Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 18


__ADS_3

kemudian Bima melepaskan ciuman lembut itu dari bibir zahra.


" Apakah kau sudah percaya kalau aku tidak mempermainkan mu "


Zahra hanya terdiam saat Bima mengatakan itu


" Apakah kau tidak pernah berciuman sebelumnya, pantas saja kau sangat kaku "


" apakah anda tau tuan anda adalah laki-laki pertama yang mengambil ciuman pertama saya " ucap Zahra sedikit marah karena mengambil ciuman pertamanya tanpa seizin darinya meskipun suaminya sendiri.


" baguslah kalau seperti itu berarti aku adalah laki-laki pertama yang ada di hatimu,dan iya satu lagi ubah panggilan mu padaku sebelum aku mencium mu untuk kedua kalinya kau mengerti


" baa,.. baiklah suu.. aaamiku tersayang "


" ulangi sekali lagi dengan jelas Zahra "


dengan lantangnya Zahra mengucapkan kalimat itu lagi untuk yang kedua kalinya.


" baiklah suamiku tersayang " ucap Zahra sambil tersenyum sumringah yang kini dibuat-buatnya itu supaya lelaki didepannya ini merasa puas.


" kau pintar sekali istriku "


Bima mengelus rambut Zahra karena istrinya telah menuruti kata - katanya


" baiklah mulai besok aku mau semuanya kau yang menyiapkan keperluanku, bukan pak tejo lagi kau mengerti sayang "


sedangkan Zahra hanya terdiam untuk beberapa saat karena untuk kedua kalinya mendapat perlakuan dari suami barunya ini, melakukan hal yang bertolak belakang dengan sifat dinginnya itu.


" iya baiklah sayangku "


padahal dalam hatinya Zahra sedikit tidak percaya dengan perlakuan suami barunya itu, terkadang lembut terkadang juga sangat dingin dan menyebalkan.


Bima yang mendapat kan jawaban seperti itu dari Zahra langsung tersenyum sumringah dan di dalam hatinya kini berbunga-bunga.


" ya sudah kalau begitu aku mau mandi, sayang kau bisa kan menyiapkan air hangat untukku mulai sekarang,kau yang mengurus keperluanku selama di dalam kamar bukan pak Tejo lagi kau mengerti " ucap Bima sambil mengelus pipi zahra.


" baiklah sayangku aku akan menyiapkan air hangat untukmu, ya aku mengerti,

__ADS_1


kemudian Zahra melangkahkan kakinya menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk suaminya sambil memanyunkan bibirnya, setelah sampai dikamar mandi Zahra terus menggerutu suaminya.


sedangkan Bima kini tengah berbunga bunga melihat gadis yang selama ini ia incar dan sekarang telah menjadi miliknya itu, menuruti semua keinginannya sebagai seorang istri.


Zahra pun telah keluar dari kamar mandi


setelah menyiapkan keperluan suaminya di sana.


" suamiku mandilah sekarang semuanya sudah aku siapkan "


" baiklah Terima kasih sayang "


ucap Bima sambil mencium kening Zahra kemudian berlari menuju kamar mandi.


dan saat ini Zahra seperti orang kebingungan di dalam hatinya,apa yang sebenarnya yang harus dia lakukan karena sifat tuan mudanya itu berubah-ubah di satu sisi Zahra ingin membuka hatinya untuk Bima,


karena sekarang bima telah menjadi suami sahnya dan di satu sisi yang lain dia takut kalau suatu saat Bima mempermainkan hatinya dan meninggalkannya karena sifatnya yang dingin dan angkuh itu.


waktu terus berputar siang menjadi malam malam menjadi siang begitupun hari-hari yang telah berlalu, dan hubungan antara keduanya pun kini telah berjalan hampir satu bulan keseharian mereka tak luput dari seorang pria tampan Bima yang selalu menggoda istrinya yang menggemaskan itu.


Di pagi hari yang cerah ini Zahra mulai membuka matanya dan seperti biasa tangan kekar milik Bima selalu berada di perutnya


" besok saja aku ke kantor sayang di sana sudah ada sekertaris revan, sekarang aku ingin berada di mansion karena ibu negaraku akan pulang hari ini bersama papa dan adikku dari luar negri " sahut Bima yang masih malas untuk membuka matanya itu.


" Apa mama akan pulang, ah senangnya aku rindu sekali dengannya suamiku, oh iya memang kau punya adik sayang "


" punya adikku laki-laki "sekarang dia baru memulai kuliahnya diluar negri sana.


" berarti adikmu seumuran denganku sayang, memang dulu adikmu bersekolah dimana waktu SMA " tanya Zahra merasa penasaran.


" kenapa kau penasaran sekali hah " ucap Bima yang sedikit cemburu karena istrinya seperti orang penasaran menurutnya.


