirnya kita ketemu juga” ucap Heru sambil melambaikan tangannya pada Rendi yang berjalan masuk ke kantor polisi.


Sedangkan Heru sudah menunggu sang teman yang baru saja datang, Rendi hanya tersenyum kecil saja sambil balik melambaikan tangan pada temannya.


Mereka lalu saling merangkul satu sama lain menyalurkan rasa rindu mereka yang sudah lama tidak bertemu.


“gimana kabarnya?” tanya Rendi pada Heru.


“Puji Tuhan baik bro, kau sendiri?”


“Alhamdulilah baik juga, Pras bagaimana?” tanya Rendi menanyakan soal temannya yang satunya.


“baik juga dia, ayo masuk. Dia didalam” ajak Heru pada temannya itu.


“Nggak pa-pa nih masuk, komandan mu nggak marah”


“Udah ijinkan?”


“Udah sih,”


“Ya terus kalau udah ijin masa nggak boleh amsuk sih bro. Ayo masuk, kenalan mu disini juga banyak kan. Pak Yanos temanmu pelatihan di Amerika dulu kan disini juga, dia ada tuh di ruangannya” ucap Heru.


“Biarkan saja, dia pasti sibuk. Banyak kerjaan juga kan dia,” ucap Rendi.


Mereka berdua langsung berjalan masuk ke dalam kantor polisi tersebut tempat dinas Heru dan juga Pras teman kecil Rendi dulu saat di Bali.


...............................


“Diminum dulu bro,” ucap Pras yang datang membawakan minuman untuk Rendi dan juga Heru. Mereka bertiga duduk di kantin yang ada di kantor polisi itu. karena kantor Polisinya besar jadi kantinnya berada di dalam bukan di luar area kantor tersebut.


“terimakasih” ucap rendi,


Pras mengambil duduk di sebelah Heru lebih tepatnya di depan Rendi duduk saat ini.


“mau makan apa nih, aku yang traktir” ucap heru.


“Nggak usah lah, aku cuman sebentar kok” tolak Rendi.


“kenapa sih sebentar,”


“tanggung jawab kita banyak” jawab rendi sambil tersenyum.


“bener juga ya,” sahut pras.


“Gimana kabar mu Ren, lama kita nggak ngobrol” ucap Pras.


“Bukan lama lagi Pras, tapi beberapa tahun lalu ya waktu Rendi tunangan dia ngabari kita” sahut Heru.


“Oh iya itu sekitar tiga tahun lalu ya” tukas Pras saat mengingat momen saat itu.


“berarti sudah nikah nikah dong” lanjut Pras.


“Sudah, setengah tahun lebih”jawab Rendi, tapi sebelum menjawab pertanyaan Pras itu mukanya sedikit diam karena pasti teman-temannya mengira dia menikah dengan perempuan yang dia ajak tunangan dulu alias Melody.

__ADS_1


“Wiih selamat ya, kamu sih nggak ngabari kita jadi kita nggak tahu” ucap Heru dan dia angguki oleh Pras.


“Tapi istrimu yang pernah kamu kenalkan ke kita dulu kan, dokter itu” ucap Heru menatap Rendi.


“Bukan, aku bukan menikah dengan tunangan ku dulu. wanita lain yang aku nikahi”


“hah serius, kenapa bukannya kau dengan tunangan mu dulu pacaran lama” kaget Pras mendengar hal itu.


“Hmm, bukan Jodoh.” Balas Rendi.


“Jadi bener berati kata pak Yanos kamu nikah sama anak dari keluarga konglomerat?” ucap pras yang sedikit berhati-hati saat berucap seperti itu.


Rendi sedikit terkejut dia mendongak melihat Pras,


“Iya, Pak Yanos tahu darimana ya?” tanya Rendi.


“Katanya sih waktu dia ke rumah siapa sih konglomerat itu namanya, siapa Her” ucap Pras saat berusaha mengingat nama konglomerat yang kenal dengan pimpinannya.


“Pak Aryo Ravero” jawab Heru.


“Nah iya, katanya disitu dia lihat foto keluarga Pak Aryo ada kamu. pak Yanos sempat bingung kok ada kamu juga disitu, nah Pak Aryo langsung cerita kalau kamu menantunya suami dari anaknya yang paling bungsu” jelas Pras menceritakan kembali apa yang dikatakan Yanos padanya.


“Iya memang aku menantunya”


“Kok bisa dapat anaknya pak Aryo, anaknya cantik-cantik lo. Tapi sayang yang nomor dua nggak ada kan udahan. Karena bunuh diri atau apa” ucap Pras.


“Nggak masih ada, di kakak ipar ku. Istrinya Fahri tahu kan fahri temanku yang pernah aku kenalkan dnegan kalian”


“tahu, hah dia istri Fahri. Berarti Fahri dong yang selama ini gosipnya KDRT” seru Heru yang tampak terkejut.


“Itu dulu, dan berita dia sudah tidak ada itu palsu” jawab Rendi yang merasa tak nyaman dnegan pembahasan saat ini.


Pras yang mengerti langsung mengangguk, dan dia melihat wajah Rendi.


“Ya sudahlah itu masa lalu, selamat ya Ren atas pernikahanmu” ucap Pras kemudian.


