Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Sheina tersadar


__ADS_3

Barra beralih melangkah mengetuk pintu kamar Sheina, tetapi tak ada sahutan.


Ia mencoba membuka hendel pintu.


pintu pun terbuka, tetapi pintu nya tak di kunci pikir Barra.


Pandangan Barra kini langsung tertuju pada Sheina yang tengah memejamkan mata dengan wajah yang terlihat sangat pucat pasih.


Perlahan Barra mendekat, menatap wajah yang biasa terlihat ceria itu kini tak seperti biasanya.


" Shei.. Sheina bangun Sheina, ada apa dengan dirimu " ucap nya sambil menggoyang kan pelan bahu Sheina.


tak ada reaksi.


Perlahan tangan nya ia tempelkan di kening Sheina.


Barra sedikit syok tak menyangka bahwa kening Sheina akan panas setinggi ini.


" kening mu panas sekali, kau sakit Shei apa itu sebab nya kau tak berniat keluar kamar sedari pagi " ucap Barra lagi.


Dengan segera ia keluar dari kamar Sheina setelah itu menuju kamar nya untuk menaruh tas kerja beserta jas hitamnya yang masih melekat di tubuh.


kemudian pria tampan itu segera menggulung kemeja putih nya sampai lengan sambil berjalan ke arah dapur mewah nya.


Kini sampai lah ia di dapur, Barra langsung mencari ember kecil beserta air hangat dan lap.


Di kamar Sheina.


Barra mulai duduk di samping ranjang sambil menempelkan lap yang sudah ia basahi dengan air hangat menaruhnya di kening Sheina dengan sangat pelan.


Barra terus mematung menatap wajah Sheina.


" Kenapa kau tak bilang jika sakit " ucap nya lembut dengan tatapan yang tak teralihkan sedikitpun dari wajah cantik gadis yang kini sudah berstatus istri nya itu.


Sesaat pandangannya beralih menatap bibir tipis yang pernah ia cium nya.

__ADS_1


Barra sedikit menggeleng geleng kan pelan kepalanya seolah menepis pikiran mesum yang mulai menghampiri otak nya.


Apa yang kau pikiran Bar, jangan lakukan lagi gumam nya.


Barra kemudian segera berdiri melangkahkan kakinya ke arah kamar milik nya.


Ia mulai membersihkan tubuh di dalam sana untuk menghilangkan rasa lelah seharian ia bekerja.


Seperempat jam Barra telah keluar dengan pakaian santai ala rumahan nya, kemudian kembali melihat keadaan Sheina di kamar nya.


" Kenapa panas mu tak turun turun Shei, ayo buka matamu sedikit saja, jangan membuat ku khawatir seperti ini " ucap nya.


Kemudian mengambil lap di kening Sheina yang sudah mulai mengering setelah itu kembali membasahi nya dan menempelkan lagi di kening sang istri.


*


Jam terus berputar dan malam bertambah larut tetapi Sheina tak kunjung membuka kedua mata nya.


Sedangkan Barra yang melihat keadaan Sheina seperti ini, membuat nya tambah semakin bingung tak karuan.


Tapi kali ini ia berniat akan merawat Sheina sendirian sampai sembuh, dan akan merahasiakan keadaan Sheina dari siapapun, karena sejak kejadian kemarin malam Barra takut akan terjadi lagi sesuatu hal keramaian antara Sheina dan kedua orang tuanya.


*


*


Pagi menjelang.


Sheina sedikit membuka kedua mata nya perlahan, pandangan nya menyapu seluruh isi kamar.


" ini sudah pagi ternyata " ucap nya


Sheina berniat menempelkan tangan di kening nya, tetapi ia mendapati sebuah lap kecil di sana.


Apa ini.... sebuah lap ternyata gumam Sheina.

__ADS_1


Setelah itu ia seperti sedikit berfikir.


Apa dia yang melakukan semua ini gumam nya lagi.


Sheina kemudian mencoba untuk bangun.


Dengan tiba tiba pintu kamar nya terbuka.


JEG.... GLEK....


bunyi pintu kamar yang baru saja di buka Barra.


" Hei... kau sudah bangun, ini untukmu segelas susu hangat " ucap Barra sambil berjalan ke arah Sheina menyodorkan segelas susu hangat untuk nya serta di bumbui senyuman tulus dari bibir nya.


" iya... kau tidak meracuni ku kan " sahut Sheina yang mulai menyandarkan separuh tubuh nya kebelakang ranjang.


Barra menggeleng geleng kan kepalanya pelan.


" kenapa kau masih sempat sempat nya memiliki pikiran seperti itu pada ku di saat keadaan genting seperti ini " ucap Barra lagi


" apa katamu keadaan genting... kau khawatir padaku " tanya Sheina.


" ya...ya... ya khawatir lah " jawab Barra seolah bingung sendiri, dengan sedikit terbata bata menjawab pertanyaan Sheina yang seolah dirinya di jebak oleh perkataan yang ia lontarkan sendiri tadi.


" kau mulai suka kan kepadaku "


" pede sekali memangnya siapa yang menyukai gadis seperti mu ....kau pikir saja siapa nanti yang akan di salah kan jika terjadi sesuatu padamu pasti aku, karena kau selalu menyusahkan ku "


" seperti itu ya maaf, maaf jika aku selalu menyusahkan mu selama ini " sahut Sheina dengan raut wajah terlihat lesu kemudian sedikit menunduk.


Barra sedikit melirik ke arah Sheina.


Ia jadi merasa bersalah, berniat ingin menjunjung rasa gengsi nya atas pembicaraannya pada Sheina, malah jadi menyinggung seperti ini ujung ujung nya.


Kenapa jadi begini, apa perkataan ku terlalu menyinggung nya gumam Barra.

__ADS_1


" segera minumlah susu itu selagi masih hangat, di atas meja makan juga ada bubur cepat makan lah agar kau cepat sembuh, aku berangkat kerja sudah siang " ucap Barra kemudian segera berdiri meninggalkan Sheina yang masih tertunduk lesu di atas ranjang.


" Terima kasih " sahut Sheina sambil menatap punggung Barra yang mulai menjauh dari dalam kamar nya.


__ADS_2