" sayang aku kan hanya bertanya memang salah ya, barang kali adik kamu bersekolah yang sama denganku dulu "


" nanti kau tanyakan saja sendiri padanya jika dia sudah datang, ya sudah aku mau mandi siapkan air hangatnya.


" baiklah aku akan menyiapkan air hangatnya dulu " jawab Zahra lalu pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan air hangatnya kemudian menambah sedikit tetesan wewangian kedalamnya.

__ADS_1


'' sayang sudah siap mandilah sekarang aku akan mengambilkan baju ganti untukmu " jawab Zahra sambil tersenyum.


tanpa menjawab apapun ucapan istrinya Bima langsung memasuki kamar mandi dengan wajah yang sedikit amarah, sedangkan Zahra yang tidak tau apa-apa.


ada apa dengan tuan muda itu ya kenapa dia hanya diam saja apakah aku melakukan kesalahan sepertinya tidak ada Zahra bergumam saja dalam hatinya.


tak beberapa lama Bima pun telah selesai dengan ritual mandinya kini Bima pergi keruangan ganti hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya dan menampilkan dada bidang dengan roti sobeknya itu .


Di sana Zahra yang masih memilih baju ganti untuk suaminya dan dia tak menyadari jika ada sosok lelaki dibelakangnya yang tak lain adalah suaminya sendiri Zahra yang tengah berbalik karena telah menemukan baju ganti yang pas untuk suaminya itu tiba-tiba dibuat kaget saking kagetnya Zahra sampai menutup matanya dan menelan ludah nya karena melihat pemandangan yang tak biasa menurutnya itu.


aakkhhhh,....


" tuan,.. emm...emmaksudnya


suuuaaamiku kenapa kau selalu mengagetkanku saja sih, ini aku sudah mengambilkan baju ganti untukmu sekarang pakailah aku akan keluar " ucap Zahra sambil menutup matanya dan menyerahkan pakaian yang ada ditangannya itu, tetapi yang diajak bicara hanya diam saja, kemudian karena merasa uluran tanganya tidak diambil oleh Bima Zahra pun membuka sedikit matanya.


" suuuaaamiku kau kenapa, kenapa kau hanya diam saja " ucap Zahra sambil menatap kedua bola mata suaminya itu yang memang sedari tadi memandangnya tanpa berkedip dengan tatapan menakutkan.


Tiba-tiba Bima langsung menarik Zahra dalam pelukannya dan mencium bibir Zahra dengan lembut Zahra hanya diam saja tak tau apa yang harus dia lakukan karena bingung dengan situasi yang seperti ini.Sedangkan Bima yang merasa ciumannya tak dibalas oleh Zahra kini bima melepaskan ciumannya itu dan menghempaskan sedikit tubuh Zahra,bima mengambil baju ganti di tangan Zahra kemudian dia meninggalkan Zahra begitu saja disana.


Sedangkan Zahra saat ini tengah berlari ke kamar mandi dan saat ini dia tengah menangis dibawah guyuran air shower, menangisi dirinya sendiri kenapa selalu diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri.


sedangkan Bima yang telah selesai ganti baju di kamar sebelah kini melewati kamar yang biasa dirinya bersama Zahra dan akan turun ke lantai bawah, bima sedikit melirik ke arah pintu kamar itu berharap melihat Zahra yang akan turun kelantai bawah bersamanya.


kenapa dia belum keluar-keluar ya


Zahra ayo keluarlah aku akan memaafkan mu jika kau keluar kamar dan sarapan pagi bersamaku gumamnya dalam hati.


namun sepertinya tidak ada tanda-tanda sedikit pun akhirnya Bima pun menerobos pintu kamar dan mendapati kamar tak ada sosok istrinya itu, dan terdengar kucuran air dari dalam kamar mandi.


oh ternyata dia masih dikamar mandi,


baiklah aku akan menunggunya disini, dan menunggunya minta maaf kepadaku pasti itu sangat menggemaskan melihat wajah polosnya, Bima terus menunggunya dan kini tak terasa Bima telah menunggunya sudah setengah jam tapi Zahra tak kunjung keluar dari sana.


Kemudian Bima pun berniat mengetuk pintu kamar mandi memastikan jika Zahra baik-baik saja di sana dan ternyata kamar mandi pun tak dikunci oleh Zahra,Bima yang merasa curiga karena pintu kamar mandinya tak dikunci dia pun langsung memasuki kamar mandi dan melihat Zahra tergeletak sangat pucat dan memejamkan matanya dibawah guyuran air shower.


" Zahra ada apa denganmu sayang bangunlah, hey bangun Zahra jangan membuatku khawatir sayang maafkan aku " ucap Bima sambil menepuk pipi Zahra perlahan dan menaruh tubuh Zahra dalam dekapannya.

__ADS_1


Akhirnya Bima mengangkat tubuh Zahra dan membawanya ke kasur king size nya itu.


__ADS_2