Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 10


__ADS_3

Zahra beristirahat sambil duduk di bangku taman area alun alun kota dan menunggu adiknya yang sedari tadi membeli minuman.


" kakak ini " ucap Theo


" terima kasih dek " jawab Zahra pada adiknya.


Zahra meneguk habis minumannya karena kerongkongannya saat ini terasa begitu kering setelah berlari - lari kecil dari rumahnya menuju alun - alun kota, beberapa menit kemudian kakak beradik itu memutuskan untuk melanjutkan olahraganya yaitu berlari mengelilingi alun-alun kota.


sedangkan kedua pria yang tak lain adalah Revan dan Bima mereka mulai keluar dari dalam mobil mewahnya itu,


dan benar saja banyak sepasang mata yang memandang mereka merasa takjub apalagi para kaum hawa tak berkedip melihat pahatan sangat pencipta yang begitu indah didepannya itu,sekertaris Revan dan tuan Bima tidak menghiraukan itu semua karena itu adalah hal yang sudah biasa bagi mereka,kedua pria itu pun mulai bersiap berolahraga mengelilingi alun - alun kota sesuai yang tuan mudanya rencanakan,


hanya karena ingin bertemu dengan gadis incarannya itu dan bersandiwara di depannya entah itu sandiwara macam apa menurutnya hahaha....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Revan dan Bima mulai berolahraga berlari-lari kecil seperti kebanyakan orang lain lakukan, dan benar saja setelah mereka berdua berlari-lari setengah jalan mengelilingi alun-alun kota Bima melihat sosok gadis cantik incarannya yaitu Zahra,dan Bima akan memulai sandiwaranya,


sedangkan Zahra dan adiknya berlari-lari kecil sambil menoleh kanan kiri melihat keramaian alun - alun kota dan pepohonan yang begitu sejuk.


" kak tali sepatuku copot kakak duluan saja aku akan mengikatnya sebentar " Theo berjongkok sambil mengikat kedua tali sepatunya itu


" baiklah cepat ya dek " Zahra membalas ucapan adiknya tanpa menoleh dan tetap berlari sambil melihat keramaian disisi kanan kirinya tanpa fokus ke depan dan akhirnya.


"awas kak" ucap Theo


Brakkkkk


awww,..sakit


Zahra mengusap kepalanya karena begitu terasa ngilu akibat tabrakan dengan seseorang yang ada di depannya saat ini,beberapa saat kemudian Zahra mendongakkan kepalanya dan begitu tercengangnya dia ketika melihat sosok lelaki yang sangat tampan di depannya yang sama-sama mengelus kepala akibat tabrakan tadi sepersekian detik Zahra tersadar dari lamunannya.


" tuan maafkan saya saya tidak sengaja menabrak anda " ucap Zahra yang terus mengelus kepalanya.


" apakah kau bisa sedikit berhati-hati " ucap lelaki di depannya itu yang tak lain adalah Bima


astaga sedekat ini aku dengannya, Zahra kau begitu cantik kedua alis mu yang tebal matamu yang bulat serta bibirmu yang begitu mungil kau begitu menggemaskan zahra aku tidak tau apa yang harus aku perbuat sekarang gumam Bima dalam hatinya.


Bima terus memandangi Zahra tanpa berkedip


" iya nona, anda kurang berhati - hati sehingga menabrak tuan muda saya " ucap Revan yang ikut - ikut bersandiwara dalam rencana bodoh tuan mudanya itu😁😁.


nona Zahra memang sangat cantik dan dia gadis yang sangat polos pantas saja tuan muda mengincarnya gumam Revan dalam hatinya.

__ADS_1


" ya tuan saya kan sudah meminta maaf kepada anda " ucap Zahra yang terus meminta maaf kepada tuan muda itu.


" ya tuan maafkan kakak saya dia tidak sengaja menabrak anda " ucap Theo kepada kedua pria tampan itu supaya memaafkan kakaknya.


" kakak sih kalau lari-lari itu fokus ke depan kak malah jadi nabrak seperti ini kan, ayo kita pulang saja kak "


" sekali lagi maafkan saya tuan " setelah itu Zahra membalikkan badannya untuk kembali pulang,


" ayo dek kita pulang" ajak Zahra kepada adiknya untuk segara pergi dari sana.


" iya ayo kak " Theo mengikuti kakaknya menuju arah pulang dan meninggalkan dua lelaki tampan itu.


beberapa saat kemudian kakak beradik itu mendengar suara seseorang dari belakang punggung meraka.


" tunggu " ucap Bima


" apalagi tuan saya kan sudah minta maaf kepada anda apa itu masih kurang " ucap Zahra sedikit kesal.


