Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Lingerie merah


__ADS_3

" Lingerie " ucapnya.


Seolah kedua matanya kini berbinar binar karena kesenangan, entah itu karena pikiran mesum nya datang atau yang lain nya. 😂😂


Kini pikiran sekertaris Revan berputar begitu cepat, seperti mendapat ide lagi di otaknya.


Senyum jahat kini mulai keluar dengan menyunggingkan bibir sebelah kanan nya.


sesekali tersenyum kemudian kembali tertawa dan tersenyum tak jelas lagi.


hehehe.... tuan anda memang sangat pengertian pada saya monolog nya.


Kemudian sekertaris Revan kembali menutup pintu lemari tersebut, setelah itu ia bergegas kembali ke arah rancang seolah tak ada apa apa yang terjadi.


Sedangkan Adinda tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi mewah tersebut.


Dinda kenapa lama sekali di dalam, aku seperti nya tak sabar melihat nya keluar dengan memakai handuk saja hehehe... ternyata otak ku mesum juga sekarang, apa dulu tuan juga seperti ku, pasti iya dia kan bucin sekali pada nona Zahra monolognya lagi.


Sesaat.


Kamar mandi tiba tiba terbuka sedikit dengan kepala Adinda yang sedikit menyembul keluar dengan rambut nya masih berbalut handuk putih.


JEG GLEK....


Sedangkan sekertaris Revan langsung menatap ke arah gadis yang bergelar istri itu.


" Dinda apa yang kau lakukan sayang, keluar lah aku juga ingin membersihkan tubuh ku " ucap sekertaris Revan yang melihat ke arah Adinda dengan kepala nya tengah menyembul keluar pintu kamar mandi.


Apa yang dia lakukan, kenapa tak langsung keluar saja sih gumam sekertaris Revan.


" iya iya sebentar, kakak mana baju gantinya " jawab Dinda mempertanyakan baju ganti.


" maka dari itu Din, sedari tadi aku menghubungi bawahan ku tapi sampai sekarang tak kunjung datang, mungkin terjadi sesuatu padanya , ponsel nya juga tidak aktif " alasan sekertaris Revan yang tengah di buat buat.


" jangan jangan kau membohongi ku ya heh " ucap Dinda kemudian sambil menatap sang suami dari balik pintu kamar mandi tersebut.


" tidak mana mungkin, kau tau sendiri kan sayang aku juga tak membawa baju ganti, jadi kita sama kan " ucap sekertaris Revan yang kembali membuat suatu alasan.


" iya juga sih " jawab Adinda seperti berpikir.


" coba saja kau masuk ke ruang ganti siapa tau ada baju baju di sana " ucap sekertaris Revan lagi seperti menyarankan agar istrinya masuk perangkap nya.

__ADS_1


Ya karena dengan cara itu sang istri yang sedikit pemalu itu akan memakai pakaian seperti saringan tahu di dalam sana.


" kau tidak memeriksanya di sana " tanya Dinda.


" tidak, sedari tadi aku bermain ponsel, karena tuan Bima tadi menghubungi ku " alasan sekertaris Revan lagi.


" oh begitu ya, baiklah, sekarang tutup mata kakak aku mau berjalan ke kamar ganti " ucap Adinda karena memang dirinya merasa sangat malu.


" kau ini bawel sekali sih Din, aku kan sekarang suamimu jadi tidak masalah kan "


" sudah tutup saja cepat kak, aku masih malu " kekeh Dinda.


" iya iya dasar " ucap sekertaris Revan sedikit kesal.


Dan sekertaris Revan pun akhirnya menutup kedua matanya agar sangat istri merasa lega.


sekarang kau menyuruh ku tutup mata tidak apa apa, tetapi lihat saja sebentar lagi hehehe...... gumam sekertaris Revan.


" sudah Din " tanya Revan yang masih setia menutup matanya saat ini.


" ya kak sudah " teriak Adinda yang sudah berada di dalam kamar ganti.


Sekertaris Revan mulai mengembangkan senyum nya, ketika sudah mendapati suara istrinya menggema di dalam ruang gantinya tersebut.