“Oh iya Revan gimana kabarnya?” tanya Pras lagi.


“Baik dia, kemarin aku habis ketemu dengannya” jawab Rendi.


“Loh, dia di Indo bukannya dia ikut Mamamu?” ucap Heru.


“Nggak, dia sudah nggak ikut Mama. Sekarang dia tinggal di padang dnegan Papaku” jawab Rendi.


“Oh, eh minta nomornya sih. Kalau dia di Indo mau aku nyimpen nomernya, kalau dia di Amerika kemarin males nyimpen nomor tuh anak mahal soalnya nelpon ke luar negeri” ucap pras meminta nomor Revan.


Mereka berempat dulu berteman sebelum Revan memutuskan pergi ke Amerika ikut dengan sang Mama.


Rendi langsung mengambil ponselnya dari saku celananya, untuk memperlihatkan nomor ponsel sang kakak.


Pras dan juga Heru juga demikian mereka sudah siap menulis nomor Revan di ponsel mereka. Mereka hanay ingin bernostalgia lagi mengingat masa kanak-kanak mereka dulu.


.................................................


Lita dan juga Fahri datang bertamu ke rumah Thalia saat ini, pasangan suami istri itu baru kembali dari bandung rumah kakak dari Fahri. Mereka datang ke rumah Thalia karena ingin memberikan oleh-oleh untuk Thalia dan juga memberikan titip dari Shela untuk Thalia.


“mau minum apa, aku buatkan?” tanya Thalia yang duduk didepan Lita dan juga Fahri.

__ADS_1


“Nggak usah, aku aja yang buat sendiri. oh iya aku pinjem kamar ya buat naruh Arsen, dia kecapean” ucap Lita meminta ijin pada Thalia untuk meminjam kamar.


“Taruh disini saja sayang, nggak enak bentar lagi kita ke rumah mama” ucap Fahri meminta Lita untuk menidurkan Arsen di sofa.


“Itu kamar tamu, kasihan di taruh di sofa” ucap Thalia sambil menunjuk kamar tamu yang berada disebelah kamar utamanya.


“Axel mana, kenapa nggak diajak” tanya Thalia menanyakan keponakannya yang satunya.


“Dia iku mobil Mama sama Papa jadinya nggak ikut kesini” jawab Lita.


“kalau kamu nggak bolehin aku naruh Arsen di kamar, aku minta tolong dong sayang kamu gendong bentar ya. Aku mau buat minum untuk kita, kasihan Thalia kalau dia yang buat kecapean nanti” ucap Lita yang mulai melepaskan gendongannya.


“Ya udah sini, oh iya nggak usah buat minum aja. Air putih saja nggak pa-pa” ucap Fahri.


“Jangan air putih, itu di kulkas ada minuman kaleng punya Rendi ambil itu aja” sahut Thalia.


“Ya udah itu aja juga boleh” pungkas Fahri.


“Ya sudah aku ambilkan itu dulu” ucap Lita dan dia langsung pergi.


“Rendi kapan pulang?” tanya Fahri pada adik iparnya.


“masih lama, ini aja baru tiga hari dia di sana” jawab Thalia.


“Ya basa aja dong nggak usah cemberut,” ucap Fahri sambil tersenyum melihat Thalia yang cemberut karena Rendi pulang dinas masih lama.


“terserah gue,” jawab Thalia.


“Aduh, punya adik ipar gini amat” ucap fahri meledek Thalia.


“Aduh punya kakak ipar gini amat, kenapa juga bukan Rey aja yang jadi kakak ipar gue” cibir Thalia dan merasa puas membuat Fahri ayng kesal.


“udah diam” kesal Fahri dan memalingkan wajahnya.


“ye, marah” ucap Thalia.


“kenapa ini kok seru amat” ucap Lita yang baru saja datang membawakan tiga minuman kaleng.


“Tuh suami lo bikin gue kesel, eh giliran gue yang ngomong kesel dia” jawab Thalia sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Lita yang sudah duduk di sebelah fahri sambil mengambil alih Arsen.


“Adik kamu nyebelin”


“Yang nyebelin duluan siapa, dia cemburu tuh karena aku milih Rey dari pada dia sebagai kakak ipar” ucap Thalia terus terang.


“Ya ampun, dari dulu kalian sering debat masalah ini terus, kenapa sih bahas-bahas kak Rey dia punya istri loh nggak enak kalau istrinya denger nanti” ucap Lita yang jengah dengan perdebatan suaminya dan juga adiknya itu yang terus membawa-bawa Rey.


Thalia dan fahri hanya diam saja, tidak berbicara. Fahri memang begitu cemburu dengan Rey karena menurutnya Rey saingannya. Bahkan gara-gara pria itu mengajari Axel memanggilnya Daddy putranya itu terus memanggil Rey daddy siapa yang tidak kesal. Bukan itu saja dulu Rey sempat cinta dengan Lita.


°°°


T.B.C


P.S: Maaf kak sebelumnya nama anak kedua Fahri sama Lita author ganti Darren ya. karena setelah di ingat-ingat nama Darren itu kayanya nama anaknya David sama Naya.


Kalau misalkan masih ada yang salah tolong di luruskan ya kak Semua

__ADS_1


Terimakasih🤗


__ADS_2