" aku akan mengantarkan mu pulang " ucap Bima kepada gadis belia itu yang tak lain adalah Zahra


" tidak perlu tuan terima kasih, ayo dek cepat kita pulang " ucap Zahra kepada adiknya


" kakak juga tidak tau sudah ayo "


kakak beradik itu pun meninggalkan kedua pria tadi yang masih melihatnya dari kejauhan itu ,mereka terus menyusuri jalan sambil sesekali berhenti karena kelelahan dan tak beberapa lama kemudian akhirnya merekapun sampai dirumahnya.


" assalamu'alaikum ibu kami pulang bu " ucap Zahra kepada ibunya


" ya bu kita sudah pulang "


" Waalaikum salam anak - anak ibu, sekarang kalian mandi dulu terus kita makan bersama ya ayo cepat ibu tunggu di meja makan bersama ayah " ucap bu Fatma kepada kedua anak itu.


" ya cepat nak jangan lama-lama ayah akan habiskan semua lauknya kalau kalian lama " pak Anwar sambil senyum - senyum menggoda anaknya yang baru pulang berolahraga.


" ya yah tunggu kita sebentar saja ya kan kak "


" ya dek ayok cepat "


kakak beradik itu pun berlari ke kamarnya masing masing untuk membersihkan badannya yang di penuhi keringat setelah mereka berolahraga tadi pagi di alun alun kota, dan tak beberapa lama kemudian mereka sudah selesai dengan ritual mandinya masing masing dan kini adik kakak itu pun sudah keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama.


" ayo kita sarapan sekarang nak " ucap pak Anwar kepada kedua anaknya.

__ADS_1


" iya yah " jawab kedua anaknya itu dan kini mereka sedang sarapan bersama diruang makan sambil di bumbui canda tawa di sana sungguh keluarga yang harmonis keluarga yang penuh kehangatan.


Di lain tempat kini sekertaris Revan dan tuan Bima sudah berada di dalam mobil dengan kecepatan sedang menuju arah pulang ke mansion nya setelah menjalankan sandiwaranya bersama Revan,di tengah perjalanan Bima mulai membuka pembicaraan kepada Revan.


" Van berapa lama lagi Zahra lulus sekolah Van " tanya Bima kepada sekertaris nya itu.


" mungkin dua mingguan lagi tuan " jawab sekertaris Revan


" kenapa lama sekali van " jawab Bima seolah-olah ingin langsung menjadikan Zahra sebagai istrinya.


" memang seperti itu prosedur nya tuan dan besok nona Zahra memulai ujian akhirnya " jawab Bima lagi.


" aku ingin segera memilikinya Van,kau lihat tadi dia sangat menggemaskan Van dan sangat polos,kau tahu kenapa Zahra menolak untuk aku antar pulang ya "


" iya tuan muda anda harus bersabar sebentar, karena nona Zahra merasa kita orang asing tuan bertemu saja baru kali ini tuan "


"Bima" : ya kau benar juga van


Revan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa gemas dengan tuan mudanya yang semakin bodoh kalau menyangkut nona Zahra.


sekarang mobil yang mereka kendarai pun akhirnya sampai di mansion bak istana itu pak Tejo dan seluruh pelayan pun sudah berjajar rapi untuk menyambut kedatangan tuan mudanya itu.


" selamat siang tuan " ucap para pelayan kepada Bima seperti biasa sambutan mereka pun tak pernah mendapat sahutan dari tuanya itu, tetapi itu sudah hal yang biasa di dalam mansion karena semua pelayan mengerti kalau tuan mudanya memang seorang yang dingin dan terkesan cuek.


Tapi di balik sifatnya yang dingin itu ternyata tuan Bima sangat baik kepada seluruh pelayan di mansion nya dan mereka digaji tidak main-main gaji mereka tiga kali lipat dan itu bayaran yang sangat fantastis untuk seorang pelayan dan masih banyak lagi hal yang mengenai tuan bima.


kini waktu terus berputar begitupun hari ini yang sudah mulai beranjak malam dan semua orang memejamkan matanya menuju alam bawah sadar mimpinya masing masing.


tak lama kemudian suara ayam pun mulai bersahutan dan matahari pun mulai menampakan cahayanya di sebelah timur menandakan malam telah usai dan kini telah berganti pagi, dan di pagi cerah ini semua orang mulai terbangun dan melakukan aktifitasnya masing masing begitupun Zahra hari ini adalah hari dia ujian akhir sekolahnya.


" hah.. hari ini aku ujian aku harus semangat " Zahra menyemangati dirinya sendiri.


Zahra pun mulai bangkit dari tempat tidurnya kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai Zahra berganti baju seragamnya dan Zahra mulai melangkahkan kakinya menuju meja makan untuk sarapan bersama.


" ibu ayah Zahra sekarang mulai ujian akhir doain Zahra ya "


" ya nak ibu dan ayah pasti doain kamu semoga kamu dapat mengerjakan soalnya dengan mudah iya kan yah "


" ya nak doa ibu dan ayah akan selalu menyertai mu " ucap bu Fatma kepada Zahra.


" aaminn "

__ADS_1


__ADS_2