" Kak " teriak Adinda dari dalam ruang ganti "


hehehe.... iya kan benar belum hitungan ke tiga, dia langsung memanggil ku monolognya lagi dengan percaya dirinya sekertaris tampan itu.


" Iya sayang aku datang "


hehehe.... tawa nya dalam hati .


Seperti rencananya sudah berhasil mengerjai sang istri saat ini.


Sedangkan sekertaris Revan langsung turun dari ranjang nya untuk menuju ke arah ruang ganti.


Sesaat.


Setelah sekertaris Revan hampir dekat dengan pintu ruang ganti yang terbuka lebar, dengan tiba tiba kepala Adinda kembali menyembul keluar, mengagetkan sekertaris Revan di luar ruangan.


" Akhh.....Dinda " teriak Revan yang merasa kaget.

__ADS_1


" kenapa kau mengagetkan ku saja sih hah " ucap sekertaris Revan lagi yang masih dengan perasaan kaget nya.


" hehehe...maaf, aku takut sampai kau masuk " jawab Adinda sambil sedikit cengengesan.


" memang nya kenapa jika aku masuk Din " ucap sekertaris Revan


" aaa.... a.... aku... aku hanya memakai handuk saja saat ini, dan di dalam sini tidak ada satu pun pakaian, tetapi hanya ada emmmm... e... "


" hanya ada apa sayang heh " tanya sekertaris Revan memancing.


" pakaian ha... ha... haram kak " jawab Adinda terbata.


" hehehe.... pakaian haram, pakaian haram maksud mu hahaha..... " ucap sekertaris Revan yang lagi lagi ingin menertawakan istri polos itu.


" kenapa kau tertawa sih "


" hehehe... maaf sayang aku hanya merasa lucu saja, ya sudah pakai saja ketimbang kau hanya memakai handuk " ucap sekertaris Revan memprovokasi.


" tap... tap... tapi " jawab Adinda kembali terbata bata.


" Akhh... terserah kau saja, apa kau mau memakai kembali kebaya tadi yang terasa panas itu, atau kau akan masuk angin jika tidak memakai apapun di tubuhmu, pilih saja " pancing sekertaris Revan.


" iya juga, baiklah kalau begitu, sudah kakak ke kamar mandi saja sana " ucap Adinda.


" ya.. ya... ya baiklah " jawab sekertaris Revan seperti tak peduli.


hahaha.... sepertinya rencana ku berhasil gumam nya.


Kemudian sekertaris Revan bergegas pergi menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya di dalam sana, dengan hati yang begitu sangat senang karena merasa rencananya berhasil kali ini terhadap sang istri.


Sedangkan Adinda di dalam ruang ganti memandangi pakaian haram berwarna merah menyala itu.


Memandang nya saja aku geli apalagi memakainya yang benar saja, tetapi jika aku memakai handuk saja aku sangat malu padanya nanti, emmm... bagaimana ya, apa aku pakai saja ya, setelah itu aku pakai lagi handuknya,


kemudian berlari ke arah ranjang dan menutup seluruh tubuh ku dengan selimut tebal di sana, ya.. ya.. ya seperti nya ide bagus, tapi handuk ku sudah basah sama saja, pakai baju haram ini saja dan setelah itu aku langsung menggulung tubuh ku dengan selimutnya hehehe..... pintar juga kau Dinda monolognya.


Setelah itu dengan langkah cepat Adinda segera memakai baju haramnya tersebut dengan rasa geli yang menjalar di tubuh nya.


Sesaat Adinda telah selesai dengan ritual nya, dengan segera gadis yang memiliki body yang bisa di bilang aduhai alias goals itu kini segera berlari menuju ranjang empuknya, kemudian langsung menggulung seluruh tubuh nya dengan selimut dan mulai berpura-pura tertidur.


Dinda ayo pejamkan matamu pejamkan, pria tampan itu sebentar lagi akan menghampiri mu monolognya.

__ADS_1


Setelah itu Dinda berniat memejamkan kedua matanya saat ini, karena perasaan nya saat ini sudah mulai campur aduk tak karuan.


__ADS_2